أَلَا يَظُنُّ أُولَٰئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ

Tidakkah orang-orang itu menduga bahwa mereka akan dibangkitkan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. أَلَا يَظُنُّ أُولَٰئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَa-laa yazhunnu ulaa'ika annahum mab'uutsuunatidakkah orang-orang itu menduga bahwa mereka akan dibangkitkan

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. أَلَاa-laatidakkah
  2. يَظُنُّyazhunnumengira
  3. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  4. أَنَّهُمْannahumbahwa mereka
  5. مَبْعُوثُونَmab'uutsuunaorang-orang yang dibangkitkan

Inti bacaan

Pertanyaan retoris tentang akar penyebab: 'tidakkah orang-orang itu menduga bahwa mereka akan dibangkitkan', pengungkapan bahwa kecurangan ekonomi berakar dari lupa atau ketidakpercayaan terhadap akuntabilitas masa depan.

Penjelasan pilihan kata

"Ulaa'ika" (jauh, jamak) dikonfirmasi morfologi, diterjemahkan "orang-orang itu": draf sudah tepat.

Kata (مَبْعُوثُونَ, mab'uutsuun) muncul 7 kali di 6 surah, yaitu di 11:7, 17:49, 17:98, 23:82, 37:16, 56:47, dan 83:4, sebab surah 17 memuatnya dua kali. Di sebagian besar tempat itu kata ini berdiri di dalam pertanyaan orang yang mengingkari kebangkitan.

Jadi kata yang di enam tempat lain diucapkan orang yang mengingkari, di sini dipakai di dalam teguran kepada mereka. Al-Qur'an tidak menghubungkan ketujuh tempat itu dengan satu kalimat pun. Kata (مَبْعُوثُونَ, mab'uutsuun) di sini berbentuk penderita, bukan bentuk pelaku.

Kata kerja (يَظُنُّ, yazhunnu) berasal dari akar yang berarti menyangka. Akar itu dipakai di 57 ayat, antara lain 2:46, 12:42, 41:22, 69:20, dan 84:14. Kesejajaran dengan 84:14 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama dipakai untuk sangkaan bahwa tidak ada kebangkitan.

Jadi dua surah yang berdekatan memakai akar yang sama untuk sangkaan tentang perkara yang sama, dan yang di 84:14 menyatakan sangkaan mereka sedangkan yang di sini menegurnya. Kata (يَظُنُّ, yazhunnu) mendahuluinya, dan bentuknya menyatakan yang berlangsung.

Kata (أَلَا, alaa) huruf yang menggabungkan tanya dan teguran, sehingga yang dinyatakan keheranan, bukan permintaan keterangan. Jadi jawabannya tidak diharapkan, dan bentuk itu tidak dipakai lagi di dalam surah ini.

Kata (أُولَٰئِكَ, ulaa-ika) menunjuk pihak yang jauh, sehingga mereka disebut dengan jarak. Jadi Al-Qur'an tidak menyapa mereka langsung melainkan membicarakan mereka, dan jarak itu terbawa di dalam kata penunjuknya.

Bentuk (مَبْعُوثُونَ, mab'uutsuun) berbentuk penderita, sehingga yang membangkitkan tidak disebutkan. Jadi pertanyaannya berpusat pada keadaan mereka, bukan pada pihak yang membangkitkan.

Ayat ini membuka tiga ayat tentang kebangkitan, dan ketiganya berjalan sampai 83:6. Jadi kecurangan di pasar disambungkan kepada hari kebangkitan tanpa satu kata penghubung, dan Al-Qur'an tidak menerangkan sambungan itu.

Kata (أَنَّهُمْ, annahum) huruf penegas dengan kata ganti, sehingga isi sangkaan itu dinyatakan dengan penegasan. Jadi yang mereka lalaikan bukan perkara yang samar melainkan perkara yang dinyatakan dengan tegas, dan penegasan itu terbawa di dalam susunan hurufnya sendiri tanpa satu kata tambahan.

Bentuk (يَظُنُّ, yazhunnu) berbentuk sekarang dan berbentuk tunggal, sedangkan pihak yang ditunjuk berbentuk jamak. Jadi susunannya menyatakan perbuatan yang dikerjakan masing-masing, bukan bersama-sama, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya sendiri. Susunan itu menyambungkan kecurangan di pasar kepada kebangkitan tanpa satu kata penghubung. Al-Qur'an tidak menyebut mengapa dua perkara itu dipertemukan maupun apa hubungannya, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma satu pertanyaan yang tidak menunggu jawaban.

Tafsiran

Ayat ini menegur kelalaian mereka terhadap kepastian kebangkitan, dan kata terakhirnya muncul 7 kali di 6 surah, yaitu di 11:7, 17:49, 17:98, 23:82, 37:16, 56:47, dan 83:4, sebab surah 17 memuatnya dua kali.

Di sebagian besar tempat itu kata ini berdiri di dalam pertanyaan orang yang mengingkari kebangkitan. Jadi kata yang di enam tempat lain diucapkan orang yang mengingkari, di sini dipakai di dalam teguran kepada mereka.

Kata keduanya berasal dari akar yang dipakai di 57 ayat, antara lain 2:46, 12:42, 41:22, 69:20, dan 84:14. Kesejajaran dengan 84:14 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama dipakai untuk sangkaan bahwa tidak ada kebangkitan.

Jadi dua surah yang berdekatan memakai akar yang sama untuk sangkaan tentang perkara yang sama, dan yang di 84:14 menyatakan sangkaan mereka sedangkan yang di sini menegurnya.

Ayat ini membuka tiga ayat tentang kebangkitan, dan ketiganya berjalan sampai 83:6. Kata keempatnya huruf penegas dengan kata ganti, sehingga isi sangkaan itu dinyatakan dengan penegasan. Bentuk kata keduanya berbentuk sekarang dan berbentuk tunggal, sedangkan pihak yang ditunjuk berbentuk jamak, sehingga susunannya menyatakan perbuatan yang dikerjakan masing-masing. Jadi kecurangan di pasar disambungkan kepada hari kebangkitan tanpa satu kata penghubung, dan Al-Qur'an tidak menerangkan sambungan itu.

Renungan dan Hikmah

  • Kata terakhirnya muncul 7 kali di 6 surah, yaitu di 11:7, 17:49, 17:98, 23:82, 37:16, 56:47, dan 83:4, sebab surah 17 memuatnya dua kali. Di sebagian besar tempat itu kata ini berdiri di dalam pertanyaan orang yang mengingkari kebangkitan, sedangkan di sini Allah memakainya di dalam teguran kepada mereka. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemakaian kata yang biasanya diucapkan pengingkar. Pertanyaan yang tidak menunggu jawaban meninggalkan bebannya pada yang ditanya.
  • Kata keduanya berasal dari akar yang dipakai Allah di 57 ayat, antara lain 2:46, 12:42, 41:22, 69:20, dan 84:14. Di 84:14 akar yang sama dipakai untuk sangkaan bahwa tidak ada kebangkitan, sehingga dua surah berdekatan memakainya untuk perkara yang sama. Kesejajaran itu tidak ditandai satu kalimat pun, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa dua surah berdekatan memakai akar yang sama untuk sangkaan itu. Kecurangan di pasar disambungkan kepada kebangkitan tanpa satu kata penghubung.
  • Kata pertamanya huruf yang menggabungkan tanya dan teguran, sehingga yang dinyatakan keheranan, bukan permintaan keterangan. Jadi jawabannya tidak diharapkan Allah, dan bentuk itu tidak dipakai lagi di dalam surah ini di mana pun. Bentuk itu tidak diterangkan Al-Qur'an, dan yang bisa dicatat cuma bahwa pertanyaannya tidak disusul satu jawaban pun di ayat mana pun sesudahnya. Pertanyaan yang tidak menunggu jawaban meninggalkan bebannya pada yang ditanya.
  • Kata ketiganya menunjuk pihak yang jauh, sehingga mereka disebut dengan jarak. Jadi Allah tidak menyapa mereka langsung melainkan membicarakan mereka, dan jarak itu terbawa di dalam kata penunjuknya sendiri tanpa satu kata keterangan pun. Jarak itu terbawa di dalam kata penunjuknya sendiri, dan terjemahan yang menggantinya dengan penunjuk dekat akan menghapus jarak yang dibangun susunannya. Kecurangan di pasar disambungkan kepada kebangkitan tanpa satu kata penghubung.
  • Bentuk kata terakhirnya berbentuk penderita, sehingga yang membangkitkan tidak disebutkan. Jadi pertanyaan Allah berpusat pada keadaan mereka, bukan pada pihak yang membangkitkan, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya. Ketiadaan pelaku itu perlu dijaga di dalam terjemahannya, sebab menyisipkannya akan menggeser pusat pertanyaan dari keadaan mereka kepada pihak yang membangkitkan. Pertanyaan yang tidak menunggu jawaban meninggalkan bebannya pada yang ditanya.
  • Ayat ini membuka tiga ayat tentang kebangkitan, dan ketiganya berjalan sampai 83:6. Apa yang dinyatakan Allah dengan menyambungkan kecurangan di pasar kepada hari kebangkitan tanpa satu kata penghubung di antara keduanya? Peralihan itu tidak ditandai satu kata penghubung pun, dan pembacanya sendiri yang harus menyadari bahwa pokok pembicaraannya sudah berpindah sama sekali. Kecurangan di pasar disambungkan kepada kebangkitan tanpa satu kata penghubung. Kecurangan di pasar disambungkan kepada kebangkitan tanpa satu kata penghubung.