وَمَا أَدْرَاكَ مَا عِلِّيُّونَ
Dan tahukah engkau apakah Illiyyin itu?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمَا أَدْرَاكَ مَا عِلِّيُّونَwa-maa adraaka maa 'illiyyuunadan tahukah engkau apakah Illiyyin itu
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَمَاwa-maadan tahukah
- أَدْرَاكَadraakamemberitahumu
- مَاmaaapakah
- عِلِّيُّونَ'illiyyuunaIlliyyun
Inti bacaan
Penekanan melalui pertanyaan retoris: 'tahukah engkau apakah 'Illiyyin itu?', teknik yang sama digunakan untuk menegaskan keistimewaan tempat pencatatan amal baik.
Penjelasan pilihan kata
"Itu" mengikuti pola formula baku "wa-maa adraaka maa X" (bandingkan 74:27, 77:14, 82:17, dan 83:8).
Rangkaian (وَمَا أَدْرَاكَ مَا, wa maa adraaka maa) diulang persis dari 83:8, sehingga dua ayat di dalam surah ini memakai tiga kata pembuka yang sama. Jadi dua pertanyaan yang sejajar diajukan untuk dua nama yang berlawanan.
Kata (عِلِّيُّونَ, 'illiyyuun) di ayat ini berbaris damah, sedangkan bentuk yang sama di 83:18 berbaris kasrah sesudah huruf. Jadi satu nama berdiri dengan dua baris di dua ayat berturut-turut, sama persis seperti nama di 83:7 dan 83:8.
Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Dua nama yang berlawanan mengalami pergantian baris yang sama di dua ayat yang sama letaknya. Jadi kesejajaran dua bagian surah ini berlaku sampai ke barisnya, dan Al-Qur'an tidak menandainya.
Akar (أَدْرَاكَ, adraaka) berarti tahu. Akar itu muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 83:8 dan ayat ini. Jadi akar itu terkunci ke dalam dua pertanyaan yang sejajar, dan ia tidak dipakai di ayat lain mana pun di surahnya.
Akar (عِلِّيُّونَ, 'illiyyuun) berarti tinggi. Akar itu dipakai di 68 ayat, antara lain 2:255, 17:4, 20:4, 42:51, dan 87:1. Di sebagian besar pemakaiannya akar itu menamai ketinggian atau sifat Allah Yang Mahatinggi.
Jadi akar yang di puluhan ayat menamai ketinggian, di sini memberi nama bagi tempat catatan orang berbakti. Al-Qur'an tidak menerangkan hubungan itu dengan satu kalimat pun. Kata (عِلِّيُّونَ, 'illiyyuun) di sini berbaris damah, berbeda dari barisnya di 83:18.
Bentuk (أَدْرَاكَ, adraaka) berorang kedua tunggal, sama seperti bentuknya di 83:8. Jadi dua pertanyaan itu sama-sama menyapa satu orang, dan sapaan itu berdiri di tengah bagian yang membicarakan golongan.
Ayat ini bagian kedua dari empat ayat tentang catatan orang berbakti, dan letaknya sama persis dengan letak 83:8 di bagian sebelumnya. Jadi dua bagian surah ini sejajar ayat demi ayat.
Kata (مَا, maa) di ayat ini muncul dua kali dengan dua kedudukan yang berbeda, sama seperti di 83:8. Jadi dua ayat yang sejajar sama-sama memuat satu bunyi yang berdiri dua kali dengan dua tugas yang berlainan, dan pembacanya harus menimbangnya dari susunan kalimatnya sendiri.
Kata (عِلِّيُّونَ, 'illiyyuun) menutup ayatnya, dan letaknya sama persis dengan letak nama di 83:8. Jadi dua ayat yang sejajar sama-sama ditutup dengan nama yang ditanyakan, dan kesejajaran itu berlaku sampai ke urutan katanya tanpa satu kata pembeda. Susunan itu mengulang pertanyaan yang sama seperti di 83:8 untuk nama yang berlawanan. Al-Qur'an tidak menyebut jawabannya di dalam ayat ini, dan yang datang di 83:20 justru kalimat yang sama persis dengan jawaban bagi nama yang satunya.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan keagungan Illiyyin yang tak terbayangkan, dan rangkaian tiga kata pertamanya diulang persis dari 83:8.
Jadi dua ayat di dalam surah ini memakai tiga kata pembuka yang sama, dan dua pertanyaan yang sejajar diajukan untuk dua nama yang berlawanan.
Kata terakhirnya berbaris damah, sedangkan bentuk yang sama di 83:18 berbaris kasrah sesudah huruf. Jadi satu nama berdiri dengan dua baris di dua ayat berturut-turut, sama persis seperti nama di 83:7 dan 83:8.
Akar kata keduanya muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 83:8 dan ayat ini. Akar kata terakhirnya dipakai di 68 ayat, antara lain 2:255, 17:4, 20:4, 42:51, dan 87:1.
Di sebagian besar pemakaiannya akar itu menamai ketinggian atau sifat Allah Yang Mahatinggi. Kata keduanya di ayat ini muncul dua kali dengan dua kedudukan yang berbeda, sama seperti di 83:8. Kata terakhirnya menutup ayatnya, dan letaknya sama persis dengan letak nama di 83:8, sehingga dua ayat yang sejajar sama-sama ditutup dengan nama yang ditanyakan. Jadi kesejajaran dua bagian surah ini berlaku sampai ke barisnya, dan Al-Qur'an tidak menandai kesejajaran itu dengan satu kalimat pun. Pembacanya dibiarkan tanpa satu keterangan pun tentang nama yang ditanyakan itu.
Renungan dan Hikmah
- Kata terakhirnya berbaris damah, sedangkan bentuk yang sama di 83:18 berbaris kasrah sesudah huruf. Pergantian yang sama terjadi pada nama di 83:7 dan 83:8. Jadi kesejajaran dua bagian surah Allah ini berlaku sampai ke barisnya, dan Al-Qur'an tidak menandainya. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pergantian baris yang sama di dua pasang ayat. Dua nama yang berlawanan sama-sama dinyatakan berada di luar jangkauan.
- Akar kata terakhirnya dipakai Allah di 68 ayat, antara lain 2:255, 17:4, 20:4, 42:51, dan 87:1. Di sebagian besar pemakaiannya akar itu menamai ketinggian atau sifat-Nya Yang Mahatinggi, sedangkan di sini ia memberi nama bagi tempat catatan orang berbakti. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemakaian akar ketinggian untuk nama tempat itu. Pergantian baris yang sama terjadi pada dua nama di dua pasang ayat yang sejajar.
- Akar kata keduanya muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 83:8 dan 83:19. Jadi akar itu terkunci ke dalam dua pertanyaan yang sejajar, dan Allah tidak memakainya di ayat lain mana pun di dalam surahnya walau sekali. Kesejajaran itu bisa diperiksa siapa pun dengan memeriksa seluruh ayatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pengunciannya di dua pertanyaan saja. Dua nama yang berlawanan sama-sama dinyatakan berada di luar jangkauan. Dua nama yang berlawanan sama-sama dinyatakan berada di luar jangkauan.
- Rangkaian tiga kata pertamanya diulang persis dari 83:8, sehingga dua ayat di dalam surah ini memakai pembuka yang sama. Jadi Allah mengajukan dua pertanyaan yang sejajar untuk dua nama yang berlawanan tanpa satu kata pembeda di antaranya. Kesejajaran itu berlaku sampai ke kata pembukanya, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa dua pertanyaan itu tidak berbeda satu huruf pun. Dua nama yang berlawanan sama-sama dinyatakan berada di luar jangkauan.
- Bentuk kata keduanya berorang kedua tunggal, sama seperti bentuknya di 83:8. Jadi dua pertanyaan itu sama-sama menyapa satu orang, dan sapaan itu berdiri di tengah bagian yang membicarakan golongan tanpa satu kata penanda pun. Peralihan itu tidak ditandai satu kata pun, dan pembacanya sendiri yang harus menyadari bahwa sapaan itu berdiri di tengah pembicaraan tentang golongan. Pergantian baris yang sama terjadi pada dua nama di dua pasang ayat yang sejajar.
- Ayat ini bagian kedua dari empat ayat tentang catatan orang berbakti, dan letaknya sama persis dengan letak 83:8 di bagian sebelumnya. Apa yang dikerjakan susunan itu pada pembacanya ketika dua bagian surah dibuat sejajar Allah ayat demi ayat? Kesejajaran dua bagian itu bisa diperiksa siapa pun dengan membandingkan letak ayatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan penyusunan yang sejajar itu. Pergantian baris yang sama terjadi pada dua nama di dua pasang ayat yang sejajar.