تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ

Diliputi kegelapan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌtarhaquhaa qataratundiliputi kegelapan

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. تَرْهَقُهَاtarhaquhaamenutupinya
  2. قَتَرَةٌqataratunkegelapan

Inti bacaan

Kelengkapan gambaran kesuraman: 'diliputi kegelapan', penutup deskripsi kondisi yang menyedihkan, kegelapan yang menyelimuti sebagai simbol keputusasaan total.

Penjelasan pilihan kata

Kata (تَرْهَقُهَا, tarhaquhaa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 10 ayat, antara lain 10:26, 10:27, 18:73, 68:43, dan 72:13.

Di 10:26 dan 10:27 akar (تَرْهَقُهَا, tarhaquhaa) dipakai di dua ayat berurutan yang berhadapan. Di 10:26 dinyatakan wajah orang yang berbuat baik tidak diliputi kehinaan, dan di 10:27 wajah yang lain diliputi kehinaan.

Susunan itu sama persis dengan surah ini. Dua golongan, dua keadaan wajah, dan satu akar yang dipakai untuk yang kedua. Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu dengan satu kalimat pun.

Kata (قَتَرَةٌ, qatarah) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 5 ayat: 6:141, 10:26, 17:100, 25:67, dan 80:41.

Perhatikan bahwa 10:26 memuat kedua akar itu sekaligus, yaitu akar (تَرْهَقُهَا, tarhaquhaa) dan akar (قَتَرَةٌ, qatarah). Jadi satu ayat lain di Al-Qur'an memakai pasangan akar yang sama dengan ayat ini.

Kesamaan itu jarang. Akar (تَرْهَقُهَا, tarhaquhaa) dan akar (قَتَرَةٌ, qatarah) sama-sama tidak sering dipakai, dan keduanya bertemu di dua tempat saja. Di 10:26 keduanya dipakai untuk menyatakan apa yang tidak menimpa wajah orang yang berbuat baik.

Jadi yang di 10:26 dinyatakan tidak akan terjadi di sini dinyatakan terjadi. Dua ayat itu berlawanan isinya dan sejajar susunannya, dan Al-Qur'an tidak menghubungkannya.

Kata (تَرْهَقُهَا, tarhaquhaa) berbentuk perempuan tunggal, mengikuti kata sesudahnya. Bentuknya ditentukan pelakunya, bukan sasarannya.

Kata (قَتَرَةٌ, qatarah) berdiri sebagai pelaku kata kerja di depannya. Jadi kegelapan itu disebut sebagai yang meliputi, bukan yang diliputi.

Perhatikan bahwa golongan kedua diberi dua lapis, yaitu debu di 80:40 dan kegelapan di ayat ini. Golongan pertama juga diberi dua lapis, yaitu berseri dan tertawa gembira.

Kesetaraan itu berlaku di seluruh surahnya. Dua golongan selalu diberi jumlah ayat dan jumlah sifat yang sama, dan tidak satu pun dilebihkan ruangnya.

Ayat ini menutup gambaran dua golongan. Sesudahnya cuma tersisa satu ayat, dan ayat itu memberi sebutan bagi golongan kedua.

Perhatikan pula bahwa dua lapis pada golongan kedua sama-sama datang dari luar. Debu menempel, kegelapan meliputi. Tidak satu pun disebut keluar dari dirinya.

Bandingkan dengan golongan pertama. Sinar, tertawa, dan gembira semuanya memancar dari dalam. Dua golongan itu dilukiskan dengan arah yang berlawanan.

Al-Qur'an tidak menyatakan perbandingan itu. Yang menyatakannya cuma pilihan kata di empat ayat terakhir, dan pembacanya sendiri yang harus melihatnya.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan lapisan kedua bagi golongan itu: kegelapan yang meliputi. Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 10 ayat, antara lain 10:26, 10:27, 18:73, 68:43, dan 72:13.

Di 10:26 dan 10:27 akar itu dipakai di dua ayat berurutan yang berhadapan: di 10:26 wajah orang yang berbuat baik dinyatakan tidak diliputi kehinaan, dan di 10:27 wajah yang lain diliputi kehinaan. Susunan itu sama persis dengan surah ini.

Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai di 5 ayat: 6:141, 10:26, 17:100, 25:67, dan 80:41. Jadi 10:26 memuat kedua akar itu sekaligus, dan di sana keduanya dipakai untuk menyatakan apa yang tidak menimpa wajah orang yang berbuat baik.

Yang di 10:26 dinyatakan tidak akan terjadi di sini dinyatakan terjadi. Dua ayat itu berlawanan isinya dan sejajar susunannya.

Golongan kedua diberi dua lapis, yaitu debu di 80:40 dan kegelapan di ayat ini, sama seperti golongan pertama yang juga diberi dua lapis. Dua lapis pada golongan kedua sama-sama datang dari luar: debu menempel dan kegelapan meliputi, dan tidak satu pun disebut keluar dari dirinya. Bandingkan dengan golongan pertama, yang sinarnya, tertawanya, dan kegembiraannya semua memancar dari dalam.

Renungan dan Hikmah

  • Kata pertamanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai Allah di 10 ayat, antara lain 10:26, 10:27, 18:73, 68:43, dan 72:13. Di 10:26 dan 10:27 akar itu dipakai di dua ayat berurutan yang berhadapan: yang satu menyatakan wajah orang berbuat baik tidak diliputi kehinaan, dan yang lain menyatakan wajah lain diliputi kehinaan. Susunan itu sama persis dengan surah ini. Dua ayat berurutan yang berhadapan di surah lain memakai susunan yang sama persis dengan ini. Sebuah pola yang berulang di dua surah tidak pernah dinamai sebagai pola.
  • Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai Allah di 5 ayat: 6:141, 10:26, 17:100, 25:67, dan 80:41. Jadi 10:26 memuat kedua akar di ayat ini sekaligus. Dua akar yang keduanya tidak sering dipakai bertemu di dua tempat saja, dan Al-Qur'an tidak menandai pertemuan itu dengan satu kalimat pun. Dua akar yang sama-sama jarang bertemu di dua tempat saja, dan pertemuan itu tidak ditandai. Pertemuan dua kata langka di dua tempat saja sulit dibaca sebagai kebetulan.
  • Di 10:26 kedua akar itu dipakai Allah untuk menyatakan apa yang tidak menimpa wajah orang yang berbuat baik. Jadi yang di sana dinyatakan tidak akan terjadi di sini dinyatakan terjadi. Dua ayat itu berlawanan isinya dan sejajar susunannya, dan yang menghubungkannya cuma dua akar yang sama-sama jarang dipakai. Apa yang ditiadakan di satu ayat ditetapkan di ayat lain dengan kosakata yang sama. Peniadaan dan penetapan memakai kosakata yang sama, dan cuma arahnya yang berbeda.
  • Kata terakhirnya berdiri sebagai pelaku kata kerja di depannya, sehingga kegelapan itu disebut Allah sebagai yang meliputi dan bukan yang diliputi. Wajah itu tidak dilukiskan menjadi gelap; ia dilukiskan didatangi kegelapan. Perbedaan itu menaruh yang menimpa di luar dirinya, dan susunan katanya sendiri yang menyatakannya. Sesuatu yang datang dari luar menaruh sebabnya di luar diri orang yang ditimpanya. Sebab yang berada di luar diri tidak membuat akibatnya jadi lebih ringan.
  • Golongan kedua diberi dua lapis, yaitu debu di 80:40 dan kegelapan di ayat ini, sedangkan golongan pertama juga diberi dua lapis, yaitu berseri dan tertawa gembira. Kesetaraan itu berlaku di seluruh surahnya: dua golongan selalu diberi Allah jumlah ayat dan jumlah sifat yang sama, dan tidak satu pun dilebihkan ruangnya. Kesetaraan jumlah sifat berlaku di seluruh surahnya, bukan cuma di bagian penutupnya. Kesetaraan yang berlaku di seluruh surah adalah kesetaraan yang memang dirancang.
  • Ayat ini menutup gambaran dua golongan, dan sesudahnya cuma tersisa satu ayat yang memberi sebutan bagi golongan kedua. Kata pertamanya berbentuk perempuan tunggal mengikuti kata sesudahnya, sehingga bentuknya ditentukan pelakunya dan bukan sasarannya. Apa yang tersisa untuk dikatakan sesudah dua golongan dilukiskan seluruhnya lewat wajah mereka saja? Gambaran yang selesai lewat wajah saja tidak menyisakan ruang untuk pembelaan lisan. Wajah yang sudah berbicara membuat lisan kehilangan gunanya pada hari itu.