يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ

Pada hari manusia lari dari saudaranya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِyawma yafirru l-mar'u min akhiihipada hari manusia lari dari saudaranya

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. يَوْمَyawmahari
  2. يَفِرُّyafirrulari
  3. الْمَرْءُl-mar'uorang itu
  4. مِنْmindari
  5. أَخِيهِakhiihisaudaranya

Inti bacaan

Putusnya ikatan sosial paling dasar: 'pada hari manusia lari dari saudaranya', gambaran mengejutkan tentang prioritas yang berubah total, hubungan yang biasanya kuat menjadi tidak relevan dalam menghadapi krisis personal.

Penjelasan pilihan kata

Kata (يَفِرُّ, yafirru) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 10 ayat, antara lain 4:78, 18:18, 33:16, 62:8, dan 74:51.

Di 74:51 akar (يَفِرُّ, yafirru) dipakai untuk keledai liar yang lari dari singa. Jadi gambaran yang dipakai di sana lari karena ketakutan yang paling dasar.

Di 33:16 akar (يَفِرُّ, yafirru) dipakai untuk orang yang lari dari kematian atau pembunuhan, dan Al-Qur'an menyatakan lari seperti itu tidak berguna. Di sini yang dilarikan bukan bahaya, melainkan keluarga sendiri.

Perbandingan itu tajam. Di tempat lain orang lari dari yang mengancam; di sini ia lari dari yang paling dekat dengannya. Al-Qur'an tidak menerangkan pergeseran itu.

Kata (الْمَرْءُ, al-mar-u) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 78:40 dan 80:34. Dua surah yang berdekatan, dan keduanya berbicara tentang hari kiamat.

Di 78:40 kata (الْمَرْءُ, al-mar-u) dipakai untuk orang yang melihat apa yang telah dikerjakan tangannya sendiri. Jadi dua tempat memakai satu kata untuk seseorang yang berdiri sendirian di hadapan perbuatannya.

Akar (الْمَرْءُ, al-mar-u) dipakai di 37 ayat, antara lain 2:102, 8:24, 4:12, dan 70:11. Sebagian pemakaiannya menyebut hubungan antara seseorang dan hatinya atau keluarganya.

Kata (يَفِرُّ, yafirru) berbentuk tunggal, sedangkan yang dilukiskan seluruh manusia pada hari itu. Perbuatannya dinyatakan dikerjakan masing-masing, bukan bersama-sama.

Bentuk tunggal pada (يَفِرُّ, yafirru) itu penting. Sebuah kerumunan yang lari bersama masih menyisakan kebersamaan. Yang dilukiskan di sini justru setiap orang lari sendiri-sendiri.

Kata (أَخِيهِ, akhiihi) memakai kata ganti kepemilikan, sehingga yang ditinggalkan disebut sebagai miliknya sendiri. Akarnya dipakai di 80 ayat, antara lain 2:220, 4:11, 7:65, 20:30, dan 49:10.

Ayat ini membuka daftar tiga ayat, yaitu 80:34 sampai 80:36, yang menyebut enam pihak yang ditinggalkan. Daftarnya dibuka dengan saudara, bukan dengan orang tua.

Urutan itu tidak diterangkan Al-Qur'an. Yang bisa dibaca cuma bahwa daftarnya bergerak dari saudara, ke orang tua, lalu ke istri dan anak, sehingga jaraknya justru makin dekat.

Perhatikan pula bahwa ayat ini tidak menyebut ke mana orang itu lari. Yang disebut cuma dari siapa. Tujuannya dibiarkan kosong di tiga ayat berikutnya.

Kekosongan itu memperkuat gambarannya. Lari yang punya tujuan masih berupa perpindahan; lari yang tidak punya tujuan cuma berupa penghindaran.

Susunan seperti itu juga menutup satu bacaan yang mungkin diambil. Kalau tujuannya disebut, pembacanya akan menimbang apakah tujuan itu lebih baik. Karena tidak disebut, yang tinggal cuma kenyataan bahwa ia meninggalkan.

Tafsiran

Ayat ini melukiskan manusia yang lari dari saudaranya sendiri. Kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 10 ayat, antara lain 4:78, 18:18, 33:16, 62:8, dan 74:51.

Di 74:51 akar itu dipakai untuk keledai liar yang lari dari singa, dan di 33:16 untuk orang yang lari dari kematian atau pembunuhan. Jadi di tempat lain orang lari dari yang mengancam, sedangkan di sini yang dilarikan justru keluarga sendiri.

Kata ketiganya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 78:40 dan 80:34, dan dua surah yang berdekatan itu sama-sama berbicara tentang hari kiamat. Di 78:40 kata itu dipakai untuk orang yang melihat apa yang telah dikerjakan tangannya sendiri, sehingga dua tempat memakai satu kata untuk seseorang yang berdiri sendirian di hadapan perbuatannya. Akarnya dipakai di 37 ayat, antara lain 2:102, 8:24, 4:12, dan 70:11.

Kata keduanya berbentuk tunggal, sedangkan yang dilukiskan seluruh manusia pada hari itu, sehingga perbuatannya dinyatakan dikerjakan masing-masing.

Ayat ini membuka daftar tiga ayat yang menyebut enam pihak yang ditinggalkan, dan daftarnya dibuka dengan saudara. Ayat ini juga tidak menyebut ke mana orang itu lari, melainkan cuma dari siapa, dan tujuannya dibiarkan kosong di tiga ayat berikutnya. Lari yang punya tujuan masih berupa perpindahan, sedangkan lari yang tidak punya tujuan cuma berupa penghindaran.

Renungan dan Hikmah

  • Kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai Allah di 10 ayat, antara lain 4:78, 18:18, 33:16, 62:8, dan 74:51. Di 74:51 akar itu dipakai untuk keledai liar yang lari dari singa, dan di 33:16 untuk orang yang lari dari kematian. Jadi di tempat lain orang lari dari yang mengancam, sedangkan di sini yang dilarikan justru keluarga sendiri. Yang di tempat lain dilarikan adalah bahaya, dan di sini yang dilarikan justru orang-orang terdekat. Perbedaan arah lari itu tidak pernah dinyatakan, dan pembacanya yang harus menakarnya.
  • Kata ketiganya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 78:40 dan 80:34, dan dua surah yang berdekatan itu sama-sama berbicara tentang hari kiamat. Di 78:40 Allah memakainya untuk orang yang melihat apa yang telah dikerjakan tangannya sendiri. Jadi dua tempat memakai satu kata untuk seseorang yang berdiri sendirian di hadapan perbuatannya, dan tidak satu ayat pun menghubungkan keduanya. Dua surah berdekatan memakai satu sebutan untuk seseorang yang berdiri sendirian di hadapan perbuatannya. Dua tempat yang berdekatan itu tidak pernah saling menyebut, dan pembacanya yang menghubungkannya.
  • Kata keduanya berbentuk tunggal, sedangkan yang dilukiskan seluruh manusia pada hari itu. Perbuatannya dinyatakan Allah dikerjakan masing-masing, bukan bersama-sama. Sebuah kerumunan yang lari bersama masih menyisakan kebersamaan; yang dilukiskan di sini justru setiap orang lari sendiri-sendiri, dan bentuk tunggal itulah yang menyatakannya. Bentuk tunggal untuk kerumunan menyatakan kesendirian tanpa satu kata yang menyebut sendiri. Kesendirian yang dinyatakan lewat bentuk terasa lebih dingin daripada yang dinyatakan lewat kata.
  • Kata terakhirnya memakai kata ganti kepemilikan, sehingga yang ditinggalkan disebut sebagai miliknya sendiri. Akarnya dipakai Allah di 80 ayat, antara lain 2:220, 4:11, 7:65, 20:30, dan 49:10. Yang ditinggalkan bukan orang asing, melainkan pihak yang sepanjang hidupnya disebut sebagai bagian dari dirinya sendiri. Yang ditinggalkan disebut sebagai miliknya, dan sebutan itu membuat perpisahannya terasa lebih berat. Kepemilikan yang disebut justru di saat perpisahan menajamkan gambarannya.
  • Ayat ini membuka daftar tiga ayat, yaitu 80:34 sampai 80:36, yang menyebut enam pihak yang ditinggalkan. Daftarnya dibuka Allah dengan saudara, bukan dengan orang tua, lalu bergerak ke orang tua, istri, dan anak. Jadi jaraknya justru makin dekat, dan Al-Qur'an tidak menerangkan urutan itu dengan satu kalimat pun. Daftar yang bergerak makin dekat menaruh yang paling dekat di ujung, tempat yang paling menyakitkan. Urutan yang makin dekat menyimpan yang paling berat untuk disebut paling akhir.
  • Al-Qur'an tidak menerangkan mengapa yang dilarikan justru keluarga sendiri. Di 33:16 Allah menyatakan lari dari kematian tidak berguna, dan di sini lari itu tidak disebut berguna maupun sia-sia. Apa yang harus dirasakan seseorang pada hari ketika yang paling ingin dijauhinya bukan bahaya, melainkan orang-orang yang paling dikasihinya? Lari yang tidak disebut berguna maupun sia-sia dibiarkan berdiri sebagai gambaran, bukan penilaian. Gambaran yang tidak dinilai menyerahkan penilaiannya kepada yang membacanya.