عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا أَحْضَرَتْ
Setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا أَحْضَرَتْ'alimat nafsun maa ahdharatsetiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya
Terjemahan per kata (4 kata)
- عَلِمَتْ'alimatmengetahui
- نَفْسٌnafsunsatu jiwa
- مَاmaaapa yang
- أَحْضَرَتْahdharatmenghadirkan
Inti bacaan
Kesimpulan dari seluruh rangkaian tanda: 'setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya', puncak dari seluruh transformasi kosmik yang telah dipaparkan, tujuan akhirnya adalah kesadaran penuh setiap individu terhadap riwayat perbuatannya sendiri.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (عَلِمَتْ نَفْسٌ مَا, 'alimat nafsun maa) muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 81:14 dan 82:5. Jadi dua surah yang bersebelahan memakai tiga kata pembuka yang sama persis untuk menutup rangkaian tanda-tandanya.
Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Di 82:5 rangkaian itu disusul dua kata kerja yang berlawanan, dan di sini ia disusul satu kata kerja saja. Jadi dua surah memakai pembuka yang sama dengan penutup yang berbeda.
Kata kerja (أَحْضَرَتْ, ahdharat) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti hadir. Ia cuma dipakai di 25 ayat, antara lain 2:133, 3:30, 4:8, 26:90, dan 89:23. Di 3:30 akar itu dipakai untuk amal yang didapati hadir pada hari itu.
Jadi akar yang di 3:30 menamai amal yang dihadirkan, di sini menamai apa yang dihadirkan jiwa sendiri. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma akarnya. Kata (أَحْضَرَتْ, ahdharat) di sini berbentuk aktif, bukan bentuk penderita.
Kata (نَفْسٌ, nafs) berasal dari akar yang berarti napas dan jiwa. Akar itu berdiri di tiga ayat di dalam surah ini, yaitu 81:7, ayat ini, dan 81:18. Jadi akar itu yang paling menyebar di dalam surahnya bersama akar untuk mengetahui.
Kata (نَفْسٌ, nafs) tidak bertakrif, sehingga yang disebut setiap jiwa, bukan satu jiwa tertentu. Jadi cakupannya dibiarkan seluas mungkin, dan bentuk yang sama dipakai di 82:5 pada surah tetangganya.
Bentuk (أَحْضَرَتْ, ahdharat) berpola keempat dan berbentuk aktif, sedangkan dua belas kata kerja sebelumnya kebanyakan berbentuk penderita. Jadi jiwa disebut sebagai pelaku, bukan sebagai yang dikenai perbuatan.
Ayat ini kalimat pokok bagi tiga belas ayat sebelumnya, dan ia cuma tiga kata panjangnya. Jadi tiga belas gambaran dijawab satu kalimat pendek, dan Al-Qur'an tidak menambahkan satu keterangan pun sesudahnya. Kata (نَفْسٌ, nafs) mendahuluinya, dan ia tidak bertakrif sama sekali.
Kata (عَلِمَتْ, 'alimat) berasal dari akar yang berarti mengetahui. Akar itu berdiri di tiga ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini, 81:27, dan 81:29. Jadi akar itu yang paling menyebar di dalam surahnya bersama akar untuk jiwa, dan Allah memakainya untuk pengetahuan jiwa dan untuk seluruh alam.
Kata (مَا, maa) di ayat ini kata sambung yang berarti apa yang, bukan huruf pengingkaran. Jadi isi perbuatannya tidak dinamai sama sekali, dan menyisipkan namanya akan mempersempit apa yang dibiarkan seluas mungkin oleh susunannya sendiri. Susunan itu menjawab tiga belas gambaran dengan satu kalimat yang cuma tiga kata. Al-Qur'an tidak menyebut jiwa siapa maupun perbuatan apa, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma satu kalimat pendek yang menutup hampir separuh surahnya tanpa satu keterangan tambahan.
Tafsiran
Ayat ini menyimpulkan rangkaian tanda kehancuran: setiap jiwa akan mengetahui hasil perbuatannya, dan rangkaian tiga kata pertamanya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 81:14 dan 82:5.
Jadi dua surah yang bersebelahan memakai tiga kata pembuka yang sama persis untuk menutup rangkaian tanda-tandanya. Di 82:5 rangkaian itu disusul dua kata kerja yang berlawanan, dan di sini ia disusul satu kata kerja saja.
Kata kerja terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya cuma dipakai di 25 ayat, antara lain 2:133, 3:30, 4:8, 26:90, dan 89:23. Di 3:30 akar itu dipakai untuk amal yang didapati hadir pada hari itu.
Jadi akar yang di 3:30 menamai amal yang dihadirkan, di sini menamai apa yang dihadirkan jiwa sendiri.
Ayat ini kalimat pokok bagi tiga belas ayat sebelumnya, dan ia cuma tiga kata panjangnya. Kata pertamanya berasal dari akar yang berdiri di tiga ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini, 81:27, dan 81:29. Kata ketiganya kata sambung yang berarti apa yang, bukan huruf pengingkaran, sehingga isi perbuatannya tidak dinamai sama sekali di dalam ayatnya. Jadi tiga belas gambaran dijawab satu kalimat pendek, dan Al-Qur'an tidak menambahkan satu keterangan pun sesudahnya di dalam ayat ini.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian tiga kata pertamanya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 81:14 dan 82:5. Jadi dua surah yang bersebelahan memakai tiga kata pembuka yang sama persis untuk menutup rangkaian tanda-tandanya, dan Allah tidak menandai kesejajaran itu dengan satu kalimat pun. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian tiga kata yang sama di dua surah bersebelahan. Tiga kata pembuka yang sama muncul lagi di ayat kelima surah tetangganya.
- Di 82:5 rangkaian tiga kata itu disusul dua kata kerja yang berlawanan, dan di sini ia disusul satu kata kerja saja. Jadi dua surah memakai pembuka yang sama dengan penutup yang berbeda, dan Allah tidak menerangkan perbedaan itu di kedua tempatnya. Perbedaan itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan membandingkan dua ayatnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemilihan satu kata kerja di sini dan dua di sana. Tiga belas gambaran kehancuran alam dijawab satu kalimat tentang satu jiwa.
- Kata kerja terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya cuma dipakai di 25 ayat, antara lain 2:133, 3:30, 4:8, 26:90, dan 89:23. Di 3:30 akar itu dipakai Allah untuk amal yang didapati hadir pada hari itu. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemakaian akar yang menamai kehadiran amal. Tiga belas gambaran kehancuran alam dijawab satu kalimat tentang satu jiwa. Tiga belas gambaran kehancuran alam dijawab satu kalimat tentang satu jiwa.
- Bentuk kata kerja terakhirnya berpola keempat dan berbentuk aktif, sedangkan dua belas kata kerja sebelumnya kebanyakan berbentuk penderita. Jadi Allah menyebut jiwa sebagai pelaku, bukan sebagai yang dikenai perbuatan, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya. Perbedaan bentuk itu terbawa di dalam susunan katanya, dan terjemahan yang memakai bentuk penderita akan menghapus kedudukan jiwa sebagai pelakunya. Tiga kata pembuka yang sama muncul lagi di ayat kelima surah tetangganya.
- Kata keduanya berasal dari akar yang berdiri di tiga ayat di dalam surah ini, yaitu 81:7, 81:14, dan 81:18. Jadi akar itu yang paling menyebar di dalam surahnya bersama akar untuk mengetahui, dan Allah memakainya untuk jiwa dan untuk napas pagi. Kesejajaran itu tidak ditandai satu kalimat pun, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa satu akar mengikat tiga ayat yang tersebar di surah ini. Tiga belas gambaran kehancuran alam dijawab satu kalimat tentang satu jiwa.
- Ayat ini kalimat pokok bagi tiga belas ayat sebelumnya, dan ia cuma tiga kata panjangnya. Apa yang dinyatakan Allah ketika tiga belas gambaran kehancuran alam semesta dijawab satu kalimat pendek tentang apa yang dibawa satu jiwa? Panjangnya bisa dihitung ulang siapa pun dengan menghitung katanya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemilihan kalimat sependek itu untuk jawabannya. Tiga kata pembuka yang sama muncul lagi di ayat kelima surah tetangganya.