Ayat 80:34

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ

Pada hari manusia lari dari saudaranya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِyawma yafirru l-mar'u min akhiihipada hari manusia lari dari saudaranya

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. يَوْمَyawmahari
  2. يَفِرُّyafirrulari
  3. الْمَرْءُl-mar'uorang itu
  4. مِنْmindari
  5. أَخِيهِakhiihisaudaranya

Inti bacaan

Putusnya ikatan sosial paling dasar: 'pada hari manusia lari dari saudaranya', gambaran mengejutkan tentang prioritas yang berubah total, hubungan yang biasanya kuat menjadi tidak relevan dalam menghadapi krisis personal.

Penjelasan pilihan kata

Kata (يَفِرُّ, yafirru) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 10 ayat, antara lain 4:78, 18:18, 33:16, 62:8, dan 74:51.

Di 74:51 akar (يَفِرُّ, yafirru) dipakai untuk keledai liar yang lari dari singa. Jadi gambaran yang dipakai di sana lari karena ketakutan yang paling dasar.

Di 33:16 akar (يَفِرُّ, yafirru) dipakai untuk orang yang lari dari kematian atau pembunuhan, dan Al-Qur'an menyatakan lari seperti itu tidak berguna. Di sini yang dilarikan bukan bahaya, melainkan keluarga sendiri.

Perbandingan itu tajam. Di tempat lain orang lari dari yang mengancam; di sini ia lari dari yang paling dekat dengannya. Al-Qur'an tidak menerangkan pergeseran itu.

Kata (الْمَرْءُ, al-mar-u) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 78:40 dan 80:34. Dua surah yang berdekatan, dan keduanya berbicara tentang hari kiamat.

Di 78:40 kata (الْمَرْءُ, al-mar-u) dipakai untuk orang yang melihat apa yang telah dikerjakan tangannya sendiri. Jadi dua tempat memakai satu kata untuk seseorang yang berdiri sendirian di hadapan perbuatannya.

Akar (الْمَرْءُ, al-mar-u) dipakai di 37 ayat, antara lain 2:102, 8:24, 4:12, dan 70:11. Sebagian pemakaiannya menyebut hubungan antara seseorang dan hatinya atau keluarganya.

Kata (يَفِرُّ, yafirru) berbentuk tunggal, sedangkan yang dilukiskan seluruh manusia pada hari itu. Perbuatannya dinyatakan dikerjakan masing-masing, bukan bersama-sama.

Bentuk tunggal pada (يَفِرُّ, yafirru) itu penting. Sebuah kerumunan yang lari bersama masih menyisakan kebersamaan. Yang dilukiskan di sini justru setiap orang lari sendiri-sendiri.

Kata (أَخِيهِ, akhiihi) memakai kata ganti kepemilikan, sehingga yang ditinggalkan disebut sebagai miliknya sendiri. Akarnya dipakai di 80 ayat, antara lain 2:220, 4:11, 7:65, 20:30, dan 49:10.

Ayat ini membuka daftar tiga ayat, yaitu 80:34 sampai 80:36, yang menyebut enam pihak yang ditinggalkan. Daftarnya dibuka dengan saudara, bukan dengan orang tua.

Urutan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa daftarnya bergerak dari saudara, ke orang tua, lalu ke istri dan anak, sehingga jaraknya justru makin dekat.

Perhatikan pula bahwa ayat ini tidak menyebut ke mana orang itu lari. Yang disebut cuma dari siapa. Tujuannya dibiarkan kosong di tiga ayat berikutnya.

Kekosongan itu memperkuat gambarannya. Lari yang punya tujuan masih berupa perpindahan; lari yang tidak punya tujuan cuma berupa penghindaran.

Susunan seperti itu juga menutup satu bacaan yang mungkin diambil. Kalau tujuannya disebut, pembacanya akan menimbang apakah tujuan itu lebih baik. Karena tidak disebut, yang tinggal cuma kenyataan bahwa ia meninggalkan.

Tafsiran

Ayat ini melukiskan manusia yang lari dari saudaranya sendiri. Kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 10 ayat, antara lain 4:78, 18:18, 33:16, 62:8, dan 74:51.

Di 74:51 akar itu dipakai untuk keledai liar yang lari dari singa, dan di 33:16 untuk orang yang lari dari kematian atau pembunuhan. Jadi di tempat lain orang lari dari yang mengancam, sedangkan di sini yang dilarikan justru keluarga sendiri.

Kata ketiganya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 78:40 dan 80:34, dan dua surah yang berdekatan itu sama-sama berbicara tentang hari kiamat. Di 78:40 kata itu dipakai untuk orang yang melihat apa yang telah dikerjakan tangannya sendiri, sehingga dua tempat memakai satu kata untuk seseorang yang berdiri sendirian di hadapan perbuatannya. Akarnya dipakai di 37 ayat, antara lain 2:102, 8:24, 4:12, dan 70:11.

Kata keduanya berbentuk tunggal, sedangkan yang dilukiskan seluruh manusia pada hari itu, sehingga perbuatannya dinyatakan dikerjakan masing-masing.

Ayat ini membuka daftar tiga ayat yang menyebut enam pihak yang ditinggalkan, dan daftarnya dibuka dengan saudara. Ayat ini juga tidak menyebut ke mana orang itu lari, melainkan cuma dari siapa, dan tujuannya dibiarkan kosong di tiga ayat berikutnya. Lari yang punya tujuan masih berupa perpindahan, sedangkan lari yang tidak punya tujuan cuma berupa penghindaran.

Renungan dan Hikmah

  • Kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai Allah di 10 ayat, antara lain 4:78, 18:18, 33:16, 62:8, dan 74:51. Di 74:51 akar itu dipakai untuk keledai liar yang lari dari singa, dan di 33:16 untuk orang yang lari dari kematian. Jadi di tempat lain orang lari dari yang mengancam, sedangkan di sini yang dilarikan justru keluarga sendiri. Yang di tempat lain dilarikan adalah bahaya, dan di sini yang dilarikan justru orang-orang terdekat. Perbedaan arah lari itu tidak pernah dinyatakan, dan pembacanya yang harus menakarnya.
  • Kata ketiganya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 78:40 dan 80:34, dan dua surah yang berdekatan itu sama-sama berbicara tentang hari kiamat. Di 78:40 Allah memakainya untuk orang yang melihat apa yang telah dikerjakan tangannya sendiri. Jadi dua tempat memakai satu kata untuk seseorang yang berdiri sendirian di hadapan perbuatannya, dan tidak satu ayat pun menghubungkan keduanya. Dua surah berdekatan memakai satu sebutan untuk seseorang yang berdiri sendirian di hadapan perbuatannya. Dua tempat yang berdekatan itu tidak pernah saling menyebut, dan pembacanya yang menghubungkannya.
  • Kata keduanya berbentuk tunggal, sedangkan yang dilukiskan seluruh manusia pada hari itu. Perbuatannya dinyatakan Allah dikerjakan masing-masing, bukan bersama-sama. Sebuah kerumunan yang lari bersama masih menyisakan kebersamaan; yang dilukiskan di sini justru setiap orang lari sendiri-sendiri, dan bentuk tunggal itulah yang menyatakannya. Bentuk tunggal untuk kerumunan menyatakan kesendirian tanpa satu kata yang menyebut sendiri. Kesendirian yang dinyatakan lewat bentuk terasa lebih dingin daripada yang dinyatakan lewat kata.
  • Kata terakhirnya memakai kata ganti kepemilikan, sehingga yang ditinggalkan disebut sebagai miliknya sendiri. Akarnya dipakai Allah di 80 ayat, antara lain 2:220, 4:11, 7:65, 20:30, dan 49:10. Yang ditinggalkan bukan orang asing, melainkan pihak yang sepanjang hidupnya disebut sebagai bagian dari dirinya sendiri. Yang ditinggalkan disebut sebagai miliknya, dan sebutan itu membuat perpisahannya terasa lebih berat. Kepemilikan yang disebut justru di saat perpisahan menajamkan gambarannya.
  • Ayat ini membuka daftar tiga ayat, yaitu 80:34 sampai 80:36, yang menyebut enam pihak yang ditinggalkan. Daftarnya dibuka Allah dengan saudara, bukan dengan orang tua, lalu bergerak ke orang tua, istri, dan anak. Jadi jaraknya justru makin dekat, dan Al-Qur'an tidak menerangkan urutan itu dengan satu kalimat pun. Daftar yang bergerak makin dekat menaruh yang paling dekat di ujung, tempat yang paling menyakitkan. Urutan yang makin dekat menyimpan yang paling berat untuk disebut paling akhir.
  • Al-Qur'an tidak menerangkan mengapa yang dilarikan justru keluarga sendiri. Di 33:16 Allah menyatakan lari dari kematian tidak berguna, dan di sini lari itu tidak disebut berguna maupun sia-sia. Apa yang harus dirasakan seseorang pada hari ketika yang paling ingin dijauhinya bukan bahaya, melainkan orang-orang yang paling dikasihinya? Lari yang tidak disebut berguna maupun sia-sia dibiarkan berdiri sebagai gambaran, bukan penilaian. Gambaran yang tidak dinilai menyerahkan penilaiannya kepada yang membacanya.

Ayat 80:35

وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ

Dan dari ibunya dan bapaknya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَأُمِّهِ وَأَبِيهِwa-ummihi wa-abiihidan dari ibunya dan bapaknya

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. وَأُمِّهِwa-ummihidan ibunya
  2. وَأَبِيهِwa-abiihidan bapaknya

Inti bacaan

Perluasan keterputusan ke orang tua: 'dan dari ibunya dan bapaknya', kelanjutan gambaran isolasi yang mencakup hubungan paling fundamental dalam kehidupan seseorang.

Penjelasan pilihan kata

Kata (وَأُمِّهِ, wa ummihi) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata (وَأَبِيهِ, wa abiihi) juga muncul 1 kali. Dua kata di ayat ini sama-sama tidak pernah dipakai lagi di tempat lain.

Akar (وَأُمِّهِ, wa ummihi) dipakai di 108 ayat, antara lain 2:233, 4:23, 16:78, 31:14, dan 46:15. Jadi ibu salah satu pokok yang sering disebut, dan hampir selalu ia disebut sebagai pihak yang berhak dihormati.

Akar (وَأَبِيهِ, wa abiihi) dipakai di 104 ayat, antara lain 2:133, 6:74, 12:4, 19:42, dan 31:14. Di 31:14 dan 46:15 kedua akar itu disebut bersama di dalam perintah berbuat baik kepada orang tua.

Bandingkan dua tempat itu dengan ayat ini. Di sana ibu dan ayah disebut bersama sebagai pihak yang harus dihormati. Di sini keduanya disebut bersama sebagai pihak yang ditinggalkan.

Al-Qur'an tidak menyandingkan keduanya dengan satu kalimat pun. Yang menyandingkannya cuma pasangan kata yang sama, yang di satu tempat dituju dan di tempat lain dijauhi.

Kata (وَأُمِّهِ, wa ummihi) disebut lebih dulu daripada ayah, sama seperti urutan di 31:14 dan 46:15. Urutan itu tetap sama walau maksud kalimatnya berlawanan.

Perhatikan bahwa ayat ini melanjutkan daftar yang dibuka di 80:34 tanpa satu kata kerja baru. Dua kata di sini bergantung pada kata kerja yang disebut satu ayat sebelumnya.

Susunan seperti itu berulang di 80:36, sehingga tiga ayat berjalan dengan satu kata kerja saja. Enam pihak disebut, dan cuma satu perbuatan yang menampung semuanya.

Kata (وَأُمِّهِ, wa ummihi) dan (وَأَبِيهِ, wa abiihi) sama-sama memakai kata ganti kepemilikan. Enam pihak di daftarnya seluruhnya disebut sebagai milik orang yang lari.

Cara itu membuat perpisahannya terasa lebih berat. Yang ditinggalkan bukan orang lain, melainkan pihak-pihak yang sepanjang hidupnya disebut sebagai bagian dari dirinya sendiri.

Ayat ini menyebut pihak kedua dan ketiga di dalam daftarnya. Daftarnya bergerak dari saudara, ke orang tua, lalu ke istri dan anak di 80:36.

Perhatikan bahwa gerak itu berjalan dari yang seangkatan, ke yang mendahului, lalu ke yang menyusul. Tiga lapis keluarga disebut berurutan, dan tidak satu pun tersisa.

Perhatikan pula bahwa daftar ini tidak memberi satu keterangan pun tentang keadaan pihak yang ditinggalkan. Tidak disebut apakah mereka memanggil, mengejar, atau juga lari.

Kekosongan itu memusatkan gambarannya pada satu orang saja. Yang dilukiskan cuma yang lari, dan yang ditinggalkan hadir sebagai nama tanpa gerak.

Susunan seperti itu membuat pembacanya berdiri di tempat yang lari, bukan di tempat yang ditinggalkan. Sudut pandangnya sudah ditentukan sebelum satu kalimat penilaian diucapkan.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan rincian keterasingan dari ibu dan bapak. Ayat ini melanjutkan daftar dengan ibu dan ayah. Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata keduanya juga muncul 1 kali, sehingga dua kata di ayat ini sama-sama tidak pernah dipakai lagi di tempat lain.

Akar kata pertamanya dipakai di 108 ayat, antara lain 2:233, 4:23, 16:78, 31:14, dan 46:15, sedangkan akar kata keduanya dipakai di 104 ayat, antara lain 2:133, 6:74, 12:4, 19:42, dan 31:14. Di 31:14 dan 46:15 kedua akar itu disebut bersama di dalam perintah berbuat baik kepada orang tua.

Jadi di sana ibu dan ayah disebut bersama sebagai pihak yang harus dihormati, dan di sini keduanya disebut bersama sebagai pihak yang ditinggalkan. Urutan penyebutannya pun tetap sama, yaitu ibu lebih dulu.

Ayat ini melanjutkan daftar yang dibuka di 80:34 tanpa satu kata kerja baru, dan susunan itu berulang di 80:36, sehingga tiga ayat berjalan dengan satu kata kerja saja.

Enam pihak di daftarnya seluruhnya disebut dengan kata ganti kepemilikan. Daftar ini tidak memberi satu keterangan pun tentang keadaan pihak yang ditinggalkan: tidak disebut apakah mereka memanggil, mengejar, atau juga lari. Kekosongan itu memusatkan gambarannya pada satu orang saja, dan sudut pandang pembacanya sudah ditentukan sebelum satu kalimat penilaian diucapkan.

Renungan dan Hikmah

  • Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata keduanya juga muncul 1 kali. Dua kata di ayat ini sama-sama tidak pernah dipakai lagi di tempat lain, padahal akarnya termasuk yang sering muncul: yang satu di 108 ayat dan yang lain di 104 ayat. Bentuk yang tunggal untuk akar yang sesering itu menandai bahwa susunan di ayat ini memang tidak ada bandingnya. Bentuk yang tunggal untuk akar yang sesering itu bukan kebetulan yang bisa dilewatkan. Yang tunggal di tengah yang sering justru paling patut diperiksa.
  • Di 31:14 dan 46:15 kedua akar itu disebut bersama Allah di dalam perintah berbuat baik kepada orang tua. Di sini keduanya disebut bersama sebagai pihak yang ditinggalkan. Al-Qur'an tidak menyandingkan dua keadaan itu dengan satu kalimat pun, dan yang menyandingkannya cuma pasangan kata yang sama, yang di satu tempat dituju dan di tempat lain dijauhi. Pasangan kata yang sama di dua keadaan berlawanan menuntut pembacanya menaruh keduanya berdampingan. Dua keadaan yang berlawanan itu tidak pernah dipertemukan di satu ayat mana pun.
  • Kata pertamanya menyebut ibu lebih dulu daripada ayah, sama seperti urutan di 31:14 dan 46:15. Urutan itu tetap sama walau maksud kalimatnya berlawanan. Allah tidak mengubah susunannya ketika yang dilukiskan berubah dari penghormatan menjadi perpisahan, dan ketetapan itu berjalan tanpa satu keterangan pun. Susunan yang tidak berubah walau isinya berubah menandai bahwa urutannya sendiri punya arti. Urutan yang bertahan melewati perubahan isi adalah urutan yang memang disengaja.
  • Ayat ini melanjutkan daftar yang dibuka di 80:34 tanpa satu kata kerja baru, dan susunan itu berulang di 80:36. Tiga ayat berjalan dengan satu kata kerja saja: enam pihak disebut Allah, dan cuma satu perbuatan yang menampung semuanya. Daftar yang diikat sependek itu terbaca cepat, dan kecepatan itu sesuai dengan yang dilukiskannya. Kecepatan sebuah daftar ikut melukiskan apa yang didaftarnya, bukan cuma menyampaikannya. Tempo sebuah bacaan ikut menyampaikan isinya, dan bukan cuma menghantarkannya.
  • Kata pertama dan kata keduanya sama-sama memakai kata ganti kepemilikan, dan enam pihak di daftarnya seluruhnya disebut Allah sebagai milik orang yang lari. Cara itu membuat perpisahannya terasa lebih berat, karena yang ditinggalkan bukan orang lain melainkan pihak-pihak yang sepanjang hidupnya disebut sebagai bagian dari dirinya sendiri. Sebutan kepemilikan di saat perpisahan menajamkan apa yang sedang hilang. Yang hilang terasa lebih besar ketika ia disebut sebagai milik yang kehilangan.
  • Daftarnya bergerak dari saudara di 80:34, ke orang tua di ayat ini, lalu ke istri dan anak di 80:36. Gerak itu berjalan dari yang seangkatan, ke yang mendahului, lalu ke yang menyusul. Tiga lapis keluarga disebut Allah berurutan, dan tidak satu pun tersisa. Apa yang tertinggal bagi seseorang ketika seluruh lapis yang mengelilinginya disebut satu per satu sebagai yang ditinggalkan? Tiga lapis yang disebut berurutan tidak menyisakan satu pun tempat berlindung. Tidak ada satu arah pun yang tersisa untuk mencari perlindungan di daftar itu.

Ayat 80:36

وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ

Dan dari istrinya dan anak-anaknya.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِwa-shaahibatihi wa-baniihidan dari istrinya dan anak-anaknya

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. وَصَاحِبَتِهِwa-shaahibatihidan istrinya
  2. وَبَنِيهِwa-baniihidan anak-anaknya

Inti bacaan

Puncak keterputusan pada keluarga inti: 'dan dari istrinya dan anak-anaknya', daftar yang mencapai unit keluarga terdekat, menegaskan bahwa pada momen tersebut, fokus personal mengalahkan semua ikatan sosial betapa pun dekatnya.

Penjelasan pilihan kata

Kata (وَصَاحِبَتِهِ, wa shaahibatihi) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 70:12 dan 80:36. Di 70:12 kata itu berdiri di dalam daftar yang mirip, yaitu orang-orang yang ingin ditebus seorang pendosa dengan dirinya.

Bandingkan dua daftar itu. Di 70:11 sampai 70:14 seseorang ingin menebus dirinya dengan anak, istri, saudara, dan seluruh penghuni bumi. Di sini ia justru lari dari mereka.

Dua gambaran itu berlawanan arah tetapi bertemu di satu titik. Yang satu menyerahkan mereka, yang lain meninggalkan mereka. Keduanya sama-sama memutus hubungan.

Al-Qur'an tidak menyandingkan dua tempat itu dengan satu kalimat pun. Yang menyandingkannya cuma kata yang sama, yang cuma hidup di dua ayat.

Kata (وَبَنِيهِ, wa baniihi) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 150 ayat, antara lain 2:40, 5:32, 7:26, 17:70, dan 36:60.

Kata (وَبَنِيهِ, wa baniihi) berbentuk jamak, berbeda dari lima pihak lain di daftarnya yang berbentuk tunggal. Jadi ia satu-satunya yang disebut lebih dari satu.

Kata (وَصَاحِبَتِهِ, wa shaahibatihi) berbentuk perempuan tunggal, berbeda dari lima pihak lain yang tidak memakai bentuk itu. Jadi ia satu-satunya yang disebut dengan bentuk perempuan.

Dua kekhususan itu berkumpul di satu ayat. Ayat ini menyebut satu-satunya pihak berbentuk perempuan dan satu-satunya pihak berbentuk jamak, dan keduanya berdampingan.

Akar (وَصَاحِبَتِهِ, wa shaahibatihi) dipakai di 89 ayat, antara lain 4:36, 9:40, 18:37, 53:2, dan 68:48. Di banyak tempat akar itu menamai teman seperjalanan atau penghuni suatu tempat.

Jadi akar (وَصَاحِبَتِهِ, wa shaahibatihi) yang biasanya menamai kebersamaan di sini dipakai untuk pihak yang ditinggalkan. Sebutan yang isinya menemani dipakai justru di saat perpisahan.

Ayat ini menutup daftar enam pihak. Sesudahnya, 80:37 memberi alasan mengapa seluruhnya ditinggalkan, dan alasannya cuma satu kalimat.

Perhatikan bahwa daftarnya tidak menyebut harta, kedudukan, atau kawan di luar keluarga. Yang disebut seluruhnya hubungan darah dan pernikahan, yaitu ikatan yang paling tidak bisa dilepaskan di dunia.

Perhatikan pula bahwa enam pihak di daftar ini disebut dalam tiga ayat yang makin pendek. Ayat pertamanya lima kata, dua berikutnya cuma dua kata.

Pemendekan itu mempercepat iramanya. Pembacanya melintasi tiga pasang nama dengan tempo yang makin cepat, seolah larinya sendiri yang sedang dilukiskan.

Al-Qur'an tidak menandai irama itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa panjang ayatnya menyusut persis ketika yang dilukiskan adalah gerak menjauh yang makin cepat.

Tafsiran

Ayat ini menutup daftar dengan istri dan anak-anak. Kata pertamanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 70:12 dan 80:36, dan di 70:12 ia berdiri di dalam daftar yang mirip.

Di 70:11 sampai 70:14 seseorang ingin menebus dirinya dengan anak, istri, saudara, dan seluruh penghuni bumi, sedangkan di sini ia justru lari dari mereka. Dua gambaran itu berlawanan arah tetapi bertemu di satu titik, karena keduanya sama-sama memutus hubungan.

Kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 150 ayat, antara lain 2:40, 5:32, 7:26, 17:70, dan 36:60. Ia berbentuk jamak, berbeda dari lima pihak lain di daftarnya yang berbentuk tunggal.

Kata pertamanya berbentuk perempuan tunggal, berbeda dari lima pihak lain, sehingga ayat ini menyebut satu-satunya pihak berbentuk perempuan dan satu-satunya pihak berbentuk jamak sekaligus. Akarnya dipakai di 89 ayat, antara lain 4:36, 9:40, 18:37, 53:2, dan 68:48.

Daftarnya tidak menyebut harta, kedudukan, atau kawan di luar keluarga. Enam pihak di daftar ini disebut dalam tiga ayat yang makin pendek: ayat pertamanya lima kata, dan dua berikutnya cuma dua kata. Pemendekan itu mempercepat iramanya persis ketika yang dilukiskan adalah gerak menjauh.

Renungan dan Hikmah

  • Kata pertamanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 70:12 dan 80:36. Di 70:11 sampai 70:14 seseorang ingin menebus dirinya dengan anak, istri, saudara, dan seluruh penghuni bumi, sedangkan di sini ia lari dari mereka. Dua gambaran itu berlawanan arah tetapi bertemu di satu titik, karena keduanya sama-sama memutus hubungan. Al-Qur'an tidak menyandingkan keduanya dengan satu kalimat pun. Menyerahkan dan meninggalkan sama-sama memutus, dan keduanya dinamai dengan satu sebutan. Dua jalan yang berbeda menuju satu akibat yang sama dinamai dengan satu sebutan.
  • Kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai Allah di 150 ayat, antara lain 2:40, 5:32, 7:26, 17:70, dan 36:60. Ia berbentuk jamak, berbeda dari lima pihak lain di daftarnya yang berbentuk tunggal. Jadi ia satu-satunya yang disebut lebih dari satu, dan perbedaan itu terbawa cuma di dalam bentuk katanya. Satu-satunya yang jamak di antara enam pihak menandai bahwa yang ditinggalkan bukan cuma perorangan. Bentuk jamak di tengah lima bentuk tunggal menandai yang paling banyak ditinggalkan.
  • Kata pertamanya berbentuk perempuan tunggal, berbeda dari lima pihak lain di daftarnya. Jadi ia satu-satunya yang disebut Allah dengan bentuk perempuan. Dua kekhususan itu berkumpul di satu ayat, karena ayat ini menyebut satu-satunya pihak berbentuk perempuan dan satu-satunya pihak berbentuk jamak, dan keduanya berdampingan. Satu-satunya yang berbentuk perempuan berdiri tepat di sebelah satu-satunya yang jamak. Dua kekhususan yang berkumpul di satu ayat menandai ayat itu sebagai puncak daftarnya.
  • Akar kata pertamanya dipakai Allah di 89 ayat, antara lain 4:36, 9:40, 18:37, 53:2, dan 68:48, dan di banyak tempat akar itu menamai teman seperjalanan atau penghuni suatu tempat. Jadi akar yang biasanya menamai kebersamaan di sini dipakai untuk pihak yang ditinggalkan. Sebutan yang isinya menemani dipakai justru di saat perpisahan. Sebutan yang isinya menemani dipakai justru di ayat tentang perpisahan yang paling jauh. Sebutan yang isinya bertentangan dengan keadaannya membuat perpisahannya terasa lebih tajam.
  • Daftar enam pihak ini tidak menyebut harta, kedudukan, atau kawan di luar keluarga. Yang disebut Allah seluruhnya hubungan darah dan pernikahan, yaitu ikatan yang paling tidak bisa dilepaskan di dunia. Yang paling erat justru yang dipilih untuk melukiskan perpisahan, dan pilihan itu tidak diterangkan di ayat mana pun. Ikatan darah dan pernikahan dipilih karena keduanya paling tidak bisa dilepaskan di dunia. Yang paling erat dipilih justru untuk melukiskan apa yang paling mudah putus pada hari itu.
  • Ayat ini menutup daftar enam pihak, dan 80:37 memberi alasan mengapa seluruhnya ditinggalkan dengan cuma satu kalimat. Tiga ayat dipakai Allah untuk menyebut siapa yang ditinggalkan, dan satu ayat untuk menerangkan sebabnya. Apa yang dinyatakan sebuah susunan ketika sebab yang sependek itu cukup untuk memutus enam ikatan yang paling erat? Sebab yang sependek satu ayat cukup untuk memutus daftar yang butuh tiga ayat untuk disebut. Perbandingan panjang antara sebab dan akibat menunjukkan mana yang lebih menentukan.