وَفَاكِهَةً وَأَبًّا

Dan buah-buahan serta rerumputan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَفَاكِهَةً وَأَبًّاwa-faakihatan wa-abbandan buah-buahan serta rerumputan

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. وَفَاكِهَةًwa-faakihatandan buah
  2. وَأَبًّاwa-abbandan rerumputan

Inti bacaan

Tulisan wa-abban dan akar أ-ب-ب tercatat di 80:31 saja. Buah-buahan, kurma, dan biji-bijian dari 80:27-31 muncul juga di 55:11-12 dengan susunan lain.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini terdiri atas dua kata, (وَفَاكِهَةً, wa-faakihatan) yang berarti "dan buah-buahan" dan (وَأَبًّا, wa-abban) yang berarti "serta rerumputan". Keduanya tidak bersandang al-, dibuka huruf sambung wa-, dan berakhiran -an, sama dengan (حَبًّا, habban) yang berarti "biji-bijian" di 80:27. Akhiran itu menyambungkan keduanya dengan kata kerja (فَأَنْبَتْنَا, fa-anbatnaa) yang berarti "lalu Kami tumbuhkan" di ayat itu, sehingga buah-buahan dan rerumputan masih termasuk yang ditumbuhkan. Dengan dua kata ini daftar di 80:27-31 genap delapan jenis, yaitu biji-bijian, anggur, sayuran, zaitun, kurma, kebun yang lebat, buah-buahan, dan rerumputan.

Akar ف-ك-ه tercatat di 19 ayat. Di 14 ayat akar itu menamai buah, sebelas dengan bentuk tunggal seperti di ayat ini dan tiga dengan bentuk jamak (فَوَاكِهُ, fawaakihu), misalnya di 23:19. Dari 14 ayat itu, sebelas melukiskan taman yang dijanjikan, antara lain 36:57, 43:73, 55:52, dan 56:20, sedangkan tiga menyebut buah di bumi, yaitu 23:19, 55:11, dan 80:31. Kata yang sama dengan huruf sambung wa- tercatat di tiga ayat, dan dua di antaranya, 56:20 dan 56:32, berada di tengah gambaran taman itu.

Lima ayat lain dari akar ini tidak menyebut buah. Di 36:55, 44:27, 52:18, dan 83:31 akar itu dipakai untuk orang yang bersenang-senang atau bergembira, dan di 56:65 untuk orang yang tercengang seandainya Allah menghendaki tanamannya hancur. Buah dan bersenang-senang tercatat di bawah satu akar, dan hubungan keduanya tidak diterangkan Al-Qur'an.

Buah di 80:31 disebut tanpa sifat. Di 23:19 buah di bumi disifati (فَوَاكِهُ كَثِيرَةٌ, fawaakihu katsiiratun) yang berarti "buah-buahan yang banyak", dan di taman yang dijanjikan buah disifati "yang banyak" di 38:51, 43:73, dan 56:32, serta "segala macam" di 44:55. Di daftar ini sifat diberikan kepada kebun di 80:30 saja, sehingga buah-buahan berdiri sejajar dengan biji-bijian, anggur, dan sayuran.

Kata (وَأَبًّا, wa-abban) tercatat di 80:31 saja, dan akarnya, أ-ب-ب, tidak dipakai di ayat lain. Surah ini memuat tiga akar yang tercatat di satu ayat saja, ق-ض-ب di 80:28, أ-ب-ب di sini, dan ص-خ-خ di 80:33. Karena kata ini tidak punya pemakaian lain, artinya tidak dapat diperiksa lewat korpus. Terjemahan ini memakai "rerumputan", dan tidak ada ayat lain yang dapat menguji pilihan itu.

Pasangan buah dan biji-bijian juga muncul di 55:11-12. Di sana (فِيهَا فَاكِهَةٌ, fiihaa faakihatun) yang berarti "padanya ada buah-buahan" disusul kurma yang berkelopak mayang, biji-bijian yang berkulit, dan bunga-bunga yang harum, semuanya tentang bumi yang dibentangkan untuk makhluk di 55:10. Tiga sebutan di sana, buah-buahan, kurma, dan biji-bijian, juga ada di daftar 80:27-31, walau urutannya berbeda.

Tafsiran

Ayat ini menutup daftar tumbuhan yang menjawab perintah di 80:24, (فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَىٰ طَعَامِهِ, fa-l-yanzhuri l-insaanu ilaa tha'aamihi) yang berarti "maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya". Perintah itu menyebut makanan manusia, tetapi daftar yang menjawabnya ditutup 80:32 dengan menyebut hewan ternak sebagai penerima juga. Makanan yang diminta untuk diperhatikan ternyata mencakup makanan hewan yang hidup bersama manusia.

Surah sebelumnya menempuh jalan yang serupa. Di 79:31 dari bumi dikeluarkan airnya dan (وَمَرْعَاهَا, wa-mar'aahaa) yang berarti "dan padang gembalanya", lalu 79:33 menutup uraian itu dengan kalimat yang sama dengan 80:32. Akar ر-ع-ي pada padang gembala itu dipakai di 20:54 untuk menggembalakan ternak. Rangkaian di surah 79 menyebut padang gembala sebelum kalimat penutup yang sama, dan kesejajaran itu sejalan dengan terjemahan "rerumputan" tanpa membuktikannya, karena kata di 80:31 tidak tercatat di tempat lain.

Daftar serupa di 55:10-12 disusul pertanyaan di 55:13 tentang nikmat Tuhan yang mana yang didustakan, sedangkan daftar di sini disusul pernyataan tentang untuk siapa semuanya disediakan. Surah 55 menagih pengakuan lewat pertanyaan, surah ini lewat perintah memperhatikan di 80:24 dan penyebutan penerimanya di 80:32. Buah yang di sebelas ayat lain dijanjikan di taman disebut di sini di antara hasil bumi yang sudah ditumbuhkan.

Renungan dan Hikmah

  • Di 2:25 penghuni taman yang dijanjikan diberi buah, lalu berkata (هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ, haadzaa lladzii ruziqnaa min qablu) yang berarti "inilah yang dahulu diberikan kepada kami". Kata buah di sana berakar ث-م-ر, berbeda dengan akar di 80:31, dan ayat itu tidak menyebut di mana pemberian sebelumnya diterima. Ucapan itu memperlihatkan bahwa penghuni taman mengenali buah yang diberikan kepada mereka. Allah memakai kata yang sama di sebelas ayat untuk taman itu dan di 80:31 untuk hasil bumi yang ditumbuhkan-Nya sekarang. Apakah buah yang dimakan hari ini dikenali sebagai pemberian, sebagaimana penghuni taman mengenali buah mereka?
  • Arti wa-abban tidak dapat dipastikan dari Al-Qur'an, karena akarnya tidak dipakai di ayat lain, dan di daftar delapan jenis ini dua nama bernasib sama, sayuran di 80:28 dan rerumputan di sini. Maksud daftarnya tidak goyah karena itu. Apa pun tumbuhan yang dinamai kata itu, 80:27 menyatakan Allah yang menumbuhkannya, dan 80:32 menyatakan seluruh daftar disediakan sebagai kesenangan bagi manusia dan ternaknya. Pembaca yang tidak tahu persis tumbuhan apa itu tetap tahu siapa yang menumbuhkannya dan untuk siapa tumbuhan itu ditumbuhkan, dan ketidakpastian satu nama tidak mengubah pokok yang dibawa ayat-ayat di sekitarnya.
  • Di 20:54 perintah makan dan menggembalakan ternak disusul (إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِأُولِي النُّهَىٰ, inna fii dzaalika la-aayaatin li-ulii n-nuhaa) yang berarti "sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal". Allah menghitung makanan ternak sebagai tanda, sejajar dengan makanan manusia sendiri. Perintah di 80:24 menyebut makanan manusia, dan daftar yang menjawabnya sampai pada tumbuhan yang disediakan juga bagi ternak. Orang yang memperhatikan makanannya diajak memperhatikan pula makanan hewan yang hidup bersamanya, dan menurut 20:54 keduanya sama-sama tanda bagi yang berakal.
  • Akar faakihah dipakai di 44:27, (وَنَعْمَةٍ كَانُوا فِيهَا فَاكِهِينَ, wa-na'matin kaanuu fiihaa faakihiina) yang berarti "dan kenikmatan yang di dalamnya dahulu mereka bersuka ria", tentang kaum Fir'aun. Dua ayat sebelumnya menyebut taman, mata air, kebun, dan tempat kediaman yang mereka tinggalkan, lalu 44:28 menyatakan Allah mewariskannya kepada kaum yang lain. Kebun dan kesenangan yang sejenis dengan daftar di 80:27-31 dapat berpindah tangan. Daftar di surah ini menyebut semuanya sebagai yang ditumbuhkan Kami, dan kisah di surah 44 memperlihatkan bahwa yang ditumbuhkan itu tidak terikat pada satu pemilik.
  • Dua ayat memakai akar yang sama untuk dua kegembiraan yang berlawanan arah. Di 83:31 orang yang berbuat dosa pulang kepada keluarganya (فَكِهِينَ, fakihiina) yang berarti "bergembira ria", sesudah menertawakan orang beriman di 83:29. Di 52:18 penghuni taman (فَاكِهِينَ, faakihiina) "bersuka ria dengan apa yang Tuhan mereka anugerahkan kepada mereka". Pembeda keduanya terletak pada sumbernya, ejekan di satu pihak dan anugerah Tuhan di pihak lain, dan buah di 80:31 dinamai dengan akar yang sama.
  • Buah di taman yang dijanjikan di 56:20 disusul (مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ, mimmaa yatakhayyaruuna) yang berarti "yang mereka pilih". Di 80:27-31 manusia tidak disebut memilih apa pun, dan seluruh daftar berpelaku Kami. Kesempatan memilih di antara buah digambarkan di 56:20 sebagai bagian dari balasan. Orang yang hari ini dapat memilih buah yang dimakannya memegang sesuatu yang di ayat itu termasuk kenikmatan penghuni taman. Apakah pilihan sehari-hari itu disadari sebagai pemberian Allah?