ثُمَّ مَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ

Kemudian, tahukah engkau apakah Hari Pertanggungjawaban itu?

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. ثُمَّ مَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِtsumma maa adraaka maa yawmu d-diinikemudian, tahukah engkau apakah Hari Pertanggungjawaban itu

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. مَاmaaapakah
  3. أَدْرَاكَadraakamemberitahumu
  4. مَاmaaapakah
  5. يَوْمُyawmuhari
  6. الدِّينِd-diiniPertanggungjawaban

Inti bacaan

Penguatan melalui pengulangan: 'kemudian, tahukah engkau apakah Hari Pertanggungjawaban itu?', repetisi yang menegaskan bahwa kedalaman makna hari tersebut layak direnungkan berulang kali.

Penjelasan pilihan kata

Pengulangan formula "wa-maa adraaka maa X" sebagai penekanan retoris, konsisten 82:17.

Ayat ini berbeda dari 82:17 cuma pada kata pembukanya, sedangkan lima kata sesudahnya sama persis. Jadi Al-Qur'an mengulang satu kalimat penuh dengan satu kata yang diganti, dan pengulangan sepersis itu tidak terjadi lagi di dalam surah ini. Kata (ثُمَّ, tsumma) di sini membuka ayatnya, dan ia menyatakan urutan yang berjarak.

Kata (ثُمَّ, tsumma) menyatakan urutan yang berjarak, sedangkan huruf di awal 82:17 kata sambung biasa. Jadi pengulangannya diberi jarak, bukan disambung rapat, dan perbedaan itu terbawa di dalam satu kata saja.

Kata kerja (أَدْرَاكَ, adraaka) diulang persis dari 82:17, dan akarnya berarti tahu. Ia cuma muncul di dua ayat itu di dalam surahnya. Jadi seluruh pemakaian akar itu di dalam surah ini berada di dalam dua ayat yang bersebelahan.

Rangkaian (يَوْمُ الدِّينِ, yaumu d-diin) diulang persis dari 82:17. Akar (الدِّينِ, ad-diin) berarti tunduk dan pembalasan. Akar itu dipakai di 87 ayat, dan di dalam surah ini ia berdiri di empat ayat, yaitu 82:9, 82:15, 82:17, dan ayat ini.

Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Hari yang didustakan di 82:9 disebut namanya tiga kali di bagian penutupnya, dan dua di antaranya di dalam kalimat yang sama persis. Jadi yang ditolak justru yang paling banyak diulang.

Bentuk (أَدْرَاكَ, adraaka) berorang kedua tunggal, sama seperti bentuknya di 82:17. Jadi dua ayat berturut-turut sama-sama menyapa satu orang, dan sesudahnya 82:19 kembali berbicara tanpa menyapa siapa pun.

Ayat ini bagian kedua dari tiga ayat penutup, dan pertanyaannya tetap tidak dijawab. Jadi dua pertanyaan berturut-turut dibiarkan terbuka, dan yang datang sesudahnya keterangan waktu, bukan jawaban.

Kata (يَوْمُ, yaumu) berbaris damah di sini, sama seperti barisnya di 82:17, sedangkan bentuk yang sama di 82:15 berbaris fathah. Jadi satu kata muncul tiga kali di dalam surah ini dengan dua baris yang berbeda, dan perbedaan itu ditentukan kedudukannya di dalam kalimat masing-masing.

Susunan ayat ini berbentuk pertanyaan, sama seperti susunan di 82:17. Jadi dua ayat berturut-turut sama-sama bertanya tanpa menunggu jawaban, dan itu satu-satunya tempat di dalam surah ini yang memakai dua pertanyaan beruntun tanpa satu jawaban pun. Susunan itu membuat pengulangannya terbaca sebagai penekanan, bukan sebagai keterangan baru yang menambah apa pun kepada ayat sebelumnya. Al-Qur'an tidak menyebut mengapa pertanyaannya diulang maupun apa yang ditambahkan pengulangannya, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma satu kata yang membedakan ayat ini dari ayat sebelumnya.

Tafsiran

Ayat ini mengulang penegasan dahsyatnya Hari Pertanggungjawaban sebagai penekanan, dan ia berbeda dari 82:17 cuma pada kata pembukanya sedangkan lima kata sesudahnya sama persis.

Jadi Al-Qur'an mengulang satu kalimat penuh dengan satu kata yang diganti, dan pengulangan sepersis itu tidak terjadi lagi di dalam surah ini.

Kata pertamanya menyatakan urutan yang berjarak, sedangkan huruf di awal 82:17 kata sambung biasa. Jadi pengulangannya diberi jarak, bukan disambung rapat, dan perbedaan itu terbawa di dalam satu kata saja.

Kata ketiganya diulang persis dari 82:17, dan akarnya cuma muncul di dua ayat itu di dalam surahnya. Akar kata terakhirnya berdiri di empat ayat di dalam surah ini, yaitu 82:9, 82:15, 82:17, dan ayat ini.

Ayat ini bagian kedua dari tiga ayat penutup, dan pertanyaannya tetap tidak dijawab. Kata kelimanya berbaris damah di sini, sama seperti barisnya di 82:17, sedangkan bentuk yang sama di 82:15 berbaris fathah. Jadi satu kata muncul tiga kali di dalam surah ini dengan dua baris yang berbeda, dan perbedaan itu ditentukan kedudukannya di dalam kalimat masing-masing. Jadi dua pertanyaan berturut-turut dibiarkan terbuka, dan yang datang sesudahnya keterangan waktu, bukan jawaban bagi pertanyaannya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini berbeda dari 82:17 cuma pada kata pembukanya, sedangkan lima kata sesudahnya sama persis. Jadi Allah mengulang satu kalimat penuh dengan satu kata yang diganti, dan pengulangan sepersis itu tidak terjadi lagi di dalam surah ini di mana pun. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan membandingkan dua ayatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pengulangan yang cuma berbeda satu kata. Pengulangan yang berbeda satu kata saja menaruh jarak, bukan sambungan.
  • Kata pertamanya menyatakan urutan yang berjarak, sedangkan huruf di awal 82:17 kata sambung biasa. Jadi Allah memberi jarak pada pengulangannya, bukan menyambungnya rapat, dan perbedaan itu terbawa di dalam satu kata saja tanpa keterangan tambahan. Perbedaan itu terbawa di dalam satu kata saja, dan terjemahan yang menyamakannya dengan kata sambung biasa akan menghapus jarak yang dinyatakan susunannya. Dua pertanyaan beruntun dibiarkan terbuka sampai surahnya selesai.
  • Akar kata terakhirnya berdiri di empat ayat di dalam surah ini, yaitu 82:9, 82:15, 82:17, dan 82:18. Hari yang didustakan di 82:9 disebut namanya tiga kali di bagian penutupnya, dan dua di antaranya di dalam kalimat yang sama persis dari Allah. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa nomornya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemusatan satu akar di empat ayat surah ini. Dua pertanyaan beruntun dibiarkan terbuka sampai surahnya selesai.
  • Kata ketiganya diulang persis dari 82:17, dan akarnya cuma muncul di dua ayat itu di dalam surahnya. Jadi seluruh pemakaian akar itu di dalam surah Allah ini berada di dalam dua ayat yang bersebelahan tanpa satu pemakaian lain pun. Kesejajaran itu bisa diperiksa siapa pun dengan memeriksa seluruh ayatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pengunciannya di dua ayat bersebelahan. Pengulangan yang berbeda satu kata saja menaruh jarak, bukan sambungan.
  • Ayat ini bagian kedua dari tiga ayat penutup, dan pertanyaannya tetap tidak dijawab. Apa yang tersisa pada pembacanya ketika satu pertanyaan diajukan Allah dua kali berturut-turut dan tidak satu pun dijawab di dalam surahnya? Yang tersedia bagi pembacanya cuma dua pertanyaan itu sendiri, dan menambahkan jawabannya berarti menutup apa yang sengaja dibiarkan terbuka. Pengulangan yang berbeda satu kata saja menaruh jarak, bukan sambungan. Dua pertanyaan beruntun dibiarkan terbuka sampai surahnya selesai.
  • Bentuk kata ketiganya berorang kedua tunggal, sama seperti bentuknya di 82:17. Jadi dua ayat berturut-turut sama-sama menyapa satu orang, dan sesudahnya 82:19 kembali berbicara tanpa menyapa siapa pun di dalam kalimatnya. Kesejajaran itu berlaku sampai ke bentuk katanya, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa dua ayat berturut-turut menyapa pihak yang sama. Dua pertanyaan beruntun dibiarkan terbuka sampai surahnya selesai. Pengulangan yang berbeda satu kata saja menaruh jarak, bukan sambungan.