كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْأَبْرَارِ لَفِي عِلِّيِّينَ
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam Illiyyin.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْأَبْرَارِ لَفِي عِلِّيِّينَkallaa inna kitaaba l-abraari la-fii 'illiyyiinasekali-kali tidak, sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam Illiyyin
Terjemahan per kata (6 kata)
- كَلَّاkallaasekali-kali tidak
- إِنَّinnasesungguhnya
- كِتَابَkitaabaKitab
- الْأَبْرَارِl-abraariorang-orang yang berbakti
- لَفِيla-fiibenar-benar dalam
- عِلِّيِّينَ'illiyyiinaIlliyyin
Inti bacaan
Kontras positif dengan sistem pencatatan mulia: 'sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam 'Illiyyin', pembalikan total dari nasib Sijjin, penempatan khusus bagi catatan amal baik.
Penjelasan pilihan kata
"Illiyyiin" dipertahankan sebagai nama diri dan tidak diterjemahkan, konsisten dengan penanganan "Sijjin" (83:7) sebagai nama catatan khusus, bukan gelar definit yang menyifati.
Kata (عِلِّيِّينَ, 'illiyyiin) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti tinggi. Ia dipakai di 68 ayat, dan akar itu muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini dan 83:19.
Kata (الْأَبْرَارِ, al-abraar) berasal dari akar yang berarti berbuat baik dan berbakti. Akar itu dipakai di 30 ayat, dan akar itu muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini dan 83:22. Jadi dua akar sekaligus terkunci ke dalam bagian ini.
Susunan ayat ini sejajar dengan susunan 83:7 sampai ke hurufnya: kata penolak, huruf penegas, kata untuk kitab, sebutan golongan, huruf penegas kedua, lalu nama tempatnya. Jadi dua bagian surah dibangun dengan rangka yang sama persis. Kata (عِلِّيِّينَ, 'illiyyiin) di sini berbaris kasrah sesudah huruf di depannya.
Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Yang berbeda cuma dua kata: sebutan golongannya dan nama tempat catatannya. Jadi perbandingan dua golongan terbaca tanpa satu kata pembanding pun, dan Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu. Kata (الْأَبْرَارِ, al-abraar) mendahuluinya, dan ia bertakrif serta berbentuk jamak.
Kata (كَلَّا, kallaa) diulang untuk keempat kalinya di dalam surah ini sesudah 83:7, 83:14, dan 83:15. Jadi kata itu dipakai empat kali, dan yang di sini membuka bagian tentang orang berbakti.
Huruf lam di dalam (لَفِي, la-fii) huruf penegas, sama seperti huruf di 83:7. Jadi dua ayat yang berpasangan memakai penegas yang sama persis di tempat yang sama pula.
Kata (كِتَابَ, kitaaba) berasal dari akar yang berarti menulis dan menetapkan. Akar itu berdiri di empat ayat di dalam surah ini, yaitu 83:7, 83:9, ayat ini, dan 83:20. Jadi akar itu mengikat dua bagian yang berpasangan.
Ayat ini membuka empat ayat tentang catatan orang berbakti, dan keempatnya berjalan sampai 83:21. Jadi bagian ini sama panjangnya dengan bagian tentang orang durhaka di 83:7 sampai 83:10.
Kata (عِلِّيِّينَ, 'illiyyiin) berbaris kasrah karena berada sesudah huruf di depannya, sedangkan nama di 83:7 juga berbaris kasrah pada kedudukan yang sama. Jadi dua nama yang berlawanan berdiri dengan baris yang sama di dua ayat yang sejajar, dan Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu.
Kata (الْأَبْرَارِ, al-abraar) bertakrif dan berbentuk jamak, sama seperti sebutan golongan di 83:7. Jadi dua golongan disebut dengan bentuk yang sama persis, dan yang membedakan keduanya cuma akar katanya sendiri tanpa satu kata keterangan pun. Susunan itu membuka bagian tentang orang berbakti dengan kalimat yang hampir sama dengan 83:7. Al-Qur'an tidak menyebut siapa saja yang termasuk golongan itu maupun di mana tempatnya, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma enam kata beserta ayat pasangannya.
Tafsiran
Ayat ini beralih menggambarkan tempat catatan amal orang-orang yang berbakti, dan kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.
Akarnya dipakai di 68 ayat, dan akar itu muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini dan 83:19. Kata keempatnya berasal dari akar yang dipakai di 30 ayat, dan akar itu muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini dan 83:22.
Susunan ayat ini sejajar dengan susunan 83:7 sampai ke hurufnya: kata penolak, huruf penegas, kata untuk kitab, sebutan golongan, huruf penegas kedua, lalu nama tempatnya.
Jadi dua bagian surah dibangun dengan rangka yang sama persis, dan yang berbeda cuma dua kata: sebutan golongannya dan nama tempat catatannya.
Kata pertamanya diulang untuk keempat kalinya di dalam surah ini sesudah 83:7, 83:14, dan 83:15. Kata terakhirnya berbaris kasrah karena berada sesudah huruf di depannya, sedangkan nama di 83:7 juga berbaris kasrah pada kedudukan yang sama. Kata keempatnya bertakrif dan berbentuk jamak, sama seperti sebutan golongan di 83:7, sehingga dua golongan disebut dengan bentuk yang sama persis. Jadi bagian ini sama panjangnya dengan bagian tentang orang durhaka di 83:7 sampai 83:10, dan Allah tidak memberi ruang lebih kepada salah satunya.
Renungan dan Hikmah
- Susunan ayat ini sejajar dengan susunan 83:7 sampai ke hurufnya, dan yang berbeda cuma dua kata: sebutan golongannya dan nama tempat catatannya. Jadi perbandingan dua golongan terbaca tanpa satu kata pembanding pun, dan Allah tidak menandai kesejajaran itu. Kesejajaran itu bisa diperiksa siapa pun dengan membandingkan dua ayatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan penyusunan yang sejajar sampai ke hurufnya. Kata penolak dipakai empat kali, dan yang keempat membuka bagian orang berbakti.
- Akar kata terakhirnya muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 83:18 dan 83:19, dan akar kata keempatnya muncul di 83:18 dan 83:22. Jadi dua akar sekaligus terkunci ke dalam bagian ini, dan Allah tidak memakainya di ayat lain mana pun di surahnya. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pengunciannya di dalam satu bagian saja. Dua bagian surah berbeda cuma pada dua kata: golongannya dan nama tempatnya.
- Kata pertamanya diulang untuk keempat kalinya di dalam surah ini sesudah 83:7, 83:14, dan 83:15. Jadi kata itu dipakai Allah empat kali, dan yang di sini membuka bagian tentang orang berbakti sesudah dua belas ayat tentang orang durhaka. Pengulangan itu bisa diperiksa siapa pun dengan memeriksa seluruh ayatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian kata itu empat kali. Dua bagian surah berbeda cuma pada dua kata: golongannya dan nama tempatnya. Dua bagian surah berbeda cuma pada dua kata: golongannya dan nama tempatnya.
- Kata ketiganya berasal dari akar yang berdiri di empat ayat di dalam surah ini, yaitu 83:7, 83:9, 83:18, dan 83:20. Jadi akar itu mengikat dua bagian yang berpasangan, dan Allah memakainya dua kali di masing-masing bagian tanpa satu kata pembeda. Kesejajaran itu berlaku sampai ke akarnya, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa satu akar muncul dua kali di masing-masing bagian. Kata penolak dipakai empat kali, dan yang keempat membuka bagian orang berbakti.
- Ayat ini membuka empat ayat tentang catatan orang berbakti, dan keempatnya berjalan sampai 83:21. Jadi bagian ini sama panjangnya dengan bagian tentang orang durhaka di 83:7 sampai 83:10, dan Allah tidak memberi ruang lebih kepada salah satunya. Pembagian itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa nomornya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemberian panjang yang sama bagi keduanya. Kata penolak dipakai empat kali, dan yang keempat membuka bagian orang berbakti.
- Kata terakhirnya dipertahankan sebagai nama diri dan tidak diterjemahkan, konsisten dengan penanganan nama di 83:7. Apa yang dijaga sebuah terjemahan ketika ia membiarkan dua nama tetap asing, alih-alih menggantinya dengan kata yang sudah dikenal pembacanya? Yang tersedia bagi pembacanya cuma nama itu sendiri, dan menerjemahkannya berarti menaruh keterangan yang tidak disediakan susunan ayatnya. Dua bagian surah berbeda cuma pada dua kata: golongannya dan nama tempatnya.