إِلَىٰ رَبِّكَ مُنْتَهَاهَا
Kepada Tuhanmulah kesudahannya.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِلَىٰ رَبِّكَ مُنْتَهَاهَاilaa rabbika muntahaahaakepada Tuhanmulah kesudahannya
Terjemahan per kata (3 kata)
- إِلَىٰilaakepada
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- مُنْتَهَاهَاmuntahaahaakesudahannya
Inti bacaan
Batas pengetahuan yang jelas: 'kepada Tuhanmulah kesudahannya', pengakuan bahwa informasi tentang waktu pasti berada sepenuhnya di luar jangkauan pengetahuan manusia, termasuk penyampai wahyu sekalipun.
Penjelasan pilihan kata
Kata (مُنْتَهَاهَا, muntahaahaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 54 ayat, dan akar itu juga muncul di 79:40 di surah ini.
Di 79:40 akar (مُنْتَهَاهَا, muntahaahaa) dipakai untuk orang yang menahan jiwanya dari keinginan. Di sini ia dipakai untuk kesudahan hari kiamat.
Jadi akar (مُنْتَهَاهَا, muntahaahaa) mengikat menahan diri dan batas akhir sesuatu. Yang menyatukannya cuma satu gambaran: tempat sesuatu berhenti.
Kata (رَبِّكَ, rabbika) memakai kata ganti kepemilikan berorang kedua tunggal. Jadi yang disebut Tuhan orang yang disapa, sama seperti susunan di 79:19.
Perhatikan bahwa (رَبِّكَ, rabbika) dan bentuk sejenisnya dipakai tiga kali di surah ini: 79:16, 79:19, dan 79:44. Ketiganya memakai kata ganti kepemilikan, dan tidak satu pun memakai nama.
Nama Allah sendiri cuma disebut sekali di seluruh surah ini, yaitu di 79:25. Jadi surah ini lebih sering menyebut-Nya lewat hubungan daripada lewat nama.
Kata (إِلَىٰ, ilaa) menyatakan arah, bukan tempat. Jadi yang dinyatakan bukan bahwa pengetahuannya ada di sisi-Nya, melainkan bahwa kesudahannya menuju kepada-Nya.
Perbedaan itu halus tetapi berakibat. Yang pertama tentang siapa yang tahu, dan yang kedua tentang kepada siapa segalanya berakhir. Susunannya memilih yang kedua.
Bandingkan dengan 7:187, yang menjawab pertanyaan yang sama dengan menyatakan bahwa ilmunya di sisi Tuhan. Dua tempat menjawab pertanyaan yang sama dengan dua sudut yang berbeda.
Al-Qur'an tidak menyandingkan keduanya. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu pertanyaan dijawab dengan pengetahuan di satu tempat dan dengan arah di tempat lain.
Kata (مُنْتَهَاهَا, muntahaahaa) memakai kata ganti kepemilikan yang menunjuk saat di 79:42. Jadi tiga ayat berturut-turut terikat kepada satu hal yang disebut sekali.
Ayat ini menjawab pertanyaan tanpa menyebut satu waktu pun. Yang diberikan bukan kapan, melainkan kepada siapa. Pertanyaannya dijawab dengan mengganti sumbunya.
Perhatikan pula bahwa jawaban ini tidak menyebut siapa pun yang mengetahui waktunya. Yang disebut cuma kepada siapa kesudahannya berakhir.
Susunan itu menutup pertanyaan dengan cara yang tidak biasa. Sebuah pertanyaan tentang kapan biasanya dijawab dengan waktu atau dengan pernyataan tidak tahu.
Di sini keduanya tidak dipakai. Yang dipakai justru pernyataan tentang arah, dan arah tidak bisa dibantah dengan hitungan mana pun.
Cara menjawab seperti itu sejalan dengan 79:13, yang juga tidak menyanggah melainkan mengubah ukuran perkaranya. Dua jawaban di surah ini sama-sama memindahkan sumbu pertanyaannya.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa pengetahuan akhir tentang Saat itu hanya ada pada Allah. Ayat ini menjawab pertanyaan itu dengan menyatakan kesudahannya kepada Tuhanmu. Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 54 ayat serta juga muncul di 79:40.
Di 79:40 akar itu dipakai untuk orang yang menahan jiwanya dari keinginan, dan di sini untuk kesudahan hari kiamat. Jadi satu akar mengikat menahan diri dan batas akhir sesuatu, dan yang menyatukannya cuma gambaran tempat sesuatu berhenti.
Kata keduanya memakai kata ganti kepemilikan berorang kedua tunggal, sama seperti susunan di 79:19. Kata itu dipakai tiga kali di surah ini, yaitu di 79:16, 79:19, dan 79:44, dan ketiganya memakai kata ganti kepemilikan. Nama Allah sendiri cuma disebut sekali di seluruh surah ini, yaitu di 79:25.
Kata pertamanya menyatakan arah, bukan tempat, sehingga yang dinyatakan bukan bahwa pengetahuannya ada di sisi-Nya melainkan bahwa kesudahannya menuju kepada-Nya.
Ayat ini menjawab pertanyaan tanpa menyebut satu waktu pun. Jawaban ini tidak menyebut siapa pun yang mengetahui waktunya; yang disebut cuma kepada siapa kesudahannya berakhir. Sebuah pertanyaan tentang kapan biasanya dijawab dengan waktu atau dengan pernyataan tidak tahu, dan di sini keduanya tidak dipakai.
Renungan dan Hikmah
- Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai Allah di 54 ayat serta juga muncul di 79:40. Di 79:40 akar itu dipakai untuk orang yang menahan jiwanya dari keinginan, dan di sini untuk kesudahan hari kiamat. Jadi satu akar mengikat menahan diri dan batas akhir sesuatu, dan yang menyatukannya cuma gambaran tempat sesuatu berhenti. Menahan diri dan berhenti di batas dinamai satu akar, dan keduanya menyangkut mengenali tempat berhenti. Yang tidak mengenalinya akan melewatinya. Mengenali tempat berhenti adalah kemampuan yang menentukan di banyak hal.
- Kata keduanya memakai kata ganti kepemilikan berorang kedua tunggal, dan kata itu dipakai tiga kali di surah ini: 79:16, 79:19, dan 79:44. Ketiganya memakai kata ganti kepemilikan, dan tidak satu pun memakai nama. Nama Allah sendiri cuma disebut sekali di seluruh surah ini, yaitu di 79:25, sehingga surah ini lebih sering menyebut-Nya lewat hubungan daripada lewat nama. Menyebut Allah lewat hubungan lebih sering dipakai di surah ini daripada menyebut nama-Nya. Cara itu mendekatkan tanpa mengurangi. Menyebut lewat hubungan mendekatkan tanpa mengurangi kebesaran.
- Kata pertamanya menyatakan arah, bukan tempat, sehingga yang dinyatakan bukan bahwa pengetahuannya ada di sisi Allah melainkan bahwa kesudahannya menuju kepada-Nya. Perbedaan itu halus tetapi berakibat: yang pertama tentang siapa yang tahu, dan yang kedua tentang kepada siapa segalanya berakhir. Susunannya memilih yang kedua. Arah dan tempat adalah dua hal yang berbeda, dan susunannya memilih yang pertama. Arah menuntut gerak, dan tempat cuma menuntut pengetahuan. Sesuatu yang perlu ditempuh menuntut lebih dari sesuatu yang cukup dihafal.
- Bandingkan dengan 7:187, yang menjawab pertanyaan yang sama dengan menyatakan bahwa ilmunya di sisi Tuhan. Dua tempat menjawab pertanyaan yang sama dengan dua sudut yang berbeda, dan Allah tidak menyandingkan keduanya. Yang bisa dibaca cuma bahwa satu pertanyaan dijawab dengan pengetahuan di satu tempat dan dengan arah di tempat lain. Dua jawaban berbeda untuk satu pertanyaan yang sama menandai bahwa jawabannya punya lebih dari satu sisi. Keduanya benar dan keduanya tidak lengkap sendirian. Dua sisi dari satu jawaban saling melengkapi tanpa pernah dipertemukan.
- Kata terakhirnya memakai kata ganti kepemilikan yang menunjuk saat di 79:42, sehingga tiga ayat berturut-turut terikat kepada satu hal yang disebut Allah sekali. Rangkaian yang diikat seperti itu menolak dibaca sepotong, dan cara itu dipakai di seluruh lima ayat terakhir surahnya. Rangkaian yang diikat kata ganti memaksa lima ayat dibaca sebagai satu tarikan. Memisahkannya akan menghilangkan bendanya. Ikatan yang panjang menandai bahwa bagian itu memang satu kesatuan.
- Ayat ini menjawab pertanyaan tanpa menyebut satu waktu pun. Yang diberikan Allah bukan kapan, melainkan kepada siapa. Apa yang dikerjakan sebuah jawaban ketika ia tidak menjawab yang ditanyakan, melainkan mengganti sumbu pertanyaannya sehingga yang bertanya harus memikirkan ulang apa yang sebenarnya perlu diketahuinya? Mengganti sumbu sebuah pertanyaan lebih menolong daripada menjawabnya. Yang bertanya diajak memikirkan ulang apa yang sebenarnya perlu. Memikirkan ulang pertanyaan sering lebih berguna daripada mendapat jawabannya.