وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌ
Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُسْفِرَةٌwujuuhun yawma'idzin musfiratunwajah-wajah pada hari itu berseri-seri
Terjemahan per kata (3 kata)
- وُجُوهٌwujuuhunwajah-wajah
- يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
- مُسْفِرَةٌmusfiratuncerah
Inti bacaan
Wajah yang bahagia dilukiskan dengan kata yang sepola dengan terangnya pagi di 74:34. Surah 75, 80, dan 88 masing-masing memuat frasa pembukanya dua kali.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini terdiri atas tiga kata, (وُجُوهٌ, wujuuhun) yang berarti "wajah-wajah", (يَوْمَئِذٍ, yawma'idzin) yang berarti "pada hari itu", dan (مُسْفِرَةٌ, musfiratun) yang berarti "cerah". Kata wajah-wajah berbentuk jamak dan tidak bersandang al-, dan 80:40 membuka kelompok wajah yang lain dengan kata yang sama, sehingga yang dimaksud di sini sebagian wajah. Ayat ini tidak memuat kata kerja, dan keadaan wajah disebut langsung dengan kata sifat. Kata sifat di 80:38-39 dan akhiran -haa di 80:40-41 sama-sama berbentuk tunggal perempuan dan merujuk kepada wajah-wajah itu.
Susunan (وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ, wujuuhun yawma'idzin) tercatat di enam ayat, yaitu 75:22, 75:24, 80:38, 80:40, 88:2, dan 88:8. Ketiga surah memakainya dua kali, sekali untuk wajah yang bahagia dan sekali untuk wajah yang susah. Terjemahan ini memakai "wajah-wajah" di surah 75 dan 80, dan "banyak wajah" di surah 88. Kata sifat untuk wajah yang bahagia berbeda di tiap surah, yaitu (نَاضِرَةٌ, naadhiratun) di 75:22, (مُسْفِرَةٌ, musfiratun) di sini, dan (نَاعِمَةٌ, naa'imatun) di 88:8. Terjemahan ketiganya memakai "berseri-seri", sedangkan glos per kata ayat ini memakai "cerah". Akar kata di 75:22, ن-ض-ر, tercatat di tiga ayat, 75:22, 76:11, dan 83:24, dan ketiganya tentang wajah atau keceriaan orang-orang yang selamat. Akar kata di 88:8, ن-ع-م, tercatat di 128 ayat dan mencakup nikmat dalam arti luas. Akar kata di ayat ini berbeda dari keduanya, dan pola turunannya di 74:34 dipakai untuk terang pagi, seperti diuraikan di bawah, sehingga ketiga surah melukiskan wajah yang bahagia dengan keceriaan, kenikmatan, dan terang.
Akar س-ف-ر tercatat di 12 ayat. Delapan di antaranya tentang perjalanan, misalnya 2:184 dan 4:43, dan di 62:5 akar itu menamai kitab-kitab. Dalam surah ini akar yang sama dipakai di 80:15 untuk (سَفَرَةٍ, safaratin) yang berarti "para penulis". Pola turunan yang dipakai di ayat ini tercatat di dua ayat, 74:34 dalam bentuk kata kerja dan 80:38 dalam bentuk kata sifat. Di 74:34 bentuk itu dipakai untuk subuh, (إِذَا أَسْفَرَ, idzaa asfara) yang berarti "apabila mulai terang", sesudah malam berlalu di 74:33. Wajah yang cerah di 80:38 dilukiskan dengan kata yang di 74:34 menandai terangnya pagi.
Kata wajah sendiri tercatat dalam surah ini di 80:38 dan 80:40 saja, dan keduanya dalam bentuk jamak tanpa al-. Bunyi akhir ayat juga berganti di sini. Ayat 80:34 sampai 80:37 berakhir dengan bunyi -iihi, sedangkan 80:38 sampai 80:42 berakhir dengan bunyi -rah bila dibaca berhenti. Pergantian dari keluarga yang ditinggalkan ke wajah-wajah di hari itu terdengar sebagai bagian baru, dan bagian itu berlangsung sampai akhir surah.
Tafsiran
Ayat ini membuka bagian penutup surah, lima ayat yang membagi wajah menjadi dua golongan. Golongan pertama mendapat dua ayat, 80:38-39, dan golongan kedua mendapat tiga ayat, 80:40-42, dengan tambahan sebutan bagi pemiliknya. Pemilik wajah golongan pertama tidak diberi sebutan. Surah 75 dan 80 mendahulukan wajah yang bahagia, sedangkan surah 88 mendahulukan wajah yang tertunduk di 88:2, lalu menyusulkan wajah yang berseri di 88:8. Dalam surah ini, urutan itu membuat bagian penutup dimulai dengan wajah yang cerah sesudah gambaran pelarian di 80:34-37, lalu berakhir dengan sebutan kafir dan durhaka.
Pembagian yang sama dibuat di 75:22-25, dan di sana wajah yang berseri disusul (إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ, ilaa rabbihaa naazhiratun) yang berarti "kepada Tuhannya memandang". Di 88:8-16 wajah yang berseri disusul keterangan tentang taman yang tinggi, mata air yang mengalir, dan dipan-dipan yang ditinggikan. Surah ini tidak menyebut ke mana wajah itu memandang atau tempat pemiliknya berada, dan menggambarkan wajahnya saja. Rujukan ke 75:23 dan 88:10-16 mengisi gambaran itu dari surah lain tanpa menjadikannya bagian dari ayat ini. Dalam susunan surah, wajah cerah ini datang sesudah setiap orang disibukkan urusannya di 80:37, sehingga cerahnya wajah terbaca sebagai tanda urusan yang berakhir baik.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerja dari pola yang sama dengan musfiratun dipakai di 74:34 untuk subuh yang mulai terang, sesudah 74:33 bersumpah demi malam ketika telah berlalu. Allah bersumpah dengan pergantian malam dan subuh itu. Cerahnya wajah di 80:38 datang sesudah 80:34-37 menggambarkan orang yang lari dari keluarganya dan tersita oleh urusannya. Bagi pemilik wajah itu, hari yang menakutkan berakhir seperti malam yang berganti subuh, dan kata yang dipilih untuk wajahnya sama polanya dengan kata untuk pagi yang datang sesudah gelap.
- Wajah orang-orang berbakti, yang di 83:22 disebut berada dalam kenikmatan, dilukiskan di 83:24 (تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ, ta'rifu fii wujuuhihim nadhrata n-na'iimi) yang berarti "engkau mengenali pada wajah mereka cahaya kenikmatan". Kenikmatan yang dirasakan tampak di wajah dan dapat dikenali orang yang melihat. Surah 80 tidak menyebut kenikmatan itu, dan wajah yang cerah memperlihatkannya dari luar. Ketika semua orang sibuk dengan urusannya, keadaan pemilik wajah itu tidak perlu diceritakan, karena wajahnya sudah memperlihatkannya kepada siapa saja yang melihat.
- Orang-orang yang wajahnya memutih di 3:107 disebut berada (فَفِي رَحْمَةِ اللَّهِ, fa-fii rahmati llaahi) yang berarti "maka dalam rahmat Allah", kekal di dalamnya. Ayat itu memberi tempat bagi wajah yang terang. Surah 80 berhenti pada rupa wajah, dan 3:107 menunjukkan ke mana rupa itu berujung. Tempat yang disebut di 3:107 berupa rahmat, yang berasal dari Allah, sehingga cerahnya wajah di hari itu tidak disandarkan kepada usaha pemiliknya semata.
- Surah ini dibuka (عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ, 'abasa wa-tawallaa) yang berarti "dia bermuka masam dan berpaling", ketika orang yang buta datang kepadanya. Surah ini dimulai dengan wajah yang masam dan diakhiri dengan wajah yang cerah atau tertutup debu. Muka masam di 80:1 berlangsung sebentar dan langsung ditegur di 80:3-10, sedangkan rupa wajah di 80:38-41 menjadi keadaan di hari itu, ketika Allah memisahkan dua golongan. Wajah seperti apa yang sedang dibentuk oleh cara seseorang menyambut orang yang datang kepadanya?
- Orang yang menyerahkan wajahnya kepada Allah sambil berbuat kebaikan dijanjikan di 2:112 pahala di sisi Tuhannya, tanpa rasa takut dan tanpa kesedihan. Wajah di ayat itu menjadi ungkapan untuk seluruh diri yang diarahkan kepada Allah selama hidup. Di 80:38 wajah muncul lagi sebagai tempat keadaan di hari itu tampak. Surah 80 tidak menyebut sebab cerahnya wajah, dan 2:112 memberi satu arah bacaan, sehingga dua ayat itu dapat dibaca berpasangan, yang satu tentang arah wajah selama hidup dan yang lain tentang rupanya di hari itu.
- Wajah yang berseri di 88:9 disifati (لِسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ, li-sa'yihaa raadhiyatun) yang berarti "merasa puas atas usahanya". Kata usaha di sana berakar س-ع-ي, akar yang sama dengan (مَنْ جَاءَكَ يَسْعَىٰ, man jaa'aka yas'aa) yang berarti "orang yang datang kepadamu dengan bersegera" di 80:8. Usaha orang itu di awal surah kurang dihiraukan, dan 80:10 menyebutnya diabaikan. Surah 80 tidak mengaitkan kedua ayat, tetapi kesamaan akar itu memperlihatkan bahwa usaha yang diabaikan manusia tetap tercatat sebagai usaha, dan 88:9 menyebut wajah yang puas atas usahanya di hari itu.