وَحَدَائِقَ غُلْبًا

Dan kebun-kebun yang rimbun,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَحَدَائِقَ غُلْبًاwa-hadaa'iqa ghulbandan kebun-kebun yang rimbun

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. وَحَدَائِقَwa-hadaa'iqadan kebun-kebun
  2. غُلْبًاghulbanyang rimbun

Inti bacaan

Akar ح-د-ق tercatat di tiga ayat, 27:60, 78:32, dan 80:30, semuanya dalam bentuk jamak. Kata ghulban tercatat di 80:30 saja, sedangkan 27 ayat lain berakar غ-ل-ب memakai akar itu untuk mengalahkan, menang, dan menguasai.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini terdiri dari (وَحَدَائِقَ, wa-hadaa'iqa) yang berarti "dan kebun-kebun" dan (غُلْبًا, ghulban) yang berarti "yang rimbun". Kebun-kebun menjadi sasaran (فَأَنْبَتْنَا, fa-anbatnaa) di 80:27, dan ghulban menjadi sifatnya. Di antara delapan jenis dalam daftar 80:27-31, jenis di ayat ini diberi sifat, sedangkan ketujuh jenis lainnya disebut namanya saja. Kedua kata berbentuk jamak, dan sifat rimbun melekat pada kebun-kebun itu.

Akar ح-د-ق tercatat di tiga ayat, 27:60, 78:32, dan 80:30, dan di ketiganya kata itu berbentuk jamak. Bentuk tunggal dari kata itu tidak tercatat di Al-Qur'an. Di 27:60 kebun-kebun diberi sifat (ذَاتَ بَهْجَةٍ, dzaata bahjatin) yang berarti "yang indah", di 78:32 disebut tanpa sifat bersama anggur, (حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا, hadaa'iqa wa-a'naaban), dan di 80:30 diberi sifat rimbun. Di 27:60 dan 80:30 kebun-kebun itu ditumbuhkan Allah di bumi, sedangkan 78:32 menyebut kebun yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

Kebun-kebun juga disebut dengan kata dari akar lain, ج-ن-ن, misalnya (وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا, wa-jannaatin alfaafan) di 78:16 yang berarti "dan kebun-kebun yang rindang". Terjemahan proyek ini memakai "kebun-kebun" untuk kedua kata itu, sehingga perbedaan akarnya tidak terlihat dalam terjemahan. Di 78:16 kata dari akar ج-ن-ن dipakai untuk kebun di dunia yang tumbuh karena hujan, di 78:32 kata dari akar ح-د-ق dipakai untuk kebun balasan, dan di 27:60 serta 80:30 kata dari akar ح-د-ق dipakai untuk kebun di dunia. Dengan demikian pemakaian kedua akar itu tidak terbagi menurut dunia dan balasan.

Kata ghulban tercatat di 80:30 saja, sedangkan akarnya, غ-ل-ب, tercatat di 28 ayat. Di 27 ayat lainnya akar itu dipakai untuk mengalahkan, menang, dan menguasai, misalnya (غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً, ghalabat fi'atan katsiiratan) di 2:249 yang berarti "mengalahkan kelompok besar" dan (سَيَغْلِبُونَ, sa-yaghlibuuna) di 30:3 yang berarti "akan menang". Terjemahan proyek ini memakai "yang rimbun" untuk kata di ayat ini. Hubungan antara rimbun dan mengalahkan tidak diterangkan di ayat mana pun, sehingga penjelasan ini tidak menarik kesimpulan dari kesamaan akar itu.

Di 27:60 akar ن-ب-ت dipakai dua kali, (فَأَنْبَتْنَا بِهِ, fa-anbatnaa bihi) untuk Allah yang menumbuhkan kebun-kebun, dan (أَنْ تُنْبِتُوا شَجَرَهَا, an tunbituu syajarahaa) dalam kalimat "kalian tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya". Kata kerja yang di 80:27 menjadi induk bagi kebun-kebun di ayat ini dipakai di 27:60 untuk Allah, lalu disangkal untuk manusia dalam ayat yang sama.

Tafsiran

Ayat ini memindahkan daftar dari jenis tanaman ke tempat tumbuhnya. Sebelum ayat ini daftar menyebut biji-bijian, anggur, sayuran, zaitun, dan pohon kurma, masing-masing sebagai jenis, lalu di 80:30 disebut kebun-kebun yang rimbun, kumpulan pohon di satu tempat. Sesudahnya 80:31 kembali menyebut jenis, buah-buahan dan rerumputan, dan 80:32 menutup daftar dengan kesenangan bagi manusia dan ternaknya.

Ayat 27:60 memakai kebun-kebun dalam pertanyaan. Allah yang menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air dari langit menumbuhkan kebun-kebun yang indah, yang pohon-pohonnya tidak mampu ditumbuhkan manusia, lalu ayat itu bertanya, (أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ, a-ilaahun ma'a llaahi), "apakah ada tuhan bersama Allah?". Pertanyaan serupa tidak diajukan di surah ini, tetapi rangkaian yang sama, air, bumi, dan kebun, diletakkan di bawah perintah memperhatikan makanan di 80:24, sesudah pernyataan di 80:23 bahwa manusia belum menunaikan apa yang diperintahkan kepadanya.

Surah 78 menyebut kebun dua kali, kebun-kebun yang rindang di 78:16 sesudah air dan biji-bijian, lalu kebun-kebun dan anggur di 78:32 sebagai kemenangan bagi orang-orang yang bertakwa, dan di antara keduanya ada hari keputusan di 78:17. Surah ini menyebut kebun-kebun di 80:30, lalu hari suara yang memekakkan di 80:33, dan wajah-wajah yang berseri-seri di 80:38. Kedua surah menempatkan kebun di dunia sebelum hari itu disebut.

Renungan dan Hikmah

  • Orang yang berkebun menanam bibit, menyiram, dan memangkas, dan 27:60 tidak menyangkal kerja itu. Ayat itu menyatakan bahwa manusia tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohon di kebun yang ditumbuhkan Allah dengan air dari langit. Kebun-kebun rimbun di 80:30 berada di bawah kata kerja yang sama, "lalu Kami tumbuhkan" di 80:27. Kerimbunan yang dilihat pemilik kebun sesudah bertahun-tahun merawatnya berasal dari pertumbuhan yang tidak dia kerjakan, dan 27:60 menutup keterangan itu dengan pertanyaan apakah ada tuhan bersama Allah.
  • Kebun-kebun di 27:60 diberi sifat indah, dan di 50:7 tumbuhan yang ditumbuhkan Allah di bumi disebut berpasang-pasangan dan indah. Sifat rimbun di 80:30 menambahkan kelebatan pada daftar makanan itu. Kebun tidak disebut sebagai sumber makanan saja, sebab keindahan dan kelebatannya ikut disebut di ayat-ayat tersebut. Orang yang merasa lega memandang pepohonan rimbun sedang menerima bagian dari pemberian Allah yang disebut di ayat-ayat itu, di samping buah yang kelak dipetiknya.
  • Di 68:17-20 para pemilik kebun bersumpah akan memetik hasilnya pada pagi hari tanpa mengucapkan pengecualian, lalu kebun itu ditimpa bencana dari Tuhan ketika mereka tidur dan menjadi seperti yang telah dipetik habis. Kebun yang rimbun pada malam hari dapat lenyap sebelum pagi. Kebun-kebun di 80:30 disebut sebagai tumbuhan yang ditumbuhkan Allah, dan 68:17-20 memperlihatkan bahwa rencana panen yang diucapkan dengan sumpah tanpa pengecualian dapat gugur sebelum dijalankan. Orang yang sudah menghitung hasil sebelum memetiknya berada dalam keadaan yang dilukiskan ayat-ayat itu.
  • Pemilik dua kebun di 18:35 memasuki kebunnya sambil berkata, "Aku tidak mengira kebun ini akan binasa selama-lamanya". Di 18:42 buahnya dibinasakan, kebunnya roboh di atas penyangganya, dan dia menyesal telah mempersekutukan Tuhannya. Kebun yang rimbun mudah dikira akan terus ada, sebab kerimbunannya terlihat setiap hari. Kebun-kebun di 80:30 disebut di tengah daftar pemberian yang disusul hari suara yang memekakkan di 80:33, dan 18:42 memperlihatkan bahwa kebun dapat binasa jauh sebelum hari itu.
  • Menurut 71:10-12 seruan untuk memohon ampun kepada Tuhan disusul janji bahwa Dia akan mencurahkan hujan yang lebat, memperbanyak harta dan anak-anak, serta menjadikan kebun-kebun dan sungai-sungai. Kebun di sana diletakkan sesudah permohonan ampun dan sesudah hujan, urutan yang dekat dengan 80:25-30, tempat air dicurahkan sebelum kebun-kebun yang rimbun disebut. Di 80:23 manusia dinyatakan belum menunaikan perintah Allah, dan 71:10-12 memperlihatkan jalan yang dibuka bagi orang yang berada dalam keadaan itu. Kebun yang rimbun disebut di sana sebagai bagian dari jawaban Allah atas permohonan ampun.
  • Buah dari kebun kurma dan anggur di 36:35 disebut dimakan bersama "hasil yang dikerjakan tangan mereka", lalu ayat itu bertanya, "Maka, tidakkah mereka bersyukur?" Kerja manusia di kebun disebut di sana dan tidak dihapus. Di 80:30 kebun-kebun rimbun disebut sebagai tumbuhan yang ditumbuhkan Allah, dan 36:35 menambahkan bahwa tangan manusia ikut mengerjakan hasilnya. Orang yang bekerja di kebun menerima pengakuan atas kerjanya di ayat itu, dan pertanyaan tentang syukur tetap tertuju kepadanya.