وَعِنَبًا وَقَضْبًا

Anggur dan sayuran,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَعِنَبًا وَقَضْبًاwa-'inaban wa-qadhbananggur dan sayuran

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. وَعِنَبًاwa-'inabandan anggur
  2. وَقَضْبًاwa-qadhbandan sayuran

Inti bacaan

Akar ق-ض-ب tercatat di 80:28 saja, dan surah ini memuat dua akar lain yang juga tercatat di satu ayat, أ-ب-ب di 80:31 dan ص-خ-خ di 80:33. Bentuk tunggal anggur tercatat di 17:91 dan 80:28, sedangkan sembilan ayat lain memakai bentuk jamak.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini terdiri dari dua kata benda, (وَعِنَبًا, wa-'inaban) yang berarti "dan anggur" dan (وَقَضْبًا, wa-qadhban) yang berarti "dan sayuran". Keduanya tidak punya kata kerja sendiri dan menjadi sasaran (فَأَنْبَتْنَا, fa-anbatnaa) di 80:27, sama seperti biji-bijian di 80:27 dan zaitun serta pohon kurma di 80:29. Keduanya disebut tanpa kata sandang dan tanpa keterangan sifat, dan huruf sambung wa di depan masing-masing meneruskan daftar yang dibuka biji-bijian.

Akar ع-ن-ب tercatat di sebelas ayat. Sembilan di antaranya memakai bentuk jamak, misalnya (وَأَعْنَابٍ, wa-a'naabin) di 2:266, dan bentuk tunggal seperti di ayat ini tercatat di dua ayat, 17:91 dan 80:28. Tulisan wa-'inaban tercatat di 80:28 saja. Tujuh dari sebelas ayat berakar ini menyebut anggur sebagai isi kebun, seperti (جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ, jannaatin min nakhiilin wa-a'naabin) di 23:19 yang berarti "kebun-kebun kurma dan anggur", dan 78:32 menyebutnya di samping kebun-kebun. Di 80:28 anggur tidak disebut sebagai isi kebun, dan kebun-kebun disebut tersendiri di 80:30 sebagai jenis lain dalam daftar.

Pasangan anggur dan pohon kurma sudah diuraikan di 80:29, termasuk sembilan ayat yang menyebut keduanya bersama. Di luar susunan kebun, buah anggur disebut di 16:67 sebagai bahan (سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا, sakaran wa-rizqan hasanan) yang berarti "minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik", dan di 16:11 anggur termasuk yang ditumbuhkan dengan air hujan bersama tanaman, zaitun, dan pohon kurma. Kedua ayat di surah 16 itu memakai bentuk jamak dengan kata sandang, sedangkan 80:28 memakai bentuk tunggal tanpa kata sandang.

Akar ق-ض-ب tercatat di 80:28 saja. Karena itu arti kata sayuran di ayat ini tidak dapat diperiksa lewat pemakaian lain di Al-Qur'an, dan terjemahan proyek ini memakai "sayuran". Kedudukannya dalam daftar tetap dapat dibaca, sesudah anggur dan sebelum zaitun, sebagai salah satu tumbuhan yang ditumbuhkan dari bumi yang dibelah, bergantung pada kata kerja yang sama. Surah ini memuat dua akar lain yang juga tercatat di satu ayat saja, أ-ب-ب di 80:31 dan ص-خ-خ di 80:33, sehingga tiga akar semacam itu berkumpul dalam enam ayat berurutan.

Urutan jenis dalam daftar tumbuhan berbeda dari satu ayat ke ayat lain. Di 6:99, sesudah tumbuhan segala sesuatu dan yang hijau, urutannya butir yang bertumpuk, pohon kurma, anggur, zaitun, dan delima, dan di 16:11 tanaman, zaitun, pohon kurma, lalu anggur. Di 80:27-29 urutannya biji-bijian, anggur, sayuran, zaitun, lalu pohon kurma. Di ketiga daftar itu biji-bijian atau tanaman disebut sebelum jenis-jenis lain, sedangkan urutan jenis-jenis sesudahnya tidak tetap.

Tafsiran

Ayat ini meneruskan daftar tanpa kata kerja baru, sehingga anggur, buah yang dikenal di banyak ayat, dan sayuran, yang namanya disebut sekali, berdiri sejajar sebagai hasil perbuatan Allah di 80:25-27. Untuk siapa semuanya ditumbuhkan baru dinyatakan di 80:32, yang menyebut manusia dan hewan ternak mereka.

Ayat 23:19 memakai urutan yang mirip dengan rangkaian ini. Air diturunkan dengan ukuran di 23:18, lalu (فَأَنْشَأْنَا لَكُمْ بِهِ, fa-ansya'naa lakum bihi) yang berarti "lalu dengan itu Kami tumbuhkan untuk kalian", kebun-kebun kurma dan anggur, dan ayat itu ditutup dengan "dari sebagiannya kalian makan". Kata lakum di 23:19 muncul di awal, sedangkan di surah ini kata yang sama baru muncul di 80:32, sesudah seluruh daftar disebut.

Di 13:4 anggur, tanaman, dan pohon kurma disirami air yang sama tetapi berbeda rasanya, dan ayat itu menyebut perbedaan itu sebagai tanda bagi kaum yang berakal. Perbedaan rasa tidak disebut di surah ini. Anggur dan sayuran ditempatkan dalam satu daftar yang seluruhnya bergantung pada curahan air di 80:25, sehingga daftar di surah ini menonjolkan asal yang sama, sedangkan 13:4 menonjolkan hasil yang berbeda. Kedua ayat bertolak dari air, 13:4 dari air yang menyirami bagian-bagian bumi dan 80:25 dari air yang dicurahkan Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 23:19 menyebut kebun-kebun kurma dan anggur yang ditumbuhkan Allah, lalu berkata, "bagi kalian di dalamnya buah-buahan yang banyak, dan dari sebagiannya kalian makan". Kalimat itu membedakan buah yang banyak dari bagian yang dimakan, sehingga hasil kebun disebut lebih banyak daripada yang dimakan pemiliknya. Daftar yang memuat anggur di 80:28 ditutup di 80:32 dengan kesenangan bagi manusia dan bagi hewan ternak mereka. Orang yang menerima hasil kebun melebihi kebutuhannya menemukan di kedua ayat itu bahwa pemberian Allah tidak diukur dari apa yang habis dimakan seorang pemilik.
  • Menurut 13:4 anggur, tanaman, dan pohon kurma di bagian-bagian bumi yang berdampingan disirami dengan air yang sama, lalu Allah melebihkan sebagiannya atas sebagian lain dalam rasanya. Dua petak yang bersebelahan dapat menghasilkan buah yang berbeda walaupun air dan tanahnya sama. Ayat itu menyebut perbedaan tersebut sebagai perbuatan Allah dan sebagai tanda bagi kaum yang berakal. Orang yang membandingkan hasil kebunnya dengan hasil kebun tetangga, atau hasil kerjanya dengan hasil kerja orang lain, dapat membaca perbedaan itu melalui 13:4 sebagai bagian dari ketentuan Allah.
  • Di 16:67 buah kurma dan anggur disebut sebagai bahan yang dapat dijadikan minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik, dan ayat itu menutupnya dengan tanda bagi kaum yang mengerti. Anggur yang ditumbuhkan Allah di 80:28 sampai ke tangan manusia sebagai bahan, dan apa yang dibuat darinya ditentukan oleh orang yang mengolahnya. Ayat 16:67 menyebut kedua kemungkinan itu berdampingan tanpa memisahkan buahnya. Pilihan olahan itu diserahkan kepada manusia, sedangkan buahnya tetap disebut sebagai pemberian Allah.
  • Tanaman apa persisnya yang dinamai sayuran di ayat ini? Kata itu berasal dari akar yang tidak dipakai di ayat lain, sehingga pembaca yang ingin tahu tidak menemukan ayat lain untuk memastikannya. Dari teks dapat dipastikan kedudukannya di antara pemberian Allah, sesudah anggur dan sebelum zaitun, ditumbuhkan dengan kata kerja yang sama. Daftar di 80:27-31 memuat tumbuhan yang dikenal luas dan tumbuhan yang namanya disebut satu kali. Keduanya diperintahkan untuk diperhatikan dengan perintah yang sama di 80:24, dan kekurangan pengetahuan pembaca tentang namanya tidak mengurangi kedudukannya sebagai pemberian.
  • Perumpamaan di 2:266 bertanya apakah seseorang ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang dialiri sungai, dengan segala macam buah, lalu dia menjadi tua sementara keturunannya masih lemah, dan kebun itu ditimpa angin puting beliung yang berapi hingga terbakar. Anggur yang di 80:28 ditumbuhkan Allah muncul di 2:266 dalam kebun yang menjadi sandaran di hari tua. Ayat itu ditutup dengan penjelasan bahwa Allah menerangkan tanda-tanda supaya manusia berpikir. Orang yang menyiapkan hari tuanya dari hasil kebun atau hasil kerja lain dapat membaca perumpamaan itu sebagai pengingat tentang siapa yang memegang kebun tersebut.
  • Anggur disebut pula di 78:31-32, (حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا, hadaa'iqa wa-a'naaban), "kebun-kebun dan anggur", sebagai bagian dari kemenangan bagi orang-orang yang bertakwa. Di 80:28 anggur disebut dalam daftar makanan di dunia, yang ditumbuhkan Allah dari bumi yang dibelah. Buah yang sama disebut di dua tempat dengan dua kedudukan, sebagai makanan yang dapat dirasakan sekarang dan sebagai bagian dari balasan. Orang yang memakan anggur di dunia sedang merasakan jenis buah yang juga disebut Allah dalam janji-Nya bagi orang-orang yang bertakwa.