ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُو الْجَحِيمِ

Kemudian sesungguhnya mereka benar-benar masuk ke neraka yang menyala-nyala.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُو الْجَحِيمِtsumma innahum la-shaaluu l-jahiimikemudian sesungguhnya mereka benar-benar masuk ke neraka yang menyala-nyala

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
  3. لَصَالُوla-shaaluubenar-benar masuk ke
  4. الْجَحِيمِl-jahiimineraka yang menyala-nyala

Inti bacaan

Kelanjutan konsekuensi fisik: 'kemudian sesungguhnya mereka benar-benar masuk membakar ke Jahim', tahap berikutnya setelah keterputusan relasional, konsekuensi yang berlapis dan menyeluruh.

Penjelasan pilihan kata

Kata (لَصَالُو, la-shaaluu) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti terpanggang api. Ia dipakai di 25 ayat, antara lain 4:10, 14:29, 38:56, 84:12, dan 88:4. Kesejajaran dengan 84:12 patut dicatat, sebab surah itu berada di juz yang sama.

Jadi akar yang di 84:12 menamai orang yang masuk ke dalam api yang menyala, di sini menamai golongan yang sama masuk ke dalam neraka. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun. Kata (لَصَالُو, la-shaaluu) di sini berbentuk pelaku, berbeda dari bentuk di 83:15.

Kata (الْجَحِيمِ, al-jahiim) berasal dari akar yang berarti api yang menyala besar. Akar itu dipakai di 26 ayat, antara lain 2:119, 5:10, 26:91, 79:36, dan 82:14. Kesejajaran dengan 82:14 patut dicatat, sebab surah itu berdiri tepat sebelum surah ini.

Kata (ثُمَّ, tsumma) menyatakan urutan yang berjarak, sehingga masuknya ke dalam neraka disebut sesudah penghalangan dengan jeda. Jadi dua hukuman itu tidak dinyatakan bersamaan, dan urutannya terbawa di dalam satu kata.

Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Kata itu dipakai lagi di 83:17, sehingga tiga ayat berturut-turut dirangkai dengan urutan berjarak. Jadi tiga tahap hukuman disebut satu demi satu, dan Al-Qur'an tidak menerangkan jarak di antaranya. Kata (الْجَحِيمِ, al-jahiim) menutupnya, dan ia bertakrif sebagai tempat yang tertentu.

Huruf lam di dalam (لَصَالُو, la-shaaluu) huruf penegas, dan ia bekerja bersama huruf penegas di awal kalimatnya. Jadi satu ayat memuat dua penegas sekaligus, sama seperti susunan di 83:7 dan 83:15.

Bentuk (لَصَالُو, la-shaaluu) berbentuk pelaku, sedangkan bentuk di 83:15 berbentuk penderita. Jadi dua ayat berturut-turut memakai dua arah yang berlawanan: mereka dihalangi di sana dan mereka masuk sendiri di sini.

Ayat ini bagian kedua dari tiga ayat tentang hukuman mereka, dan ketiganya berjalan sampai 83:17. Jadi hukumannya bertingkat: terhalang, lalu masuk, lalu diberi tahu apa yang mereka dustakan.

Kata (الْجَحِيمِ, al-jahiim) bertakrif, sehingga yang disebut neraka yang sudah tertentu, bukan sembarang api. Jadi Al-Qur'an menunjuk satu tempat yang dianggap dikenali, dan pembacanya dibiarkan tanpa keterangan tambahan tentangnya di dalam ayat ini maupun sesudahnya.

Kata (إِنَّهُمْ, innahum) huruf penegas dengan kata ganti, dan kata yang sama dipakai di 83:15. Jadi dua ayat berturut-turut sama-sama dibuka dengan penegasan yang sama, dan keduanya menyebut hukuman yang berbeda jenisnya tanpa satu kata pembanding pun. Susunan itu menyebut neraka sesudah penghalangan, dan keduanya dipisah satu kata yang menyatakan jarak. Al-Qur'an tidak menyebut berapa lama jarak itu maupun apa yang terjadi di antaranya, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma empat kata di dalam ayat ini.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa mereka akhirnya masuk ke dalam neraka, dan kata ketiganya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.

Akarnya dipakai di 25 ayat, antara lain 4:10, 14:29, 38:56, 84:12, dan 88:4. Kesejajaran dengan 84:12 patut dicatat, sebab surah itu berada di juz yang sama dengan surah ini.

Kata terakhirnya berasal dari akar yang dipakai di 26 ayat, antara lain 2:119, 5:10, 26:91, 79:36, dan 82:14. Kesejajaran dengan 82:14 patut dicatat, sebab surah itu berdiri tepat sebelum surah ini.

Kata pertamanya menyatakan urutan yang berjarak, sehingga masuknya ke dalam neraka disebut sesudah penghalangan dengan jeda. Kata itu dipakai lagi di 83:17, sehingga tiga ayat berturut-turut dirangkai dengan urutan berjarak.

Bentuk kata ketiganya berbentuk pelaku, sedangkan bentuk di 83:15 berbentuk penderita. Kata terakhirnya bertakrif, sehingga yang disebut neraka yang sudah tertentu, bukan sembarang api. Kata keduanya huruf penegas dengan kata ganti, dan kata yang sama dipakai di 83:15, sehingga dua ayat berturut-turut sama-sama dibuka dengan penegasan yang sama. Jadi hukumannya bertingkat: terhalang, lalu masuk, lalu diberi tahu apa yang dahulu mereka dustakan di 83:17. Pembacanya dibiarkan tanpa keterangan tentang berapa lama jarak itu.

Renungan dan Hikmah

  • Kata ketiganya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai Allah di 25 ayat, antara lain 4:10, 14:29, 38:56, 84:12, dan 88:4. Kesejajaran dengan 84:12 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama menamai orang yang masuk ke dalam api yang menyala. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian akar yang sama di dua surah satu juz. Tiga hukuman disebut satu demi satu dengan jeda yang ditandai satu kata.
  • Kata terakhirnya berasal dari akar yang dipakai Allah di 26 ayat, antara lain 2:119, 5:10, 26:91, 79:36, dan 82:14. Kesejajaran dengan 82:14 patut dicatat, sebab surah itu berdiri tepat sebelum surah ini dan memakai kata yang sama untuk golongan yang durhaka. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemakaian kata yang sama di surah tetangganya. Mereka dihalangi di ayat sebelumnya dan masuk sendiri di ayat ini.
  • Bentuk kata ketiganya berbentuk pelaku, sedangkan bentuk di 83:15 berbentuk penderita. Jadi dua ayat berturut-turut memakai dua arah yang berlawanan: mereka dihalangi Allah di sana dan mereka masuk sendiri di sini, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya. Perbedaan arah itu terbawa di dalam bentuk katanya sendiri, dan terjemahan yang meratakannya akan menghapus pertentangan antara dihalangi dan masuk sendiri. Tiga hukuman disebut satu demi satu dengan jeda yang ditandai satu kata.
  • Kata pertamanya menyatakan urutan yang berjarak, dan kata itu dipakai Allah lagi di 83:17. Jadi tiga ayat berturut-turut dirangkai dengan urutan berjarak, dan tiga tahap hukuman disebut satu demi satu tanpa satu keterangan tentang jaraknya. Jarak itu terbawa di dalam satu kata saja, dan terjemahan yang menggantinya dengan kata sambung biasa akan menghapus jeda yang dinyatakan susunannya. Mereka dihalangi di ayat sebelumnya dan masuk sendiri di ayat ini.
  • Huruf di dalam kata ketiganya huruf penegas, dan ia bekerja bersama huruf penegas di awal kalimatnya. Jadi satu ayat memuat dua penegas sekaligus, sama seperti susunan yang dipakai Allah di 83:7 dan 83:15. Susunan sepadat itu bisa diperiksa siapa pun dengan membandingkan tiga ayatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pengulangan penegasan itu. Mereka dihalangi di ayat sebelumnya dan masuk sendiri di ayat ini. Mereka dihalangi di ayat sebelumnya dan masuk sendiri di ayat ini.
  • Ayat ini bagian kedua dari tiga ayat tentang hukuman mereka, dan ketiganya berjalan sampai 83:17. Apa yang ditambahkan sebuah hukuman ketika Allah menyusunnya bertingkat: terhalang, lalu masuk, lalu diberi tahu apa yang dahulu mereka dustakan? Urutan itu tidak diterangkan Al-Qur'an, dan yang bisa dicatat cuma bahwa hukumannya disusun bertingkat di tiga ayat yang berturut-turut. Tiga hukuman disebut satu demi satu dengan jeda yang ditandai satu kata. Tiga hukuman disebut satu demi satu dengan jeda yang ditandai satu kata.