وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَجِيمٍ

Dan ia bukanlah perkataan setan yang terkutuk.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَانٍ رَجِيمٍwa-maa huwa bi-qawli syaythaanin rajiimindan ia bukanlah perkataan setan yang terkutuk

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. هُوَhuwaia
  3. بِقَوْلِbi-qawliperkataan
  4. شَيْطَانٍsyaythaaninsetan
  5. رَجِيمٍrajiiminyang terkutuk

Inti bacaan

Bantahan tuduhan sumber jahat: 'dan ia bukanlah perkataan setan yang terkutuk', penegasan tegas yang membedakan wahyu dari bisikan negatif, memastikan kredibilitas sumber pesan.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (شَيْطَانٍ رَجِيمٍ, syaithaanin rajiim) muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 15:17 dan 81:25. Di 15:17 rangkaian itu dipakai untuk menyatakan langit dijaga dari setan yang terkutuk.

Jadi dua tempat memakai rangkaian yang sama, dan yang di 15:17 menyebut penjagaan langit sedangkan yang di sini menyanggah asal wahyu. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun.

Kata (بِقَوْلِ, bi-qauli) berasal dari akar yang berarti mengatakan. Akar itu muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 81:19 dan ayat ini. Di 81:19 akar itu menamai perkataan utusan yang mulia.

Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Satu akar mengikat perkataan utusan yang mulia dan perkataan setan yang terkutuk, dan dua ayat itu berjarak enam ayat. Jadi dua sumber yang paling berlawanan dinamai dengan kata yang sama. Kata (رَجِيمٍ, rajiim) di sini menyifati kata sebelumnya, dan keduanya tanpa takrif.

Akar (رَجِيمٍ, rajiim) berarti melempar dengan batu. Akar itu cuma dipakai di 14 ayat, antara lain 3:36, 15:17, 16:98, 19:46, dan 38:77. Di sebagian besar pemakaiannya akar itu menamai setan yang terkutuk.

Huruf ba di depan (بِقَوْلِ, bi-qauli) huruf tambahan yang menguatkan pengingkaran, sama seperti huruf di 81:22 dan 81:24. Jadi tiga ayat bantahan di surah ini memakai penguat yang sama persis.

Kesejajaran itu patut dicatat. Tiga dari empat ayat bantahan memakai susunan yang sama, dan cuma 81:23 yang berbentuk pernyataan. Jadi bagian bantahannya seragam, dan penyelaannya cuma satu ayat.

Ayat ini menutup empat ayat bantahan, dan sesudahnya 81:26 berpindah kepada teguran. Jadi bantahan berhenti di sini, dan empat ayat terakhir surahnya membicarakan sikap yang seharusnya diambil.

Kata (شَيْطَانٍ, syaithaanin) berasal dari akar yang berarti jauh dan menyimpang. Akar itu dipakai di 78 ayat, antara lain 2:14, 4:76, 7:27, 17:53, dan 43:36. Jadi akar yang tersebar di puluhan ayat dipakai di sini di dalam bantahan tentang asal perkataan, bukan tentang bisikan yang biasa dinamainya di tempat lain.

Kata (وَمَا, wa maa) di awal ayat huruf pengingkaran, sama seperti kata pembuka di 81:22 dan 81:24. Jadi tiga ayat bantahan dibuka dengan kata yang sama persis, dan cuma 81:23 yang berdiri di luar pola itu. Susunan itu menutup empat ayat bantahan dengan tuduhan yang paling berat di antara ketiganya, dan tiga dari empat ayat itu dibuka dengan kata pengingkaran yang sama persis. Al-Qur'an tidak menyebut siapa yang menuduhkannya maupun apa alasan mereka, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma lima kata yang mengakhiri bagian bantahan di dalam surah ini.

Tafsiran

Ayat ini menyanggah tuduhan bahwa wahyu berasal dari setan, dan rangkaian dua kata terakhirnya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 15:17 dan 81:25.

Di 15:17 rangkaian itu dipakai untuk menyatakan langit dijaga dari setan yang terkutuk. Jadi dua tempat memakai rangkaian yang sama, dan yang di 15:17 menyebut penjagaan langit sedangkan yang di sini menyanggah asal wahyu.

Kata ketiganya berasal dari akar yang muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 81:19 dan ayat ini. Di 81:19 akar itu menamai perkataan utusan yang mulia.

Jadi satu akar mengikat perkataan utusan yang mulia dan perkataan setan yang terkutuk, dan dua ayat itu berjarak enam ayat. Akar kata terakhirnya cuma dipakai di 14 ayat, antara lain 3:36, 15:17, 16:98, 19:46, dan 38:77.

Ayat ini menutup empat ayat bantahan, dan sesudahnya 81:26 berpindah kepada teguran. Akar kata keempatnya dipakai di 78 ayat, antara lain 2:14, 4:76, 7:27, 17:53, dan 43:36. Kata pertamanya huruf pengingkaran, sama seperti kata pembuka di 81:22 dan 81:24, sehingga tiga ayat bantahan dibuka dengan kata yang sama persis di dalam surah ini. Jadi bantahan berhenti di sini, dan empat ayat terakhir surahnya membicarakan sikap yang seharusnya diambil oleh yang mendengarnya.

Renungan dan Hikmah

  • Kata ketiganya berasal dari akar yang muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 81:19 dan 81:25. Di 81:19 akar itu menamai perkataan utusan yang mulia. Jadi satu akar mengikat dua sumber yang paling berlawanan, dan Allah menaruh keduanya berjarak enam ayat. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian satu akar untuk dua sumber berlawanan. Satu akar mengikat dua sumber perkataan yang paling berjauhan.
  • Rangkaian dua kata terakhirnya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 15:17 dan 81:25. Di 15:17 rangkaian itu dipakai Allah untuk menyatakan langit dijaga dari setan yang terkutuk, sedangkan di sini ia dipakai untuk menyanggah asal wahyu yang dituduhkan. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemakaian rangkaian yang sama di dua tempat saja. Tuduhan yang paling berat dibantah dengan susunan yang paling ringkas.
  • Akar kata terakhirnya cuma dipakai di 14 ayat, antara lain 3:36, 15:17, 16:98, 19:46, dan 38:77. Di sebagian besar pemakaiannya akar itu menamai setan yang terkutuk, sehingga sifat itu hampir selalu melekat pada satu pihak yang sama di dalam Al-Qur'an. Yang menyambungkan tempat-tempat itu cuma bentuk katanya, dan Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan di antaranya dengan satu kalimat penjelas pun. Satu akar mengikat dua sumber perkataan yang paling berjauhan.
  • Huruf di depan kata ketiganya huruf tambahan yang menguatkan pengingkaran, sama seperti huruf di 81:22 dan 81:24. Jadi tiga ayat bantahan di surah ini memakai penguat yang sama persis, dan cuma 81:23 yang berbentuk pernyataan di antara keempatnya. Kesejajaran itu berlaku sampai ke hurufnya, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa tiga ayat bantahan memakai penguat yang sama persis. Tuduhan yang paling berat dibantah dengan susunan yang paling ringkas.
  • Tiga dari empat ayat bantahan memakai susunan yang sama, dan cuma 81:23 yang berbentuk pernyataan. Jadi bagian bantahan Allah seragam, dan penyelaannya cuma satu ayat yang justru menegaskan apa yang benar-benar dilihat Nabi. Perbedaan bentuk itu bisa diperiksa siapa pun dengan membandingkan empat ayatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan penyelaan pernyataan di tengahnya. Satu akar mengikat dua sumber perkataan yang paling berjauhan. Satu akar mengikat dua sumber perkataan yang paling berjauhan.
  • Ayat ini menutup empat ayat bantahan, dan sesudahnya 81:26 berpindah kepada teguran. Apa yang berubah pada pembacanya ketika Allah selesai membantah tiga tuduhan, lalu langsung bertanya ke mana mereka hendak pergi? Peralihan itu tidak ditandai satu kata penghubung pun, dan pembacanya sendiri yang harus menyadari bahwa bagian bantahannya sudah berhenti di ayat ini. Tuduhan yang paling berat dibantah dengan susunan yang paling ringkas. Tuduhan yang paling berat dibantah dengan susunan yang paling ringkas.