يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ

Wahai manusia, apakah yang telah memperdayakanmu terhadap Tuhanmu Sang Mulia,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِyaa ayyuhaa l-insaanu maa gharraka bi-rabbika l-kariimiwahai manusia, apakah yang telah memperdayakanmu terhadap Tuhanmu Sang Mulia

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الْإِنْسَانُl-insaanumanusia
  4. مَاmaaapakah
  5. غَرَّكَgharrakamenipumu
  6. بِرَبِّكَbi-rabbikakepada Tuhanmu
  7. الْكَرِيمِl-kariimiYang Mahamulia

Inti bacaan

Pertanyaan reflektif yang tajam: 'wahai manusia, apakah yang telah memperdayakanmu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Sang Mulia', konfrontasi langsung yang menuntut introspeksi tentang alasan di balik penolakan terhadap sumber yang justru penuh kemuliaan.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung "(berbuat durhaka)" tidak dipakai. "Al-kariimi" gelar definit setelah "rabbika" dipertahankan "Sang Mulia", acuan sama dengan "al-azhiimi" menjadi Sang Agung (69:33/69:52).

Kata kerja (غَرَّكَ, gharraka) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti memperdaya. Ia dipakai di 21 ayat, antara lain 3:185, 6:70, 35:5, 57:20, dan 67:20. Di 3:185, 35:5, dan 57:20 akar itu dipakai untuk tipuan kehidupan dunia.

Jadi akar yang di beberapa tempat menamai tipuan dunia, di sini dipakai sebagai pertanyaan tentang apa yang menipu manusia. Al-Qur'an tidak menyebut jawabannya di dalam ayat ini maupun di ayat mana pun sesudahnya. Kata (الْكَرِيمِ, al-kariim) di sini bertakrif, dan ia menerangkan kata sebelumnya.

Kata (الْكَرِيمِ, al-kariim) muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 23:116 dan 82:6. Akarnya berarti mulia dan murah hati. Ia muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini dan 82:11.

Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Di sini akar itu menjadi gelar Allah, dan di 82:11 ia menjadi sifat para penjaga yang mencatat. Jadi satu akar dipakai untuk Yang disifati dan untuk hamba-Nya yang mencatat, dan Al-Qur'an tidak menerangkan hal itu. Kata (غَرَّكَ, gharraka) berdiri di tengahnya, dan ia memakai kata ganti objek.

Rangkaian (يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ, yaa ayyuha l-insaan) muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 82:6 dan 84:6. Jadi dua surah yang berdekatan memakai sapaan yang sama persis, dan tidak ada surah lain yang memakainya.

Kata (مَا, maa) di ayat ini huruf tanya, sedangkan kata yang berbunyi sama di 82:5 kata sambung. Jadi satu bunyi berdiri dengan dua kedudukan yang berbeda di dua ayat berturut-turut, dan pembacanya harus menimbangnya dari susunan kalimatnya.

Ayat ini membuka bagian kedua surah ini, dan bagian itu berjalan sampai 82:8. Jadi tiga ayat berturut-turut menyapa satu orang, dan sesudahnya 82:9 kembali menyapa banyak orang.

Kata (رَبِّكَ, rabbika) berasal dari akar yang berarti memelihara sampai matang. Akar itu dipakai di 871 ayat, dan itu akar yang paling sering muncul di seluruh Al-Qur'an sesudah nama-Nya sendiri. Jadi akar yang tersebar di ratusan ayat dipakai di sini bersama gelar yang jauh lebih jarang, dan pasangan itu berdiri di dalam satu kalimat pendek.

Huruf ba di depan (بِرَبِّكَ, bi-rabbika) menyatakan terhadap siapa tipuan itu berlaku, bukan dengan apa manusia tertipu. Jadi arahnya ditentukan satu huruf saja, dan menggantinya akan mengubah seluruh hubungan antara manusia dan Tuhan yang disebut di dalam ayatnya. Susunan itu membuat pertanyaannya terbaca sebagai teguran, bukan sebagai permintaan keterangan. Al-Qur'an tidak menyebut apa yang menipu manusia maupun sejak kapan, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma enam kata yang membuka bagian kedua surah ini tanpa satu jawaban pun.

Tafsiran

Ayat ini menegur manusia atas kelalaiannya terhadap Tuhan yang mulia, dan kata kerja keempatnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.

Akarnya dipakai di 21 ayat, antara lain 3:185, 6:70, 35:5, 57:20, dan 67:20. Di 3:185, 35:5, dan 57:20 akar itu dipakai untuk tipuan kehidupan dunia, sedangkan di sini ia dipakai sebagai pertanyaan tentang apa yang menipu manusia.

Kata terakhirnya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 23:116 dan 82:6. Akarnya muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini dan 82:11.

Di sini akar itu menjadi gelar Allah, dan di 82:11 ia menjadi sifat para penjaga yang mencatat. Jadi satu akar dipakai untuk Yang disifati dan untuk hamba-Nya yang mencatat.

Rangkaian tiga kata pertamanya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 82:6 dan 84:6. Akar kata kelimanya dipakai di 871 ayat, dan itu akar yang paling sering muncul di seluruh Al-Qur'an sesudah nama-Nya sendiri. Jadi akar yang tersebar di ratusan ayat dipakai di sini bersama gelar yang jauh lebih jarang, dan pasangan itu berdiri di dalam satu kalimat pendek. Jadi dua surah yang berdekatan memakai sapaan yang sama persis, dan tidak ada surah lain di dalam Al-Qur'an yang memakainya. Ayat ini membuka bagian kedua surah ini, dan bagian itu berjalan sampai 82:8, sehingga tiga ayat berturut-turut menyapa satu orang saja.

Renungan dan Hikmah

  • Kata terakhirnya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 23:116 dan 82:6, dan akarnya muncul di dua ayat di dalam surah ini. Di sini akar itu menjadi gelar Allah, dan di 82:11 ia menjadi sifat para penjaga yang mencatat perbuatan manusia. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian satu akar untuk Allah dan untuk hamba-Nya. Pertanyaan tentang apa yang menipu dibiarkan terbuka bagi setiap pembacanya.
  • Kata kerja keempatnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai Allah di 21 ayat, antara lain 3:185, 6:70, 35:5, 57:20, dan 67:20. Di 3:185, 35:5, dan 57:20 akar itu dipakai untuk tipuan kehidupan dunia yang memperdaya manusia. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemilihan akar yang biasanya menamai tipuan dunia. Pertanyaan tentang apa yang menipu dibiarkan terbuka bagi setiap pembacanya.
  • Kata kerja keempatnya dipakai sebagai pertanyaan tentang apa yang menipu manusia, dan Allah tidak menyebut jawabannya di dalam ayat ini maupun di ayat mana pun sesudahnya. Apa yang dikerjakan sebuah pertanyaan pada pembacanya ketika ia sendiri yang harus mengisi jawabannya? Yang tersedia bagi pembacanya cuma pertanyaan itu sendiri, dan menambahkan jawabannya berarti menutup apa yang sengaja dibiarkan terbuka oleh susunannya. Gelar mulia disebut tepat di kalimat yang menegur kelalaian terhadap pemiliknya.
  • Rangkaian tiga kata pertamanya muncul 2 kali di 2 surah, yaitu di 82:6 dan 84:6. Jadi dua surah yang berdekatan memakai sapaan yang sama persis, dan tidak ada surah lain yang memakainya. Allah menyapa manusia langsung cuma di dua tempat itu. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian sapaan itu cuma di dua surah berdekatan. Gelar mulia disebut tepat di kalimat yang menegur kelalaian terhadap pemiliknya.
  • Kata kelimanya huruf tanya, sedangkan kata yang berbunyi sama di 82:5 kata sambung. Jadi satu bunyi berdiri dengan dua kedudukan yang berbeda di dua ayat berturut-turut, dan Allah tidak menandai perbedaan itu dengan satu kata pun. Perbedaan kedudukan itu bisa diperiksa siapa pun dengan membandingkan dua ayatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian bunyi yang sama. Gelar mulia disebut tepat di kalimat yang menegur kelalaian terhadap pemiliknya.
  • Ayat ini membuka bagian kedua surah ini, dan bagian itu berjalan sampai 82:8. Jadi tiga ayat berturut-turut menyapa satu orang, dan sesudahnya 82:9 kembali menyapa banyak orang tanpa satu kata penanda dari Allah. Pembagian bagian itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa nomornya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemilihan tempat peralihannya. Pertanyaan tentang apa yang menipu dibiarkan terbuka bagi setiap pembacanya. Pertanyaan tentang apa yang menipu dibiarkan terbuka bagi setiap pembacanya.