الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ
Yang menciptakanmu lalu menyempurnakanmu, lalu menyeimbangkanmu,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَalladzii khalaqaka fa-sawwaaka fa-'adalakayang menciptakanmu lalu menyempurnakanmu, lalu menyeimbangkanmu
Terjemahan per kata (4 kata)
- الَّذِيalladziiyang
- خَلَقَكَkhalaqakamenciptakanmu
- فَسَوَّاكَfa-sawwaakalalu Dia menyempurnakanmu
- فَعَدَلَكَfa-'adalakalalu Dia menyeimbangkanmu
Inti bacaan
Proses penciptaan yang cermat: 'yang menciptakanmu lalu menyempurnakanmu, lalu menyeimbangkanmu', tiga tahap yang menunjukkan perhatian detail dalam pembentukan manusia, bukan proses acak tanpa perencanaan.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (فَسَوَّاكَ, fa-sawwaaka) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata kerja (فَعَدَلَكَ, fa-'adalaka) juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Jadi dua dari empat kata di ayat ini tidak berulang di tempat lain mana pun.
Ketiga kata kerja di ayat ini dirangkai dengan huruf fa yang menyatakan urutan yang rapat. Jadi tiga tahap penciptaan disebut sebagai yang menyusul tanpa jeda, dan urutannya terbawa di dalam huruf penyambungnya sendiri. Kata (فَعَدَلَكَ, fa-'adalaka) di sini menutup ayatnya, dan bentuknya berbentuk lampau.
Kata (الَّذِي, alladzii) menyambungkan ayat ini kepada gelar di ujung 82:6, sehingga dua ayat itu satu kalimat yang dipisah. Jadi membaca ayat ini sendirian meninggalkan pembacanya tanpa pihak yang diterangkannya.
Akar (فَسَوَّاكَ, fa-sawwaaka) berarti meratakan sampai pas. Akar itu dipakai di 80 ayat, antara lain 2:29, 20:58, 32:9, 75:38, dan 91:7. Kesejajaran dengan 91:7 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama dipakai untuk jiwa yang disempurnakan.
Jadi akar yang di 91:7 menamai penyempurnaan jiwa, di sini menamai penyempurnaan tubuh. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma huruf-huruf akarnya. Kata (فَسَوَّاكَ, fa-sawwaaka) mendahuluinya, dan ia berpola kedua.
Akar (فَعَدَلَكَ, fa-'adalaka) berarti adil dan seimbang. Akar itu dipakai di 24 ayat, antara lain 4:58, 5:8, 6:1, 16:90, dan 49:9. Di sebagian besar pemakaiannya akar itu menamai keadilan, bukan keseimbangan bentuk.
Ketiga kata kerja di ayat ini memakai kata ganti objek yang menunjuk orang yang disapa di 82:6. Jadi empat ayat dari 82:6 sampai 82:8 terikat kepada satu pihak, dan pihak itu cuma disebut sekali di awalnya. Kata (خَلَقَكَ, khalaqaka) membuka rangkaiannya, dan ia berpola pertama.
Susunan ayat ini menaruh penciptaan lebih dulu, penyempurnaan kedua, dan penyeimbangan ketiga. Jadi urutannya bergerak dari ada menjadi utuh lalu menjadi seimbang, dan Al-Qur'an tidak menerangkan urutan itu.
Kata (خَلَقَكَ, khalaqaka) berasal dari akar yang berarti mencipta dengan ukuran. Akar itu dipakai di 218 ayat, antara lain 2:21, 15:26, 36:36, 55:14, dan 96:2. Kesejajaran dengan 96:2 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama dipakai untuk penciptaan manusia dari sesuatu yang melekat, sedangkan di sini bahannya tidak disebut sama sekali.
Ketiga kata kerja di ayat ini berbentuk lampau, sehingga ketiga tahap itu dinyatakan sebagai yang sudah selesai. Jadi penciptaan, penyempurnaan, dan penyeimbangan disebut sebagai perkara yang sudah tuntas, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk ketiganya tanpa satu kata keterangan pun. Susunan itu membuat tiga tahap penciptaan terbaca sebagai satu gerak yang tidak terputus. Al-Qur'an tidak menyebut dari apa manusia diciptakan maupun berapa lama tahapnya berlangsung, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma empat kata yang seluruhnya menunjuk satu orang yang disapa. Kata (الَّذِي, alladzii) membuka ayatnya, dan ia menyambungkannya kepada 82:6.
Tafsiran
Ayat ini merinci tahap penciptaan manusia yang sempurna dan seimbang, dan kata kerja ketiganya serta kata kerja terakhirnya masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.
Jadi dua dari empat kata di ayat ini tidak berulang di tempat lain mana pun. Ketiga kata kerja di ayat ini dirangkai dengan huruf yang menyatakan urutan yang rapat, sehingga tiga tahap penciptaan disebut sebagai yang menyusul tanpa jeda.
Akar kata kerja ketiganya dipakai di 80 ayat, antara lain 2:29, 20:58, 32:9, 75:38, dan 91:7. Kesejajaran dengan 91:7 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama dipakai untuk jiwa yang disempurnakan.
Jadi akar yang di 91:7 menamai penyempurnaan jiwa, di sini menamai penyempurnaan tubuh. Akar kata kerja terakhirnya dipakai di 24 ayat, antara lain 4:58, 5:8, 6:1, 16:90, dan 49:9.
Di sebagian besar pemakaiannya akar itu menamai keadilan, bukan keseimbangan bentuk. Akar kata keduanya dipakai di 218 ayat, antara lain 2:21, 15:26, 36:36, 55:14, dan 96:2. Kesejajaran dengan 96:2 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama dipakai untuk penciptaan manusia dari sesuatu yang melekat, sedangkan di sini bahannya tidak disebut sama sekali. Jadi empat ayat dari 82:6 sampai 82:8 terikat kepada satu pihak, dan pihak itu cuma disebut sekali di awal bagiannya.
Renungan dan Hikmah
- Akar kata kerja ketiganya dipakai Allah di 80 ayat, antara lain 2:29, 20:58, 32:9, 75:38, dan 91:7. Di 91:7 akar yang sama dipakai untuk jiwa yang disempurnakan. Jadi akar yang menamai penyempurnaan jiwa di surah lain, di sini menamai penyempurnaan tubuh. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemakaian satu akar untuk jiwa dan untuk tubuh. Akar yang menamai keadilan dipakai untuk tubuh yang diseimbangkan.
- Akar kata kerja terakhirnya dipakai Allah di 24 ayat, antara lain 4:58, 5:8, 6:1, 16:90, dan 49:9. Di sebagian besar pemakaiannya akar itu menamai keadilan, bukan keseimbangan bentuk. Jadi tubuh yang seimbang dinamai dengan akar yang sama seperti hukum yang adil. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemilihan akar yang biasanya menamai keadilan hukum. Tiga tahap penciptaan disebut tanpa satu jeda, dan seluruhnya sudah selesai.
- Ketiga kata kerja di ayat ini dirangkai dengan huruf yang menyatakan urutan yang rapat. Jadi Allah menyebut tiga tahap penciptaan sebagai yang menyusul tanpa jeda, dan urutannya terbawa di dalam huruf penyambungnya sendiri tanpa satu kata keterangan pun. Urutan itu terbawa di dalam huruf penyambungnya sendiri, dan terjemahan yang menghilangkannya akan memutus tiga tahap yang sebenarnya satu tarikan. Akar yang menamai keadilan dipakai untuk tubuh yang diseimbangkan.
- Kata kerja ketiganya dan kata kerja terakhirnya masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Jadi dua dari empat kata di ayat ini tidak berulang di tempat lain mana pun, dan pembacanya cuma punya ayat ini sendiri untuk menimbang maksud Allah. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa nomornya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemilihan dua bentuk yang keduanya tidak berulang. Tiga tahap penciptaan disebut tanpa satu jeda, dan seluruhnya sudah selesai.
- Ketiga kata kerja di ayat ini memakai kata ganti objek yang menunjuk orang yang disapa di 82:6. Jadi empat ayat dari 82:6 sampai 82:8 terikat kepada satu pihak, dan Allah cuma menyebut pihak itu sekali di awal bagiannya. Kesejajaran itu berlaku sampai ke kata gantinya, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa empat ayat terikat kepada satu pihak yang disebut sekali. Tiga tahap penciptaan disebut tanpa satu jeda, dan seluruhnya sudah selesai. Tiga tahap penciptaan disebut tanpa satu jeda, dan seluruhnya sudah selesai.
- Susunan ayat ini menaruh penciptaan lebih dulu, penyempurnaan kedua, dan penyeimbangan ketiga. Apa yang dinyatakan sebuah urutan yang bergerak dari ada menjadi utuh lalu menjadi seimbang, ketika ia disebut Allah tepat sesudah pertanyaan tentang apa yang menipu manusia? Urutan itu tidak diterangkan Al-Qur'an, dan yang bisa dicatat cuma bahwa susunannya bergerak dari ada, ke utuh, lalu ke seimbang tanpa satu kata penjelas. Akar yang menamai keadilan dipakai untuk tubuh yang diseimbangkan.