وَإِذَا الْجَحِيمُ سُعِّرَتْ

Dan apabila neraka yang menyala-nyala dinyalakan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَإِذَا الْجَحِيمُ سُعِّرَتْwa-idzaa l-jahiimu su'iratdan apabila neraka yang menyala-nyala dinyalakan

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. الْجَحِيمُl-jahiimuneraka Jahim
  3. سُعِّرَتْsu'iratdinyalakan

Inti bacaan

Tanda kedua belas tentang penyalaan neraka: 'dan apabila Jahim dinyalakan', aktivasi konsekuensi yang sebelumnya hanya berupa potensi, kini menjadi realitas yang menyala.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (سُعِّرَتْ, su''irat) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti menyala berkobar. Ia cuma dipakai di 19 ayat, antara lain 4:10, 17:97, 25:11, 76:4, dan 84:12. Kesejajaran dengan 84:12 patut dicatat, sebab surah itu berada di juz yang sama dengan surah ini.

Jadi akar yang di 84:12 menamai api yang menyala tempat golongan kedua masuk, di sini menamai neraka yang dinyalakan. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun. Kata (سُعِّرَتْ, su''irat) di sini berbentuk penderita dan berpola kedua.

Kata (الْجَحِيمُ, al-jahiim) muncul 3 kali di 3 surah, yaitu di 26:91, 79:36, dan 81:12. Kesejajaran dengan 79:36 patut dicatat, sebab surah itu juga berada di juz yang sama dan memakai bentuk yang sama persis.

Bentuk (سُعِّرَتْ, su''irat) berbentuk penderita dan berpola kedua, sama seperti bentuk di 81:1, 81:3, 81:4, 81:6, dan 81:7. Jadi enam ayat di dalam rangkaian ini memakai bentuk yang sama persis sampai ke polanya.

Kata (الْجَحِيمُ, al-jahiim) berbentuk tunggal dan bertakrif, sama seperti kata pokok di 81:11 dan 81:13. Jadi tiga ayat terakhir rangkaiannya sama-sama memakai bentuk tunggal bertakrif.

Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Tiga ayat penutup rangkaiannya memakai bentuk yang sama, sedangkan bagian tengahnya kebanyakan berbentuk jamak. Jadi rangkaiannya menyempit dari banyak benda ke satu benda, dan Al-Qur'an tidak menerangkan penyempitan itu.

Ayat ini dan 81:13 sepasang, sebab keduanya menyebut dua tempat akhirat yang berlawanan. Jadi rangkaian tiga belas tanda ditutup dengan pasangan, dan pasangan itu ditaruh persis sebelum kalimat pokoknya.

Susunan ayat ini sejajar dengan susunan sebelas ayat sebelumnya, dan ia tetap tidak memuat kalimat pokok. Jadi dua belas ayat menggantung bersama, dan pokoknya tinggal dua ayat lagi.

Kata (الْجَحِيمُ, al-jahiim) berbaris damah karena menjadi pokok kalimatnya, sama seperti kata pokok di sepuluh ayat sebelumnya. Jadi rangka yang sama dipakai sampai ayat kedua belas, dan yang berbeda cuma bendanya serta kata kerjanya di masing-masing ayat tanpa satu kata pembeda.

Bentuk (سُعِّرَتْ, su''irat) berbentuk lampau, padahal peristiwanya belum terjadi. Jadi kepastiannya dinyatakan lewat bentuk waktu, sama seperti di sebelas ayat sebelumnya, dan Al-Qur'an tidak menambahkan satu kata penegas pun untuk menyatakannya. Susunan itu membuka pasangan dua tempat akhirat yang menutup rangkaiannya. Al-Qur'an tidak menyebut siapa yang menyalakan neraka itu maupun untuk siapa, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma tiga kata beserta ayat pasangannya yang menyusul tepat sesudahnya.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan dinyalakannya neraka pada hari itu, dan kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya cuma dipakai di 19 ayat, antara lain 4:10, 17:97, 25:11, 76:4, dan 84:12.

Kesejajaran dengan 84:12 patut dicatat, sebab surah itu berada di juz yang sama dengan surah ini. Jadi akar yang di 84:12 menamai api yang menyala tempat golongan kedua masuk, di sini menamai neraka yang dinyalakan.

Kata keduanya muncul 3 kali di 3 surah, yaitu di 26:91, 79:36, dan 81:12. Kesejajaran dengan 79:36 patut dicatat, sebab surah itu juga berada di juz yang sama dan memakai bentuk yang sama persis.

Bentuk kata kerjanya berbentuk penderita dan berpola kedua, sama seperti bentuk di 81:1, 81:3, 81:4, 81:6, dan 81:7.

Ayat ini dan 81:13 sepasang, sebab keduanya menyebut dua tempat akhirat yang berlawanan. Kata keduanya berbaris damah karena menjadi pokok kalimatnya, sama seperti kata pokok di sepuluh ayat sebelumnya. Bentuk kata kerjanya berbentuk lampau, padahal peristiwanya belum terjadi, sehingga kepastiannya dinyatakan lewat bentuk waktu sama seperti di sebelas ayat sebelumnya. Jadi rangkaian tiga belas tanda ditutup dengan pasangan, dan pasangan itu ditaruh persis sebelum kalimat pokoknya datang di 81:14.

Renungan dan Hikmah

  • Akar kata kerjanya cuma dipakai di 19 ayat, antara lain 4:10, 17:97, 25:11, 76:4, dan 84:12. Kesejajaran dengan 84:12 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama menamai api yang menyala tempat golongan kedua masuk, dan surah itu berada di juz yang sama. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian akar yang sama di dua surah satu juz. Neraka yang dinyalakan disebut sebelum taman yang didekatkan.
  • Kata keduanya muncul 3 kali di 3 surah, yaitu di 26:91, 79:36, dan 81:12. Kesejajaran dengan 79:36 patut dicatat, sebab surah itu juga berada di juz yang sama dan memakai bentuk yang sama persis dengan yang dipakai Allah di sini. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemakaian bentuk yang sama di tiga surah saja. Dua tempat akhirat menutup daftar yang dibuka dengan matahari.
  • Bentuk kata kerjanya berbentuk penderita dan berpola kedua, sama seperti bentuk di 81:1, 81:3, 81:4, 81:6, dan 81:7. Jadi enam ayat di dalam rangkaian ini memakai bentuk yang sama persis sampai ke polanya tanpa satu kata pembeda dari Allah. Kesejajaran itu berlaku sampai ke polanya, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa enam ayat memakai bentuk kata kerja yang sama persis. Neraka yang dinyalakan disebut sebelum taman yang didekatkan. Neraka yang dinyalakan disebut sebelum taman yang didekatkan.
  • Kata keduanya berbentuk tunggal dan bertakrif, sama seperti kata pokok di 81:11 dan 81:13. Jadi tiga ayat penutup rangkaiannya memakai bentuk yang sama, sedangkan bagian tengahnya kebanyakan berbentuk jamak, sehingga rangkaian Allah menyempit dari banyak benda ke satu benda. Perbedaan bentuk itu bisa diperiksa siapa pun dengan membandingkan tiga belas ayatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan penyempitannya di bagian akhir. Dua tempat akhirat menutup daftar yang dibuka dengan matahari.
  • Ayat ini dan 81:13 sepasang, sebab keduanya menyebut dua tempat akhirat yang berlawanan. Jadi rangkaian tiga belas tanda ditutup Allah dengan pasangan, dan pasangan itu ditaruh persis sebelum kalimat pokoknya datang di 81:14. Urutan itu tidak diterangkan Al-Qur'an, dan yang bisa dicatat cuma bahwa pasangan dua tempat akhirat ditaruh persis sebelum kalimat pokoknya. Neraka yang dinyalakan disebut sebelum taman yang didekatkan. Dua tempat akhirat menutup daftar yang dibuka dengan matahari.
  • Susunan ayat ini sejajar dengan susunan sebelas ayat sebelumnya, dan ia tetap tidak memuat kalimat pokok. Apa yang tersisa pada pembacanya ketika dua belas gambaran ditumpuk Allah tanpa satu kalimat pun yang selesai sampai di sini? Yang tersedia bagi pembacanya cuma dua belas gambaran yang sudah lewat, dan kalimat pokoknya tinggal dua ayat lagi di dalam susunan surahnya. Dua tempat akhirat menutup daftar yang dibuka dengan matahari. Neraka yang dinyalakan disebut sebelum taman yang didekatkan.