فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ
Maka ke manakah kalian hendak pergi?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَأَيْنَ تَذْهَبُونَfa-ayna tadzhabuunamaka ke manakah kalian hendak pergi
Terjemahan per kata (2 kata)
- فَأَيْنَfa-aynamaka ke manakah
- تَذْهَبُونَtadzhabuunakalian pergi
Inti bacaan
Teguran retoris terhadap penolakan yang tak masuk akal: 'maka ke manakah kalian hendak pergi?', pertanyaan yang menyoroti absurditas menghindari kebenaran yang sudah jelas didukung berbagai bukti dan pembelaan.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ, fa-aina tadzhabuun) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata kerja (تَذْهَبُونَ, tadzhabuun) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sehingga dua kata di ayat ini tidak berulang di tempat lain mana pun.
Akar (تَذْهَبُونَ, tadzhabuun) berarti pergi. Akar itu dipakai di 56 ayat, antara lain 2:17, 11:10, 12:13, 20:42, dan 33:33. Di sebagian besar pemakaiannya akar itu menamai perbuatan pergi atau menghilangkan sesuatu.
Jadi akar yang di puluhan ayat menamai kepergian yang biasa, di sini dipakai di dalam pertanyaan tentang ke mana mereka hendak pergi. Al-Qur'an tidak menyebut jawabannya di ayat mana pun sesudahnya. Kata (تَذْهَبُونَ, tadzhabuun) di sini berbentuk sekarang dan berorang kedua jamak.
Kata (أَيْنَ, aina) huruf tanya tentang tempat, dan itu satu-satunya pertanyaan tentang tempat di dalam surah ini. Jadi surah ini memuat dua pertanyaan yang berbeda jenisnya: yang di 81:9 tentang sebab dan yang di sini tentang arah.
Huruf fa di awal ayat menyambungkannya kepada empat ayat bantahan sebelumnya, sehingga pertanyaan ini datang sebagai akibat. Jadi ia bukan pertanyaan yang berdiri sendiri melainkan kesimpulan dari bantahan yang mendahuluinya.
Bentuk (تَذْهَبُونَ, tadzhabuun) berorang kedua jamak, sedangkan 81:19 sampai 81:25 berbicara tentang pihak ketiga. Jadi pembicaraan berpindah kepada sapaan langsung, dan Al-Qur'an tidak menandai pergantian itu.
Susunan ayat ini cuma dua kata, dan itu ayat terpendek di dalam surah ini. Jadi teguran yang paling langsung dinyatakan dengan kalimat yang paling ringkas, dan Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Kata (فَأَيْنَ, fa-aina) membuka ayatnya, dan ia memuat kata tanya tentang tempat.
Ayat ini membuka empat ayat penutup, dan keempatnya berjalan sampai 81:29. Jadi surah ini ditutup dengan teguran, penegasan, keterbukaan, dan penyerahan kepada kehendak-Nya.
Kata (فَأَيْنَ, fa-aina) tersusun dari huruf penyambung dan kata tanya, sehingga pertanyaannya diikat kepada apa yang mendahuluinya. Jadi ia tidak berdiri sendiri, dan menghilangkan huruf penyambungnya akan memutus hubungan yang dibangun susunan empat ayat sebelumnya.
Bentuk (تَذْهَبُونَ, tadzhabuun) berbentuk sekarang, sehingga kepergian itu dinyatakan sebagai yang sedang berlangsung. Jadi yang ditanyakan bukan kepergian yang sudah terjadi melainkan yang sedang mereka tempuh, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya. Susunan itu mengubah bantahan menjadi pertanyaan tanpa satu kata penghubung selain hurufnya. Al-Qur'an tidak menyebut ke mana mereka pergi maupun apa yang mereka cari, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma dua kata yang keduanya tidak berulang di tempat lain mana pun.
Tafsiran
Ayat ini menegur mereka yang berpaling padahal kebenaran sudah jelas, dan rangkaian dua katanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.
Kata keduanya juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sehingga dua kata di ayat ini tidak berulang di tempat lain mana pun. Akarnya dipakai di 56 ayat, antara lain 2:17, 11:10, 12:13, 20:42, dan 33:33.
Di sebagian besar pemakaiannya akar itu menamai perbuatan pergi atau menghilangkan sesuatu. Jadi akar yang di puluhan ayat menamai kepergian yang biasa, di sini dipakai di dalam pertanyaan tentang ke mana mereka hendak pergi.
Kata pertamanya memuat huruf tanya tentang tempat, dan itu satu-satunya pertanyaan tentang tempat di dalam surah ini. Jadi surah ini memuat dua pertanyaan yang berbeda jenisnya.
Susunan ayat ini cuma dua kata, dan itu ayat terpendek di dalam surah ini. Kata pertamanya tersusun dari huruf penyambung dan kata tanya, sehingga pertanyaannya diikat kepada apa yang mendahuluinya. Bentuk kata keduanya berbentuk sekarang, sehingga kepergian itu dinyatakan sebagai yang sedang berlangsung, bukan yang sudah terjadi. Jadi surah ini ditutup dengan teguran, penegasan, keterbukaan, dan penyerahan kepada kehendak-Nya di empat ayat terakhirnya.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian dua katanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata keduanya juga muncul 1 kali. Jadi dua kata di ayat ini tidak berulang di tempat lain mana pun, dan pembacanya cuma punya ayat ini sendiri untuk menimbang apa yang ditanyakan Allah. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemilihan dua kata yang keduanya tidak berulang. Dua kata di ayat terpendek ini keduanya tidak berulang di mana pun.
- Kata pertamanya memuat huruf tanya tentang tempat, dan itu satu-satunya pertanyaan tentang tempat di dalam surah ini. Jadi surah ini memuat dua pertanyaan yang berbeda jenisnya: yang di 81:9 tentang sebab dan yang di sini tentang arah. Perbedaan jenis itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan membandingkan dua ayatnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemilihan jenis masing-masing. Dua kata di ayat terpendek ini keduanya tidak berulang di mana pun.
- Huruf di awal ayat menyambungkannya kepada empat ayat bantahan sebelumnya, sehingga pertanyaan ini datang sebagai akibat. Jadi ia bukan pertanyaan yang berdiri sendiri melainkan kesimpulan Allah dari bantahan yang mendahuluinya di 81:22 sampai 81:25. Hubungan itu terbawa di dalam satu huruf saja, dan terjemahan yang menghilangkannya akan memutus pertanyaan ini dari empat ayat yang mendahuluinya. Pertanyaan dua kata menutup empat ayat bantahan tanpa satu kata tambahan.
- Bentuk kata keduanya berorang kedua jamak, sedangkan 81:19 sampai 81:25 berbicara tentang pihak ketiga. Jadi pembicaraan berpindah kepada sapaan langsung, dan Allah tidak menandai pergantian itu dengan satu kata penghubung pun. Peralihan itu tidak ditandai satu kata pun, dan pembacanya sendiri yang harus menyadari bahwa yang disapa sekarang mereka sendiri, bukan pihak ketiga. Pertanyaan dua kata menutup empat ayat bantahan tanpa satu kata tambahan. Pertanyaan dua kata menutup empat ayat bantahan tanpa satu kata tambahan.
- Susunan ayat ini cuma dua kata, dan itu ayat terpendek di dalam surah ini. Apa yang ditambahkan sebuah teguran ketika Allah menyatakannya dengan kalimat sesingkat mungkin, sesudah empat ayat bantahan yang panjang? Panjangnya bisa dihitung ulang siapa pun dengan menghitung katanya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemilihan kalimat terpendek untuk teguran ini. Dua kata di ayat terpendek ini keduanya tidak berulang di mana pun. Pertanyaan dua kata menutup empat ayat bantahan tanpa satu kata tambahan.
- Ayat ini membuka empat ayat penutup, dan keempatnya berjalan sampai 81:29. Jadi surah ini ditutup Allah dengan teguran, penegasan, keterbukaan, dan penyerahan kepada kehendak-Nya tanpa satu kata penghubung di antaranya. Pembagian itu bisa diperiksa siapa pun dengan memeriksa nomornya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemilihan panjang bagian penutupnya. Pertanyaan dua kata menutup empat ayat bantahan tanpa satu kata tambahan. Dua kata di ayat terpendek ini keduanya tidak berulang di mana pun.