لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَ

Bagi siapa di antara kalian yang menghendaki menempuh jalan lurus.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيمَli-man syaa'a minkum an yastaqiimabagi siapa di antara kalian yang menghendaki menempuh jalan lurus

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. لِمَنْli-manbagi siapa
  2. شَاءَsyaa'amenghendaki
  3. مِنْكُمْminkumdari kalian
  4. أَنْanuntuk
  5. يَسْتَقِيمَyastaqiimalurus

Inti bacaan

Kebebasan memilih yang konsisten: 'bagi siapa di antara kalian yang menghendaki menempuh jalan lurus', penegasan ulang prinsip kehendak bebas, tidak ada paksaan dalam merespons peringatan yang telah disampaikan.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (يَسْتَقِيمَ, yastaqiim) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti berdiri dan menegakkan. Ia dipakai di 597 ayat, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul di seluruh Al-Qur'an.

Jadi akar yang tersebar di ratusan ayat memberi satu bentuk yang cuma berdiri di ayat ini. Kelangkaan bentuk dan keseringan akar bertemu di dalam satu kata, dan Al-Qur'an tidak menerangkan hal itu. Kata (يَسْتَقِيمَ, yastaqiim) di sini berpola kesepuluh, bukan pola pertama.

Bentuk (يَسْتَقِيمَ, yastaqiim) berpola kesepuluh, sehingga artinya menempuh jalan lurus atas kemauannya sendiri. Jadi perbuatannya disandarkan kepada pelakunya, dan itu sejalan dengan kata pilihan yang mendahuluinya di ayat ini.

Kata kerja (شَاءَ, syaa-a) berasal dari akar yang berarti menghendaki. Akar itu muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini dan 81:29. Di 81:29 akar itu dipakai tiga kali di dalam satu ayat.

Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Di sini kehendak disandarkan kepada manusia, dan di 81:29 ia disandarkan kepada manusia lalu kepada Allah. Jadi dua ayat berturut-turut membangun satu pernyataan tentang kehendak yang bertingkat.

Kata (مِنْكُمْ, minkum) memakai kata ganti jamak, sehingga keterbukaan itu dinyatakan bagi kalian semua. Jadi ia sejajar dengan bentuk jamak di 81:26, dan dua ayat di bagian penutup sama-sama menyapa banyak orang.

Huruf lam di depan (لِمَنْ, li-man) menyatakan untuk siapa peringatan itu berlaku, sehingga ayat ini membatasi cakupan yang dibuka luas di 81:27. Jadi dua ayat berturut-turut membuka lalu membatasi, dan pembatasannya diikat satu huruf.

Ayat ini bagian ketiga dari empat ayat penutup, dan ia menyempitkan apa yang baru saja diluaskan. Jadi susunannya bergerak dari seluruh alam kepada siapa yang menghendaki, lalu kepada kehendak Allah di ayat terakhirnya.

Kata (لِمَنْ, li-man) tersusun dari huruf lam dan kata sambung yang tidak menamai siapa pun. Jadi yang disebut siapa saja yang menghendaki, bukan golongan tertentu, dan Al-Qur'an tidak menyebut satu nama pun di dalam ayat ini maupun di ayat sesudahnya.

Bentuk (شَاءَ, syaa-a) berbentuk lampau, sedangkan kata kerja sesudahnya berbentuk sekarang. Jadi kehendaknya disebut sebagai yang sudah ada dan penempuhannya sebagai yang masih berlangsung, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk keduanya. Susunan itu menyempitkan cakupan yang baru saja diluaskan, dan penyempitannya diikat satu huruf saja. Al-Qur'an tidak menyebut berapa banyak yang menghendaki maupun apa tandanya, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma lima kata yang bergantung pada 81:27.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan keterbukaan peringatan ini bagi siapa yang menghendaki jalan lurus, dan kata kerja terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.

Akarnya dipakai di 597 ayat, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul di seluruh Al-Qur'an. Jadi akar yang tersebar di ratusan ayat memberi satu bentuk yang cuma berdiri di ayat ini.

Bentuk kata kerja terakhirnya berpola kesepuluh, sehingga artinya menempuh jalan lurus atas kemauannya sendiri. Jadi perbuatannya disandarkan kepada pelakunya, dan itu sejalan dengan kata pilihan yang mendahuluinya.

Kata keduanya berasal dari akar yang muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini dan 81:29. Di 81:29 akar itu dipakai tiga kali di dalam satu ayat.

Ayat ini bagian ketiga dari empat ayat penutup, dan ia menyempitkan apa yang baru saja diluaskan di 81:27. Kata pertamanya tersusun dari huruf dan kata sambung yang tidak menamai siapa pun. Bentuk kata keduanya berbentuk lampau, sedangkan kata kerja sesudahnya berbentuk sekarang, sehingga kehendaknya disebut sebagai yang sudah ada dan penempuhannya sebagai yang masih berlangsung. Jadi susunannya bergerak dari seluruh alam kepada siapa yang menghendaki, lalu kepada kehendak Allah di ayat terakhirnya.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan akarnya dipakai Allah di 597 ayat. Jadi akar yang tersebar di ratusan ayat memberi satu bentuk yang cuma berdiri di ayat ini, dan kelangkaan bentuk serta keseringan akar bertemu di dalam satu kata. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemilihan bentuk yang cuma sekali dipakai. Keterbukaan yang paling luas disempitkan satu huruf menjadi bagi yang menghendaki.
  • Kata keduanya berasal dari akar yang muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 81:28 dan 81:29. Di sini kehendak disandarkan kepada manusia, dan di 81:29 ia disandarkan kepada manusia lalu kepada Allah. Jadi dua ayat berturut-turut membangun satu pernyataan tentang kehendak yang bertingkat. Kesejajaran itu tidak ditandai satu kalimat pun, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa dua ayat berturut-turut membangun satu pernyataan tentang kehendak.
  • Bentuk kata kerja terakhirnya berpola kesepuluh, sehingga artinya menempuh jalan lurus atas kemauannya sendiri. Jadi perbuatannya disandarkan kepada pelakunya, dan itu sejalan dengan kata pilihan yang mendahuluinya di dalam ayat yang sama. Perbedaan pola itu terbawa di dalam susunan hurufnya, dan terjemahan yang meratakannya akan menghapus kemauan sendiri yang dinyatakan bentuk katanya. Keterbukaan yang paling luas disempitkan satu huruf menjadi bagi yang menghendaki.
  • Huruf di depan kata pertamanya menyatakan untuk siapa peringatan itu berlaku, sehingga ayat ini membatasi cakupan yang dibuka luas di 81:27. Jadi dua ayat berturut-turut membuka lalu membatasi, dan pembatasan Allah diikat satu huruf saja. Pembatasan itu terbawa di dalam satu huruf saja, dan terjemahan yang menghilangkannya akan membiarkan cakupan yang justru disempitkan susunan ayatnya. Bentuk pola kesepuluh menaruh penempuhan jalan lurus pada kemauan orangnya.
  • Kata keempatnya memakai kata ganti jamak, sehingga keterbukaan itu dinyatakan bagi kalian semua. Jadi ia sejajar dengan bentuk jamak di 81:26, dan dua ayat di bagian penutup sama-sama menyapa banyak orang tanpa satu nama pun. Kesejajaran itu berlaku sampai ke bentuk katanya, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa dua ayat penutup sama-sama menyapa banyak orang. Keterbukaan yang paling luas disempitkan satu huruf menjadi bagi yang menghendaki. Bentuk pola kesepuluh menaruh penempuhan jalan lurus pada kemauan orangnya.
  • Ayat ini bagian ketiga dari empat ayat penutup, dan ia menyempitkan apa yang baru saja diluaskan. Apa yang dikerjakan susunan itu pada pembacanya ketika Allah bergerak dari seluruh alam, ke siapa yang menghendaki, lalu ke kehendak-Nya sendiri? Urutan itu tidak diterangkan Al-Qur'an, dan yang bisa dicatat cuma bahwa cakupannya menyempit dari seluruh alam kepada siapa yang menghendaki. Bentuk pola kesepuluh menaruh penempuhan jalan lurus pada kemauan orangnya.