وَمِزَاجُهُ مِنْ تَسْنِيمٍ

Dan campurannya dari Tasnim,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَمِزَاجُهُ مِنْ تَسْنِيمٍwa-mizaajuhu min tasniimindan campurannya dari Tasnim

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَمِزَاجُهُwa-mizaajuhudan campurannya
  2. مِنْmindari
  3. تَسْنِيمٍtasniiminTasnim

Inti bacaan

Sumber tambahan yang istimewa: 'dan campurannya dari Tasnim', penambahan detail kualitas minuman yang berasal dari sumber tertinggi, kekayaan variasi dalam gambaran kenikmatan surgawi.

Penjelasan pilihan kata

"Tasniim" dipertahankan sebagai nama diri, konsisten dengan penanganan Sijjin dan Illiyyin (83:7 dan 83:18) sebagai nama khusus.

Kata (تَسْنِيمٍ, tasniim) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya berarti puncak yang tinggi. Ia juga cuma dipakai di 1 ayat, yaitu ayat ini. Jadi ia hapax bentuk sekaligus hapax akar.

Ini akar ketiga dari empat akar di dalam surah ini yang cuma hidup di satu ayat. Tiga lainnya berada di 83:14, 83:25, dan 83:30, sehingga empat hapax akar tersebar di seluruh surahnya. Kata (تَسْنِيمٍ, tasniim) di sini tidak bertakrif, sehingga ia berdiri sebagai nama.

Kata (وَمِزَاجُهُ, wa mizaajuhu) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti mencampur. Ia cuma dipakai di 3 ayat, yaitu 76:5, 76:17, dan 83:27.

Di 76:5 dan 76:17 akar itu dipakai untuk campuran minuman penghuni surga, sekali dengan kafur dan sekali dengan jahe. Jadi ketiga pemakaiannya menamai campuran minuman, dan yang di sini campurannya diberi nama yang tidak diterjemahkan. Kata (وَمِزَاجُهُ, wa mizaajuhu) membuka ayatnya, dan ia memakai kata ganti kepemilikan.

Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Dua tempat lain menyebut bahan campurannya dengan kata yang dikenali, dan di sini campurannya disebut dengan nama diri. Jadi Al-Qur'an menutup keterangan itu justru di tempat ketiga.

Kata (تَسْنِيمٍ, tasniim) tidak bertakrif, sehingga ia berdiri sebagai nama tanpa penakrifan. Jadi ia sejajar dengan Sijjin di 83:7 dan berbeda dari Illiyyin di 83:18 yang berbaris mengikuti kedudukannya.

Ayat ini bagian ketiga dari empat ayat tentang minuman mereka, dan sesudahnya 83:28 menerangkan nama itu. Jadi nama disebut lebih dulu dan keterangannya menyusul, sama seperti susunan di 83:7 dan 83:9.

Kata (مِنْ, min) menyatakan asal campurannya, sama seperti huruf yang dipakai di 83:25. Jadi dua ayat di dalam bagian ini memakai huruf yang sama untuk menyatakan asal, dan kesejajaran itu mengikat keduanya menjadi satu keterangan yang berlanjut tanpa satu kata penghubung.

Kata (وَمِزَاجُهُ, wa mizaajuhu) memakai kata ganti kepemilikan yang menunjuk minuman di 83:25, sehingga dua ayat itu terikat. Jadi membaca ayat ini sendirian meninggalkan pembacanya tanpa benda yang dicampur, dan Al-Qur'an tidak mengulang penyebutannya di dalam ayat ini. Susunan itu menambahkan satu keterangan lagi tentang minuman yang sama, sesudah dua ayat sebelumnya. Al-Qur'an tidak menyebut apa itu nama yang dipakainya maupun mengapa ia tidak diterjemahkan, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma tiga kata di dalam ayat ini. Pembacanya dibiarkan tanpa keterangan apa pun tentang nama itu.

Tafsiran

Ayat ini menambah rincian campuran minuman tersebut: dari Tasnim, dan kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an sementara akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat.

Jadi ia hapax bentuk sekaligus hapax akar, dan ini akar ketiga dari empat akar di dalam surah ini yang cuma hidup di satu ayat.

Kata pertamanya juga muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya cuma dipakai di 3 ayat, yaitu 76:5, 76:17, dan 83:27. Di 76:5 dan 76:17 akar itu dipakai untuk campuran minuman penghuni surga, sekali dengan kafur dan sekali dengan jahe.

Jadi ketiga pemakaiannya menamai campuran minuman, dan yang di sini campurannya diberi nama yang tidak diterjemahkan. Dua tempat lain menyebut bahan campurannya dengan kata yang dikenali.

Ayat ini bagian ketiga dari empat ayat tentang minuman mereka, dan sesudahnya 83:28 menerangkan nama itu. Kata keduanya menyatakan asal campurannya, sama seperti huruf yang dipakai di 83:25. Kata pertamanya memakai kata ganti kepemilikan yang menunjuk minuman di 83:25, sehingga dua ayat itu terikat dan membaca ayat ini sendirian meninggalkan pembacanya tanpa benda yang dicampur. Jadi nama disebut lebih dulu dan keterangannya menyusul di 83:28, sama seperti susunan yang dipakai di 83:7 dan 83:9.

Renungan dan Hikmah

  • Akar kata pertamanya cuma dipakai di 3 ayat, yaitu 76:5, 76:17, dan 83:27. Di 76:5 dan 76:17 akar itu dipakai Allah untuk campuran minuman penghuni surga, sekali dengan kafur dan sekali dengan jahe, sedangkan di sini campurannya diberi nama yang tidak diterjemahkan. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian akar campuran itu cuma di tiga ayat. Nama yang tidak diterjemahkan membiarkan pembacanya berhadapan dengan yang asing.
  • Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya juga cuma dipakai di 1 ayat. Ini akar ketiga dari empat akar di dalam surah ini yang cuma hidup di satu ayat, dan tiga lainnya berada di 83:14, 83:25, dan 83:30. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemusatan empat hapax akar di dalam satu surah. Nama yang tidak diterjemahkan membiarkan pembacanya berhadapan dengan yang asing.
  • Dua tempat lain menyebut bahan campurannya dengan kata yang dikenali, dan di sini Allah menyebutnya dengan nama diri. Apa yang dijaga sebuah terjemahan ketika ia membiarkan nama itu tetap asing, sedangkan dua tempat lain memakai kata yang bisa dipahami langsung? Yang tersedia bagi pembacanya cuma nama itu sendiri, dan menerjemahkannya berarti menaruh keterangan yang tidak disediakan susunan ayatnya sendiri. Dua tempat lain menyebut bahan campurannya, dan di sini ia diberi nama saja.
  • Kata terakhirnya tidak bertakrif, sehingga ia berdiri sebagai nama tanpa penakrifan. Jadi ia sejajar dengan nama di 83:7 dan berbeda dari nama di 83:18 yang berbaris mengikuti kedudukannya, dan Allah tidak menerangkan perbedaan itu. Perbedaan penakrifan itu bisa diperiksa siapa pun dengan membandingkan tiga namanya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemilihan masing-masing. Dua tempat lain menyebut bahan campurannya, dan di sini ia diberi nama saja.
  • Kata pertamanya dan kata terakhirnya masing-masing muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Jadi dua dari tiga kata di ayat ini tidak berulang di tempat lain mana pun, dan pembacanya cuma punya ayat ini sendiri untuk menimbang maksud Allah. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemilihan dua kata langka di dalam satu ayat. Nama yang tidak diterjemahkan membiarkan pembacanya berhadapan dengan yang asing.
  • Ayat ini bagian ketiga dari empat ayat tentang minuman mereka, dan sesudahnya 83:28 menerangkan nama itu. Jadi Allah menyebut nama lebih dulu dan keterangannya menyusul, sama seperti susunan yang dipakai-Nya di 83:7 dan 83:9. Urutan itu tidak diterangkan Al-Qur'an, dan yang bisa dicatat cuma bahwa nama disebut lebih dulu daripada keterangannya di dua tempat surah ini. Dua tempat lain menyebut bahan campurannya, dan di sini ia diberi nama saja. Dua tempat lain menyebut bahan campurannya, dan di sini ia diberi nama saja.