مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ

Sebagai kesenangan bagi kalian dan bagi hewan ternak kalian.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْmataa'an lakum wa-li-an'aamikumsebagai kesenangan bagi kalian dan bagi hewan ternak kalian

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. مَتَاعًاmataa'ankesenangan
  2. لَكُمْlakumbagi kalian
  3. وَلِأَنْعَامِكُمْwa-li-an'aamikumdan bagi binatang ternak kalian

Inti bacaan

Tulisan mataa'an tanpa huruf sambung tercatat di tujuh ayat, dan dengan wa- di tiga ayat lagi, 16:80, 36:44, dan 56:73. Akar م-ت-ع tercatat di 65 ayat.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini tidak memuat kata kerja. Isinya (مَتَاعًا, mataa'an) yang berarti "sebagai kesenangan", lalu dua penerima, (لَكُمْ, lakum) yang berarti "bagi kalian" dan (وَلِأَنْعَامِكُمْ, wa-li-an'aamikum) yang berarti "dan bagi hewan ternak kalian". Kata mataa'an berakhiran -an dan diterjemahkan "sebagai kesenangan", sehingga kata itu menerangkan untuk apa air, bumi yang dibelah, dan tumbuhan di 80:25-31 disediakan.

Seluruh ayat ini sama dengan 79:33, huruf demi huruf. Susunan mataa'an lakum yang disusul penerima kedua dengan wa-li- tercatat di tiga ayat, 5:96, 79:33, dan 80:32. Di 5:96 penerima keduanya para musafir, sedangkan di 79:33 dan 80:32 penerima keduanya hewan ternak.

Kata mataa'an tanpa huruf sambung tercatat di tujuh ayat, yaitu 2:236, 2:240, 5:96, 11:3, 33:53, 79:33, dan 80:32, dan dengan huruf sambung wa- di tiga ayat lagi, 16:80, 36:44, dan 56:73. Akar م-ت-ع tercatat di 65 ayat. Di tujuh ayat kesenangan dari akar ini disambung dengan (إِلَىٰ حِينٍ, ilaa hiinin) yang berarti "sampai waktu tertentu", antara lain 2:36, 16:80, dan 36:44. Di ayat ini keterangan waktu seperti itu tidak ada. Dalam tujuh ayat yang memakai tulisan mataa'an tanpa huruf sambung, kata itu tidak selalu menamai hasil bumi. Di 2:236 kata itu menamai pemberian kepada istri yang diceraikan sebelum disentuh, di 2:240 nafkah bagi istri yang ditinggal mati sampai setahun, di 33:53 barang yang diminta dari balik tabir, dan di 11:3 kesenangan yang baik bagi yang memohon ampun sampai waktu yang ditentukan.

Akar ن-ع-م tercatat di 128 ayat, dan sebagian besar memakainya untuk nikmat dan kenikmatan. Kata ternak sendiri tercatat di 31 ayat. Beberapa di antaranya menyebut ternak di samping manusia sebagai pemakan hasil bumi, misalnya (يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْأَنْعَامُ, ya'kulu n-naasu wa-l-an'aamu) yang berarti "dimakan manusia dan hewan ternak" di 10:24, serta 32:27 yang menyebut ternak lebih dulu daripada manusia. Di 3:14 ternak masuk daftar hal yang dicintai manusia, dan di 16:80 kulit, bulu, dan rambutnya disebut sebagai perabot dan kesenangan.

Kata (لَكُمْ, lakum) membawa kata ganti "kalian", dan di surah ini kata ganti itu tercatat di 80:32 saja. Sapaan sebelumnya berbentuk tunggal, misalnya (وَمَا يُدْرِيكَ, wa-maa yudriika) yang berarti "tahukah engkau" di 80:3, dan 80:17-24 menyebut (الْإِنْسَانُ, l-insaanu) yang berarti "manusia" sebagai orang ketiga. Di surah 79 kalimat yang sama didahului sapaan jamak di 79:27, (أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا, a-antum asyaddu khalqan) yang berarti "apakah penciptaan kalian yang lebih keras", sedangkan di sini "kalian" muncul tanpa didahului sapaan jamak apa pun.

Kata ganti pada wa-li-an'aamikum juga "kalian", sehingga ternak disebut sebagai milik yang disapa. Kesenangan itu diberikan kepada dua pihak, dan pihak kedua disebut sebagai milik pihak pertama.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian 80:24-32 yang dibuka perintah memperhatikan makanan. Air, bumi, dan tumbuhan disebut satu per satu, lalu satu kata menyatakan tujuannya, dan penerimanya disebut dengan kata ganti yang menyapa langsung. Rangkaian yang semula berbicara tentang manusia sebagai orang ketiga berakhir dengan berbicara kepada pembacanya.

Kalimat yang sama menutup uraian tentang penciptaan langit dan bumi di 79:27-33. Di kedua surah ayat sesudahnya dibuka "maka apabila datang" lalu menyebut peristiwa besar itu (79:34, 80:33), dan ayat berikutnya dibuka "pada hari" disusul kata kerja tentang manusia (79:35, 80:34). Dua surah yang bersebelahan berpindah dari kesenangan ke hari kiamat dengan urutan yang sama, walau uraian yang ditutupnya berbeda, penciptaan langit dan bumi di surah 79 dan makanan di surah ini.

Kesenangan di sini tidak disambung dengan "sampai waktu tertentu" seperti di 36:44 atau 16:80. Tempat keterangan itu diisi ayat sesudahnya, yang langsung menyebut kedatangan hari kiamat. Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan itu secara tersurat, tetapi susunannya menaruh akhir kesenangan tepat sesudah kesenangan itu disebut.

Ayat ini juga tidak menyebut syarat bagi penerimanya. Kata "kalian" di sini mencakup siapa saja yang disapa surah ini, termasuk orang yang merasa cukup di 80:5, sehingga pemberian di 80:25-31 berlaku bagi yang menyambut peringatan dan bagi yang berpaling darinya.

Renungan dan Hikmah

  • Ketika Ibrahim memohon buah-buahan bagi penduduk negeri yang beriman, Allah menjawab di 2:126, (وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا, wa-man kafara fa-umatti'uhu qaliilan) yang berarti "dan siapa yang kufur, akan Aku beri dia kesenangan sedikit", lalu ayat itu menyebut azab sesudahnya. Kata kerja di sana berakar sama dengan mataa'an. Kesenangan sampai juga kepada yang kufur, dan 80:32 pun tidak menyebut syarat bagi penerimanya. Menurut 2:126, menerima kesenangan tidak sama dengan diridai, karena kesenangan itu diberikan juga kepada orang yang kemudian digiring kepada azab.
  • Di 32:27 air digiring ke bumi yang tandus, lalu tumbuh tanaman, (تَأْكُلُ مِنْهُ أَنْعَامُهُمْ وَأَنْفُسُهُمْ, ta'kulu minhu an'aamuhum wa-anfusuhum) yang berarti "hewan ternak mereka dan mereka sendiri makan darinya", disusul (أَفَلَا يُبْصِرُونَ, a-fa-laa yubshiruuna) yang berarti "maka tidakkah mereka memperhatikan?" Allah menyebut ternak lebih dulu di sana, dan di 80:32 manusia lebih dulu. Urutannya berganti, penerimanya tetap dua, dan kedua ayat bermuara pada tuntutan yang sama, memperhatikan.
  • Tujuh ayat menyambung kesenangan dengan "sampai waktu tertentu", misalnya 36:44 tentang penumpang kapal yang diselamatkan karena rahmat dari Kami dan untuk kesenangan sampai waktu tertentu. Allah yang menetapkan batas itu, dan panjangnya tidak disebut. Di 80:32 batasnya tidak ditulis sebagai keterangan, tetapi ayat sesudahnya membuka hari kiamat. Kesenangan yang sedang dinikmati berjalan di dalam batas yang tidak diketahui panjangnya oleh penerimanya.
  • Di 3:14 disebut (زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ, zuyyina li-n-naasi hubbu sy-syahawaati) yang berarti "dijadikan indah bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan", dan daftarnya memuat hewan ternak dan sawah ladang. Ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa di sisi Allah ada tempat kembali yang baik. Ternak dan tanaman di 80:25-32 disebut sebagai pemberian, sedangkan di 3:14 sebagai sesuatu yang dicintai. Bendanya sama, dan arah pandangannya berbeda, sebagai pemberian yang diterima di surah ini atau sebagai kecintaan yang di 3:14 dibandingkan dengan tempat kembali yang baik di sisi Allah.
  • Kata ganti "kalian" di surah ini tercatat di 80:32 saja. Sepanjang 80:17-31 manusia dibicarakan sebagai orang ketiga, dan Allah, dengan sebutan Kami, menuturkan apa yang dikerjakan-Nya atas air, bumi, dan tumbuhan. Di ayat ini pembicaraan berbalik kepada pendengarnya. Siapa yang dimaksud "kalian"? Ayat ini tidak membatasinya, sehingga setiap pembaca yang sampai di ayat ini termasuk penerima yang disapa.
  • Susunan "kesenangan bagi kalian dan bagi ..." tercatat di tiga ayat. Di 5:96 buruan laut dan makanannya dihalalkan (مَتَاعًا لَكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ, mataa'an lakum wa-li-s-sayyaarati) yang berarti "sebagai kesenangan bagi kalian dan bagi para musafir", dan di 79:33 serta 80:32 pihak kedua itu hewan ternak. Di ketiga ayat itu Allah tidak menyebut "kalian" sendirian. Kesenangan yang diberikan kepada yang disapa selalu disebut bersama pihak lain yang ikut menerimanya.