كَلَّا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari Tuhan mereka.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- كَلَّا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَkallaa innahum 'an rabbihim yawma'idzin la-mahjuubuunasekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari Tuhan mereka
Terjemahan per kata (6 kata)
- كَلَّاkallaasekali-kali tidak
- إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
- عَنْ'andari
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
- لَمَحْجُوبُونَla-mahjuubuunabenar-benar terhalang
Inti bacaan
Konsekuensi puncak berupa keterputusan relasional: 'sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari Tuhan mereka', hukuman tertinggi yang bukan sekadar siksaan fisik, melainkan pemutusan hubungan dengan sumber segala kebaikan.
Penjelasan pilihan kata
Kata (لَمَحْجُوبُونَ, la-mahjuubuun) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti tabir yang menghalangi. Ia cuma dipakai di 8 ayat, yaitu 7:46, 17:45, 19:17, 33:53, 38:32, 41:5, 42:51, dan 83:15.
Di 42:51 akar itu dipakai untuk cara Allah berbicara kepada manusia dari balik tabir. Jadi akar yang di sana menamai tabir di dalam percakapan, di sini menamai terhalangnya mereka dari-Nya. Kata (لَمَحْجُوبُونَ, la-mahjuubuun) di sini berbentuk penderita, bukan bentuk pelaku.
Di 7:46 akar yang sama dipakai untuk pemisah antara penghuni surga dan penghuni neraka. Jadi satu akar menamai pemisah di antara dua golongan dan terhalangnya satu golongan dari Tuhannya. Kata (رَبِّهِمْ, rabbihim) mendahuluinya, dan ia memakai kata ganti jamak.
Kata (رَبِّهِمْ, rabbihim) berasal dari akar yang berarti memelihara sampai matang. Akar itu muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 83:6 dan ayat ini. Di 83:6 manusia berdiri di hadapan Tuhan semesta.
Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Manusia berdiri di hadapan-Nya di 83:6, dan golongan ini justru terhalang dari-Nya di sini. Jadi satu akar mengikat perhimpunan dan penghalangan, dan Al-Qur'an tidak menerangkan pertentangan itu.
Kata (كَلَّا, kallaa) diulang dari 83:14, sehingga dua ayat berturut-turut sama-sama dibuka dengan kata yang sama. Jadi kata itu muncul tiga kali di dalam surah ini, yaitu di 83:7, 83:14, dan ayat ini.
Huruf lam di dalam (لَمَحْجُوبُونَ, la-mahjuubuun) huruf penegas, dan ia bekerja bersama huruf penegas di awal kalimatnya. Jadi satu ayat memuat dua penegas sekaligus, sama seperti susunan di 83:7.
Bentuk (لَمَحْجُوبُونَ, la-mahjuubuun) berbentuk penderita, sehingga yang menghalangi tidak disebutkan. Jadi penghalangan itu dinyatakan sebagai keadaan mereka, bukan sebagai perbuatan yang disandarkan kepada satu pihak.
Kata (عَنْ, 'an) menyatakan terhalang dari sesuatu, sehingga arah penghalangannya ditentukan satu huruf saja. Jadi yang dinyatakan bukan sekadar tidak melihat melainkan terhalang dari, dan menggantinya dengan huruf lain akan mengubah hubungan mereka dengan Tuhannya di dalam ayat ini.
Kata (يَوْمَئِذٍ, yauma-idzin) menunjuk hari yang disebut di 83:5 dan 83:6, sehingga ayat ini terikat kepada bagian sebelumnya. Jadi penghalangan itu diberi waktu, dan kata yang sama dipakai di 83:10 untuk kutukan yang juga diberi waktu. Susunan itu menyebut hukuman yang paling berat lebih dulu, sebelum neraka disebut di ayat berikutnya. Al-Qur'an tidak menyebut apa wujud penghalangan itu maupun berapa lama, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma enam kata yang dibuka dengan kata penolak.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan hukuman terberat mereka: terhalang dari Tuhan pada hari itu, dan kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.
Akarnya cuma dipakai di 8 ayat, yaitu 7:46, 17:45, 19:17, 33:53, 38:32, 41:5, 42:51, dan 83:15. Di 42:51 akar itu dipakai untuk cara Allah berbicara kepada manusia dari balik tabir.
Di 7:46 akar yang sama dipakai untuk pemisah antara penghuni surga dan penghuni neraka. Jadi satu akar menamai pemisah di antara dua golongan dan terhalangnya satu golongan dari Tuhannya.
Kata keempatnya berasal dari akar yang muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 83:6 dan ayat ini. Di 83:6 manusia berdiri di hadapan Tuhan semesta, dan golongan ini justru terhalang dari-Nya di sini.
Kata pertamanya diulang dari 83:14, sehingga dua ayat berturut-turut sama-sama dibuka dengan kata yang sama. Kata ketiganya menyatakan terhalang dari sesuatu, sehingga arah penghalangannya ditentukan satu huruf saja. Kata kelimanya menunjuk hari yang disebut di 83:5 dan 83:6, sehingga penghalangan itu diberi waktu, dan kata yang sama dipakai di 83:10 untuk kutukan yang juga diberi waktu. Jadi hukuman yang paling berat disebut lebih dulu, dan neraka baru disebut di 83:16 sesudah penghalangan itu dinyatakan.
Renungan dan Hikmah
- Kata keempatnya berasal dari akar yang muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 83:6 dan 83:15. Di 83:6 manusia berdiri di hadapan Allah, dan golongan ini justru terhalang dari-Nya di sini. Jadi satu akar mengikat perhimpunan dan penghalangan tanpa satu kalimat penjelas. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian satu akar untuk tabir dan untuk penghalangan. Terhalang dari Tuhannya disebut lebih dulu daripada masuk ke dalam neraka.
- Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya cuma dipakai di 8 ayat. Di 42:51 akar itu dipakai untuk cara Allah berbicara kepada manusia dari balik tabir, sedangkan di sini ia menamai terhalangnya mereka dari-Nya sama sekali. Yang menyambungkan ketiganya cuma huruf-huruf akarnya, dan Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan antara tempat-tempat itu dengan satu kalimat penjelas pun. Manusia berdiri di hadapan-Nya di ayat keenam, dan golongan ini terhalang di ayat ini.
- Di 7:46 akar kata terakhirnya dipakai untuk pemisah antara penghuni surga dan penghuni neraka. Jadi satu akar menamai pemisah di antara dua golongan dan terhalangnya satu golongan dari Allah, dan Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun. Kesejajaran itu tidak ditandai satu kata pun, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa satu akar mengikat perhimpunan dan penghalangan di surah ini. Terhalang dari Tuhannya disebut lebih dulu daripada masuk ke dalam neraka.
- Kata pertamanya diulang dari 83:14, sehingga dua ayat berturut-turut sama-sama dibuka dengan kata yang sama. Jadi kata itu muncul tiga kali di dalam surah ini, yaitu di 83:7, 83:14, dan 83:15, dan ketiganya membalikkan arah pembicaraan. Pengulangan itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa seluruh ayatnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemakaian kata itu empat kali. Manusia berdiri di hadapan-Nya di ayat keenam, dan golongan ini terhalang di ayat ini.
- Bentuk kata terakhirnya berbentuk penderita, sehingga yang menghalangi tidak disebutkan. Jadi Allah menyatakan penghalangan itu sebagai keadaan mereka, bukan sebagai perbuatan yang disandarkan kepada satu pihak tertentu di dalam ayatnya. Ketiadaan pelaku itu perlu dijaga di dalam terjemahannya, sebab menyisipkannya akan mengubah keadaan mereka menjadi perbuatan yang dijatuhkan satu pihak. Terhalang dari Tuhannya disebut lebih dulu daripada masuk ke dalam neraka.
- Ayat ini menyebut penghalangan, dan 83:16 baru menyebut neraka sesudahnya. Apa yang dinyatakan Allah dengan menaruh terhalangnya mereka dari-Nya lebih dulu daripada masuknya mereka ke dalam api? Urutan itu tidak diterangkan Al-Qur'an, dan yang bisa dicatat cuma bahwa penghalangan disebut lebih dulu daripada neraka di dalam susunan surahnya. Terhalang dari Tuhannya disebut lebih dulu daripada masuk ke dalam neraka. Manusia berdiri di hadapan-Nya di ayat keenam, dan golongan ini terhalang di ayat ini.