مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ
Yang ditinggikan lagi disucikan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍmarfuu'atin muthahharatinyang ditinggikan lagi disucikan
Terjemahan per kata (2 kata)
- مَرْفُوعَةٍmarfuu'atinyang ditinggikan
- مُطَهَّرَةٍmuthahharatinlagi disucikan
Inti bacaan
Bentuk marfuu'atin menyifati kasur di 56:34 dan dipan di 88:13, sedangkan muthahharatin menyifati pasangan di 2:25, 3:15, dan 4:57, serta lembaran di 98:2. Di 56:79 kata sekerabat dipakai untuk pihak yang menyentuh kitab.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini terdiri dari dua kata, (مَرْفُوعَةٍ, marfuu'atin) yang berarti "yang ditinggikan", dan (مُطَهَّرَةٍ, muthahharatin) yang berarti "disucikan". Keduanya kata sifat yang menerangkan (صُحُفٍ, shuhufin) di 80:13, dan terjemahan menghubungkan keduanya dengan "lagi". Bersama (مُكَرَّمَةٍ, mukarramatin) di 80:13, lembaran-lembaran itu menerima tiga sifat berturut-turut, dimuliakan, ditinggikan, dan disucikan, dan ketiganya menyatakan keadaan yang dikenakan kepada lembaran-lembaran itu.
Kata (مَرْفُوعَةٍ, marfuu'atin) berasal dari akar ر-ف-ع, yang tercatat di 29 ayat. Bentuk perempuan ini tercatat di tiga ayat, 56:34, 80:14, dan 88:13, dan bentuk laki-lakinya di 52:5. Di 56:34, (وَفُرُشٍ مَرْفُوعَةٍ, wa-furusyin marfuu'atin), kata ini menyifati kasur-kasur, dan di 88:13, (فِيهَا سُرُرٌ مَرْفُوعَةٌ, fiihaa sururun marfuu'atun), dipan-dipan di dalam taman yang tinggi. Di 52:5 bentuk laki-lakinya menyifati atap, (الْمَرْفُوعِ, al-marfuu'i), "yang ditinggikan".
Kata kerja dari akar ini sering berpelaku Allah. Di 79:28, di surah sebelum ini, (رَفَعَ سَمْكَهَا, rafa'a samkahaa), "Dia meninggikan bangunannya", tentang langit, dan di 13:2 serta 55:7 langit juga disebut ditinggikan-Nya. Di 94:4 akar ini bersanding dengan akar ذ-ك-ر, (وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ, wa-rafa'naa laka dzikraka), "dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu". Pelaku yang meninggikan lembaran di 80:14 tidak disebut, dan terjemahan mengikuti bunyi itu.
Kata (مُطَهَّرَةٍ, muthahharatin) berasal dari akar ط-ه-ر, yang tercatat di 26 ayat, dan bentuk ini tercatat di lima ayat. Di 2:25, 3:15, dan 4:57 kata ini menyifati pasangan-pasangan di dalam taman, (أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ, azwaajun muthahharatun), "pasangan-pasangan yang disucikan", dan di 98:2 serta 80:14 menyifati lembaran-lembaran. Di 98:2 bunyinya (يَتْلُو صُحُفًا مُطَهَّرَةً, yatluu shuhufan muthahharatan), "yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan", dan pembacanya disebut seorang rasul dari Allah. Bentuk-bentuk lain dari akar ini banyak menyangkut penyucian yang dilakukan orang atas dirinya, misalnya di 9:108, (وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ, wa-llaahu yuhibbu l-muththahhiriina), "dan Allah mencintai orang-orang yang membersihkan diri".
Di 56:79 bentuk jamak laki-laki dari kata yang sama dipakai untuk pihak yang menyentuh kitab, (لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ, laa yamassuhu illaa l-muthahharuuna), "tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan". Di 56:77-79 kitab itu disifati mulia dan yang menyentuhnya disifati disucikan, sedangkan di 80:13-14 kedua sifat itu dikenakan kepada lembaran-lembarannya. Kedua rangkaian memakai akar ك-ر-م dan ط-ه-ر berdekatan, dan keduanya menyebut tempat tertulis dengan kata depan fii.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan gambaran tentang lembaran-lembaran tempat peringatan itu berada. Sesudah dimuliakan di 80:13, lembaran-lembaran itu disebut ditinggikan dan disucikan, dan ketiga sifat itu tidak menyebut pelakunya. Isi lembaran tidak diuraikan di 80:13-16, dan 80:11 sudah menyebut isinya, peringatan.
Kedua kata sifat di ayat ini dipakai juga untuk isi taman di akhirat, kasur dan dipan yang ditinggikan di 56:34 dan 88:13, dan pasangan-pasangan yang disucikan di 2:25, 3:15, dan 4:57. Lembaran-lembaran peringatan disifati dengan kata-kata yang di tempat lain dipakai untuk kenikmatan yang dijanjikan kepada orang-orang beriman. Pertalian itu terbatas pada kata, dan kata-kata itu menempatkan lembaran peringatan di antara hal-hal yang di tempat lain disebut sebagai balasan yang baik.
Di 98:1-3 lembaran-lembaran yang disucikan dibacakan seorang rasul sebagai bukti nyata yang datang kepada orang-orang yang kufur dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik. Di 80:14 lembaran-lembaran yang disucikan berada di tangan para penulis menurut 80:15, dan peringatan di dalamnya terbuka bagi siapa pun yang mau mengingat menurut 80:12. Kesucian lembaran itu disebut sesudah seorang yang datang dengan takut diabaikan, sehingga kesucian pesan ditaruh berdampingan dengan perlakuan terhadap orang yang datang kepada pembawanya.
Renungan dan Hikmah
- Lembaran di ayat ini ditinggikan, dan kata itu menyatakan ketinggian yang diberikan. Orang di 80:5 merasa dirinya serba cukup, sebuah perasaan tentang diri sendiri yang tidak disebut diberikan oleh siapa pun. Allah meninggikan langit di 79:28 dan meninggikan sebutan di 94:4, dan ketinggian seperti itu berasal dari-Nya. Rasa tinggi yang dibangun seseorang atas dirinya sendiri bisa ditimbang dengan ukuran ini, apakah dia sedang merasa tinggi atau sedang ditinggikan?
- Di 56:79 pihak yang menyentuh kitab disifati disucikan, dan di ayat ini lembaran-lembarannya sendiri disucikan. Pesan yang disucikan layak didekati dengan kesiapan batin. Orang di 80:8-9 datang dengan takut, keadaan yang di ayat-ayat lain menjadi tanda kesiapan menerima peringatan. Bagaimana kita mendekati firman Tuhan sehari-hari, dengan tergesa-gesa, dengan kebiasaan yang sudah hambar, atau dengan kesiapan untuk diubah olehnya?
- Kata-kata yang menyifati lembaran peringatan dipakai juga untuk kenikmatan di taman akhirat. Pertalian kata ini mengundang pembaca melihat peringatan sebagai pemberian dari Allah, walaupun isinya kadang terasa berat. Peringatan yang menegur, seperti di 80:1-10, bisa terasa tidak menyenangkan pada saat diterima, dan orang cenderung menghindarinya. Lembaran yang memuatnya disifati dengan kata-kata yang di tempat lain menyertai balasan yang baik, dan sifat itu bisa mengubah cara seseorang menerima teguran.
- Allah menggambarkan tempat dan kedudukan pesan-Nya sebelum menguraikan isinya, dan isi yang disebut 80:11 berupa peringatan. Pembaca sering bertanya lebih dulu apakah sebuah pesan menarik atau berguna baginya. Rangkaian ini mengajak pembaca memandang kedudukan pesan lebih dulu, sehingga isinya diterima dengan kesadaran tentang asal pesan itu. Kesadaran seperti itu bisa mengubah cara seseorang mendengar, dari menimbang selera menjadi bersiap menerima, sebab pesan yang datang dari Tuhan tidak diukur dengan kesenangan pendengarnya.
- Lembaran yang disucikan di 98:2 dibacakan seorang rasul, dan kesucian lembaran sampai kepada manusia lewat orang yang membacakannya. Surah ini memperlihatkan bahwa orang yang membawa pesan pun bisa ditegur Allah ketika perhatiannya salah arah. Pesan yang disucikan tidak disebut membuat sikap pembawanya ikut tersucikan, sebab 80:1-10 menegur sikap itu. Siapa pun yang pernah menyampaikan ayat kepada orang lain bisa memeriksa, apakah sikapnya kepada pendengar sepadan dengan pesan yang dia bawa.
- Kesucian pesan disebut sesudah pengabaian di 80:10. Pesan yang suci dan perlakuan yang keliru kepada orang yang datang ditaruh berdekatan, sehingga pembaca melihat keduanya bersama. Cara menyampaikan kebaikan ikut ditimbang di samping kebaikan yang disampaikan. Susunan firman Allah menaruh kemuliaan pesan berdekatan dengan teguran tentang cara pesan itu dibagikan. Pembaca bisa bertanya apakah cara yang dia pakai, nada bicaranya, kesabarannya, dan kepada siapa perhatiannya tertuju, sepadan dengan kebaikan yang dia bagikan.