لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِli-kulli mri'in minhum yawma'idzin sya'nun yughniihisetiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya
Terjemahan per kata (6 kata)
- لِكُلِّli-kullibagi setiap
- امْرِئٍmri'inseseorang
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
- شَأْنٌsya'nunurusan
- يُغْنِيهِyughniihimencukupkannya
Inti bacaan
Sebab orang-orang itu lari menyusul sesudah daftarnya, yakni kesibukan masing-masing di hari itu. Akar kata kerjanya muncul juga di 80:5, pada orang yang menganggap diri tak butuh.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka (لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ, li-kulli mri'in minhum) yang berarti "bagi setiap orang dari mereka". Susunan dengan huruf li- itu tercatat di dua ayat, 24:11 dan 80:37. Gabungan kata setiap dan orang tercatat di lima ayat, yaitu 24:11, 52:21, 70:38, 74:52, dan 80:37. Di 70:38 dan 74:52 gabungan itu diikuti keinginan, misalnya (بَلْ يُرِيدُ كُلُّ امْرِئٍ مِنْهُمْ, bal yuriidu kullu mri'in minhum) yang berarti "bahkan setiap orang dari mereka ingin" di 74:52, sedangkan di ayat ini gabungan itu diikuti urusan.
Kata (امْرِئٍ, mri'in) yang berarti "seseorang" berakar م-ر-أ, akar yang sama dengan (الْمَرْءُ, l-mar'u) yang berarti "orang itu" di 80:34. Kata (مِنْهُمْ, minhum) yang berarti "dari mereka" menunjuk kepada semua yang disebut di 80:34-36, orang yang lari beserta lima orang yang ditinggalkannya. Keterangan (يَوْمَئِذٍ, yawma'idzin) yang berarti "pada hari itu" muncul di sini untuk pertama kalinya dalam surah ini, lalu diulang di 80:38 dan 80:40.
Kata (شَأْنٌ, sya'nun) yang berarti "urusan" berasal dari akar ش-أ-ن, yang tercatat di empat ayat. Di 10:61 akar itu dipakai untuk urusan manusia yang disaksikan Allah, (وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ, wa-maa takuunu fii sya'nin) yang berarti "dan engkau tidak berada dalam suatu urusan". Di 24:62 akar itu dipakai untuk keperluan orang yang meminta izin pergi dari urusan bersama. Di 55:29 akar itu dipakai untuk Allah, (كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ, kulla yawmin huwa fii sya'nin) yang berarti "setiap saat Dia dalam suatu urusan". Di 80:37 kata itu tidak bersandang al- dan tidak disifati, sehingga isi urusannya tidak disebut.
Kata (يُغْنِيهِ, yughniihi) yang berarti "mencukupkannya" berasal dari akar غ-ن-ي, yang tercatat di 72 ayat. Di 4:130, 9:28, 24:32, dan 24:33 kata kerja ini mengenai orang dengan Allah sebagai pelakunya, misalnya (يُغْنِ اللَّهُ كُلًّا مِنْ سَعَتِهِ, yughni llaahu kullan min sa'atihi) yang berarti "Allah akan mencukupkan masing-masing dari kelapangan-Nya" di 4:130. Di 80:37 pelakunya urusan itu. Urusan itu mencukupi orangnya sampai tidak tersisa perhatian untuk orang lain. Terjemahan ini menambahkan kata "menyibukkan" supaya makna cukup itu terbaca sebagai kesibukan, sedangkan kata Arabnya berarti mencukupi.
Akar yang sama muncul di awal surah, di 80:5, dalam (أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ, ammaa mani staghnaa) yang berarti "adapun orang yang merasa dirinya serba cukup". Bentuk yang dipakai di 80:5 tercatat di empat ayat, yaitu 64:6, 80:5, 92:8, dan 96:7. Di 64:6 pelakunya Allah, dan di tiga ayat lain pelakunya manusia. Dalam surah ini akar غ-ن-ي tercatat di 80:5 dan 80:37 saja. Di awal surah seseorang merasa cukup dengan dirinya, dan di hari itu setiap orang dicukupkan oleh urusannya.
Tafsiran
Ayat ini memberi alasan pelarian di 80:34-36. Alasan itu tidak menyebut benci, takut, atau malu, dan urusan masing-masing orang disebut sebagai penyebabnya. Di 70:10, tepat sebelum daftar serupa di 70:11-14, keadaan yang dekat digambarkan dengan (وَلَا يَسْأَلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا, wa-laa yas'alu hamiimun hamiiman) yang berarti "dan tidak ada seorang teman setia menanyakan temannya". Surah 70 meletakkan keterangan itu sebelum daftar keluarga, sedangkan surah ini meletakkan alasannya sesudah daftar, sehingga pembaca lebih dahulu melihat orang yang lari lalu diberi tahu sebabnya.
Ayat ini juga membalik keadaan di awal surah. Di 80:5-10 ada orang yang merasa serba cukup lalu diberi perhatian, dan ada orang yang datang dengan bersegera dan takut lalu diabaikan. Perhatian di sana diberikan kepada orang yang merasa cukup, dan di hari itu perhatian setiap orang habis untuk dirinya sendiri. Isi urusan itu tidak disebut, dan 80:38-42 langsung menggambarkan dua golongan wajah, sehingga isi urusan itu terbaca dari akhir yang dihadapi masing-masing. Keterangan pada hari itu, yang dimulai di ayat ini, mengikat 80:37, 80:38, dan 80:40 ke hari yang sama, sehingga urusan setiap orang dan wajah kedua golongan digambarkan terjadi bersamaan.
Renungan dan Hikmah
- Kata urusan di ayat ini juga dipakai di 10:61, yang menyatakan bahwa dalam urusan apa pun engkau berada, Allah menjadi saksi ketika urusan itu dikerjakan, dan tidak ada yang luput dari Tuhan walaupun seberat zarah. Urusan yang di 80:37 menyita setiap orang pada hari itu tidak disebut isinya. Dibaca bersama 10:61, urusan hari itu tidak datang dari kekosongan, karena setiap urusan selama hidup sudah disaksikan. Kesibukan di hari itu dapat dibaca sebagai kelanjutan dari kesibukan sekarang, dengan saksi yang sama sejak awal.
- Seluruh penghuni langit dan bumi di 55:29 meminta kepada Allah, dan ayat itu ditutup dengan keterangan bahwa setiap saat Dia dalam suatu urusan. Manusia di 80:37 tenggelam dalam urusannya sampai tidak sanggup menoleh kepada ibunya, sedangkan urusan Allah meliputi semua yang meminta kepada-Nya. Kata urusan dipakai untuk keduanya, dan jangkauannya berbeda jauh. Kalau di hari itu setiap orang tersita oleh dirinya sendiri, kepada siapa lagi seseorang dapat meminta selain kepada Dia yang setiap saat dalam urusan?
- Manusia di 96:6-7 disebut melampaui batas (أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَىٰ, an ra'aahu staghnaa) yang berarti "ketika melihat dirinya serba cukup", dan 96:8 menyusulkan bahwa kepada Tuhanmulah tempat kembali. Surah 80 menempuh urutan yang serupa dengan akar yang sama. Di 80:5 ada orang yang merasa serba cukup, dan 80:7 menyebut kemungkinan dia tidak menyucitumbuhkan diri, lalu di 80:37 setiap orang dicukupkan oleh urusannya. Rasa cukup yang di dunia membuat seseorang tidak merasa perlu menyucitumbuhkan diri berganti di hari itu menjadi kecukupan yang memisahkan dia dari semua orang.
- Kata kerja yang sama dipakai di 24:32 dengan Allah sebagai pelaku, (يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ, yughnihimu llaahu min fadhlihi) yang berarti "Allah akan mencukupkan mereka dengan karunia-Nya", untuk orang-orang miskin yang dinikahkan. Di sana kecukupan datang dari Allah dan membuat orang dapat membentuk keluarga. Di 80:37 kecukupan datang dari urusan hari itu dan membuat orang meninggalkan keluarganya. Membaca kedua ayat bersama memperlihatkan bahwa kata yang sama dapat menyatukan dan memisahkan, tergantung pada siapa atau apa yang mencukupkan.
- Gabungan setiap orang dari mereka di 74:52 dan 70:38 diikuti keinginan. Di 74:52 setiap orang ingin diberi lembaran-lembaran yang terbuka, dan di 70:38 setiap orang ingin dimasukkan ke taman kenikmatan. Keduanya menggambarkan keinginan orang yang berpaling dari peringatan atau kufur, menurut 74:49 dan 70:36. Di 80:37 gabungan yang sama diikuti urusan yang mencukupi, dan keinginan tidak disebut lagi. Selama hidup keinginan masih dapat diarahkan kepada Tuhan, dan di hari itu yang tersisa bagi setiap orang berupa urusannya.
- Allah membuat perumpamaan di 66:10 tentang istri Nuh dan istri Lut, yang berada di bawah dua hamba yang saleh lalu berkhianat. Ayat itu menyatakan (فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا, fa-lam yughniyaa 'anhumaa mina llaahi syay'an) yang berarti "maka keduanya tidak dapat menolong keduanya sedikit pun dari Allah", dengan akar yang sama dengan yughniihi. Suami yang saleh tidak mencukupi istrinya di hadapan Allah, dan di 80:37 setiap orang dicukupi urusannya sendiri. Kedua ayat menunjukkan bahwa kecukupan di hadapan Allah tidak berpindah dari suami kepada istri, atau dari satu orang kepada orang lain.