وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ
Dan demi subuh apabila bernapas,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَwa-sh-shubhi idzaa tanaffasadan demi subuh apabila bernapas
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَالصُّبْحِwa-sh-shubhidan demi subuh
- إِذَاidzaaapabila
- تَنَفَّسَtanaffasabernapas
Inti bacaan
Sumpah demi fajar yang menyingsing: 'dan demi subuh apabila bernapas (menyingsing)', metafora puitis tentang fajar yang 'bernapas', citra kehidupan baru yang dimulai setiap hari.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung "(menyingsing)" tidak dipakai.
Kata kerja (تَنَفَّسَ, tanaffasa) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti napas dan jiwa. Ia berdiri di tiga ayat di dalam surah ini, yaitu 81:7, 81:14, dan ayat ini. Jadi akar itu yang paling menyebar di dalam surahnya.
Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Di 81:7 dan 81:14 akar itu menamai jiwa manusia, dan di sini ia menamai subuh yang bernapas. Jadi satu akar mengikat jiwa dan napas pagi, dan Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan itu dengan satu kalimat pun. Kata (تَنَفَّسَ, tanaffasa) di sini berpola kelima, bukan pola pertama.
Kata (وَالصُّبْحِ, wa-sh-shubh) muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 74:34 dan 81:18. Di 74:34 kata yang sama juga berdiri di dalam rangkaian sumpah, dan surah itu berada di juz yang berbeda.
Akar (وَالصُّبْحِ, wa-sh-shubh) berarti pagi. Akar itu dipakai di 43 ayat, antara lain 11:81, 15:66, 26:172, 37:177, dan 74:34. Di sebagian besar pemakaiannya akar itu menamai waktu pagi yang mendatangi kaum yang dibinasakan.
Bentuk (تَنَفَّسَ, tanaffasa) berpola kelima, sehingga perbuatannya disandarkan kepada pelakunya sendiri. Jadi subuh disebut bernapas sendiri, bukan dinapaskan pihak lain, dan perbedaan itu terbawa di dalam polanya.
Kata (إِذَا, idzaa) diulang dari 81:17, sehingga dua ayat sumpah terakhir memakai penanda yang sama. Jadi keduanya dibangun dengan rangka yang sama persis, dan yang berbeda cuma bendanya dan kata kerjanya.
Ayat ini menutup rangkaian empat ayat sumpah, dan jawabannya datang di 81:19. Jadi berbeda dari rangkaian tiga belas ayat pembuka yang dijawab satu kalimat pendek, rangkaian ini dijawab tiga ayat penuh.
Susunan ayat ini menaruh malam sebelum subuh di dalam rangkaiannya, sehingga urutannya mengikuti pergantian waktu. Jadi dua ayat terakhir sumpahnya bergerak dari gelap kepada terang, dan Al-Qur'an tidak menerangkan urutan itu.
Kata (وَالصُّبْحِ, wa-sh-shubh) berbaris kasrah karena berada sesudah huruf sumpah, sama seperti kata pokok di 81:16. Jadi rangkaian sumpahnya memakai baris yang sama pada bendanya, dan kesejajaran itu mengikat keempat ayatnya menjadi satu tarikan.
Kata (إِذَا, idzaa) diulang dari 81:17, sehingga dua ayat berturut-turut memakai penanda yang sama. Jadi keduanya dibangun dengan rangka yang sama persis, dan yang berbeda cuma bendanya dan kata kerjanya di masing-masing ayat. Susunan itu menutup rangkaian sumpah dengan pagi, sesudah membuka dengan benda yang bersembunyi. Al-Qur'an tidak menyebut apa hubungan keempat benda yang disumpahi maupun mengapa urutannya begitu, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma tiga kata di dalam ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian sumpah dengan datangnya waktu subuh, dan kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.
Akarnya berdiri di tiga ayat di dalam surah ini, yaitu 81:7, 81:14, dan ayat ini. Di 81:7 dan 81:14 akar itu menamai jiwa manusia, dan di sini ia menamai subuh yang bernapas.
Jadi satu akar mengikat jiwa dan napas pagi, dan Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan itu dengan satu kalimat pun. Kata pertamanya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 74:34 dan 81:18.
Di 74:34 kata yang sama juga berdiri di dalam rangkaian sumpah. Akarnya dipakai di 43 ayat, antara lain 11:81, 15:66, 26:172, 37:177, dan 74:34, dan di sebagian besar pemakaiannya ia menamai waktu pagi yang mendatangi kaum yang dibinasakan.
Bentuk kata kerjanya berpola kelima, sehingga perbuatannya disandarkan kepada pelakunya sendiri. Kata pertamanya berbaris kasrah karena berada sesudah huruf sumpah, sama seperti kata pokok di 81:16. Kata keduanya diulang dari 81:17, sehingga dua ayat berturut-turut memakai penanda yang sama dan dibangun dengan rangka yang sama persis. Jadi rangkaian ini dijawab tiga ayat penuh, berbeda dari rangkaian tiga belas ayat pembuka yang dijawab satu kalimat pendek saja tanpa satu keterangan tambahan.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya berdiri di tiga ayat di dalam surah ini, yaitu 81:7, 81:14, dan 81:18. Di dua ayat pertama akar itu menamai jiwa manusia, dan di sini ia menamai subuh yang bernapas. Jadi satu akar mengikat jiwa dan napas pagi. Kesejajaran itu tidak ditandai satu kalimat pun, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa satu akar mengikat jiwa manusia dan napas pagi di surah ini. Rangkaian sumpah ditutup dengan pagi, sesudah dibuka dengan yang bersembunyi.
- Kata pertamanya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 74:34 dan 81:18. Di 74:34 kata yang sama juga berdiri di dalam rangkaian sumpah Allah, dan surah itu berada di juz yang berbeda dari surah ini tanpa satu kalimat penghubung di antaranya. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian kata yang sama di dua sumpah berjauhan. Rangkaian sumpah ditutup dengan pagi, sesudah dibuka dengan yang bersembunyi.
- Akar kata pertamanya dipakai Allah di 43 ayat, antara lain 11:81, 15:66, 26:172, 37:177, dan 74:34. Di sebagian besar pemakaiannya akar itu menamai waktu pagi yang mendatangi kaum yang dibinasakan, sedangkan di sini ia dipakai di dalam sumpah. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemakaian akar yang biasanya menamai kebinasaan. Rangkaian sumpah ditutup dengan pagi, sesudah dibuka dengan yang bersembunyi.
- Bentuk kata kerjanya berpola kelima, sehingga perbuatannya disandarkan kepada pelakunya sendiri. Jadi subuh disebut bernapas sendiri, bukan dinapaskan pihak lain, dan perbedaan itu terbawa di dalam polanya tanpa satu kata keterangan pun dari Allah. Perbedaan pola itu terbawa di dalam susunan hurufnya, dan terjemahan yang meratakannya akan menghadirkan pihak lain yang tidak disebutkan di dalam ayatnya. Subuh yang bernapas dinamai dengan akar yang sama seperti jiwa manusia.
- Ayat ini menutup rangkaian empat ayat sumpah, dan jawabannya datang di 81:19. Jadi berbeda dari rangkaian tiga belas ayat pembuka yang dijawab Allah satu kalimat pendek, rangkaian ini dijawab tiga ayat penuh yang menerangkan satu utusan. Pembagian itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung ayatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemberian tiga ayat jawaban bagi rangkaian ini. Subuh yang bernapas dinamai dengan akar yang sama seperti jiwa manusia.
- Susunan ayat ini menaruh malam sebelum subuh di dalam rangkaiannya, sehingga urutannya mengikuti pergantian waktu. Apa yang dikerjakan sebuah sumpah pada pembacanya ketika Allah menutupnya dengan pagi, sesudah membuka dengan benda yang bersembunyi? Urutan itu tidak diterangkan Al-Qur'an, dan yang bisa dicatat cuma bahwa malam disebut lebih dulu daripada subuh di dalam rangkaian sumpahnya. Subuh yang bernapas dinamai dengan akar yang sama seperti jiwa manusia. Subuh yang bernapas dinamai dengan akar yang sama seperti jiwa manusia.