يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّينِ
Mereka memasukinya pada Hari Pertanggungjawaban.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّينِyashlawnahaa yawma d-diinimereka memasukinya pada Hari Pertanggungjawaban
Terjemahan per kata (3 kata)
- يَصْلَوْنَهَاyashlawnahaamereka memasukinya
- يَوْمَyawmahari
- الدِّينِd-diiniPertanggungjawaban
Inti bacaan
Waktu eksekusi konsekuensi: 'mereka memasukinya pada Hari Pertanggungjawaban', kepastian momen ketika konsekuensi yang telah dijelaskan benar-benar diberlakukan.
Penjelasan pilihan kata
"Yawm ad-diin" diterjemahkan "Hari Pertanggungjawaban", acuan baku terjemahan ini.
Kata kerja (يَصْلَوْنَهَا, yashlaunahaa) muncul 4 kali di 4 surah, yaitu di 14:29, 38:56, 58:8, dan 82:15. Di 14:29 dan 38:56 kata yang sama dipakai untuk tempat kembali yang paling buruk.
Rangkaian (يَوْمَ الدِّينِ, yauma d-diin) sebagai kata muncul 13 kali di 11 surah, antara lain di 1:4, 26:82, 56:56, 82:15, dan 83:11. Tiga di antaranya berada di dalam surah ini, yaitu ayat ini, 82:17, dan 82:18. Akar (الدِّينِ, ad-diin) berarti tunduk dan pembalasan. Akar itu berdiri di empat ayat di dalam surah ini, yaitu 82:9, ayat ini, 82:17, dan 82:18.
Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Akar itu yang paling menyebar di dalam surahnya, dan di 82:9 ia menamai apa yang didustakan sedangkan di tiga ayat lainnya ia menamai harinya. Jadi satu akar mengikat pendustaan dan hari yang didustakan. Kata (يَصْلَوْنَهَا, yashlaunahaa) di sini memakai kata ganti objek perempuan tunggal.
Kata (يَوْمَ, yauma) berasal dari akar yang berarti hari. Akar itu juga berdiri di empat ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini, 82:17, 82:18, dan 82:19. Jadi dua akar sekaligus masing-masing muncul di empat ayat, dan keduanya bertemu di tiga ayat yang sama.
Kata (يَصْلَوْنَهَا, yashlaunahaa) memakai kata ganti objek perempuan tunggal yang menunjuk neraka di 82:14. Jadi dua ayat itu terikat menjadi satu rangkaian, dan membaca ayat ini sendirian meninggalkan pembacanya tanpa benda yang ditunjuk.
Bentuk (يَصْلَوْنَهَا, yashlaunahaa) berbentuk sekarang, sehingga masuknya ke dalam neraka dinyatakan sebagai yang berlangsung, bukan sebagai satu peristiwa. Jadi ia tidak disebut sebagai kejadian yang selesai.
Ayat ini bagian ketiga dari empat ayat tentang dua golongan, dan ia bersama 82:16 menerangkan golongan kedua. Jadi dua ayat tambahan itu tidak diberikan kepada golongan pertama, dan Al-Qur'an tidak menerangkan hal itu.
Bentuk (يَصْلَوْنَهَا, yashlaunahaa) berorang ketiga jamak, mengikuti golongan yang disebut di 82:14. Jadi ayat ini melanjutkan kalimat sebelumnya, dan membaca ayat ini sendirian meninggalkan pembacanya tanpa pelaku yang dimaksudkan di dalam susunannya.
Kata (الدِّينِ, ad-diin) bertakrif dan disandarkan kepada kata di depannya, sehingga keduanya terikat sebagai satu nama. Jadi hari itu dikenali lewat perkara yang melekat padanya, bukan lewat nama tersendiri, dan susunan yang sama dipakai lagi di 82:17 serta 82:18. Susunan itu membuat waktu masuknya terbaca sebagai keterangan bagi ayat sebelumnya, bukan sebagai kalimat baru. Al-Qur'an tidak menyebut berapa lama mereka berada di sana maupun bagaimana keadaannya, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma tiga kata yang bergantung pada 82:14.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan waktu masuknya orang-orang durhaka ke dalam neraka, dan kata pertamanya muncul 4 kali di 4 surah, yaitu di 14:29, 38:56, 58:8, dan 82:15.
Di 14:29 dan 38:56 kata yang sama dipakai untuk tempat kembali yang paling buruk. Rangkaian dua kata terakhirnya sebagai kata muncul 13 kali di 11 surah, antara lain di 1:4, 26:82, 56:56, 82:15, dan 83:11, dan tiga di antaranya berada di dalam surah ini.
Akar kata terakhirnya berdiri di empat ayat di dalam surah ini, yaitu 82:9, ayat ini, 82:17, dan 82:18. Jadi akar itu yang paling menyebar di dalam surahnya, dan di 82:9 ia menamai apa yang didustakan sedangkan di tiga ayat lainnya ia menamai harinya.
Kata kedua dari belakang berasal dari akar yang juga berdiri di empat ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini, 82:17, 82:18, dan 82:19.
Kata pertamanya memakai kata ganti objek perempuan tunggal yang menunjuk neraka di 82:14. Bentuk kata pertamanya berorang ketiga jamak, mengikuti golongan yang disebut di 82:14. Kata terakhirnya bertakrif dan disandarkan kepada kata di depannya, sehingga hari itu dikenali lewat perkara yang melekat padanya, bukan lewat nama tersendiri. Jadi dua ayat tambahan itu tidak diberikan kepada golongan pertama, dan Al-Qur'an tidak menerangkan hal itu dengan satu kalimat pun di dalam surahnya.
Renungan dan Hikmah
- Akar kata terakhirnya berdiri di empat ayat di dalam surah ini, yaitu 82:9, 82:15, 82:17, dan 82:18. Di 82:9 akar itu menamai apa yang didustakan, dan di tiga ayat lainnya ia menamai harinya. Jadi satu akar mengikat pendustaan dan hari yang didustakan oleh mereka. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemusatan satu akar di empat ayat surah pendek ini. Dua akar yang paling menyebar bertemu di dalam satu ayat yang cuma tiga kata.
- Kata kedua dari belakang berasal dari akar yang berdiri di empat ayat di dalam surah ini, yaitu 82:15, 82:17, 82:18, dan 82:19. Jadi dua akar sekaligus masing-masing muncul di empat ayat, dan keduanya bertemu di tiga ayat yang sama di bagian penutup surah Allah ini. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa nomornya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pertemuan dua akar di tiga ayat yang sama. Hari yang didustakan disebut namanya justru pada saat azabnya dimasuki.
- Kata pertamanya muncul 4 kali di 4 surah, yaitu di 14:29, 38:56, 58:8, dan 82:15. Di 14:29 dan 38:56 kata yang sama dipakai Allah untuk tempat kembali yang paling buruk, sedangkan di sini ia menyebut waktu masuknya orang durhaka. Yang menyambungkan keempatnya cuma bentuk katanya, dan Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan antara tempat-tempat itu dengan satu kalimat penjelas pun. Hari yang didustakan disebut namanya justru pada saat azabnya dimasuki. Hari yang didustakan disebut namanya justru pada saat azabnya dimasuki.
- Kata pertamanya memakai kata ganti objek perempuan tunggal yang menunjuk neraka di 82:14. Jadi dua ayat itu terikat menjadi satu rangkaian, dan membaca ayat ini sendirian meninggalkan pembacanya tanpa benda yang ditunjuk Allah di dalamnya. Pemisahan itu tidak ditandai satu kata pun, dan membaca ayat ini sendirian meninggalkan pembacanya tanpa benda yang ditunjuk kata gantinya. Dua akar yang paling menyebar bertemu di dalam satu ayat yang cuma tiga kata.
- Bentuk kata pertamanya berbentuk sekarang, sehingga masuknya ke dalam neraka dinyatakan sebagai yang berlangsung, bukan sebagai satu peristiwa. Jadi Allah tidak menyebutnya sebagai kejadian yang selesai, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya. Perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya sendiri, dan terjemahan yang memakai bentuk lampau akan mengubah keadaan yang berjalan menjadi peristiwa selesai. Dua akar yang paling menyebar bertemu di dalam satu ayat yang cuma tiga kata.
- Ayat ini bagian ketiga dari empat ayat tentang dua golongan, dan ia bersama 82:16 menerangkan golongan kedua. Apa yang dinyatakan sebuah surah ketika Allah memberi dua ayat tambahan kepada golongan yang durhaka dan tidak satu pun kepada yang berbakti? Pembagian itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa nomornya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan penambahan dua ayat bagi satu golongan saja. Hari yang didustakan disebut namanya justru pada saat azabnya dimasuki.