يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

Hari manusia bangkit menghadap Tuhan seisi alam?

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَyawma yaquumu n-naasu li-rabbi l-'aalamiinahari manusia bangkit menghadap Tuhan seisi alam

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. يَوْمَyawmahari
  2. يَقُومُyaquumubangkit
  3. النَّاسُn-naasumanusia
  4. لِرَبِّli-rabbikepada Tuhan
  5. الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam

Inti bacaan

Deskripsi momen tersebut: 'hari (ketika) manusia bangkit menghadap Tuhan seisi alam', kejelasan tentang apa yang terjadi pada hari tersebut, konfrontasi langsung dengan otoritas tertinggi.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung "(yaitu)" dan "(ketika)" tidak dipakai.

Rangkaian (لِرَبِّ الْعَالَمِينَ, li-rabbi l-'aalamiin) muncul 4 kali di 4 surah, yaitu di 2:131, 6:71, 40:66, dan 83:6. Di 2:131 rangkaian itu diucapkan Ibrahim ketika diperintahkan berserah diri.

Jadi rangkaian yang di 2:131 menyatakan penyerahan diri seorang nabi, di sini menyatakan berdirinya seluruh manusia. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun.

Kata (النَّاسُ, an-naas) berasal dari akar yang berarti manusia. Akar itu muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 83:2 dan ayat ini. Di 83:2 manusia disebut sebagai pihak yang dirugikan takarannya.

Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Manusia yang dirugikan di pasar adalah manusia yang berdiri di hadapan Tuhan semesta di sini. Jadi satu akar mengikat kerugian kecil di dunia dan perhimpunan besar di akhirat.

Kata kerja (يَقُومُ, yaquumu) berasal dari akar yang berarti berdiri dan menegakkan. Akar itu dipakai di 597 ayat, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul di seluruh Al-Qur'an. Di sini ia dipakai untuk berdiri di hadapan-Nya, bukan untuk menegakkan sesuatu.

Kata (يَوْمَ, yauma) berbaris fathah sebagai keterangan waktu, sedangkan bentuk yang sama di 83:5 berbaris kasrah sesudah huruf lam. Jadi satu kata berdiri dengan dua kedudukan di dua ayat berturut-turut.

Bentuk (يَقُومُ, yaquumu) berbentuk sekarang, sehingga peristiwanya dilukiskan sedang berlangsung. Jadi pembacanya ditempatkan pada saat itu, bukan diberi tahu tentangnya, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya.

Ayat ini menutup tiga ayat tentang kebangkitan, dan sesudahnya 83:7 berpindah kepada catatan amal. Jadi bagian ini berhenti di sini, dan yang datang sesudahnya dibuka dengan kata penolak.

Kata (يَوْمَ, yauma) berbaris fathah sebagai keterangan waktu bagi kata kerja di 83:4, sehingga tiga ayat dari 83:4 sampai ayat ini satu kalimat yang dipisah. Jadi membaca ayat ini sendirian meninggalkan pembacanya tanpa perbuatan yang diterangkan waktunya, dan Al-Qur'an tidak mengulang penyebutannya.

Kata (النَّاسُ, an-naas) bertakrif dan berbentuk jamak, sehingga yang disebut seluruh manusia, bukan sebagian. Jadi cakupannya dibiarkan seluas mungkin, dan tidak ada satu orang pun yang dikecualikan dari berdiri di hadapan-Nya di dalam ayat ini. Susunan itu menutup gambaran kebangkitan dengan seluruh manusia berdiri bersama. Al-Qur'an tidak menyebut berapa lama mereka berdiri maupun apa yang terjadi sesudahnya, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma lima kata yang mengakhiri bagian pertama surahnya.

Tafsiran

Ayat ini menutup gambaran kebangkitan dengan seluruh manusia berdiri menghadap Tuhan semesta, dan rangkaian dua kata terakhirnya muncul 4 kali di 4 surah, yaitu di 2:131, 6:71, 40:66, dan 83:6.

Di 2:131 rangkaian itu diucapkan Ibrahim ketika diperintahkan berserah diri. Jadi rangkaian yang di sana menyatakan penyerahan diri seorang nabi, di sini menyatakan berdirinya seluruh manusia.

Kata ketiganya berasal dari akar yang muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 83:2 dan ayat ini. Di 83:2 manusia disebut sebagai pihak yang dirugikan takarannya.

Jadi manusia yang dirugikan di pasar adalah manusia yang berdiri di hadapan Tuhan semesta di sini. Kata keduanya berasal dari akar yang dipakai di 597 ayat, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul.

Ayat ini menutup tiga ayat tentang kebangkitan, dan sesudahnya 83:7 berpindah kepada catatan amal. Kata pertamanya berbaris fathah sebagai keterangan waktu bagi kata kerja di 83:4, sehingga tiga ayat dari 83:4 sampai ayat ini satu kalimat yang dipisah. Kata ketiganya bertakrif dan berbentuk jamak, sehingga yang disebut seluruh manusia, bukan sebagian, dan tidak ada satu orang pun yang dikecualikan. Jadi bagian pertama surah ini berhenti di sini, dan yang datang sesudahnya dibuka dengan kata penolak tanpa satu kata penghubung.

Renungan dan Hikmah

  • Kata ketiganya berasal dari akar yang muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 83:2 dan 83:6. Di 83:2 manusia disebut sebagai pihak yang dirugikan takarannya. Jadi satu akar mengikat kerugian kecil di dunia dan perhimpunan besar di hadapan Allah. Kesejajaran itu tidak ditandai satu kalimat pun, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa satu akar mengikat pasar dan padang perhimpunan. Seluruh manusia berdiri bersama, dan tidak satu pun dikecualikan dari perhimpunan itu.
  • Rangkaian dua kata terakhirnya muncul 4 kali di 4 surah, yaitu di 2:131, 6:71, 40:66, dan 83:6. Di 2:131 rangkaian itu diucapkan Ibrahim ketika diperintahkan berserah diri kepada Allah, sedangkan di sini ia menyatakan berdirinya seluruh manusia. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian rangkaian yang sama di empat surah berjauhan. Seluruh manusia berdiri bersama, dan tidak satu pun dikecualikan dari perhimpunan itu.
  • Kata keduanya berasal dari akar yang dipakai Allah di 597 ayat, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul di seluruh Al-Qur'an. Di sini ia dipakai untuk berdiri di hadapan-Nya, bukan untuk menegakkan sesuatu seperti di sebagian besar tempat lain. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemilihan akar yang biasanya menamai menegakkan. Manusia yang dirugikan takarannya adalah manusia yang berdiri di hadapan Tuhannya.
  • Kata pertamanya berbaris fathah sebagai keterangan waktu, sedangkan bentuk yang sama di 83:5 berbaris kasrah sesudah huruf lam. Jadi satu kata berdiri dengan dua kedudukan di dua ayat berturut-turut, dan Allah tidak menandai perbedaan itu. Perbedaan baris itu bisa diperiksa siapa pun dengan membandingkan dua ayatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemilihan kedudukan masing-masing. Manusia yang dirugikan takarannya adalah manusia yang berdiri di hadapan Tuhannya.
  • Bentuk kata keduanya berbentuk sekarang, sehingga peristiwanya dilukiskan sedang berlangsung. Jadi Allah menempatkan pembacanya pada saat itu, bukan sekadar memberitahunya tentang saat itu, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya. Perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya sendiri, dan terjemahan yang memakai bentuk lampau akan menjauhkan pembacanya dari saat yang dilukiskan. Seluruh manusia berdiri bersama, dan tidak satu pun dikecualikan dari perhimpunan itu.
  • Ayat ini menutup tiga ayat tentang kebangkitan, dan sesudahnya 83:7 berpindah kepada catatan amal. Apa yang dikerjakan sebuah gambaran pada pembacanya ketika seluruh manusia dilukiskan Allah berdiri bersama, tanpa satu pun yang dikecualikan? Peralihan itu tidak ditandai satu kata penghubung pun, dan pembacanya sendiri yang harus menyadari bahwa bagian pertama surahnya sudah berhenti di sini. Manusia yang dirugikan takarannya adalah manusia yang berdiri di hadapan Tuhannya.