يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ

Pada hari manusia lari dari saudaranya,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِyawma yafirru l-mar'u min akhiihipada hari manusia lari dari saudaranya

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. يَوْمَyawmahari
  2. يَفِرُّyafirrulari
  3. الْمَرْءُl-mar'uorang itu
  4. مِنْmindari
  5. أَخِيهِakhiihisaudaranya

Inti bacaan

Akar ف-ر-ر tercatat di sepuluh ayat, dan tulisan yafirru di 80:34 saja. Lema al-mar' tercatat di empat ayat, 2:102, 8:24, 78:40, dan 80:34, dan gabungan min akhiihi di 2:178 dan 80:34.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka (يَوْمَ, yawma) yang berarti "pada hari", lalu (يَفِرُّ, yafirru) yang berarti "lari", (الْمَرْءُ, l-mar'u) yang diterjemahkan "manusia", dan (مِنْ أَخِيهِ, min akhiihi) yang berarti "dari saudaranya". Kata yawma menyambungkan ayat ini dengan 80:33, sehingga ayat ini menerangkan apa yang terjadi ketika peristiwa itu datang.

Akar ف-ر-ر tercatat di sepuluh ayat, dan tulisan yafirru di 80:34 saja. Di enam ayat yang dilarikan sesuatu yang menakutkan, yaitu musuh di 26:21, singa di 74:51, kematian di 33:16 dan 62:8, pertempuran di 33:13, dan pemandangan yang menggentarkan di 18:18. Di 26:21 Musa berkata (فَفَرَرْتُ مِنْكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ, fa-farartu minkum lammaa khiftukum) yang berarti "lalu aku lari dari kalian karena takut kepada kalian". Di 80:34 yang dilarikan saudara sendiri. Tiga ayat lain memakai akar itu untuk lari kepada Allah di 51:50, lari dari seruan Nuh di 71:6, dan pertanyaan tentang tempat lari di 75:10. Di ayat terakhir itu akar yang sama membentuk kata tempat, (أَيْنَ الْمَفَرُّ, ayna l-mafarru) yang berarti "ke manakah tempat lari", dan kata itu diucapkan manusia pada hari kiamat.

Susunan yawma yang langsung disusul kata kerja masa kini juga dipakai di 78:38, 78:40, 79:6, dan 79:35, sehingga tiga surah berurutan, 78, 79, dan 80, melukiskan hari itu dengan susunan yang sama.

Kata (الْمَرْءُ, l-mar'u) tercatat di empat ayat, 2:102, 8:24, 78:40, dan 80:34. Terjemahan ini memakai "manusia" untuknya di 8:24, 78:40, dan 80:34, kata yang sama yang dipakai untuk (الْإِنْسَانُ, l-insaanu) di 80:17 dan 80:24, padahal kata Arabnya berbeda. Di 78:40 susunannya sejajar dengan ayat ini, (يَوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ, yawma yanzhuru l-mar'u) yang berarti "pada hari manusia melihat", disusul apa yang telah dikerjakan tangannya. Dua ayat lainnya, 2:102 dan 8:24, memakai kata itu dalam susunan "di antara al-mar' dan ...".

Tulisan akhiihi tercatat di sembilan ayat, antara lain 5:30 dan 5:31 tentang anak Adam yang membunuh saudaranya, 12:64, 12:70, dan 12:76 tentang Yusuf dan saudaranya, serta 49:12 tentang memakan daging saudara yang sudah mati. Rangkaian min akhiihi tercatat di dua ayat, 2:178 dan 80:34. Kata saudara sebagai lema tercatat di 69 ayat.

Kata kerja yafirru berbentuk tunggal, sama dengan l-mar'u. Hari itu menimpa semua orang, tetapi perbuatannya dituturkan sebagai perbuatan satu orang, dan 80:37 menyambungnya dengan "setiap orang dari mereka". Kata kerja ini juga berlaku bagi 80:35 dan 80:36, karena kedua ayat itu tidak membawa kata kerja baru.

Tafsiran

Ayat ini melukiskan hari kiamat lewat perbuatan seseorang terhadap keluarganya sendiri. Di 80:34-36 disebut lima pihak, saudara, ibu, bapak, istri, dan anak-anak, dan semuanya dilarikan dengan satu kata kerja.

Sebab lari itu tidak diterangkan di ayat ini, tetapi 80:37 menjawabnya, (لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ, li-kulli mri'in minhum yawma'idzin sya'nun yughniihi) yang berarti "setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya". Tujuan lari juga tidak disebut di sini. Surah 75 menjawabnya lewat pertanyaan manusia di 75:10 tentang tempat lari, yang dibalas di 75:11-12 bahwa tidak ada tempat berlindung dan kepada Tuhanmulah tempat menetap pada hari itu. Keadaan pihak yang dilarikan pun tidak disebut, apakah mereka memanggil, mengejar, atau juga lari. Ayat ini melukiskan satu orang, dan 80:37 menyatakan bahwa setiap orang dari mereka sibuk dengan urusannya sendiri, sehingga pihak yang dilarikan berada dalam keadaan yang sama.

Pembuka surah ini berkisah tentang seseorang yang berpaling dari orang yang datang kepadanya di 80:1-10. Di akhir surah setiap orang lari dari keluarganya sendiri. Al-Qur'an tidak menyandingkan kedua peristiwa itu, tetapi keduanya berada di surah yang sama, dan yang kedua menimpa semua orang tanpa kecuali.

Renungan dan Hikmah

  • Satu ayat dari akar ini menyebut tujuan lari, 51:50, (فَفِرُّوا, fa-firruu) yang berarti "maka berlarilah" (إِلَى اللَّهِ, ilaa llaahi) yang berarti "kepada Allah". Di 80:34 lari disebut dari siapa, dan tujuannya tidak disebut, sedangkan 75:12 menyatakan tempat menetap pada hari itu ada pada Tuhan. Lari yang di 51:50 diperintahkan masih dapat diarahkan sekarang. Pada hari kiamat arah itu sudah tidak dipilih lagi, karena semua berakhir di hadapan-Nya. Ke mana lari itu diarahkan selagi arahnya masih dapat dipilih?
  • Ayat 62:8 memuat (قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ, qul inna l-mawta lladzii tafirruuna minhu fa-innahu mulaaqiikum) yang berarti "katakanlah, sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya pasti akan menemui kalian", lalu manusia dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Di dunia orang lari dari yang mengancamnya, dan yang dilarikannya tetap menemuinya. Di 80:34 orang lari dari yang paling dekat dengannya, dan menurut 75:12 tempat menetapnya pada hari itu ada pada Tuhan yang sama.
  • Rangkaian yang sama dipakai di 2:178 dalam hukum kisas, (فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ, fa-man 'ufiya lahu min akhiihi syay'un) yang berarti "maka siapa yang mendapat maaf dari saudaranya". Allah menyebut keluarga orang yang terbunuh sebagai saudara bagi pembunuhnya, dan maaf mengalir dari saudara itu. Di 80:34 rangkaian min akhiihi menunjuk pihak yang dilarikan, dan tidak ada sebutan tentang maaf di antara keduanya. Di dunia saudara dapat menjadi sumber maaf, sedangkan pada hari itu saudara berada di antara pihak yang ditinggalkan.
  • Di 8:24 disebut (يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ, yahuulu bayna l-mar'i wa-qalbihi) yang berarti "membatasi antara manusia dengan hatinya", dan pelakunya Allah. Di 2:102 sihir dipakai untuk memisahkan seseorang dari istrinya. Di kedua ayat itu yang memisahkan datang dari luar diri orang itu. Di 80:34 tidak ada pihak yang disebut memisahkan, dan orang itu sendiri yang lari. Ayat 8:24 ditutup dengan pernyataan bahwa kepada-Nya kalian akan dikumpulkan, hari yang sama dengan yang dilukiskan ayat ini.
  • Di 74:49 Allah bertanya (فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ, fa-maa lahum 'ani t-tadzkirati mu'ridhiina) yang berarti "maka mengapa mereka berpaling dari peringatan", lalu melukiskan mereka seperti keledai liar yang lari dari singa di 74:50-51. Surah ini menyebut dirinya peringatan di 80:11, (كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ, kallaa innahaa tadzkiratun). Akar yang dipakai untuk keledai itu dipakai lagi di 80:34 untuk manusia pada hari kiamat. Di dunia orang masih dapat memilih berpaling dari peringatan atau menyambutnya, sedangkan lari di 80:34 tidak dituturkan sebagai pilihan.
  • Kata al-mar'u di 78:40 disusul (مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ, maa qaddamat yadaahu) yang berarti "apa yang didahulukan oleh kedua tangannya". Pada hari yang sama, orang yang lari dari saudara, ibu, bapak, istri, dan anak-anaknya menghadapi perbuatannya sendiri. Keluarga dapat ditinggalkan, sedangkan apa yang didahulukan tangannya tetap berada di depan matanya. Allah memperlihatkan keduanya di dua surah yang berdekatan, 78:40 dan 80:34, dengan kata yang sama untuk orang itu.