وَإِذَا الْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ

Dan apabila taman didekatkan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَإِذَا الْجَنَّةُ أُزْلِفَتْwa-idzaa l-jannatu uzlifatdan apabila taman didekatkan

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. الْجَنَّةُl-jannatutaman
  3. أُزْلِفَتْuzlifatdidekatkan

Inti bacaan

Tanda ketiga belas tentang pendekatan surga: 'dan apabila surga didekatkan', kontras positif dengan neraka yang dinyalakan, kedekatan yang menegaskan aksesibilitas bagi yang layak menerimanya.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (أُزْلِفَتْ, uzlifat) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti didekatkan. Ia cuma dipakai di 10 ayat, yaitu 11:114, 26:64, 26:90, 34:37, 38:25, 38:40, 39:3, 50:31, 67:27, dan 81:13.

Di 26:90 dan 50:31 akar itu dipakai untuk taman yang didekatkan bagi orang bertakwa. Jadi tiga tempat memakai akar yang sama untuk taman yang didekatkan, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan ketiganya dengan satu kalimat pun. Kata (أُزْلِفَتْ, uzlifat) di sini berbentuk penderita dan berpola keempat.

Di 39:3 akar yang sama dipakai untuk orang yang menyembah selain Allah agar didekatkan kepada-Nya. Jadi satu akar menamai pendekatan yang benar dan pendekatan yang keliru, dan perbedaan itu tidak diterangkan. Kata (الْجَنَّةُ, al-jannah) mendahuluinya, dan ia berbentuk tunggal bertakrif.

Kata (الْجَنَّةُ, al-jannah) berasal dari akar yang berarti menutupi sampai tak terlihat. Akar itu muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini dan 81:22. Di 81:22 akar itu dipakai untuk tuduhan bahwa Nabi orang gila.

Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Satu akar menamai taman yang didekatkan dan tuduhan kehilangan akal, dan yang menyambungkan keduanya cuma gagasan tentang sesuatu yang tertutup dari pandangan. Al-Qur'an tidak menerangkan hal itu. Kata (وَإِذَا, wa idzaa) membuka ayatnya, dan ia dipakai untuk terakhir kalinya.

Bentuk (أُزْلِفَتْ, uzlifat) berbentuk penderita dan berpola keempat, dan itu satu-satunya pola keempat di dalam rangkaian tiga belas ayat ini. Jadi ayat penutup rangkaiannya memakai pola yang tidak dipakai di dua belas ayat lainnya.

Kata (الْجَنَّةُ, al-jannah) berbentuk tunggal dan bertakrif, sama seperti kata pokok di 81:11 dan 81:12. Jadi tiga ayat penutup rangkaiannya sama-sama memakai bentuk tunggal bertakrif.

Ayat ini menutup rangkaian tiga belas tanda, dan sesudahnya 81:14 memberikan kalimat pokoknya. Jadi penantian sepanjang tiga belas ayat berakhir di ayat berikutnya, dan jawabannya cuma tiga kata panjangnya.

Kata (الْجَنَّةُ, al-jannah) berbaris damah karena menjadi pokok kalimatnya, sama seperti kata pokok di sebelas ayat sebelumnya. Jadi rangka yang sama dipakai sampai ayat penutup rangkaiannya, dan Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu dengan satu kata penghubung pun.

Kata (وَإِذَا, wa idzaa) diulang untuk terakhir kalinya di ayat ini, sesudah muncul sebelas kali sebelumnya. Jadi sesudah ayat ini penanda itu tidak dipakai lagi di dalam rangkaiannya, dan kalimat pokoknya menyusul tanpa satu kata penghubung di 81:14. Susunan itu menutup rangkaian tiga belas tanda dengan taman, sesudah dua belas gambaran yang seluruhnya menakutkan. Al-Qur'an tidak menyebut kepada siapa taman itu didekatkan maupun sedekat apa, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma tiga kata di dalam ayat ini.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian tanda kehancuran dengan didekatkannya taman bagi yang berhak, dan kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.

Akarnya cuma dipakai di 10 ayat, yaitu 11:114, 26:64, 26:90, 34:37, 38:25, 38:40, 39:3, 50:31, 67:27, dan 81:13. Di 26:90 dan 50:31 akar itu dipakai untuk taman yang didekatkan bagi orang bertakwa.

Di 39:3 akar yang sama dipakai untuk orang yang menyembah selain Allah agar didekatkan kepada-Nya. Jadi satu akar menamai pendekatan yang benar dan pendekatan yang keliru.

Kata keduanya berasal dari akar yang muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini dan 81:22. Di 81:22 akar itu dipakai untuk tuduhan bahwa Nabi orang gila, sehingga satu akar menamai taman yang didekatkan dan tuduhan kehilangan akal.

Bentuk kata kerjanya berbentuk penderita dan berpola keempat, dan itu satu-satunya pola keempat di dalam rangkaian tiga belas ayat ini. Kata pertamanya diulang untuk terakhir kalinya di ayat ini, sesudah muncul sebelas kali sebelumnya. Jadi sesudah ayat ini penanda itu tidak dipakai lagi di dalam rangkaiannya, dan kalimat pokoknya menyusul tanpa satu kata penghubung di 81:14. Jadi penantian sepanjang tiga belas ayat berakhir di ayat berikutnya, dan jawabannya cuma tiga kata panjangnya.

Renungan dan Hikmah

  • Kata keduanya berasal dari akar yang muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 81:13 dan 81:22. Di 81:22 akar itu dipakai untuk tuduhan bahwa Nabi orang gila. Jadi satu akar menamai taman yang didekatkan Allah dan tuduhan kehilangan akal tanpa satu kalimat penghubung. Kesejajaran itu tidak ditandai satu kalimat pun, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa satu akar mengikat taman dan tuduhan kehilangan akal. Taman yang didekatkan menutup dua belas gambaran yang seluruhnya menakutkan.
  • Akar kata kerjanya cuma dipakai di 10 ayat, yaitu 11:114, 26:64, 26:90, 34:37, 38:25, 38:40, 39:3, 50:31, 67:27, dan 81:13. Di 26:90 dan 50:31 akar itu dipakai Allah untuk taman yang didekatkan bagi orang bertakwa, sehingga tiga tempat memakainya untuk perkara yang sama. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian akar yang sama untuk tiga taman berbeda. Satu akar menamai taman dan tuduhan kehilangan akal di dalam satu surah.
  • Di 39:3 akar kata kerjanya dipakai untuk orang yang menyembah selain Allah agar didekatkan kepada-Nya. Jadi satu akar menamai pendekatan yang benar dan pendekatan yang keliru, dan Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu dengan satu kalimat pun. Perbedaan itu tidak diterangkan Al-Qur'an, dan yang bisa dicatat cuma bahwa satu akar dipakai untuk pendekatan yang benar dan yang keliru sekaligus. Taman yang didekatkan menutup dua belas gambaran yang seluruhnya menakutkan.
  • Bentuk kata kerjanya berbentuk penderita dan berpola keempat, dan itu satu-satunya pola keempat di dalam rangkaian tiga belas ayat ini. Jadi ayat penutup rangkaiannya memakai pola yang tidak dipakai Allah di dua belas ayat lainnya. Perbedaan pola itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa tiga belas ayatnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemilihan pola yang berbeda di sini. Satu akar menamai taman dan tuduhan kehilangan akal di dalam satu surah.
  • Kata keduanya berbentuk tunggal dan bertakrif, sama seperti kata pokok di 81:11 dan 81:12. Jadi tiga ayat penutup rangkaiannya sama-sama memakai bentuk tunggal bertakrif, dan Allah tidak menandai kesejajaran itu dengan satu kata pun. Perbedaan bentuk itu bisa diperiksa siapa pun dengan membandingkan tiga ayat penutupnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemilihan bentuk tunggal. Satu akar menamai taman dan tuduhan kehilangan akal di dalam satu surah.
  • Ayat ini menutup rangkaian tiga belas tanda, dan sesudahnya 81:14 memberikan kalimat pokoknya. Apa yang berubah pada tiga belas gambaran itu ketika Allah menutupnya dengan satu kalimat yang cuma tiga kata panjangnya? Yang tersedia bagi pembacanya cuma tiga belas gambaran itu, dan jawabannya menyusul di ayat berikutnya dengan tiga kata saja tanpa satu keterangan tambahan. Taman yang didekatkan menutup dua belas gambaran yang seluruhnya menakutkan. Taman yang didekatkan menutup dua belas gambaran yang seluruhnya menakutkan.