إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ
Ia tidak lain kecuali peringatan bagi seisi alam,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَin huwa illaa dzikrun li-l-'aalamiinaia tidak lain kecuali peringatan bagi seisi alam
Terjemahan per kata (5 kata)
- إِنْinjika
- هُوَhuwaia
- إِلَّاillaakecuali
- ذِكْرٌdzikrunperingatan
- لِلْعَالَمِينَli-l-'aalamiinabagi seluruh alam
Inti bacaan
Cakupan universal fungsi wahyu: '(Al-Qur'an) itu tidak lain, kecuali peringatan bagi seisi alam', penegasan bahwa pesan ini tidak terbatas pada kelompok atau zaman tertentu, relevansi yang menyeluruh.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan kurung "(Al-Qur'an)" tidak dipakai.
Kata (ذِكْرٌ, dzikrun) muncul 10 kali di 9 surah, antara lain di 7:63, 12:104, 21:50, 38:87, dan 68:52. Kesejajaran dengan 38:87 dan 68:52 patut dicatat, sebab di kedua tempat itu kata yang sama juga disusul kata yang menyebut seluruh alam.
Jadi tiga tempat memakai susunan yang berdekatan, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan ketiganya dengan satu kalimat pun. Yang menyambungkannya cuma dua kata yang berulang bersamaan.
Kata (لِلْعَالَمِينَ, li-l-'aalamiin) muncul 12 kali di 11 surah, antara lain di 3:96, 21:107, 25:1, 38:87, dan 68:52. Akarnya berarti mengetahui. Ia berdiri di tiga ayat di dalam surah ini, yaitu 81:14, ayat ini, dan 81:29.
Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Di 81:14 akar itu menamai pengetahuan jiwa atas perbuatannya, dan di sini serta di 81:29 ia menamai seluruh alam. Jadi satu akar mengikat pengetahuan dan yang diketahui. Kata (ذِكْرٌ, dzikrun) di sini tidak bertakrif, sehingga yang disebut jenisnya.
Kata (هُوَ, huwa) tidak menamai apa yang ditunjuknya, dan terjemahan ini membiarkannya apa adanya. Jadi pembacanya harus melengkapinya dari 81:19 sampai 81:25, dan Al-Qur'an tidak menyebut satu nama pun di ayat ini.
Rangkaian (إِنْ هُوَ إِلَّا, in huwa illaa) memuat pengingkaran dan pengecualian sekaligus, sehingga yang dinyatakan pembatasan. Jadi susunannya menutup seluruh kemungkinan lain, dan pembatasan itu terbawa di dalam dua huruf saja.
Kata (ذِكْرٌ, dzikrun) tidak bertakrif, sehingga yang disebut peringatan sebagai jenis, bukan satu peringatan tertentu. Jadi cakupannya dibiarkan seluas mungkin, dan menambahkan penakrifan akan mempersempit apa yang tertulis.
Ayat ini bagian kedua dari empat ayat penutup, dan ia menjawab pertanyaan di 81:26 tanpa menyebutnya sebagai jawaban. Jadi dua ayat itu terikat, dan Al-Qur'an tidak menandai hubungan keduanya dengan satu kata penghubung.
Kata (إِنْ, in) di ayat ini huruf pengingkaran, bukan huruf syarat seperti yang lazim dipakai di surah lain. Jadi satu bunyi berdiri dengan dua kedudukan yang berbeda di dalam Al-Qur'an, dan pembacanya harus menimbangnya dari susunan kalimatnya sendiri.
Kata (لِلْعَالَمِينَ, li-l-'aalamiin) memakai huruf lam yang menyatakan untuk siapa peringatan itu, sehingga cakupannya dinyatakan lewat satu huruf saja. Jadi keluasan yang paling besar di dalam surah ini terbawa di dalam huruf yang paling kecil. Susunan itu menjawab pertanyaan sebelumnya dengan pembatasan, bukan dengan keterangan arah. Al-Qur'an tidak menyebut apa yang ditunjuk kata gantinya maupun siapa saja yang termasuk seluruh alam, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma lima kata di dalam ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa wahyu ini adalah peringatan universal bagi seluruh alam, dan kata keempatnya muncul 10 kali di 9 surah, antara lain di 7:63, 12:104, 21:50, 38:87, dan 68:52.
Kesejajaran dengan 38:87 dan 68:52 patut dicatat, sebab di kedua tempat itu kata yang sama juga disusul kata yang menyebut seluruh alam. Jadi tiga tempat memakai susunan yang berdekatan.
Kata terakhirnya muncul 12 kali di 11 surah, antara lain di 3:96, 21:107, 25:1, 38:87, dan 68:52. Akarnya berdiri di tiga ayat di dalam surah ini, yaitu 81:14, ayat ini, dan 81:29.
Di 81:14 akar itu menamai pengetahuan jiwa atas perbuatannya, dan di sini serta di 81:29 ia menamai seluruh alam. Jadi satu akar mengikat pengetahuan dan yang diketahui.
Rangkaian tiga kata pertamanya memuat pengingkaran dan pengecualian sekaligus, sehingga yang dinyatakan pembatasan. Kata pertamanya huruf pengingkaran, bukan huruf syarat seperti yang lazim dipakai di surah lain. Kata terakhirnya memakai huruf yang menyatakan untuk siapa peringatan itu, sehingga keluasan yang paling besar di dalam surah ini terbawa di dalam huruf yang paling kecil. Jadi dua ayat itu terikat, dan Al-Qur'an tidak menandai hubungan keduanya dengan satu kata penghubung pun di antaranya.
Renungan dan Hikmah
- Akar kata terakhirnya berdiri di tiga ayat di dalam surah ini, yaitu 81:14, 81:27, dan 81:29. Di 81:14 akar itu menamai pengetahuan jiwa atas perbuatannya, dan di sini serta di 81:29 ia menamai seluruh alam. Jadi satu akar mengikat pengetahuan dan yang diketahui. Kesejajaran itu tidak ditandai satu kalimat pun, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa satu akar mengikat tiga ayat yang tersebar di surah ini. Peringatan bagi seluruh alam menjawab pertanyaan tentang ke mana mereka pergi.
- Kata keempatnya muncul 10 kali di 9 surah, antara lain di 7:63, 12:104, 21:50, 38:87, dan 68:52. Di 38:87 dan 68:52 kata yang sama juga disusul kata yang menyebut seluruh alam. Jadi tiga tempat memakai susunan yang berdekatan tanpa satu kalimat penghubung dari Allah. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian susunan yang sama di tiga tempat. Pembatasan yang menutup semua kemungkinan lain terbawa di dalam dua huruf.
- Rangkaian tiga kata pertamanya memuat pengingkaran dan pengecualian sekaligus, sehingga yang dinyatakan pembatasan. Jadi susunan Allah menutup seluruh kemungkinan lain, dan pembatasan itu terbawa di dalam dua huruf saja tanpa satu kata penegas pun. Pembatasan itu terbawa di dalam dua huruf saja, dan terjemahan yang melemahkannya akan membuka kemungkinan yang justru ditutup susunan katanya. Peringatan bagi seluruh alam menjawab pertanyaan tentang ke mana mereka pergi.
- Kata keduanya tidak menamai apa yang ditunjuknya, dan terjemahan ini membiarkannya apa adanya. Jadi pembacanya harus melengkapinya dari 81:19 sampai 81:25, dan Allah tidak menyebut satu nama pun di dalam ayat ini maupun di ayat sesudahnya. Ketiadaan nama itu perlu dijaga di dalam terjemahannya, sebab menyisipkannya akan menutup apa yang sengaja dibiarkan kabur oleh kata gantinya. Peringatan bagi seluruh alam menjawab pertanyaan tentang ke mana mereka pergi. Peringatan bagi seluruh alam menjawab pertanyaan tentang ke mana mereka pergi.
- Kata keempatnya tidak bertakrif, sehingga yang disebut peringatan sebagai jenis, bukan satu peringatan tertentu. Jadi Allah membiarkan cakupannya seluas mungkin, dan menambahkan penakrifan akan mempersempit apa yang tertulis di dalam ayatnya. Ketiadaan penakrifan itu perlu dijaga di dalam terjemahannya, sebab menambahkannya akan mempersempit apa yang dibiarkan seluas mungkin oleh susunannya. Pembatasan yang menutup semua kemungkinan lain terbawa di dalam dua huruf.
- Ayat ini bagian kedua dari empat ayat penutup, dan ia menjawab pertanyaan di 81:26 tanpa menyebutnya sebagai jawaban. Apa yang dikerjakan sebuah jawaban pada pembacanya ketika Allah tidak menandainya sebagai jawaban dengan satu kata pun? Hubungan itu tidak ditandai satu kata pun, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa ayat ini menjawab pertanyaan yang baru diajukan sebelumnya. Pembatasan yang menutup semua kemungkinan lain terbawa di dalam dua huruf.