كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا

Seakan-akan mereka, pada hari melihatnya, tidak tinggal kecuali sesaat di petang atau pagi harinya.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَاka-annahum yawma yarawnahaa lam yalbatsuu illaa 'asyiyyatan aw dhuhaahaaseakan-akan mereka, pada hari melihatnya, tidak tinggal kecuali sesaat di petang atau pagi harinya

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. كَأَنَّهُمْka-annahumseakan-akan mereka
  2. يَوْمَyawmahari
  3. يَرَوْنَهَاyarawnahaamereka melihatnya
  4. لَمْlamtidak
  5. يَلْبَثُواyalbatsuumereka tinggal
  6. إِلَّاillaakecuali
  7. عَشِيَّةً'asyiyyatanpetang
  8. أَوْawatau
  9. ضُحَاهَاdhuhaahaasiangnya

Inti bacaan

Perspektif tentang kefanaan waktu dunia: 'seakan-akan mereka, pada hari melihatnya, tidak tinggal (di dunia) kecuali sesaat di petang atau pagi harinya', penutup surah dengan pengingat bahwa dari perspektif kekekalan, seluruh masa hidup di dunia terasa sangat singkat, dorongan untuk tidak menunda persiapan dengan asumsi waktu masih panjang.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung '(di dunia)' tidak dipakai.

Rangkaian (لَمْ يَلْبَثُوا, lam yalbatsuu) muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 10:45, 46:35, dan 79:46. Akarnya dipakai di 27 ayat.

Di 10:45 dan 46:35 rangkaian itu juga dipakai untuk menyatakan betapa singkat rasanya masa tinggal mereka. Jadi tiga tempat memakai gambaran yang sama untuk satu perasaan yang sama.

Kata (عَشِيَّةً, 'asyiyyatan) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata (ضُحَاهَا, dhuhaahaa) muncul 3 kali, dan dua di antaranya di surah ini: 79:29 dan 79:46.

Di 79:29 kata (ضُحَاهَا, dhuhaahaa) menyebut terang yang dikeluarkan Allah dari langit. Di sini ia menyebut ukuran waktu yang terasa singkat.

Jadi (ضُحَاهَا, dhuhaahaa) yang di bagian tengah surah menamai pemberian besar di sini menamai ukuran waktu yang paling pendek. Al-Qur'an tidak menyandingkan keduanya.

Dua ukuran waktu yang disebut di ayat ini, yaitu petang dan pagi, sama-sama sepotong hari. Jadi seluruh masa hidup mereka disamakan dengan setengah hari.

Perhatikan bahwa dua ukuran itu berlawanan letaknya. Yang satu di ujung hari, dan yang lain di awalnya. Keduanya sama-sama pendek, dan keduanya sama-sama bukan hari penuh.

Kata (كَأَنَّهُمْ, ka-annahum) menyatakan perumpamaan. Jadi yang dinyatakan bukan bahwa mereka memang cuma tinggal sesingkat itu, melainkan bahwa rasanya begitu.

Perbedaan itu penting. Yang diukur bukan waktu yang sebenarnya, melainkan bagaimana waktu itu terasa ketika hari perhitungan tiba.

Kata (يَرَوْنَهَا, yarawnahaa) memakai kata ganti objek yang menunjuk saat di 79:42. Jadi lima ayat berturut-turut terikat kepada satu hal yang disebut sekali.

Ayat ini menutup surahnya. Penutupnya bukan berupa perintah, bukan berupa janji, dan bukan berupa ancaman, melainkan berupa gambaran tentang rasa.

Bandingkan dengan pembukanya di 79:1, yang juga bukan pernyataan melainkan sumpah. Jadi surah ini dibuka dan ditutup tanpa satu kalimat berita yang lugas.

Perhatikan pula bahwa ayat penutup ini tidak berbicara kepada yang disapa, melainkan tentang orang lain. Empat ayat sebelumnya menyapa satu orang, dan ayat ini berbicara tentang mereka.

Perpindahan itu kelima kalinya di surah ini. Sapaan berganti antara tunggal, jamak, dan orang ketiga tanpa satu penanda pun.

Jadi surah ini ditutup dengan sudut pandang yang sama dengan pembukanya. Di 79:1 yang dilukiskan pihak ketiga tanpa nama, dan di sini juga.

Lingkaran itu tidak dinyatakan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa surah ini keluar dari sapaan pada ayat terakhirnya, dan kembali ke cara bertutur yang dipakai di awal.

Tafsiran

Ayat penutup surah ini menegaskan bahwa kehidupan dunia akan terasa amat singkat ketika Saat itu tiba. Ayat penutup ini melukiskan betapa singkat masa hidup terasa pada hari itu. Rangkaian dua kata di tengahnya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 10:45, 46:35, dan 79:46, dan akarnya dipakai di 27 ayat.

Di 10:45 dan 46:35 rangkaian itu juga dipakai untuk menyatakan betapa singkat rasanya masa tinggal mereka, sehingga tiga tempat memakai gambaran yang sama untuk satu perasaan yang sama.

Kata keenamnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan kata terakhirnya muncul 3 kali dengan dua di antaranya di surah ini: 79:29 dan 79:46. Di 79:29 kata itu menyebut terang yang dikeluarkan Allah dari langit, dan di sini ukuran waktu yang terasa singkat.

Dua ukuran waktu yang disebut di ayat ini sama-sama sepotong hari, sehingga seluruh masa hidup mereka disamakan dengan setengah hari.

Kata pertamanya menyatakan perumpamaan, sehingga yang dinyatakan bukan bahwa mereka memang cuma tinggal sesingkat itu melainkan bahwa rasanya begitu. Sapaan di surah ini berganti antara tunggal, jamak, dan orang ketiga tanpa satu penanda pun. Ayat penutup ini tidak berbicara kepada yang disapa, padahal empat ayat sebelumnya menyapa satu orang. Jadi surah ini ditutup dengan sudut pandang yang sama dengan pembukanya di 79:1, tempat yang dilukiskan juga pihak ketiga tanpa nama.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian dua kata di tengahnya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 10:45, 46:35, dan 79:46. Di 10:45 dan 46:35 Allah juga memakainya untuk menyatakan betapa singkat rasanya masa tinggal mereka. Jadi tiga tempat memakai gambaran yang sama untuk satu perasaan yang sama, dan Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu dengan satu kalimat pun. Tiga tempat yang memakai gambaran yang sama menandai satu perasaan yang berulang. Yang berulang di tiga surah bukan kebetulan. Tiga surah yang melukiskan rasa yang sama tanpa saling menyebut menandai satu kenyataan yang tetap.
  • Kata terakhirnya muncul 3 kali di seluruh Al-Qur'an: 79:29, 79:46, dan 91:1, dan dua di antaranya di surah ini. Di 79:29 kata itu menyebut terang yang dikeluarkan Allah dari langit, dan di sini ukuran waktu yang terasa singkat. Jadi satu kata yang di bagian tengah surah menamai pemberian besar di penutupnya menamai ukuran waktu yang paling pendek. Satu kata yang menamai pemberian dan ukuran waktu di satu surah mengikat kedua ujungnya. Ikatan itu tidak pernah diumumkan. Dua ujung yang diikat satu kata membuat surahnya terbaca sebagai satu kesatuan.
  • Dua ukuran waktu yang disebut di ayat ini, yaitu petang dan pagi, sama-sama sepotong hari. Jadi seluruh masa hidup mereka disamakan Allah dengan setengah hari. Dua ukuran itu juga berlawanan letaknya: yang satu di ujung hari dan yang lain di awalnya, dan keduanya sama-sama bukan hari penuh. Seumur hidup yang disamakan dengan setengah hari menyatakan betapa berbeda ukuran waktu di sana. Ukuran yang berubah membuat semua hitungan lama tidak berguna. Satuan yang dipakai di sana ternyata tidak sama dengan satuan yang dipakai di sini.
  • Kata pertamanya menyatakan perumpamaan, sehingga yang dinyatakan Allah bukan bahwa mereka memang cuma tinggal sesingkat itu melainkan bahwa rasanya begitu. Perbedaan itu penting: yang diukur bukan waktu yang sebenarnya, melainkan bagaimana waktu itu terasa ketika hari perhitungan tiba. Membedakan rasa dari kenyataan menjaga ayatnya dari dibaca sebagai keterangan tentang lamanya. Yang dilukiskan pengalaman, bukan hitungan. Pengalaman dan hitungan adalah dua hal yang sering tertukar dan tidak sama.
  • Kata keduanya memakai kata ganti objek yang menunjuk saat di 79:42, sehingga lima ayat berturut-turut terikat kepada satu hal yang disebut Allah sekali. Rangkaian sepanjang itu memaksa penutup surahnya dibaca sebagai satu tarikan, dan memetik satu ayat darinya akan menghilangkan apa yang dibicarakan. Lima ayat penutup yang diikat satu kata ganti menuntut dibaca utuh. Surah ini menutup dengan cara yang sama dengan yang dipakainya sejak awal. Cara membaca yang dituntut sejak awal tetap dituntut sampai kata terakhirnya.
  • Ayat ini menutup surahnya, dan penutupnya bukan berupa perintah, bukan janji, dan bukan ancaman, melainkan gambaran tentang rasa. Bandingkan dengan pembukanya di 79:1, yang juga bukan pernyataan melainkan sumpah. Apa yang dinyatakan sebuah surah yang dibuka dan ditutup tanpa satu kalimat berita yang lugas, sehingga yang tertinggal pada pembacanya cuma nada dan gambaran? Sebuah surah yang dibuka dan ditutup tanpa kalimat berita meninggalkan nada, bukan rumusan. Nada lebih sulit dilupakan daripada rumusan. Yang tidak bisa dihafal justru yang paling sulit dilupakan.