وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَىٰ
Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَىٰwa-ammaa man jaa'aka yas'aadan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَأَمَّاwa-ammaadan adapun
- مَنْmanorang yang
- جَاءَكَjaa'akadatang kepadamu
- يَسْعَىٰyas'aabersegera
Inti bacaan
Kontras dengan yang benar-benar antusias: 'dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera', pengenalan kembali sosok yang terabaikan sebelumnya, kali ini dengan penekanan pada kesungguhan usahanya.
Penjelasan pilihan kata
Kata (يَسْعَىٰ, yas'aa) muncul 6 kali di 6 surah: 28:20, 36:20, 57:12, 66:8, 79:22, dan 80:8. Jadi tiap surah yang memakainya cuma memakainya sekali.
Di 28:20 dan 36:20 kata (يَسْعَىٰ, yas'aa) dipakai untuk orang yang datang bergegas dari ujung kota untuk memberi peringatan. Dua-duanya orang yang tidak dikenal, dan dua-duanya bergerak demi orang lain.
Di 79:22 kata (يَسْعَىٰ, yas'aa) dipakai untuk gerak yang berlawanan: berpaling dan bergegas menjauh. Jadi satu kata dipakai untuk bergegas mendekat dan bergegas menjauh. Yang menentukan bukan katanya, melainkan arahnya.
Perbandingan itu makin tajam karena 79:22 berada tepat di surah sebelum ini. Dua surah yang bersebelahan memakai satu kata untuk dua arah yang berlawanan, dan Al-Qur'an tidak menandai hubungan itu.
Kata (جَاءَكَ, jaa-aka) memakai kata ganti yang menunjuk orang yang disapa. Bandingkan dengan 80:2, yang memakai bentuk orang ketiga. Kedatangan yang sama disebut dua kali dengan dua sudut pandang yang berbeda.
Perbedaan itu bukan hiasan. Di 80:2 kedatangannya dilaporkan dari luar. Di sini ia dinyatakan sebagai sesuatu yang tertuju kepada yang disapa. Yang kedua lebih sulit diabaikan karena alamatnya jelas.
Kata (وَأَمَّا, wa ammaa) melengkapi pembagian yang dibuka di 80:5. Tiga ayat memisahkan keduanya. Selama tiga ayat itu susunannya menggantung, dan baru di sini ia tertutup.
Kata (مَنْ, man) tidak menamai siapa pun, sama seperti di 80:5. Jadi dua golongan yang dibandingkan sama-sama disebut tanpa nama. Yang membedakan mereka cuma perbuatannya.
Perhatikan apa yang tidak disebut tentang orang ini. Tidak disebut namanya, tidak disebut kedudukannya, tidak disebut hartanya. Yang disebut cuma bahwa ia datang, dan bahwa ia bergegas.
Tiga ayat berikutnya, yaitu 80:8 sampai 80:10, membentuk satu susunan yang sama besar dengan 80:5 sampai 80:7. Dua golongan diberi ruang yang setara.
Kesetaraan ruang itu patut dicatat. Yang satu diberi perhatian penuh, yang lain diabaikan. Tetapi di dalam surahnya keduanya diberi tiga ayat, dan tidak satu pun dilebihkan.
Perhatikan pula bahwa yang bergegas disebut lebih dulu daripada yang takut di 80:9. Gerak badannya disebut sebelum keadaan hatinya. Urutan itu kebalikan dari cara orang biasanya menilai seseorang.
Perhatikan pula bahwa ayat ini tidak menyebut apa yang dicari orang itu. Ia datang dan bergegas, dan tujuannya dibiarkan kosong sampai ayat berikutnya menyebut keadaan hatinya.
Kekosongan itu punya akibat pada bacaannya. Pembacanya melihat gerak lebih dulu, tanpa tahu maksudnya. Yang dinilai sejak awal jadi kesungguhannya, bukan hasil yang diharapkannya.
Susunan itu juga menyamakan kedudukan dua golongan tadi di titik keberangkatan. Yang satu merasa cukup, yang lain bergegas. Keduanya disebut cuma lewat apa yang mereka kerjakan, bukan lewat apa yang mereka miliki.
Tafsiran
Ayat ini menghadirkan pembanding: orang yang datang dengan bergegas justru diabaikan. Kata terakhirnya muncul 6 kali di 6 surah: 28:20, 36:20, 57:12, 66:8, 79:22, dan 80:8.
Di 28:20 dan 36:20 kata itu dipakai untuk orang yang datang bergegas dari ujung kota untuk memberi peringatan. Dua-duanya orang yang tidak dikenal, dan dua-duanya bergerak demi orang lain.
Di 79:22 kata yang sama dipakai untuk gerak yang berlawanan, yaitu berpaling dan bergegas menjauh. Jadi satu kata dipakai untuk bergegas mendekat dan bergegas menjauh, dan yang menentukan bukan katanya melainkan arahnya. Perbandingan itu makin tajam karena 79:22 berada tepat di surah sebelum ini.
Kata ketiganya memakai kata ganti yang menunjuk orang yang disapa, berbeda dari 80:2 yang memakai bentuk orang ketiga. Kedatangan yang sama disebut dua kali dengan dua sudut pandang.
Kata pertamanya melengkapi pembagian yang dibuka di 80:5, dan tiga ayat memisahkan keduanya. Selama tiga ayat itu susunannya menggantung, dan baru di sini ia tertutup.
Ayat ini juga tidak menyebut nama, kedudukan, maupun harta orang tersebut. Yang disebut cuma bahwa ia datang, dan bahwa ia bergegas. Ayat ini juga tidak menyebut apa yang dicari orang tersebut, sehingga pembacanya melihat geraknya lebih dulu tanpa tahu maksudnya. Yang dinilai sejak awal jadi kesungguhannya, bukan hasil yang diharapkannya.
Renungan dan Hikmah
- Kata terakhirnya muncul 6 kali di 6 surah: 28:20, 36:20, 57:12, 66:8, 79:22, dan 80:8. Di 28:20 dan 36:20 Allah memakainya untuk orang yang datang bergegas dari ujung kota demi memberi peringatan, dan di 79:22 untuk orang yang berpaling dan bergegas menjauh. Jadi satu kata dipakai untuk dua arah yang berlawanan, dan yang menentukan nilainya bukan katanya melainkan arahnya. Kesungguhan tanpa arah yang benar tidak dinilai lebih tinggi daripada kelambanan. Sebuah gerak bisa dinilai cuma setelah diketahui ke mana ia menuju, dan kata yang sama tidak menjamin nilai yang sama.
- Pemakaian di 79:22 berada tepat di surah sebelum ini, dan di sana kata yang sama menamai gerak menjauh dari peringatan Allah. Dua surah yang bersebelahan memakai satu kata untuk dua arah yang berlawanan, dan Al-Qur'an tidak menandai hubungan itu dengan satu kalimat pun. Pembaca yang membaca berurutan akan melewatinya tanpa sadar, kecuali ia berhenti pada kata yang sama. Dua surah yang bertetangga bisa memakai satu kata untuk dua hal yang bertolak belakang tanpa saling menyebut.
- Kata ketiganya memakai kata ganti yang menunjuk orang yang disapa, berbeda dari 80:2 yang memakai bentuk orang ketiga. Kedatangan yang sama disebut Allah dua kali dengan dua sudut pandang. Di 80:2 ia dilaporkan dari luar; di sini ia dinyatakan sebagai sesuatu yang tertuju kepada yang disapa. Yang kedua lebih sulit diabaikan karena alamatnya jelas, dan pengabaian atas sesuatu yang beralamat lebih berat daripada pengabaian atas kabar yang lewat. Sesuatu yang jelas alamatnya menuntut jawaban, sedangkan kabar yang lewat tidak menuntut apa-apa.
- Kata pertamanya melengkapi pembagian yang dibuka Allah di 80:5, dan tiga ayat memisahkan keduanya. Selama tiga ayat itu susunannya menggantung, dan baru di sini ia tertutup. Jeda selama itu bukan kelalaian susunan; ia membuat pembacanya menahan penilaian sampai kedua sisinya lengkap. Penilaian yang ditahan lebih jernih daripada penilaian yang dijatuhkan setengah jalan. Susunan yang menggantung selama tiga ayat memaksa pembacanya sabar, dan kesabaran itu bagian dari cara membacanya.
- Ayat ini tidak menyebut nama orang itu, tidak menyebut kedudukannya, dan tidak menyebut hartanya. Yang disebut Allah cuma bahwa ia datang, dan bahwa ia bergegas. Semua penanda yang biasanya dipakai orang untuk mengukur siapa yang layak didahulukan justru dihilangkan seluruhnya. Apa yang tersisa untuk menilai seseorang ketika semua penandanya dihapus, kecuali apa yang sedang dikerjakannya saat itu? Semua penanda lahir dihapus, dan yang tersisa cuma apa yang sedang dikerjakan orang itu saat ia datang.
- Yang bergegas disebut lebih dulu daripada yang takut di 80:9, sehingga gerak badannya disebut sebelum keadaan hatinya. Urutan itu kebalikan dari cara orang biasanya menilai seseorang, yang menakar niat lebih dulu lalu mencari buktinya. Allah menaruh yang terlihat di depan dan yang tersembunyi di belakang, dan keduanya tetap disebut. Tidak satu pun dianggap cukup tanpa yang lain. Sebuah penilaian yang menuntut keduanya sekaligus lebih sulit dipalsukan daripada yang cukup satu.