Ayat 80:28

وَعِنَبًا وَقَضْبًا

Anggur dan sayuran,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَعِنَبًا وَقَضْبًاwa-'inaban wa-qadhbananggur dan sayuran

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. وَعِنَبًاwa-'inabandan anggur
  2. وَقَضْبًاwa-qadhbandan sayuran

Inti bacaan

Keragaman hasil kedua: 'anggur dan sayuran', perluasan variasi pangan yang mencakup buah dan sayuran, kekayaan pilihan bukan monokultur.

Penjelasan pilihan kata

Kata (وَقَضْبًا, wa qadhban) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat. Jadi bukan sekadar bentuknya yang tunggal; seluruh akarnya tidak pernah dipakai di tempat lain.

Surah ini memuat tiga akar semacam (وَقَضْبًا, wa qadhban), yaitu di 80:28, 80:31, dan 80:33. Tiga akar yang tidak pernah muncul di 6235 ayat lain berkumpul di satu surah pendek.

Kata (وَعِنَبًا, wa 'inaban) juga muncul 1 kali. Akarnya dipakai di 11 ayat, antara lain 2:266, 6:99, 13:4, 17:91, dan 78:32.

Di 78:32 akar (وَعِنَبًا, wa 'inaban) disebut bersama kebun-kebun, sama seperti susunan di surah ini yang menyebut kebun di 80:30. Dua surah yang berdekatan memakai pasangan yang mirip.

Bandingkan dua tempat itu. Di 78:32 daftarnya berupa janji bagi orang yang bertakwa. Di sini daftarnya berupa bukti bagi manusia yang belum menunaikan. Satu jenis tanaman dipakai untuk dua maksud yang berbeda.

Kata (وَعِنَبًا, wa 'inaban) dan (وَقَضْبًا, wa qadhban) sama-sama dibuka huruf sambung dan sama-sama tidak bertakrif. Keduanya mengikuti bentuk kata terakhir di 80:27, sehingga daftarnya berjalan tanpa satu kata kerja baru.

Perhatikan bahwa dua jenis di ayat ini berbeda kedudukannya bagi manusia. Yang satu buah yang dimakan orang, yang lain tanaman hijau yang dimakan hewan.

Susunan itu menyiapkan penutup daftarnya di 80:32, yang menyebut manusia dan ternak sekaligus. Pembagian itu sudah dimulai di sini, tiga ayat sebelum disebutkan.

Al-Qur'an tidak menandai penyiapan itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa daftar yang dibuka (وَعِنَبًا, wa 'inaban) sejak awal memuat dua macam penerima.

Kata (وَقَضْبًا, wa qadhban) menyebut tanaman yang dipotong berulang kali dan tumbuh lagi. Namanya sendiri berasal dari arti memotong, sehingga cara pemakaiannya terbawa di dalam sebutannya.

Perhatikan bahwa daftar ini tidak menyebut satu pun jenis yang langka. Anggur dan tanaman potong adalah hal yang ditemui orang setiap hari, bukan barang aneh yang perlu dicari.

Pilihan itu sejalan dengan perintah di 80:24, yang menyuruh memandang makanan sendiri. Bukti yang dipakai memang sengaja diambil dari yang paling dekat.

Perhatikan pula bahwa daftar ini tidak menyebut sumber makanan hewan seperti daging atau susu. Yang disebut seluruhnya tumbuhan, dari biji sampai rumput.

Pembatasan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa uraiannya tetap berada di jalur yang dibuka air dan tanah, tanpa berpindah ke sumber lain.

Konsistensi itu membuat bagiannya terbaca rapat. Satu curahan air melahirkan satu daftar panjang, dan tidak ada satu jenis pun yang datang dari luar rangkaiannya.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan daftar tumbuhan dengan anggur dan tanaman potong. Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat, sehingga bukan cuma bentuknya yang tunggal melainkan seluruh akarnya.

Surah ini memuat tiga akar semacam itu, yaitu di 80:28, 80:31, dan 80:33. Tiga akar yang tidak pernah muncul di 6235 ayat lain berkumpul di satu surah pendek.

Kata keduanya juga muncul 1 kali, dan akarnya dipakai di 11 ayat, antara lain 2:266, 6:99, 13:4, 17:91, dan 78:32. Di 78:32 akar itu disebut bersama kebun-kebun, sama seperti susunan di surah ini yang menyebut kebun di 80:30. Bedanya, di 78:32 daftarnya berupa janji bagi orang bertakwa, dan di sini berupa bukti bagi manusia yang belum menunaikan.

Dua jenis di ayat ini berbeda kedudukannya bagi manusia: yang satu buah yang dimakan orang, yang lain tanaman hijau yang dimakan hewan. Pembagian itu menyiapkan penutup daftarnya di 80:32, tiga ayat sebelum disebutkan. Daftar ini juga tidak menyebut sumber makanan hewan seperti daging atau susu, melainkan seluruhnya tumbuhan dari biji sampai rumput. Uraiannya tetap berada di jalur yang dibuka air dan tanah, dan tidak ada satu jenis pun yang datang dari luar rangkaiannya.

Renungan dan Hikmah

  • Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya juga cuma dipakai Allah di 1 ayat. Jadi bukan sekadar bentuknya yang tunggal; seluruh akarnya tidak pernah dipakai di tempat lain. Surah ini memuat tiga akar semacam itu, yaitu di 80:28, 80:31, dan 80:33. Tiga akar yang tidak pernah muncul di 6235 ayat lain berkumpul di satu surah pendek. Kelangkaan sebesar itu tidak diberi satu penanda pun, dan pembacanya menemukannya cuma kalau ia mencari. Yang tidak ditandai memang tidak dimaksudkan untuk mudah ditemukan.
  • Kata keduanya juga muncul 1 kali, dan akarnya dipakai Allah di 11 ayat, antara lain 2:266, 6:99, 13:4, 17:91, dan 78:32. Di 78:32 akar itu disebut bersama kebun-kebun, sama seperti susunan di surah ini. Bedanya, di sana daftarnya berupa janji bagi orang bertakwa, dan di sini berupa bukti bagi manusia yang belum menunaikan. Satu jenis tanaman dipakai untuk dua maksud yang berbeda. Bahan yang sama bisa menjadi janji di satu tempat dan bukti di tempat lain, tergantung kepada siapa ia disebutkan. Alamat sebuah kalimat menentukan artinya sebanyak isinya sendiri.
  • Kata keduanya dan kata terakhirnya sama-sama dibuka huruf sambung dan sama-sama tidak bertakrif, keduanya mengikuti bentuk kata terakhir di 80:27. Jadi daftar Allah berjalan tanpa satu kata kerja baru, dan seluruhnya masih bergantung pada satu kata kerja yang disebut dua ayat sebelumnya. Rangkaian seperti itu terbaca cepat, dan yang tertinggal kesan tentang banyaknya. Daftar yang berjalan cepat meninggalkan kesan berlimpah, dan kesan itu yang dibutuhkan pokoknya. Kesan yang tertinggal sesudah membaca cepat berbeda dari kesan sesudah membaca perlahan.
  • Dua jenis di ayat ini berbeda kedudukannya bagi manusia: yang satu buah yang dimakan orang, yang lain tanaman hijau yang dimakan hewan. Susunan itu menyiapkan penutup daftar Allah di 80:32, yang menyebut manusia dan ternak sekaligus. Pembagian itu sudah dimulai di sini, tiga ayat sebelum disebutkan, dan Al-Qur'an tidak menandainya dengan satu kata pun. Persiapan yang dimulai tiga ayat lebih awal menandai bahwa susunannya memang dirancang sampai penutupnya. Rancangan sejauh itu tidak mungkin kebetulan, dan susunannya sendiri yang menunjukkannya.
  • Kata terakhirnya menyebut tanaman yang dipotong berulang kali dan tumbuh lagi, dan namanya sendiri berasal dari arti memotong. Jadi cara pemakaiannya terbawa di dalam sebutannya, dan Allah tidak perlu menambahkan satu keterangan pun. Sebuah nama yang sudah memuat cara pemakaiannya menyampaikan dua hal dalam satu kata. Sebuah sebutan yang sudah memuat cara pemakaiannya menghemat satu kalimat penjelas. Kalimat yang dihemat itu justru membuat ayatnya berjalan tanpa tersendat.
  • Daftar ini tidak menyebut satu pun jenis yang langka. Anggur dan tanaman potong adalah hal yang ditemui orang setiap hari, bukan barang aneh yang perlu dicari. Pilihan itu sejalan dengan perintah Allah di 80:24, yang menyuruh memandang makanan sendiri. Apa yang dinyatakan sebuah bukti ketika seluruh bahannya sengaja diambil dari yang paling dekat dan paling mudah dilewatkan? Bukti yang diambil dari yang paling dekat menutup lebih banyak alasan daripada bukti yang paling megah. Alasan yang habis meninggalkan orangnya berhadapan langsung dengan pertanyaannya.

Ayat 80:29

وَزَيْتُونًا وَنَخْلًا

Zaitun dan pohon kurma,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَزَيْتُونًا وَنَخْلًاwa-zaytuunan wa-nakhlanzaitun dan pohon kurma

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. وَزَيْتُونًاwa-zaytuunandan zaitun
  2. وَنَخْلًاwa-nakhlandan pohon kurma

Inti bacaan

Zaitun muncul di lima ayat dan hanya di sini tanpa kata sandang, mengikuti kedelapan jenis di 80:27-31. Akar ن-خ-ل tercatat di dua puluh ayat, sembilan di antaranya bersama akar ع-ن-ب; zaitun dan pohon kurma bersanding di 6:99, 6:141, 16:11, dan 80:29.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini terdiri dari dua kata benda, (وَزَيْتُونًا, wa-zaytuunan) yang berarti "dan zaitun" dan (وَنَخْلًا, wa-nakhlan) yang berarti "dan pohon kurma". Keduanya tidak punya kata kerja sendiri. Kata kerja yang mengatur keduanya berada di 80:27, (فَأَنْبَتْنَا, fa-anbatnaa) yang berarti "lalu Kami tumbuhkan", sehingga zaitun dan pohon kurma berkedudukan sebagai sasaran perbuatan menumbuhkan itu, menyusul biji-bijian di 80:27 serta anggur dan sayuran di 80:28.

Kata zaitun sendiri, tanpa menghitung bentuk turunannya, muncul di lima ayat, yaitu 6:99, 6:141, 16:11, 80:29, dan 95:1. Di empat ayat selain ayat ini kata itu bersandang al-, yaitu (وَالزَّيْتُونَ, wa-z-zaytuuna) di 6:99, 6:141, dan 16:11 serta (وَالزَّيْتُونِ, wa-z-zaytuuni) di 95:1. Bentuk tanpa kata sandang hanya dipakai di 80:29. Di sini bentuk itu sejalan dengan daftar tempatnya berada, sebab kedelapan jenis di 80:27-31 semuanya disebut tanpa kata sandang, dari (حَبًّا, habban) yang berarti "biji-bijian" di 80:27 sampai rerumputan di 80:31. Teksnya tidak memberi keterangan lain tentang perbedaan bentuk itu.

Akar ز-ي-ت menambah satu ayat lagi, 24:35, dengan dua bentuk lain. Di sana (زَيْتُونَةٍ, zaytuunatin) dipakai untuk pohon yang diberkahi, sumber nyala pelita, dan (زَيْتُهَا, zaytuhaa) yang berarti "minyaknya" disebut hampir menyala meskipun api tidak menyentuhnya. Dari keenam ayat berakar ini, 95:1 memakai zaitun dalam sumpah pembuka surah, 24:35 memakainya dalam perumpamaan cahaya, dan empat ayat lainnya menyebutnya dalam daftar tumbuhan. Satu jenis pohon dipakai untuk sumpah, perumpamaan, dan daftar makanan, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan ketiga pemakaian itu dalam satu ayat.

Kata (وَنَخْلًا, wa-nakhlan) berasal dari akar ن-خ-ل, yang dipakai di dua puluh ayat dalam tiga bentuk. Bentuk yang dipakai di ayat ini muncul di sebelas ayat, bentuk (وَالنَّخِيلَ, wa-n-nakhiila) di tujuh ayat, misalnya 16:11, dan bentuk (النَّخْلَةِ, n-nakhlati) di dua ayat, 19:23 dan 19:25. Bentuk terakhir itu dipakai untuk sebatang pohon tertentu, pangkal pohon kurma yang didatangi Maryam ketika sakit melahirkan, sedangkan bentuk di ayat ini dipakai untuk pohon kurma sebagai jenis, tanpa menunjuk jumlahnya. Terjemahan "pohon kurma" dipakai untuk bentuk ini juga di 55:11, tempat pohon kurma disebut mempunyai kelopak mayang.

Pemakaian akar ini tidak terbatas pada daftar tumbuhan. Di 19:25 Maryam disuruh menggoyang pangkal pohon kurma itu, dan yang jatuh kepadanya disebut (رُطَبًا, ruthaban), kurma yang masak. Batang-batang pohon kurma muncul di 20:71 dalam ancaman Fir'aun untuk menyalib para penyihir yang beriman. Kaum yang dibinasakan angin di 54:20 dan 69:7 diserupakan dengan (أَعْجَازُ نَخْلٍ, a'jaazu nakhlin), pangkal-pangkal pohon kurma, yang tumbang di ayat pertama dan lapuk di ayat kedua.

Di antara tumbuhan lain, anggur paling sering disebut bersama pohon kurma. Akar ن-خ-ل dan akar ع-ن-ب muncul bersama di sembilan ayat, yaitu 2:266, 6:99, 13:4, 16:11, 16:67, 17:91, 18:32, 23:19, dan 36:34, dan di surah ini keduanya terbagi ke dua ayat berurutan, anggur di 80:28 dan pohon kurma di 80:29. Zaitun dan pohon kurma bersanding di empat ayat, yaitu 6:99, 6:141, 16:11, dan ayat ini. Di 6:99 dan 6:141 pohon kurma disebut lebih dulu, sedangkan di 16:11 dan 80:29 zaitun mendahuluinya.

Daftar ini dibuka di 80:24 dengan perintah agar manusia memperhatikan (طَعَامِهِ, tha'aamihi), "makanannya". Kata pohon kurma di ayat ini menamai pohonnya, sebab bentuk yang sama dipakai untuk batang di 20:71 dan pangkal di 54:20, sedangkan buahnya punya sebutan sendiri, seperti kurma yang masak di 19:25 dan (ثَمَرِهِ, tsamarihi), "buahnya", dalam perintah makan di 6:141. Karena itu perintah di 80:24 menyangkut makanan, sedangkan ayat ini menyebut tanaman asalnya.

Tafsiran

Ayat ini berada di tengah daftar yang dibuka 80:24 dengan (فَلْيَنْظُرِ, fa-l-yanzhuri), "maka hendaklah memperhatikan". Sebelum daftar itu, 80:17-23 berbicara tentang manusia yang kufur, asal kejadiannya dari setetes mani, kematian dan kebangkitannya, lalu 80:23 menyatakan bahwa manusia belum menunaikan apa yang diperintahkan kepadanya. Perintah memperhatikan makanan datang sesudah pernyataan itu, dan zaitun serta pohon kurma termasuk dalam apa yang diminta untuk diperhatikan.

Rangkaian 80:25-31 dituturkan dengan kata kerja yang pelakunya Allah, dalam bentuk Kami, yaitu Kami mencurahkan air (80:25), Kami belah bumi (80:26), dan Kami tumbuhkan (80:27), lalu diikuti delapan jenis tumbuhan. Rangkaian itu ditutup di 80:32 dengan (مَتَاعًا, mataa'an), "sebagai kesenangan", bagi manusia dan hewan ternak mereka. Dengan urutan itu makanan sehari-hari diapit oleh pembicaraan tentang kematian dan kebangkitan di 80:21-22 dan tentang suara yang memekakkan di 80:33.

Susunan yang mirip ada di 6:99. Di sana air diturunkan dari langit, lalu disebut butir yang bertumpuk, pohon kurma, kebun anggur, zaitun, dan delima, kemudian datang perintah (انْظُرُوا, unzhuruu), "perhatikanlah", kepada buahnya ketika berbuah dan matang. Kedua tempat memakai kata kerja memperhatikan dari akar yang sama, ن-ظ-ر, dan sama-sama memuat zaitun dan pohon kurma. Di 6:99 beberapa jenis diberi keterangan, seperti tangkai buah kurma yang menjuntai rendah serta zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa, sedangkan di 80:27-31 sifat diberikan kepada kebun-kebun saja, yaitu rimbun (80:30), dan ketujuh jenis lainnya disebut namanya. Bedanya, di 6:99 perintah itu datang sesudah daftar dan ditutup dengan tanda bagi kaum yang beriman, sedangkan di surah ini perintah datang lebih dulu dan daftarnya ditutup dengan kesenangan bagi manusia dan ternaknya. Di 6:99 daftar itu menjadi tanda untuk direnungkan, sedangkan di surah ini daftar itu diletakkan tepat sebelum hari ketika manusia lari dari saudara, orang tua, istri, dan anak-anaknya (80:33-37).

Renungan dan Hikmah

  • Ketika kurma atau zaitun sampai ke tangan, yang terlihat biasanya buahnya saja. Ayat ini menyebut kurma dengan nama pohonnya, dan kata kerja di 80:27 menyatakan bahwa Allah yang menumbuhkannya. Perintah di 80:24 meminta manusia memperhatikan makanannya, lalu ayat-ayat berikutnya menguraikan asal makanan itu, mulai dari air yang dicurahkan (80:25), bumi yang dibelah (80:26), sampai tanaman yang ditumbuhkan (80:27-31). Berapa banyak dari rangkaian itu yang sempat kita ingat ketika sedang makan?
  • Zaitun di ayat ini disebut di tengah daftar makanan, sementara di 95:1 Allah memakainya dalam sumpah dan di 24:35 pohonnya menjadi sumber nyala pelita dalam perumpamaan cahaya-Nya. Pembaca baru melihat ketiga pemakaian itu setelah mengumpulkannya sendiri dari tiga surah yang berbeda. Zaitun di meja makan mudah dianggap perkara kecil karena begitu sering kita temui. Di dalam Al-Qur'an benda yang sama dipakai untuk bersumpah dan untuk menerangkan cahaya Allah, dan zaitun yang disebut di kedua ayat itu sejenis dengan zaitun yang kita makan.
  • Di 19:23 rasa sakit melahirkan membawa Maryam ke pangkal pohon kurma, di tempat yang jauh (19:22), dan di sana Maryam berkata ingin mati sebelum itu dan menjadi orang yang dilupakan. Sesudah itu dia diberi tahu bahwa Tuhannya telah menjadikan anak sungai di bawahnya (19:24), lalu disuruh menggoyang pangkal pohon itu sehingga kurma yang masak jatuh kepadanya (19:25), dan disuruh makan dan minum (19:26). Pohon yang di ayat ini disebut dalam daftar makanan pernah menjadi sumber makanan bagi seseorang yang baru saja berharap mati.
  • Kaum yang dibinasakan angin di 54:20 dan 69:7 diserupakan dengan pangkal-pangkal pohon kurma yang tumbang dan lapuk, dan di 20:71 batang-batang pohon kurma disebut dalam ancaman penyaliban. Pohon yang di 80:29 ditumbuhkan Allah sebagai makanan dipakai juga untuk menggambarkan kaum yang roboh. Kelimpahan dalam daftar ini tidak disertai janji bahwa kelimpahan itu akan bertahan. Di 18:32-35 pemilik dua kebun anggur yang dikelilingi pohon kurma mengira kebunnya tidak akan binasa selama-lamanya, dan di 18:42 buahnya dibinasakan dan kebun itu roboh di atas penyangganya. Ayat ini menyebut zaitun dan kurma sebagai pemberian, dan kisah dalam surah Al-Kahf itu memperlihatkan bahwa pemberian yang sama bisa diambil kembali.
  • Orang-orang yang menolak di 17:90-91 berkata tidak akan percaya sebelum Rasul memiliki kebun kurma dan anggur dengan sungai-sungai yang dialirkan di celah-celahnya. Pasangan yang sama, anggur di 80:28 dan pohon kurma di ayat ini, disebut di surah ini sebagai tumbuhan yang ditumbuhkan Allah, dan 80:32 menyatakan semuanya sebagai kesenangan bagi manusia dan hewan ternaknya. Jenis tanaman yang mereka jadikan syarat untuk percaya disebut di surah ini sebagai tumbuhan yang keluar dari bumi yang dibelah (80:26). Kaitan itu tidak disebut di kedua surah dan baru terlihat bila 17:91 dibaca di samping 80:28-29.
  • Ayat 6:141 menyebut zaitun dan pohon kurma di antara tanaman yang buahnya boleh dimakan, lalu menambahkan perintah memberikan haknya pada waktu memetik hasilnya dan larangan berlebih-lebihan, karena Dia tidak mencintai orang-orang yang berlebih-lebihan. Surah ini menutup daftarnya dengan kesenangan bagi kalian dan bagi hewan ternak kalian (80:32), sehingga hasil tanaman itu disebut untuk lebih dari satu penerima. Di 6:141 penerima hak itu tidak dirinci, tetapi perintahnya menyatakan bahwa ada bagian hasil panen zaitun dan kurma yang harus diberikan pada hari dipetik.