وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَائِبِينَ

Dan mereka sekali-kali tidak akan absen darinya.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَائِبِينَwa-maa hum 'anhaa bi-ghaa'ibiinadan mereka sekali-kali tidak akan absen darinya

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. هُمْhummereka
  3. عَنْهَا'anhaadarinya
  4. بِغَائِبِينَbi-ghaa'ibiinaabsen

Inti bacaan

Ketiadaan jeda atau pembebasan: 'dan mereka sekali-kali tidak akan absen darinya', penegasan bahwa konsekuensi ini bersifat permanen tanpa interupsi atau pengecualian sementara.

Penjelasan pilihan kata

Kata (بِغَائِبِينَ, bi-ghaa-ibiin) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti tersembunyi dari pandangan. Ia dipakai di 59 ayat, antara lain 2:3, 6:59, 12:81, 27:65, dan 72:26. Di sebagian besar pemakaiannya akar itu menamai yang gaib, yaitu yang tidak terlihat.

Jadi akar yang di puluhan ayat menamai apa yang tidak terlihat manusia, di sini menamai manusia yang tidak akan hilang dari azabnya. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun. Kata (بِغَائِبِينَ, bi-ghaa-ibiin) di sini berbentuk pelaku, bukan bentuk penderita.

Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Yang biasanya tersembunyi dari mereka adalah perkara gaib, dan di sini justru mereka yang tidak bisa bersembunyi. Jadi arah ketersembunyian dibalik, dan yang membaliknya cuma susunan katanya.

Huruf ba di depan (بِغَائِبِينَ, bi-ghaa-ibiin) huruf tambahan yang menguatkan pengingkaran, bukan huruf sarana. Jadi bentuknya memperkuat penolakan itu, dan menghilangkannya akan melemahkan apa yang dinyatakan susunannya.

Kata (وَمَا, wa maa) di ayat ini huruf pengingkaran, sedangkan kata yang berbunyi sama di 82:5 dan 82:12 kata sambung. Jadi satu bunyi berdiri dengan dua kedudukan yang berbeda di dalam satu surah pendek.

Kata (عَنْهَا, 'anhaa) memakai kata ganti perempuan tunggal yang menunjuk neraka di 82:14. Jadi tiga ayat dari 82:14 sampai ayat ini terikat kepada satu benda, dan benda itu cuma disebut sekali di awalnya.

Bentuk (بِغَائِبِينَ, bi-ghaa-ibiin) berbentuk pelaku dan berbentuk jamak, sehingga yang diingkari keadaan mereka sebagai orang yang menghilang. Jadi yang ditolak bukan perbuatan melainkan kemungkinan keadaan itu sendiri.

Ayat ini menutup bagian tentang dua golongan, dan sesudahnya 82:17 berpindah kepada pertanyaan. Jadi empat ayat perbandingan berhenti di sini, dan yang datang sesudahnya justru pertanyaan yang diulang dua kali.

Kata (هُمْ, hum) berbentuk jamak dan menunjuk golongan yang disebut di 82:14, sehingga tiga ayat berturut-turut terikat kepada satu pihak. Jadi pihak itu cuma disebut sekali di awal rangkaiannya, dan Al-Qur'an tidak mengulang penyebutannya walau sekali di dua ayat sesudahnya.

Susunan ayat ini berbentuk pengingkaran, sedangkan dua ayat sebelumnya berbentuk pernyataan. Jadi bagian tentang golongan kedua ditutup dengan penolakan atas kemungkinan lolos, dan perbedaan bentuk itu tidak ditandai satu kata penghubung pun di dalam surahnya. Susunan itu membuat penolakan terbaca sebagai penutup bagian tentang dua golongan. Al-Qur'an tidak menyebut ke mana mereka hendak menghilang maupun mengapa mereka mengiranya mungkin, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma empat kata yang mengakhiri bagian keempat surah ini.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah luput dari azab tersebut, dan kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.

Akarnya dipakai di 59 ayat, antara lain 2:3, 6:59, 12:81, 27:65, dan 72:26. Di sebagian besar pemakaiannya akar itu menamai yang gaib, yaitu yang tidak terlihat oleh manusia.

Jadi akar yang di puluhan ayat menamai apa yang tidak terlihat manusia, di sini menamai manusia yang tidak akan hilang dari azabnya. Yang biasanya tersembunyi dari mereka adalah perkara gaib, dan di sini justru mereka yang tidak bisa bersembunyi.

Huruf di depan kata terakhirnya huruf tambahan yang menguatkan pengingkaran, bukan huruf sarana. Jadi bentuknya memperkuat penolakan itu, dan menghilangkannya akan melemahkan apa yang dinyatakan susunannya.

Ayat ini menutup bagian tentang dua golongan, dan sesudahnya 82:17 berpindah kepada pertanyaan. Kata keduanya berbentuk jamak dan menunjuk golongan yang disebut di 82:14, sehingga tiga ayat berturut-turut terikat kepada satu pihak. Susunan ayat ini berbentuk pengingkaran, sedangkan dua ayat sebelumnya berbentuk pernyataan, dan perbedaan itu tidak ditandai satu kata penghubung pun. Jadi empat ayat perbandingan berhenti di sini, dan yang datang sesudahnya justru pertanyaan yang diulang dua kali tanpa satu jawaban pun.

Renungan dan Hikmah

  • Akar kata terakhirnya dipakai Allah di 59 ayat, antara lain 2:3, 6:59, 12:81, 27:65, dan 72:26, dan di sebagian besar pemakaiannya ia menamai yang gaib. Yang biasanya tersembunyi dari mereka adalah perkara gaib, dan di sini justru mereka yang tidak bisa bersembunyi. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pembalikan arah ketersembunyian di dalam ayat ini. Penolakan atas kemungkinan lolos menutup bagian tentang dua golongan.
  • Huruf di depan kata terakhirnya huruf tambahan yang menguatkan pengingkaran, bukan huruf sarana. Jadi bentuknya memperkuat penolakan Allah, dan menghilangkannya akan melemahkan apa yang dinyatakan susunannya tanpa mengubah satu kata pun. Kekuatan itu terbawa di dalam satu huruf saja, dan terjemahan yang menghilangkannya akan melemahkan penolakan yang dinyatakan susunan katanya sendiri. Penolakan atas kemungkinan lolos menutup bagian tentang dua golongan.
  • Kata pertamanya huruf pengingkaran, sedangkan kata yang berbunyi sama di 82:5 dan 82:12 kata sambung. Jadi satu bunyi berdiri dengan dua kedudukan yang berbeda di dalam satu surah pendek, dan Allah tidak menandai perbedaan itu dengan satu kata pun. Perbedaan kedudukan itu bisa diperiksa siapa pun dengan membandingkan tiga ayatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian bunyi yang sama. Arah ketersembunyian dibalik: yang biasanya gaib kini justru mereka yang terlihat.
  • Kata ketiganya memakai kata ganti perempuan tunggal yang menunjuk neraka di 82:14. Jadi tiga ayat dari 82:14 sampai ayat ini terikat kepada satu benda, dan Allah cuma menyebut benda itu sekali di awal rangkaiannya. Kesejajaran itu berlaku sampai ke kata gantinya, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa tiga ayat terikat kepada satu benda yang disebut sekali. Arah ketersembunyian dibalik: yang biasanya gaib kini justru mereka yang terlihat. Arah ketersembunyian dibalik: yang biasanya gaib kini justru mereka yang terlihat.
  • Bentuk kata terakhirnya berbentuk pelaku dan berbentuk jamak, sehingga yang diingkari keadaan mereka sebagai orang yang menghilang. Jadi yang ditolak Allah bukan perbuatan melainkan kemungkinan keadaan itu sendiri, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya. Perbedaan bentuk itu terbawa di dalam susunan hurufnya, dan terjemahan yang memakai kata kerja akan mengubah keadaan yang ditolak menjadi perbuatan. Arah ketersembunyian dibalik: yang biasanya gaib kini justru mereka yang terlihat.
  • Ayat ini menutup bagian tentang dua golongan, dan sesudahnya 82:17 berpindah kepada pertanyaan. Apa yang dikerjakan sebuah surah pada pembacanya ketika empat ayat perbandingan ditutup, lalu Allah justru mengajukan pertanyaan yang sama dua kali berturut-turut? Peralihan itu tidak ditandai satu kata penghubung pun, dan pembacanya sendiri yang harus menyadari bahwa bagian perbandingan sudah berhenti di ayat ini. Penolakan atas kemungkinan lolos menutup bagian tentang dua golongan.