وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ
Dan dari istrinya dan anak-anaknya.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِwa-shaahibatihi wa-baniihidan dari istrinya dan anak-anaknya
Terjemahan per kata (2 kata)
- وَصَاحِبَتِهِwa-shaahibatihidan istrinya
- وَبَنِيهِwa-baniihidan anak-anaknya
Inti bacaan
Puncak keterputusan pada keluarga inti: 'dan dari istrinya dan anak-anaknya', daftar yang mencapai unit keluarga terdekat, menegaskan bahwa pada momen tersebut, fokus personal mengalahkan semua ikatan sosial betapa pun dekatnya.
Penjelasan pilihan kata
Kata (وَصَاحِبَتِهِ, wa shaahibatihi) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 70:12 dan 80:36. Di 70:12 kata itu berdiri di dalam daftar yang mirip, yaitu orang-orang yang ingin ditebus seorang pendosa dengan dirinya.
Bandingkan dua daftar itu. Di 70:11 sampai 70:14 seseorang ingin menebus dirinya dengan anak, istri, saudara, dan seluruh penghuni bumi. Di sini ia justru lari dari mereka.
Dua gambaran itu berlawanan arah tetapi bertemu di satu titik. Yang satu menyerahkan mereka, yang lain meninggalkan mereka. Keduanya sama-sama memutus hubungan.
Al-Qur'an tidak menyandingkan dua tempat itu dengan satu kalimat pun. Yang menyandingkannya cuma kata yang sama, yang cuma hidup di dua ayat.
Kata (وَبَنِيهِ, wa baniihi) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 150 ayat, antara lain 2:40, 5:32, 7:26, 17:70, dan 36:60.
Kata (وَبَنِيهِ, wa baniihi) berbentuk jamak, berbeda dari lima pihak lain di daftarnya yang berbentuk tunggal. Jadi ia satu-satunya yang disebut lebih dari satu.
Kata (وَصَاحِبَتِهِ, wa shaahibatihi) berbentuk perempuan tunggal, berbeda dari lima pihak lain yang tidak memakai bentuk itu. Jadi ia satu-satunya yang disebut dengan bentuk perempuan.
Dua kekhususan itu berkumpul di satu ayat. Ayat ini menyebut satu-satunya pihak berbentuk perempuan dan satu-satunya pihak berbentuk jamak, dan keduanya berdampingan.
Akar (وَصَاحِبَتِهِ, wa shaahibatihi) dipakai di 89 ayat, antara lain 4:36, 9:40, 18:37, 53:2, dan 68:48. Di banyak tempat akar itu menamai teman seperjalanan atau penghuni suatu tempat.
Jadi akar (وَصَاحِبَتِهِ, wa shaahibatihi) yang biasanya menamai kebersamaan di sini dipakai untuk pihak yang ditinggalkan. Sebutan yang isinya menemani dipakai justru di saat perpisahan.
Ayat ini menutup daftar enam pihak. Sesudahnya, 80:37 memberi alasan mengapa seluruhnya ditinggalkan, dan alasannya cuma satu kalimat.
Perhatikan bahwa daftarnya tidak menyebut harta, kedudukan, atau kawan di luar keluarga. Yang disebut seluruhnya hubungan darah dan pernikahan, yaitu ikatan yang paling tidak bisa dilepaskan di dunia.
Perhatikan pula bahwa enam pihak di daftar ini disebut dalam tiga ayat yang makin pendek. Ayat pertamanya lima kata, dua berikutnya cuma dua kata.
Pemendekan itu mempercepat iramanya. Pembacanya melintasi tiga pasang nama dengan tempo yang makin cepat, seolah larinya sendiri yang sedang dilukiskan.
Al-Qur'an tidak menandai irama itu. Yang bisa dibaca cuma bahwa panjang ayatnya menyusut persis ketika yang dilukiskan adalah gerak menjauh yang makin cepat.
Tafsiran
Ayat ini menutup daftar dengan istri dan anak-anak. Kata pertamanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 70:12 dan 80:36, dan di 70:12 ia berdiri di dalam daftar yang mirip.
Di 70:11 sampai 70:14 seseorang ingin menebus dirinya dengan anak, istri, saudara, dan seluruh penghuni bumi, sedangkan di sini ia justru lari dari mereka. Dua gambaran itu berlawanan arah tetapi bertemu di satu titik, karena keduanya sama-sama memutus hubungan.
Kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 150 ayat, antara lain 2:40, 5:32, 7:26, 17:70, dan 36:60. Ia berbentuk jamak, berbeda dari lima pihak lain di daftarnya yang berbentuk tunggal.
Kata pertamanya berbentuk perempuan tunggal, berbeda dari lima pihak lain, sehingga ayat ini menyebut satu-satunya pihak berbentuk perempuan dan satu-satunya pihak berbentuk jamak sekaligus. Akarnya dipakai di 89 ayat, antara lain 4:36, 9:40, 18:37, 53:2, dan 68:48.
Daftarnya tidak menyebut harta, kedudukan, atau kawan di luar keluarga. Enam pihak di daftar ini disebut dalam tiga ayat yang makin pendek: ayat pertamanya lima kata, dan dua berikutnya cuma dua kata. Pemendekan itu mempercepat iramanya persis ketika yang dilukiskan adalah gerak menjauh.
Renungan dan Hikmah
- Kata pertamanya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an: 70:12 dan 80:36. Di 70:11 sampai 70:14 seseorang ingin menebus dirinya dengan anak, istri, saudara, dan seluruh penghuni bumi, sedangkan di sini ia lari dari mereka. Dua gambaran itu berlawanan arah tetapi bertemu di satu titik, karena keduanya sama-sama memutus hubungan. Al-Qur'an tidak menyandingkan keduanya dengan satu kalimat pun. Menyerahkan dan meninggalkan sama-sama memutus, dan keduanya dinamai dengan satu sebutan. Dua jalan yang berbeda menuju satu akibat yang sama dinamai dengan satu sebutan.
- Kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai Allah di 150 ayat, antara lain 2:40, 5:32, 7:26, 17:70, dan 36:60. Ia berbentuk jamak, berbeda dari lima pihak lain di daftarnya yang berbentuk tunggal. Jadi ia satu-satunya yang disebut lebih dari satu, dan perbedaan itu terbawa cuma di dalam bentuk katanya. Satu-satunya yang jamak di antara enam pihak menandai bahwa yang ditinggalkan bukan cuma perorangan. Bentuk jamak di tengah lima bentuk tunggal menandai yang paling banyak ditinggalkan.
- Kata pertamanya berbentuk perempuan tunggal, berbeda dari lima pihak lain di daftarnya. Jadi ia satu-satunya yang disebut Allah dengan bentuk perempuan. Dua kekhususan itu berkumpul di satu ayat, karena ayat ini menyebut satu-satunya pihak berbentuk perempuan dan satu-satunya pihak berbentuk jamak, dan keduanya berdampingan. Satu-satunya yang berbentuk perempuan berdiri tepat di sebelah satu-satunya yang jamak. Dua kekhususan yang berkumpul di satu ayat menandai ayat itu sebagai puncak daftarnya.
- Akar kata pertamanya dipakai Allah di 89 ayat, antara lain 4:36, 9:40, 18:37, 53:2, dan 68:48, dan di banyak tempat akar itu menamai teman seperjalanan atau penghuni suatu tempat. Jadi akar yang biasanya menamai kebersamaan di sini dipakai untuk pihak yang ditinggalkan. Sebutan yang isinya menemani dipakai justru di saat perpisahan. Sebutan yang isinya menemani dipakai justru di ayat tentang perpisahan yang paling jauh. Sebutan yang isinya bertentangan dengan keadaannya membuat perpisahannya terasa lebih tajam.
- Daftar enam pihak ini tidak menyebut harta, kedudukan, atau kawan di luar keluarga. Yang disebut Allah seluruhnya hubungan darah dan pernikahan, yaitu ikatan yang paling tidak bisa dilepaskan di dunia. Yang paling erat justru yang dipilih untuk melukiskan perpisahan, dan pilihan itu tidak diterangkan di ayat mana pun. Ikatan darah dan pernikahan dipilih karena keduanya paling tidak bisa dilepaskan di dunia. Yang paling erat dipilih justru untuk melukiskan apa yang paling mudah putus pada hari itu.
- Ayat ini menutup daftar enam pihak, dan 80:37 memberi alasan mengapa seluruhnya ditinggalkan dengan cuma satu kalimat. Tiga ayat dipakai Allah untuk menyebut siapa yang ditinggalkan, dan satu ayat untuk menerangkan sebabnya. Apa yang dinyatakan sebuah susunan ketika sebab yang sependek itu cukup untuk memutus enam ikatan yang paling erat? Sebab yang sependek satu ayat cukup untuk memutus daftar yang butuh tiga ayat untuk disebut. Perbandingan panjang antara sebab dan akibat menunjukkan mana yang lebih menentukan.