يُسْقَوْنَ مِنْ رَحِيقٍ مَخْتُومٍ
Mereka diberi minum dari minuman murni yang termeterai,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- يُسْقَوْنَ مِنْ رَحِيقٍ مَخْتُومٍyusqawna min rahiiqin makhtuuminmereka diberi minum dari minuman murni yang termeterai
Terjemahan per kata (4 kata)
- يُسْقَوْنَyusqawnamereka diberi minum
- مِنْmindari
- رَحِيقٍrahiiqinminuman murni
- مَخْتُومٍmakhtuuminyang tersegel
Inti bacaan
Kualitas minuman istimewa: 'mereka diberi minum dari minuman murni yang termeterai', detail tentang kemurnian dan keterjagaan kualitas, minuman yang terlindungi dari kontaminasi.
Penjelasan pilihan kata
Rangkaian (رَحِيقٍ مَخْتُومٍ, rahiiqin makhtuum) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akar (رَحِيقٍ, rahiiqin) berarti minuman murni. Akar itu juga cuma dipakai di 1 ayat, yaitu ayat ini.
Jadi ia hapax bentuk sekaligus hapax akar, dan ini akar kedua dari empat akar di dalam surah ini yang cuma hidup di satu ayat. Tiga lainnya berada di 83:14, 83:27, dan 83:30. Kata (مَخْتُومٍ, makhtuum) di sini menyifati kata di depannya, dan keduanya tanpa takrif.
Akar (مَخْتُومٍ, makhtuum) berarti menyegel. Akar itu cuma dipakai di 8 ayat, yaitu 2:7, 6:46, 33:40, 36:65, 42:24, 45:23, 83:25, dan 83:26. Jadi dua dari delapan pemakaiannya berada di dalam surah ini.
Kesejajaran dengan 2:7 dan 45:23 patut dicatat, sebab di kedua tempat itu akar yang sama dipakai untuk hati yang dikunci mati. Jadi akar yang menamai hati yang dikunci, di sini menamai minuman yang disegel. Kata (رَحِيقٍ, rahiiqin) mendahuluinya, dan akarnya tidak dipakai di tempat lain.
Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Hati orang durhaka berkarat di 83:14, dan minuman orang berbakti disegel di sini. Jadi dua golongan sama-sama dikaitkan dengan sesuatu yang tertutup, dan yang satu tertutup dari kebaikan sedangkan yang lain tertutup untuk menjaga kebaikan.
Kata kerja (يُسْقَوْنَ, yusqauna) berasal dari akar yang berarti memberi minum. Akar itu cuma dipakai di 24 ayat, antara lain 2:60, 12:41, 14:16, 47:15, dan 76:21. Di 76:21 akar itu dipakai untuk minuman yang diberikan Tuhan kepada penghuni surga.
Bentuk (يُسْقَوْنَ, yusqauna) berbentuk penderita, sehingga yang memberi minum tidak disebutkan. Jadi mereka dinyatakan menerima, bukan mengambil sendiri, dan pilihan itu terbawa di dalam bentuk katanya.
Ayat ini membuka empat ayat tentang minuman mereka, dan keempatnya berjalan sampai 83:28. Jadi satu perkara diberi empat ayat berturut-turut, dan itu bagian yang paling rapat di dalam surahnya.
Kata (مِنْ, min) menyatakan asal minumannya, sehingga yang dinyatakan mereka diberi minum dari jenis itu, bukan diberi jenis itu seluruhnya. Jadi cakupannya dibatasi satu huruf saja, dan menggantinya akan mengubah hubungan antara peminum dan minumannya di dalam ayat ini.
Kata (مَخْتُومٍ, makhtuum) menyifati kata di depannya, dan keduanya sama-sama tidak bertakrif. Jadi keterangan dan bendanya terikat rapat, dan susunan semacam itu dipakai juga di 83:9 serta 83:20 pada dua kata yang menyebut kitab catatan. Susunan itu membuka empat ayat tentang minuman mereka dengan dua kata yang keduanya jarang dipakai. Al-Qur'an tidak menyebut siapa yang memberi minum maupun berapa banyak, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma empat kata di dalam ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini merinci minuman istimewa yang disediakan bagi orang-orang berbakti, dan rangkaian dua kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.
Akar kata ketiganya juga cuma dipakai di 1 ayat, yaitu ayat ini. Jadi ia hapax bentuk sekaligus hapax akar, dan ini akar kedua dari empat akar di dalam surah ini yang cuma hidup di satu ayat.
Akar kata terakhirnya cuma dipakai di 8 ayat, yaitu 2:7, 6:46, 33:40, 36:65, 42:24, 45:23, 83:25, dan 83:26. Kesejajaran dengan 2:7 dan 45:23 patut dicatat, sebab di kedua tempat itu akar yang sama dipakai untuk hati yang dikunci mati.
Jadi akar yang menamai hati yang dikunci, di sini menamai minuman yang disegel. Hati orang durhaka berkarat di 83:14, dan minuman orang berbakti disegel di sini.
Kata pertamanya berasal dari akar yang cuma dipakai di 24 ayat, antara lain 2:60, 12:41, 14:16, 47:15, dan 76:21. Kata keduanya menyatakan asal minumannya, sehingga yang dinyatakan mereka diberi minum dari jenis itu, bukan diberi jenis itu seluruhnya. Kata terakhirnya menyifati kata di depannya, dan keduanya sama-sama tidak bertakrif, sehingga keterangan dan bendanya terikat rapat. Jadi satu perkara diberi empat ayat berturut-turut, dan itu bagian yang paling rapat di dalam surahnya dibandingkan bagian mana pun.
Renungan dan Hikmah
- Akar kata terakhirnya cuma dipakai di 8 ayat, dan di 2:7 serta 45:23 akar yang sama dipakai Allah untuk hati yang dikunci mati. Hati orang durhaka berkarat di 83:14, dan minuman orang berbakti disegel di sini. Jadi dua golongan sama-sama dikaitkan dengan sesuatu yang tertutup. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian satu akar untuk hati dan untuk minuman. Empat ayat berturut-turut diberikan untuk satu minuman di surah tentang takaran.
- Akar kata ketiganya cuma dipakai di 1 ayat, yaitu 83:25, dan bentuknya pun muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Ini akar kedua dari empat akar di dalam surah ini yang cuma hidup di satu ayat, dan tiga lainnya berada di 83:14, 83:27, dan 83:30. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemusatan empat hapax akar di dalam satu surah. Empat ayat berturut-turut diberikan untuk satu minuman di surah tentang takaran.
- Kata pertamanya berasal dari akar yang cuma dipakai Allah di 24 ayat, antara lain 2:60, 12:41, 14:16, 47:15, dan 76:21. Di 76:21 akar itu dipakai untuk minuman yang diberikan Tuhan kepada penghuni surga, sedangkan di sini pemberinya tidak disebut. Yang menyambungkan keduanya cuma huruf-huruf akarnya, dan Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan antara pemberian di dua tempat itu dengan satu kalimat pun. Akar yang menamai hati yang dikunci dipakai untuk minuman yang disegel.
- Bentuk kata pertamanya berbentuk penderita, sehingga yang memberi minum tidak disebutkan. Jadi Allah menyatakan mereka menerima, bukan mengambil sendiri, dan pilihan itu terbawa di dalam bentuk katanya tanpa satu kata keterangan pun. Ketiadaan pemberi itu perlu dijaga di dalam terjemahannya, sebab menyisipkannya akan menutup apa yang sengaja dibiarkan terbuka oleh bentuk penderitanya. Akar yang menamai hati yang dikunci dipakai untuk minuman yang disegel.
- Akar kata terakhirnya cuma dipakai di 8 ayat, yaitu 2:7, 6:46, 33:40, 36:65, 42:24, 45:23, 83:25, dan 83:26. Jadi dua dari delapan pemakaiannya berada di dalam surah ini, dan keduanya di dua ayat yang bersebelahan. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemusatan dua dari delapan pemakaiannya di dua ayat. Akar yang menamai hati yang dikunci dipakai untuk minuman yang disegel. Akar yang menamai hati yang dikunci dipakai untuk minuman yang disegel.
- Ayat ini membuka empat ayat tentang minuman mereka, dan keempatnya berjalan sampai 83:28. Apa yang dinyatakan Allah dengan memberi satu minuman empat ayat berturut-turut, di dalam surah yang membuka dirinya dengan takaran di pasar? Pembagian itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa nomornya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemberian empat ayat untuk satu minuman. Empat ayat berturut-turut diberikan untuk satu minuman di surah tentang takaran.