مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ
Sebagai kesenangan bagi kalian dan bagi hewan ternak kalian.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- مَتَاعًا لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْmataa'an lakum wa-li-an'aamikumsebagai kesenangan bagi kalian dan bagi hewan ternak kalian
Terjemahan per kata (3 kata)
- مَتَاعًاmataa'ankesenangan
- لَكُمْlakumbagi kalian
- وَلِأَنْعَامِكُمْwa-li-an'aamikumdan bagi binatang ternak kalian
Inti bacaan
Tujuan menyeluruh dari seluruh proses: 'sebagai kesenangan bagi kalian dan bagi hewan ternak kalian', penegasan bahwa desain ini mempertimbangkan kesejahteraan manusia dan hewan secara bersamaan, sistem yang saling terkait.
Penjelasan pilihan kata
Kata (مَتَاعًا, mataa'an) muncul 10 kali, tetapi cuma di 9 surah: 2:236, 2:240, 5:96, 11:3, 16:80, 33:53, 36:44, 56:73, 79:33, dan 80:32. Dua angka itu berbeda karena surah 2 memakainya dua kali.
Di 79:33 kata (مَتَاعًا, mataa'an) dipakai dengan susunan yang hampir sama: kesenangan bagi kamu dan bagi ternakmu. Dua surah yang bersebelahan memakai kalimat yang nyaris identik.
Kesamaan itu patut dicatat. Surah 79 menutup uraian tentang bumi dengan kalimat itu, dan surah ini menutup uraian tentang makanan dengan kalimat yang sama. Al-Qur'an tidak menandai pengulangannya.
Akar (مَتَاعًا, mataa'an) dipakai di 65 ayat, antara lain 3:14, 4:77, 13:26, 40:39, dan 57:20. Di beberapa tempat akar itu dipakai untuk menyatakan bahwa kesenangan dunia cuma sebentar.
Bacaan itu memberi warna lain pada ayat ini. Seluruh daftar yang panjang tadi ditutup dengan kata yang di tempat lain sering disusul peringatan tentang kesementaraannya.
Kata (وَلِأَنْعَامِكُمْ, wa li-an'aamikum) memakai kata ganti kepemilikan berorang kedua jamak. Jadi ternak itu disebut sebagai milik yang disapa, dan sapaan jamak baru muncul di sini.
Perhatikan pergeserannya. Sepuluh ayat pertama surah ini menyapa satu orang. Ayat 80:17 sampai 80:31 berbicara tentang manusia sebagai jenis. Di sini sapaan berubah menjadi jamak, langsung kepada pembacanya.
Akar (وَلِأَنْعَامِكُمْ, wa li-an'aamikum) dipakai di 128 ayat, antara lain 5:1, 6:142, 16:5, 23:21, dan 40:79. Jadi ternak salah satu pokok yang sering disebut, dan hampir selalu ia disebut sebagai pemberian.
Kata (مَتَاعًا, mataa'an) berdiri sebagai keterangan tujuan bagi seluruh rangkaian sebelumnya. Delapan ayat diikat kepada satu maksud lewat satu kata.
Susunan itu menutup bagian terpanjang surahnya. Sesudah ayat ini pembicaraan berpindah ke hari kiamat, dan peralihan itu terjadi dalam satu ayat.
Perhatikan bahwa (مَتَاعًا, mataa'an) menaruh manusia dan ternak sejajar, tanpa satu sebutan yang menyatakan siapa lebih utama. Keduanya sama-sama penerima, dan urutan penyebutannya cuma menaruh manusia lebih dulu.
Kesejajaran itu sesuai dengan pokok surahnya. Surah yang menegur pemilihan orang berdasarkan kedudukan menutup daftar nikmatnya tanpa memeringkat penerimanya.
Perhatikan pula bahwa ayat ini tidak menyebut satu syarat pun bagi penerimanya. Tidak disebut bagi yang beriman, tidak disebut bagi yang bersyukur. Yang disebut cuma kamu dan ternakmu.
Ketiadaan syarat itu patut dicatat karena delapan ayat sebelumnya berdiri sebagai bukti dalam sebuah teguran. Bukti itu berupa pemberian yang diterima semua orang, termasuk yang ditegur.
Susunan seperti itu menutup satu jalan keluar. Tidak seorang pun bisa berkata bahwa daftar tadi bukan untuknya, karena tidak ada satu syarat pun yang bisa dipakai untuk memisahkan diri.
Tafsiran
Ayat ini menutup daftar dengan menyatakan untuk siapa seluruhnya disediakan. Kata pertamanya muncul 10 kali, tetapi cuma di 9 surah: 2:236, 2:240, 5:96, 11:3, 16:80, 33:53, 36:44, 56:73, 79:33, dan 80:32, karena surah 2 memakainya dua kali.
Di 79:33 kata itu dipakai dengan susunan yang hampir sama, yaitu kesenangan bagi kamu dan bagi ternakmu. Dua surah yang bersebelahan memakai kalimat yang nyaris identik, dan Al-Qur'an tidak menandai pengulangannya.
Akarnya dipakai di 65 ayat, antara lain 3:14, 4:77, 13:26, 40:39, dan 57:20, dan di beberapa tempat akar itu dipakai untuk menyatakan bahwa kesenangan dunia cuma sebentar.
Kata terakhirnya memakai kata ganti kepemilikan berorang kedua jamak, sehingga sapaan jamak baru muncul di sini. Sepuluh ayat pertama surah ini menyapa satu orang, dan 80:17 sampai 80:31 berbicara tentang manusia sebagai jenis.
Manusia dan ternak disebut sejajar tanpa satu kata yang menyatakan siapa lebih utama, dan itu sesuai dengan pokok surahnya. Ayat ini tidak menyebut satu syarat pun bagi penerimanya: tidak bagi yang beriman, tidak bagi yang bersyukur. Susunan itu menutup satu jalan keluar, karena tidak seorang pun bisa berkata bahwa daftar tadi bukan untuknya.
Renungan dan Hikmah
- Kata pertamanya muncul 10 kali, antara lain di 2:236, 5:96, 11:3, 16:80, 79:33, dan 80:32, tetapi cuma di 9 surah, karena surah 2 memakainya dua kali. Di 79:33 Allah memakainya dengan susunan yang hampir sama, yaitu kesenangan bagi kamu dan bagi ternakmu. Dua surah yang bersebelahan memakai kalimat yang nyaris identik: yang satu menutup uraian tentang bumi, yang lain menutup uraian tentang makanan. Al-Qur'an tidak menandai pengulangan itu. Dua surah bersebelahan yang menutup uraiannya dengan kalimat yang sama tidak pernah saling menyebut. Kalimat yang berulang tanpa saling menyebut menuntut pembacanya yang menghubungkannya.
- Akar kata pertamanya dipakai Allah di 65 ayat, antara lain 3:14, 4:77, 13:26, 40:39, dan 57:20. Di beberapa tempat akar itu dipakai untuk menyatakan bahwa kesenangan dunia cuma sebentar. Bacaan itu memberi warna lain pada ayat ini, karena seluruh daftar panjang tadi ditutup dengan kata yang di tempat lain sering disusul peringatan tentang kesementaraannya. Sebuah kata yang sering disusul peringatan membawa peringatan itu walau di sini ia tidak diucapkan. Muatan yang terbawa dari tempat lain masuk tanpa satu kata pun yang membawanya.
- Kata terakhirnya memakai kata ganti kepemilikan berorang kedua jamak, sehingga sapaan jamak baru muncul di sini. Sepuluh ayat pertama surah ini menyapa satu orang, dan 80:17 sampai 80:31 berbicara tentang manusia sebagai jenis. Di ayat ini Allah menyapa pembacanya langsung, dan perpindahan itu terjadi tanpa satu penanda pun. Perpindahan sapaan dari satu orang ke jenis lalu ke pembacanya berjalan tanpa satu penanda. Perpindahan sapaan yang mulus membuat pembacanya sampai di dalam gambaran tanpa sadar masuk.
- Kata pertamanya berdiri sebagai keterangan tujuan bagi seluruh rangkaian sebelumnya, sehingga delapan ayat diikat kepada satu maksud lewat satu kata. Allah menutup bagian terpanjang surahnya dengan satu kata yang menampung semuanya. Sesudah ayat ini pembicaraan berpindah ke hari kiamat, dan peralihan sebesar itu terjadi dalam satu ayat. Satu kata mengikat delapan ayat, dan ikatan itu tidak diulang di mana pun sesudahnya. Satu kata yang memikul delapan ayat adalah penutup yang paling ringkas yang mungkin.
- Akar kata terakhirnya dipakai Allah di 128 ayat, antara lain 5:1, 6:142, 16:5, 23:21, dan 40:79. Jadi ternak salah satu pokok yang sering disebut, dan hampir selalu ia disebut sebagai pemberian. Ketika ia muncul di penutup daftar ini, pembacanya sudah membawa seluruh pemakaian itu tanpa perlu diingatkan. Sebutan yang hampir selalu muncul sebagai pemberian membawa muatannya sendiri ke penutup daftarnya. Sebutan yang selalu berupa pemberian sulit dibaca sebagai hasil usaha sendiri.
- Manusia dan ternak disebut sejajar, tanpa satu kata yang menyatakan siapa lebih utama. Keduanya sama-sama penerima, dan urutan penyebutannya cuma menaruh manusia lebih dulu. Kesejajaran itu sesuai dengan pokok surahnya, karena surah yang menegur pemilihan orang berdasarkan kedudukan menutup daftar nikmatnya tanpa memeringkat penerimanya. Apa yang dinyatakan sebuah pemberian yang tidak memilah siapa yang lebih pantas menerimanya? Penerima yang tidak diperingkat menutup pintu bagi siapa pun yang ingin merasa lebih berhak. Ketiadaan peringkat menutup pintu perbandingan sebelum perbandingannya sempat dimulai.