تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ

Diliputi kegelapan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌtarhaquhaa qataratundiliputi kegelapan

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. تَرْهَقُهَاtarhaquhaamenutupinya
  2. قَتَرَةٌqataratunkegelapan

Inti bacaan

Kelompok kedua mendapat lapis gelap, dan di sini muncul kata kerja pertama dalam lima ayat penutup. Di 10:26 kata kerja dan kata benda seakar dipakai untuk wajah orang yang terhindar dari keadaan itu.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini terdiri atas dua kata, (تَرْهَقُهَا, tarhaquhaa) yang berarti "menutupinya" dan (قَتَرَةٌ, qataratun) yang berarti "kegelapan". Kata pertama kata kerja, dan pelakunya kegelapan itu, sehingga susunan Arabnya berbunyi kegelapan menutupi wajah-wajah itu. Terjemahan ini memakai bentuk pasif, "diliputi kegelapan", supaya ayat ini tersambung dengan wajah-wajah di 80:40. Akhiran -haa merujuk kepada wajah-wajah. Empat ayat lain di 80:38-42 tidak memuat kata kerja, dan ayat ini memuat satu.

Akar ر-ه-ق tercatat di 10 ayat. Di empat ayat akar itu dipakai untuk wajah atau orang yang diliputi sesuatu di hari itu. Di 10:26 wajah orang-orang yang berbuat baik disebut (وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ, wa-laa yarhaqu wujuuhahum qatarun wa-laa dzillatun) yang berarti "dan wajah-wajah mereka tidak diliputi debu kelam dan tidak pula kehinaan". Di 10:27 kehinaan meliputi orang-orang yang berbuat keburukan, dan di 68:43 serta 70:44 orang-orang di hari itu (تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ, tarhaquhum dzillatun) yang berarti "diliputi kehinaan". Di lima ayat lain akar ini dipakai untuk beban, kesulitan, atau kesesatan, yaitu membebani di 18:73 dan 74:17, memaksa di 18:80, kesesatan di 72:6, dan kesulitan di 72:13. Di kelima ayat itu sesuatu yang berat menimpa seseorang dari luar dirinya, dan di 80:41 yang menimpa berupa kegelapan.

Kata qataratun tercatat di 80:41 saja. Akarnya, ق-ت-ر, tercatat di lima ayat. Di 10:26 bentuk tanpa akhiran perempuan diterjemahkan "debu kelam". Di tiga ayat lain akar itu dipakai untuk kesempitan harta dan sikap kikir, yaitu 2:236 untuk orang yang sempit rezekinya, 25:67 untuk orang yang tidak berlebihan dan tidak kikir ketika berinfak, dan 17:100, (وَكَانَ الْإِنْسَانُ قَتُورًا, wa-kaana l-insaanu qatuuran) yang berarti "dan manusia itu memang sangat kikir".

Terjemahan ini memakai "kegelapan" di 80:41 dan "debu kelam" di 10:26. Dengan satu ayat pembanding, arti kata ini tidak dapat diuji lebih jauh lewat korpus. Susunan 10:26 memperlihatkan kata kerja yang sama, kata yang seakar, dan wajah sebagai sasaran, sehingga kedua ayat itu menggambarkan keadaan yang sama, sekali ditiadakan dan sekali terjadi. Dua kata di 80:40-41, debu dan kegelapan, tidak dipakai di ayat lain dalam bentuk yang tertulis di sini, dan keduanya berbunyi akhir sejalan dengan 80:38-39. Di 10:26 kata itu berdampingan dengan kehinaan, dan di 80:41 berdampingan dengan debu di ayat sebelumnya. Di kedua tempat, kata ini menjadi salah satu dari dua perkara yang menimpa wajah.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan lapisan kedua pada wajah golongan kedua. Debu di 80:40 berada di atas wajah, dan kegelapan di 80:41 menutupinya. Golongan pertama mendapat tiga sifat yang berasal dari wajah itu, dan golongan kedua mendapat dua perkara yang datang dari luar lalu menutupinya.

Di 10:27 keadaan yang dekat digambarkan (كَأَنَّمَا أُغْشِيَتْ وُجُوهُهُمْ, ka-annamaa ughsyiyat wujuuhuhum) yang berarti "seakan-akan wajah-wajah mereka ditutupi", dan yang menutupinya kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Surah 10 menyebut sebabnya di awal 10:27, yaitu keburukan yang mereka kerjakan. Kedua golongan di surah 10 diberi nama dengan kata penunjuk yang sama dengan pembuka 80:42, sebagai penghuni taman di 10:26 dan penghuni api di 10:27. Surah 80 memberi nama kepada golongan kedua saja, tanpa menyebut tempat, dan tidak menyebut perbuatan mereka di sini. Urutan dua lapis di golongan kedua, debu lalu kegelapan, memperlihatkan wajah yang makin tertutup, berlawanan dengan golongan pertama yang dari cerah bertambah dengan tawa dan seri. Pasangan 10:26-27 memakai akar yang sama untuk dua golongan, yang wajahnya tidak diliputi dan yang diliputi, dan 80:38-41 menyusun pembagian serupa dengan kata yang berbeda.

Renungan dan Hikmah

  • Sekelompok jin yang beriman di 72:13 berkata bahwa siapa yang beriman kepada Tuhannya (فَلَا يَخَافُ بَخْسًا وَلَا رَهَقًا, fa-laa yakhaafu bakhsan wa-laa rahaqan) yang berarti "tidak takut akan pengurangan dan tidak akan kesulitan". Kata kesulitan di sana berakar sama dengan kata kerja di 80:41. Di 72:6 akar yang sama dipakai untuk manusia yang berlindung kepada jin dan malah bertambah kesesatannya. Dua ayat di surah 72 itu memperlihatkan dua arah perlindungan dengan akar yang sama, satu kepada Tuhan yang membebaskan dari kesulitan dan satu kepada jin yang menambah beban.
  • Allah berfirman di 74:17 tentang seseorang yang menentang tanda-tanda-Nya (سَأُرْهِقُهُ صَعُودًا, sa-urhiquhu sha'uudan) yang berarti "Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan". Orang itu di 74:18-21 berpikir dan menimbang, lalu di 74:22 bermuka masam dan cemberut. Kata kerja membebani di 74:17 berakar sama dengan kata kerja menutupi di 80:41, dan muka masam di 74:22 berakar sama dengan muka masam di 80:1. Surah 74 memperlihatkan orang yang menimbang lalu berpaling, dan beban itu disiapkan untuknya.
  • Wajah seseorang di 16:58 menjadi hitam dan dia menahan kesedihan ketika diberi kabar tentang kelahiran anak perempuan, dan 16:59 menggambarkannya menyembunyikan diri dari orang banyak karena kabar itu. Wajahnya gelap oleh kabar yang di 42:49 disebut anugerah Allah, yang menganugerahkan perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki. Ayat 16:59 menutupnya dengan celaan atas buruknya keputusan mereka, sehingga kegelapan wajah di dunia itu lahir dari penilaian yang keliru atas pemberian Allah. Kegelapan di 80:41 datang di hari itu, dan 16:58-59 memperlihatkan bahwa wajah sudah dapat gelap sejak di dunia oleh cara seseorang menyambut ketetapan Tuhannya.
  • Manusia di 17:100 diberi tahu bahwa sekiranya mereka memiliki khazanah rahmat Tuhan, mereka akan menahannya karena takut habis, lalu ayat itu ditutup dengan sifat kikir dari akar yang sama dengan kegelapan di 80:41. Surah 80 tidak menghubungkan keduanya, dan di 80:24-32 manusia diajak melihat makanannya, air, biji-bijian, dan buah, yang di 80:32 disebut kesenangan bagi manusia dan ternaknya. Kegelapan di 80:41 dapat dibaca berdampingan dengan kekikiran di 17:100, dua pemakaian dari akar yang sama.
  • Allah di 2:257 disebut pelindung orang-orang yang beriman, yang mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya, sedangkan pelindung orang-orang yang kufur mengeluarkan mereka dari cahaya menuju kegelapan. Kata kegelapan di sana berakar lain, ظ-ل-م, tetapi arah geraknya dapat dibaca bersama 80:41. Kegelapan yang menutupi wajah di hari itu dapat dibaca sebagai ujung dari perpindahan yang terjadi selama hidup, dan 2:257 menyebut siapa yang memindahkan. Pelindung mana yang sedang diikuti sekarang?
  • Orang-orang munafik di 57:13 berkata kepada orang-orang beriman (انْظُرُونَا نَقْتَبِسْ مِنْ نُورِكُمْ, unzhuruunaa naqtabis min nuurikum) yang berarti "tunggulah kami, agar kami mengambil sebagian dari cahaya kalian", dan dijawab (ارْجِعُوا وَرَاءَكُمْ فَالْتَمِسُوا نُورًا, rji'uu waraa'akum fa-ltamisuu nuuran) yang berarti "kembalilah ke belakang kalian, lalu carilah cahaya". Di 57:12 orang-orang beriman berjalan dengan cahaya yang memancar di hadapan mereka. Surah 80 tidak menyebut cahaya, dan 57:12-13 memperlihatkan bahwa di hari itu cahaya dan kegelapan dibawa masing-masing, dan jawaban di 57:13 menunjuk ke belakang, ke tempat yang sudah ditinggalkan.