يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِنَفْسٍ شَيْئًا ۖ وَالْأَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ

Hari ketika seseorang tak berkuasa apa pun bagi orang lain; dan urusan pada hari itu milik Allah.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِنَفْسٍ شَيْئًاyawma laa tamliku nafsun li-nafsin shay'anhari ketika seseorang tak berkuasa apa pun bagi orang lain
  2. وَالْأَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِwa-l-amru yawma'idzin lillaahidan urusan pada hari itu milik Allah
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar y-w-m, m-l-k, n-f-s, sh-y-a, a-m-r, a-l-h): yawma laa tamliku nafsun li-nafsin shay'an wal-amru yawma'idhin lillaah diterjemahkan 'tak seorang pun berkuasa bagi yang lain; urusan hari itu milik Allah' (akar m-l-k + akar '-m-r, peniadaan syafaat-perantara, kedaulatan mutlak Allah, cf. 1:4, 40:16, 6:164). Selaras, pilar tauhid: tak ada perantara di Hari Perhitungan.

Aplikasi

Puncak penegasan kedaulatan tunggal: 'hari ketika seseorang tak berkuasa apa pun bagi orang lain; dan urusan pada hari itu milik Allah', penutup surah yang menegaskan bahwa pada momen krusial tersebut, seluruh kendali dan otoritas sepenuhnya berada pada satu sumber, tanpa perantara atau bantuan pihak lain yang efektif.