وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَىٰ

Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَىٰwa-ammaa man jaa'aka yas'aadan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَأَمَّاwa-ammaadan adapun
  2. مَنْmanorang yang
  3. جَاءَكَjaa'akadatang kepadamu
  4. يَسْعَىٰyas'aabersegera

Inti bacaan

Kedatangan di 80:2 diceritakan ulang dengan akhiran orang kedua, jaa'aka. Rangkaian datang dan yas'aa juga dipakai di 28:20 dan 36:20 untuk lelaki tanpa nama dari ujung kota, sedangkan di 79:22 yas'aa menyertai Fir'aun yang berbalik pergi.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini terdiri dari empat kata, (وَأَمَّا, wa-ammaa) yang berarti "dan adapun", (مَنْ, man) yang berarti "orang yang", (جَاءَكَ, jaa'aka) yang berarti "datang kepadamu", dan (يَسْعَىٰ, yas'aa) yang berarti "dengan bersegera". Kata (وَأَمَّا, wa-ammaa) membuka bagian kedua dari pembagian yang dimulai (أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ, ammaa mani staghnaa) di 80:5. Pasangan "adapun orang yang ... dan adapun orang yang" juga dipakai di 69:19 dan 69:25, 79:37 dan 79:40, 84:7 dan 84:10, 92:5 dan 92:8, serta 101:6 dan 101:8.

Di surah 69, 79, 84, dan 101 pasangan itu memisahkan manusia menurut nasibnya di akhirat, misalnya orang yang diberi kitabnya dari sebelah kanan dan orang yang diberi dari sebelah kiri. Di 92:5-10 pasangan itu memisahkan orang yang memberi dan bertakwa dari orang yang kikir dan merasa dirinya cukup. Di surah ini susunan yang sama dipakai untuk dua orang yang berhadapan dengan orang yang disapa.

Kata (جَاءَكَ, jaa'aka) memakai akhiran orang kedua, "kepadamu". Akar ج-ي-ا tercatat di 262 ayat, dan di surah ini muncul di 80:2, 80:8, dan 80:33. Di 80:2 kedatangan disebut dengan akhiran orang ketiga, (أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ, an jaa'ahu l-a'maa), "karena orang buta datang kepadanya". Kata kerja, akar, dan orang yang didatangi sama, sehingga 80:8 terbaca sebagai kedatangan yang sama, diceritakan ulang dengan sapaan langsung. Sebutan "orang buta" tidak diulang di 80:8, dan orang itu disebut dengan (مَنْ, man), "orang yang", lalu dengan cara datangnya.

Kata (يَسْعَىٰ, yas'aa) berasal dari akar س-ع-ي, yang tercatat di 28 ayat. Bentuk yas'aa sendiri muncul di enam ayat, 28:20, 36:20, 57:12, 66:8, 79:22, dan 80:8. Di tiga di antaranya kata itu menyertai kata kerja "datang" dalam kalimat yang sama. Di 28:20 kalimatnya dibuka dengan (وَجَاءَ رَجُلٌ, wa-jaa'a rajulun), "dan datanglah seorang lelaki", dan ditutup dengan yas'aa, tentang lelaki yang datang bergegas dari ujung kota untuk memperingatkan Musa, dan di 36:20 seorang lelaki datang bergegas dari ujung kota untuk mengajak kaumnya mengikuti para rasul. Kedua lelaki itu tidak dinamai. Kedua ayat itu menyebut asal kedatangan, dari ujung kota, sedangkan 80:8 menyebut orang yang didatangi lewat akhiran -ka dan tidak menyebut dari mana orang itu datang.

Di 57:12 dan 66:8 kata itu dipakai untuk cahaya orang-orang beriman yang bergerak di depan mereka. Di 79:22, (ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَىٰ, tsumma adbara yas'aa), Fir'aun berbalik pergi sambil berusaha. Kata yang sama menggambarkan gerak mendekat dan gerak menjauh, dan arahnya ditentukan kata kerja yang mendampinginya. Terjemahan "dengan bersegera" menempatkan kata itu sebagai keterangan cara datang, sesuai kedudukannya sesudah (جَاءَكَ, jaa'aka).

Tafsiran

Ayat ini membuka bagian kedua dari perbandingan. Sesudah orang yang merasa serba cukup di 80:5-7, 80:8 menyebut orang yang datang dengan bersegera, dan 80:9-10 melengkapinya dengan rasa takutnya dan pengabaian yang dia terima. Kedua bagian dibuka dengan kata "adapun", sehingga keduanya ditimbang berdampingan.

Keterangan tentang orang kedua ini terdiri dari gerak dan keadaan. Dia datang, dia bersegera, dan menurut 80:9 dia takut. Harta, kedudukan, dan asal-usulnya tidak disebut, sama seperti orang pertama disebut dengan sikapnya saja. Perbandingan di 80:5-10 dengan demikian membandingkan dua sikap terhadap orang yang disapa, merasa tidak memerlukan dan datang dengan bersegera.

Di surah sebelumnya kata yas'aa dipakai untuk Fir'aun yang berbalik pergi sesudah ditawari penyucian diri (79:18-22), dan di sini untuk orang yang datang dan disebut di 80:3 berpeluang menyucitumbuhkan diri. Dua surah yang berurutan memuat gerak bergegas ke dua arah, dan di keduanya tawaran untuk menjadi bersih dan bertumbuh hadir. Di 62:9 akar yang sama dipakai dalam seruan untuk bersegera mengingat Allah, dan 80:4 menyebut kemungkinan orang ini mengambil pelajaran, walaupun tujuan kedatangannya tidak dinyatakan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mencatat cara orang ini datang, dengan bersegera, sebelum menyebut apa pun tentang dirinya selain itu. Kesungguhan yang tampak dalam langkah seseorang sudah cukup untuk disebut di dalam firman-Nya. Di sekitar kita ada orang yang datang dengan cara seperti itu, bertanya dengan sungguh-sungguh, menunggu dengan sabar, atau kembali lagi sesudah tidak dijawab. Kesungguhan mereka mudah terlewat karena tidak dibungkus kedudukan, dan ayat ini mengangkatnya ke depan. Pencatatan di 80:8 memperlihatkan bahwa langkah seperti itu dilihat Allah walaupun manusia tidak menoleh.
  • Kedatangan yang di 80:2 diceritakan dengan "dia datang kepadanya" diulang di 80:8 dengan "datang kepadamu". Peristiwa yang sama berpindah dari cerita tentang orang lain menjadi sapaan kepada orang yang terlibat. Seseorang bisa membaca kisah teguran dengan jarak, seolah-olah mengenai orang lain, sampai kalimatnya berganti menjadi "engkau". Sapaan Allah yang langsung ini mengajak pembacanya bertanya apakah dia pun pernah menjadi orang yang didatangi lalu tidak menyambut.
  • Kata yang sama dipakai untuk Fir'aun yang bergegas menjauh di 79:22 dan untuk orang yang bergegas mendekat di 80:8. Kesibukan sehari-hari membuat orang bergegas, mengejar pekerjaan, janji, atau urusan yang tidak bisa ditunda. Kata ini memperlihatkan bahwa kesibukan yang sama bisa mengarah menjauh atau mendekat. Ke arah mana kita paling sering bergegas, dan apakah arah itu mendekatkan kita kepada peringatan Tuhan atau menjauhkan darinya?
  • Tiga orang yang datang dengan bersegera di 28:20, 36:20, dan 80:8 tidak dinamai. Lelaki di 28:20 datang memperingatkan Musa, lelaki di 36:20 datang mengajak kaumnya mengikuti para rasul, dan orang di 80:8 datang kepada orang yang disapa. Kesungguhan mereka tercatat tanpa nama mereka. Allah melihat langkah orang-orang seperti itu, dan pencatatan ini memberi harga pada kesungguhan orang yang tidak dikenal.
  • Keterangan tentang orang kedua di 80:8-9 terdiri dari gerak dan keadaan hatinya, datang, bersegera, dan takut. Harta, kedudukan, dan asal-usulnya tidak disebut. Manusia sering menimbang orang lain dari hal-hal yang tidak disebut ayat ini, lalu memberi perhatian menurut timbangan itu. Pembagian di 80:5-10 memakai ukuran lain, dan dengan ukuran Tuhan itu orang yang datang dengan bersegera berada di sisi yang semestinya didahulukan. Ukuran mana yang dipakai ketika seseorang datang kepada kita?
  • Susunan "adapun orang yang ... dan adapun orang yang" di surah-surah lain memisahkan nasib manusia di akhirat, pemegang kitab dari sebelah kanan dan dari sebelah kiri, timbangan yang berat dan yang ringan. Di surah ini susunan yang sama dipakai untuk dua orang dalam satu perjumpaan. Pilihan kecil tentang siapa yang didengarkan ditimbang dengan susunan yang di tempat lain dipakai untuk menimbang nasib akhir, sehingga perjumpaan sehari-hari pun berada di bawah penglihatan Allah.