وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُونٍ

Dan teman kalian bukanlah orang gila.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُونٍwa-maa shaahibukum bi-majnuunindan teman kalian bukanlah orang gila

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. صَاحِبُكُمْshaahibukumkawan kalian
  3. بِمَجْنُونٍbi-majnuuninorang gila

Inti bacaan

Pembelaan langsung terhadap tuduhan personal: 'dan temanmu itu bukanlah orang gila', bantahan tegas terhadap fitnah karakter, penggunaan kata 'teman' yang menegaskan kedekatan dan pengenalan personal yang membantah tuduhan tersebut.

Penjelasan pilihan kata

Kata (صَاحِبُكُمْ, shaahibukum) muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 53:2 dan 81:22. Di 53:2 kata yang sama juga dipakai untuk membantah tuduhan terhadap Nabi, dan ayat itu juga berdiri sesudah rangkaian sumpah.

Kata (بِمَجْنُونٍ, bi-majnuun) muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 68:2 dan 81:22. Di 68:2 kata yang sama juga dipakai untuk membantah tuduhan yang sama persis terhadap Nabi.

Jadi dua kata di ayat ini masing-masing punya satu pembanding, dan keduanya sama-sama berdiri di dalam bantahan terhadap tuduhan yang sama. Al-Qur'an tidak menghubungkan ketiga tempat itu dengan satu kalimat pun. Kata (بِمَجْنُونٍ, bi-majnuun) di sini didahului huruf yang menguatkan pengingkaran.

Akar (بِمَجْنُونٍ, bi-majnuun) berarti menutupi sampai tak terlihat. Akar itu muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 81:13 dan ayat ini. Di 81:13 akar itu menamai taman yang didekatkan.

Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Satu akar menamai taman dan tuduhan kehilangan akal, dan yang menyambungkan keduanya cuma gagasan tentang sesuatu yang tertutup dari pandangan. Al-Qur'an tidak menerangkan hal itu. Kata (صَاحِبُكُمْ, shaahibukum) mendahuluinya, dan ia memakai kata ganti jamak.

Huruf ba di depan (بِمَجْنُونٍ, bi-majnuun) huruf tambahan yang menguatkan pengingkaran, bukan huruf sarana. Jadi bentuknya memperkuat bantahan itu, dan menghilangkannya akan melemahkan apa yang dinyatakan susunannya.

Kata (صَاحِبُكُمْ, shaahibukum) memakai kata ganti jamak, sehingga Nabi disebut sebagai teman mereka sendiri. Jadi bantahannya diikat kepada hubungan yang mereka kenali, bukan kepada kedudukan yang jauh dari mereka.

Ayat ini membuka empat ayat bantahan, dan keempatnya berjalan sampai 81:25. Jadi dua bantahan berbentuk pengingkaran dan dua pernyataan berselang di antaranya, dan Al-Qur'an tidak menandai susunan itu.

Kata (وَمَا, wa maa) di awal ayat huruf pengingkaran, sedangkan kata yang berbunyi sama di 81:14 kata sambung. Jadi satu bunyi berdiri dengan dua kedudukan yang berbeda di dalam surah ini, dan pembacanya harus menimbangnya dari susunan kalimatnya sendiri.

Kata (صَاحِبُكُمْ, shaahibukum) berasal dari akar yang berarti menemani. Akar itu dipakai di 89 ayat, antara lain 2:39, 9:40, 18:34, 53:2, dan 68:48. Di sebagian besar pemakaiannya akar itu menamai penghuni neraka atau penghuni surga, bukan teman seseorang. Susunan itu berpindah dari utusan yang jauh kepada Nabi yang mereka kenal sendiri. Al-Qur'an tidak menyebut siapa yang menuduhkannya maupun kapan, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma tiga kata yang membuka empat ayat bantahan di bagian ini.

Tafsiran

Ayat ini menyanggah tuduhan bahwa Nabi adalah orang gila, dan kata keduanya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 53:2 dan 81:22.

Di 53:2 kata yang sama juga dipakai untuk membantah tuduhan terhadap Nabi, dan ayat itu juga berdiri sesudah rangkaian sumpah. Kata terakhirnya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 68:2 dan 81:22.

Di 68:2 kata yang sama juga dipakai untuk membantah tuduhan yang sama persis. Jadi dua kata di ayat ini masing-masing punya satu pembanding, dan keduanya sama-sama berdiri di dalam bantahan terhadap tuduhan yang sama.

Akar kata terakhirnya muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 81:13 dan ayat ini. Di 81:13 akar itu menamai taman yang didekatkan, sehingga satu akar menamai taman dan tuduhan kehilangan akal.

Ayat ini membuka empat ayat bantahan, dan keempatnya berjalan sampai 81:25. Kata pertamanya huruf pengingkaran, sedangkan kata yang berbunyi sama di 81:14 kata sambung. Akar kata keduanya dipakai di 89 ayat, antara lain 2:39, 9:40, 18:34, 53:2, dan 68:48, dan di sebagian besar pemakaiannya ia menamai penghuni neraka atau penghuni surga. Jadi dua bantahan berbentuk pengingkaran dan satu pernyataan berselang di antaranya, dan Al-Qur'an tidak menandai susunan itu.

Renungan dan Hikmah

  • Kata keduanya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 53:2 dan 81:22, dan kata terakhirnya muncul 2 kali di 68:2 dan 81:22. Jadi dua kata di ayat ini masing-masing punya satu pembanding, dan keduanya sama-sama berdiri di dalam bantahan Allah terhadap tuduhan yang sama. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian dua kata yang masing-masing punya satu pembanding. Dua kata di ayat ini masing-masing punya satu pembanding di surah lain.
  • Akar kata terakhirnya muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 81:13 dan 81:22. Di 81:13 akar itu menamai taman yang didekatkan Allah. Jadi satu akar menamai taman dan tuduhan kehilangan akal, dan yang menyambungkannya cuma gagasan tentang sesuatu yang tertutup dari pandangan. Kesejajaran itu tidak ditandai satu kalimat pun, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa satu akar mengikat taman dan tuduhan kehilangan akal. Nabi disebut sebagai teman mereka sendiri, bukan sebagai pihak yang jauh.
  • Huruf di depan kata terakhirnya huruf tambahan yang menguatkan pengingkaran, bukan huruf sarana. Jadi bentuknya memperkuat bantahan Allah, dan menghilangkannya akan melemahkan apa yang dinyatakan susunannya tanpa mengubah satu kata pun. Kekuatan itu terbawa di dalam satu huruf saja, dan terjemahan yang menghilangkannya akan melemahkan bantahan yang dinyatakan susunan katanya sendiri. Dua kata di ayat ini masing-masing punya satu pembanding di surah lain.
  • Kata keduanya memakai kata ganti jamak, sehingga Nabi disebut sebagai teman mereka sendiri. Apa yang dikerjakan sebuah bantahan pada pendengarnya ketika Allah mengikatnya kepada hubungan yang mereka kenali, bukan kepada kedudukan yang jauh dari mereka? Yang tersedia bagi pembacanya cuma hubungan yang disebutkan, dan menambahkan kedudukan yang lain berarti menaruh apa yang tidak tertulis di dalam ayatnya. Nabi disebut sebagai teman mereka sendiri, bukan sebagai pihak yang jauh.
  • Di 53:2 kata keduanya juga dipakai untuk membantah tuduhan terhadap Nabi, dan ayat itu juga berdiri sesudah rangkaian sumpah. Jadi dua surah memakai susunan yang sama: sumpah lebih dulu, lalu bantahan yang memakai kata yang sama persis dari Allah. Kesejajaran itu bisa diperiksa siapa pun dengan membandingkan dua surahnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian susunan yang sama di keduanya. Dua kata di ayat ini masing-masing punya satu pembanding di surah lain.
  • Ayat ini membuka empat ayat bantahan, dan keempatnya berjalan sampai 81:25. Jadi dua bantahan berbentuk pengingkaran dan dua pernyataan berselang di antaranya, dan Allah tidak menandai susunan itu dengan satu kata penghubung pun. Pembagian itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa nomornya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemilihan panjang bagian bantahannya. Nabi disebut sebagai teman mereka sendiri, bukan sebagai pihak yang jauh. Nabi disebut sebagai teman mereka sendiri, bukan sebagai pihak yang jauh.