لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ

Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِli-kulli mri'in minhum yawma'idzin sya'nun yughniihisetiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. لِكُلِّli-kullibagi setiap
  2. امْرِئٍmri'inseseorang
  3. مِنْهُمْminhumdari mereka
  4. يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
  5. شَأْنٌsya'nunurusan
  6. يُغْنِيهِyughniihimencukupkannya

Inti bacaan

Penjelasan alasan keterputusan ini: 'setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya', pengakuan bahwa bukan ketiadaan kasih sayang, melainkan urgensi personal yang begitu besar hingga mengalahkan perhatian terhadap orang lain.

Penjelasan pilihan kata

Kata (شَأْنٌ, sya-nun) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya cuma dipakai di 4 ayat, sehingga ia termasuk kata yang jarang.

Kata (يُغْنِيهِ, yughniihi) juga muncul 1 kali. Akarnya dipakai di 72 ayat, antara lain 2:263, 9:28, 24:32, 47:38, dan 93:8.

Akar (يُغْنِيهِ, yughniihi) muncul di dua ayat di surah ini: 80:5 dan 80:37. Di 80:5 akar itu dipakai untuk orang yang merasa cukup, dan di sini untuk urusan yang benar-benar mencukupkan.

Bandingkan dua tempat itu. Yang pertama kecukupan yang cuma disangka, yang kedua kecukupan yang memaksa. Jarak antara keduanya tiga puluh dua ayat, dan Al-Qur'an tidak menyambungkannya.

Perbandingan itu menutup satu lingkaran di dalam surahnya. Orang yang merasa tidak butuh apa-apa di 80:5 akan sampai pada hari ketika satu urusan sudah cukup memenuhi seluruh perhatiannya.

Kata (لِكُلِّ, li-kulli) memakai huruf yang menyatakan bagi siapa. Cakupannya ditentukan satu huruf saja, dan tidak ada satu kata penegas pun yang menguatkannya.

Kata (كُلِّ, kulli) berasal dari akar yang dipakai di 355 ayat, antara lain 2:20, 6:102, 21:33, 39:62, dan 55:29. Jadi kata yang menyatakan keseluruhan salah satu yang paling sering muncul.

Kata (مِنْهُمْ, minhum) memakai kata ganti jamak, sehingga yang dimaksud seluruh orang yang disebut sebelumnya. Enam pihak di 80:34 sampai 80:36 tercakup di dalamnya.

Perhatikan bahwa yang mencukupkan disebut sebagai urusan, bukan sebagai siksa atau ketakutan. Kata yang dipakai netral, dan Al-Qur'an tidak menerangkan urusan apa.

Ketiadaan keterangan itu membuat cakupannya luas. Urusan tiap orang tidak sama, dan yang dinyatakan cuma bahwa apa pun urusannya, ia sudah cukup untuk menyita seluruh perhatiannya.

Kata (يُغْنِيهِ, yughniihi) memakai kata ganti objek yang menunjuk orang di depannya. Jadi urusan itu diikat kepada pemiliknya sendiri, bukan kepada orang lain.

Ayat ini memberi alasan bagi tiga ayat sebelumnya. Yang membuat enam ikatan terputus bukan kebencian, melainkan kesibukan yang tidak menyisakan ruang bagi siapa pun.

Perhatikan pula bahwa ayat yang ditutup (يُغْنِيهِ, yughniihi) ini tidak menyalahkan siapa pun. Tidak ada sebutan tentang dosa, dan tidak ada tentang hukuman. Yang disebut cuma keadaan.

Ketiadaan tuduhan itu tidak meringankan gambarannya. Sebuah keadaan yang tidak dituduhkan juga tidak bisa dibantah, dan tidak ada pihak yang bisa diajak berdebat tentangnya.

Susunan seperti itu jarang di tengah gambaran hari kiamat. Yang dilukiskan bukan siksa yang ditimpakan, melainkan perhatian yang habis dengan sendirinya.

Perpisahan yang lahir dari kesibukan lebih sunyi daripada perpisahan yang lahir dari permusuhan. Tidak ada yang perlu diucapkan, dan tidak ada yang perlu dibantah.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan sebab keterasingan tersebut: setiap orang tenggelam dalam urusannya sendiri. Ayat ini memberi alasan perpisahan tadi: tiap orang punya urusan yang mencukupkannya. Kata keempatnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya cuma dipakai di 4 ayat.

Kata terakhirnya juga muncul 1 kali, dan akarnya dipakai di 72 ayat, antara lain 2:263, 9:28, 24:32, 47:38, dan 93:8. Akar itu muncul di dua ayat di surah ini: 80:5 dan 80:37, yaitu untuk orang yang merasa cukup dan untuk urusan yang benar-benar mencukupkan.

Jadi yang pertama kecukupan yang cuma disangka dan yang kedua kecukupan yang memaksa, dan jarak antara keduanya tiga puluh dua ayat. Perbandingan itu menutup satu lingkaran di dalam surahnya.

Kata pertamanya memakai huruf yang menyatakan bagi siapa, sehingga cakupannya ditentukan satu huruf saja. Akar kata keduanya dipakai di 355 ayat, antara lain 2:20, 6:102, 21:33, 39:62, dan 55:29.

Yang mencukupkan disebut sebagai urusan, bukan sebagai siksa atau ketakutan, dan Al-Qur'an tidak menerangkan urusan apa. Ayat ini tidak menyalahkan siapa pun: tidak ada kata yang menyebut dosa, dan tidak ada yang menyebut hukuman. Yang dilukiskan bukan siksa yang ditimpakan, melainkan perhatian yang habis dengan sendirinya, dan perpisahan yang lahir dari kesibukan lebih sunyi daripada yang lahir dari permusuhan.

Renungan dan Hikmah

  • Akar kata terakhirnya muncul di dua ayat di surah ini: 80:5 dan 80:37. Di 80:5 Allah memakainya untuk orang yang merasa cukup, dan di sini untuk urusan yang benar-benar mencukupkan. Yang pertama kecukupan yang cuma disangka, yang kedua kecukupan yang memaksa. Jarak antara keduanya tiga puluh dua ayat, dan Al-Qur'an tidak menyambungkannya dengan satu kalimat pun. Dua ujung yang berjauhan di satu surah dinamai dengan akar yang sama tanpa satu penghubung. Jarak tiga puluh dua ayat tidak menghapus kesamaan bunyi di antara keduanya.
  • Perbandingan itu menutup satu lingkaran di dalam surahnya. Orang yang merasa tidak butuh apa-apa di 80:5 akan sampai pada hari ketika satu urusan sudah cukup memenuhi seluruh perhatiannya. Allah tidak menyatakan hubungan itu, dan yang menghubungkannya cuma satu akar yang muncul dua kali di ujung yang berjauhan. Sebuah lingkaran yang tertutup di dalam surahnya cuma terlihat oleh pembaca yang mengingat awalnya. Awal dan akhir sebuah surah sering menyimpan jawaban bagi satu sama lain.
  • Kata pertamanya memakai huruf yang menyatakan bagi siapa, sehingga cakupannya ditentukan satu huruf saja tanpa satu kata penegas pun. Akar kata keduanya dipakai Allah di 355 ayat, antara lain 2:20, 6:102, 21:33, 39:62, dan 55:29, sehingga kata yang menyatakan keseluruhan salah satu yang paling sering muncul. Di sini keduanya bergabung dan tidak menyisakan pengecualian. Cakupan yang dibawa satu huruf bekerja sama luasnya dengan cakupan yang diucapkan panjang. Satu huruf bisa memikul cakupan yang biasanya butuh satu kalimat penuh.
  • Yang mencukupkan disebut sebagai urusan, bukan sebagai siksa atau ketakutan. Kata yang dipakai Allah netral, dan Al-Qur'an tidak menerangkan urusan apa. Ketiadaan keterangan itu membuat cakupannya luas, karena urusan tiap orang tidak sama. Yang dinyatakan cuma bahwa apa pun urusannya, ia sudah cukup untuk menyita seluruh perhatiannya. Sebutan yang netral membiarkan pembacanya mengisi sendiri apa yang paling mungkin menyitanya. Apa yang paling mungkin menyita seseorang berbeda-beda, dan ayatnya membiarkannya begitu.
  • Kata keempatnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya cuma dipakai Allah di 4 ayat, sehingga ia termasuk kata yang jarang. Bagian penutup surah ini memang dipenuhi kata yang hampir tidak dipakai di tempat lain. Kosakata yang tidak punya banding membuat gambarannya sulit disamakan dengan gambaran mana pun. Kosakata yang tidak punya banding membuat gambarannya tidak bisa disamakan dengan gambaran mana pun. Sesuatu yang tidak bisa dibandingkan juga tidak bisa dikecilkan.
  • Ayat ini memberi alasan bagi tiga ayat sebelumnya, dan yang membuat enam ikatan terputus bukan kebencian melainkan kesibukan yang tidak menyisakan ruang bagi siapa pun. Kata terakhirnya memakai kata ganti objek yang menunjuk orang di depannya, sehingga urusan itu diikat Allah kepada pemiliknya sendiri. Apa yang lebih memutuskan sebuah hubungan, permusuhan atau perhatian yang habis tanpa sisa? Perhatian yang habis memutus lebih banyak daripada permusuhan yang paling keras sekalipun. Yang memutus tanpa suara meninggalkan lebih sedikit jejak, dan lebih sulit diperbaiki.