فَلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ
Maka Aku bersumpah demi yang bersembunyi,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِfa-laa uqsimu bi-l-khunnasimaka Aku bersumpah demi yang bersembunyi
Terjemahan per kata (3 kata)
- فَلَاfa-laamaka
- أُقْسِمُuqsimuAku bersumpah
- بِالْخُنَّسِbi-l-khunnasidemi bintang yang beredar
Inti bacaan
Sumpah baru yang mengarah pada topik berbeda: 'maka Aku bersumpah demi (bintang-bintang) yang bersembunyi', transisi menuju rangkaian sumpah kedua yang akan mengarah pada pembelaan terhadap wahyu dan pembawanya.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung "(bintang-bintang)" tidak dipakai: identitas "al-khunnas" tidak dirinci eksplisit dalam Arab pada ayat ini.
Kata (بِالْخُنَّسِ, bi-l-khunnas) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti mundur dan bersembunyi. Ia cuma dipakai di 2 ayat, yaitu 81:15 dan 114:4.
Kesejajaran dengan 114:4 patut dicatat, sebab surah itu ayat penutup mushaf, dan di sana akar yang sama dipakai untuk pembisik yang bersembunyi. Jadi satu akar menamai yang disumpahi di sini dan yang dimintakan perlindungan di sana.
Rangkaian (فَلَا أُقْسِمُ, fa-laa uqsimu) muncul 5 kali di 5 surah, yaitu di 56:75, 69:38, 70:40, 81:15, dan 84:16. Jadi dua dari lima tempat itu berada di juz yang sama dengan surah ini.
Huruf laa di dalam (فَلَا أُقْسِمُ, fa-laa uqsimu) tidak menyatakan pengingkaran atas sumpahnya, sebab sumpahnya tetap berlangsung di ayat ini dan tiga ayat sesudahnya. Jadi bentuknya menegaskan, bukan menolak.
Kata (بِالْخُنَّسِ, bi-l-khunnas) bertakrif, sehingga yang disumpahi jenis yang dianggap dikenali. Jadi Al-Qur'an menunjuk sesuatu tanpa menamainya, dan pembacanya dibiarkan tanpa keterangan tambahan di dalam ayat ini maupun di ayat sesudahnya.
Ayat ini membuka rangkaian sumpah, sesudah empat belas ayat tentang hari kiamat. Jadi surah ini memuat dua bagian pembuka yang berbeda jenisnya, dan yang pertama tiga belas ayat sedangkan yang kedua empat ayat.
Bentuk (أُقْسِمُ, uqsimu) berorang pertama tunggal, sehingga Yang bersumpah menyebut diri-Nya sendiri. Jadi ia berbeda dari sumpah yang dinyatakan lewat huruf di depan bendanya, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya.
Kata (أُقْسِمُ, uqsimu) berasal dari akar yang berarti membagi dan bersumpah. Akar itu dipakai di 31 ayat, antara lain 5:53, 6:109, 16:38, 35:42, dan 90:1. Kesejajaran dengan 90:1 patut dicatat, sebab surah itu berada di juz yang sama dan juga membuka dengan sumpah yang memakai akar ini di ayat pertamanya, tanpa satu kalimat penghubung di antara keduanya.
Huruf ba di depan (بِالْخُنَّسِ, bi-l-khunnas) huruf sumpah, bukan huruf sarana, dan itulah yang membuat kata sesudahnya berbaris kasrah. Jadi kedudukan hurufnya yang menentukan seluruh bacaan ayatnya, dan menggantinya akan mengubah sumpah menjadi keterangan alat. Susunan itu membuka bagian baru sesudah empat belas ayat tentang hari kiamat berhenti, dan peralihan itu tidak ditandai satu kata penghubung pun di antara dua bagiannya. Al-Qur'an tidak menyebut apa yang disumpahi maupun mengapa, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma tiga kata beserta tiga ayat sumpah yang menyusul tanpa satu nama pun.
Tafsiran
Ayat ini membuka rangkaian sumpah baru untuk menegaskan kebenaran wahyu, dan kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya cuma dipakai di 2 ayat, yaitu 81:15 dan 114:4.
Kesejajaran dengan 114:4 patut dicatat, sebab surah itu ayat penutup mushaf, dan di sana akar yang sama dipakai untuk pembisik yang bersembunyi. Jadi satu akar menamai yang disumpahi di sini dan yang dimintakan perlindungan di sana.
Rangkaian dua kata pertamanya muncul 5 kali di 5 surah, yaitu di 56:75, 69:38, 70:40, 81:15, dan 84:16. Jadi dua dari lima tempat itu berada di juz yang sama dengan surah ini.
Huruf kedua di dalam kata pertamanya tidak menyatakan pengingkaran atas sumpahnya, sebab sumpahnya tetap berlangsung di ayat ini dan tiga ayat sesudahnya.
Ayat ini membuka rangkaian sumpah, sesudah empat belas ayat tentang hari kiamat. Akar kata keduanya dipakai di 31 ayat, antara lain 5:53, 6:109, 16:38, 35:42, dan 90:1. Kesejajaran dengan 90:1 patut dicatat, sebab surah itu berada di juz yang sama dan juga membuka dengan sumpah yang memakai akar ini di ayat pertamanya. Jadi surah ini memuat dua bagian pembuka yang berbeda jenisnya, dan yang pertama tiga belas ayat sedangkan yang kedua empat ayat.
Renungan dan Hikmah
- Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya cuma dipakai di 2 ayat, yaitu 81:15 dan 114:4. Di 114:4 akar yang sama dipakai untuk pembisik yang bersembunyi. Jadi satu akar menamai yang disumpahi Allah di sini dan yang dimintakan perlindungan di sana. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian satu akar di dua ujung mushaf yang berjauhan. Satu akar menghubungkan ayat ini dengan ayat penutup mushaf.
- Rangkaian dua kata pertamanya muncul 5 kali di 5 surah, yaitu di 56:75, 69:38, 70:40, 81:15, dan 84:16. Jadi dua dari lima tempat itu berada di juz yang sama dengan surah ini, dan Allah memakai pembuka sumpah yang sama di dua surah berdekatan. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemusatan dua dari lima pemakaiannya di satu juz. Satu akar menghubungkan ayat ini dengan ayat penutup mushaf.
- Huruf kedua di dalam kata pertamanya tidak menyatakan pengingkaran atas sumpahnya, sebab sumpahnya tetap berlangsung di ayat ini dan tiga ayat sesudahnya. Jadi bentuknya menegaskan, bukan menolak, dan Allah tidak menerangkan bentuk itu dengan satu kalimat pun. Bentuk itu tidak diterangkan Al-Qur'an, dan yang bisa dicatat cuma bahwa sumpahnya tetap berlangsung di ayat ini dan tiga ayat yang menyusulnya. Sumpah yang bendanya tidak dinamai membiarkan pembacanya menimbang sendiri.
- Kata terakhirnya bertakrif, sehingga yang disumpahi jenis yang dianggap dikenali. Apa yang dikerjakan sebuah sumpah pada pembacanya ketika Allah menunjuk sesuatu tanpa menamainya, dan tidak satu ayat pun sesudahnya melengkapi namanya? Yang tersedia bagi pembacanya cuma sifat yang disebutkan, dan menamai bendanya berarti menaruh keterangan yang tidak disediakan susunan ayatnya sendiri. Satu akar menghubungkan ayat ini dengan ayat penutup mushaf. Sumpah yang bendanya tidak dinamai membiarkan pembacanya menimbang sendiri.
- Ayat ini membuka rangkaian sumpah, sesudah empat belas ayat tentang hari kiamat. Jadi surah ini memuat dua bagian pembuka yang berbeda jenisnya, dan yang pertama tiga belas ayat sedangkan yang kedua empat ayat panjangnya. Pembagian itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung ayatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemilihan dua jenis pembuka di dalam satu surah. Sumpah yang bendanya tidak dinamai membiarkan pembacanya menimbang sendiri. Satu akar menghubungkan ayat ini dengan ayat penutup mushaf.
- Bentuk kata keduanya berorang pertama tunggal, sehingga Allah sebagai Yang bersumpah menyebut diri-Nya sendiri. Jadi ia berbeda dari sumpah yang dinyatakan lewat huruf di depan bendanya, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya. Perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya sendiri, dan terjemahan yang meratakannya akan kehilangan kehadiran Yang bersumpah di dalam kalimatnya. Sumpah yang bendanya tidak dinamai membiarkan pembacanya menimbang sendiri.