عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُونَ

Mata air yang darinya minum orang-orang yang didekatkan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُونَ'aynan yasyrabu bihaa l-muqarrabuunamata air yang darinya minum orang-orang yang didekatkan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. عَيْنًا'aynanmata air
  2. يَشْرَبُyasyrabuminum
  3. بِهَاbihaadarinya
  4. الْمُقَرَّبُونَl-muqarrabuunaorang-orang yang didekatkan

Inti bacaan

Eksklusivitas akses bagi golongan terdekat: '(yaitu) mata air yang darinya minum orang-orang yang didekatkan', penegasan bahwa sumber istimewa ini khusus dinikmati oleh kategori tertinggi penghuni surga.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung "(yaitu)" tidak dipakai: fragmen apositif lanjutan dari 83:27, tanpa penambahan kata pembuka.

Kata (الْمُقَرَّبُونَ, al-muqarrabuun) diulang persis dari 83:21, sehingga kata itu muncul dua kali di dalam surah ini. Di 83:21 mereka menyaksikan catatan, dan di sini mereka meminum dari mata air.

Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Satu golongan disebut dua kali di dua bagian yang berbeda, dan yang pertama tentang catatan sedangkan yang kedua tentang minuman. Jadi Al-Qur'an mengikat dua bagian itu lewat satu golongan yang sama.

Kata (عَيْنًا, 'ainan) berasal dari akar yang berarti mata dan mata air. Akar itu dipakai di 63 ayat, antara lain 11:37, 18:86, 26:57, 76:6, dan 88:12. Kesejajaran dengan 76:6 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama dipakai untuk mata air yang diminum hamba-hamba Allah.

Kata kerja (يَشْرَبُ, yasyrabu) berasal dari akar yang berarti minum. Akar itu cuma dipakai di 34 ayat, antara lain 2:60, 7:31, 26:155, 56:55, dan 76:5. Di 76:5 akar itu dipakai bersama akar yang sama dengan kata pertama di 83:27.

Huruf ba di depan (بِهَا, bihaa) menyatakan minum dari mata air itu, bukan meminum mata airnya. Jadi susunannya menyebut sumbernya, bukan bendanya, dan perbedaan itu terbawa di dalam satu huruf.

Bentuk (يَشْرَبُ, yasyrabu) berbentuk tunggal, sedangkan pelakunya berbentuk jamak. Jadi susunannya menyatakan perbuatan yang dikerjakan masing-masing, bukan bersama-sama, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya.

Ayat ini menutup empat ayat tentang minuman mereka, dan sesudahnya 83:29 berpindah kepada kisah orang berdosa. Jadi bagian tentang orang berbakti berhenti di sini sesudah sebelas ayat.

Kata (عَيْنًا, 'ainan) berbaris fathah karena menerangkan nama di 83:27, sehingga ayat ini bergantung pada ayat sebelumnya. Jadi membaca ayat ini sendirian meninggalkan pembacanya tanpa benda yang diterangkannya.

Kata (عَيْنًا, 'ainan) tidak bertakrif, sehingga yang disebut mata air sebagai jenis, bukan satu mata air tertentu. Jadi cakupannya dibiarkan seluas mungkin, dan menambahkan penakrifan akan mempersempit apa yang tertulis di dalam ayatnya sendiri tanpa satu kata pun yang membenarkannya.

Kata (يَشْرَبُ, yasyrabu) berbentuk sekarang, sehingga minumnya dinyatakan sebagai yang berlangsung terus. Jadi ia tidak disebut sebagai satu peristiwa yang selesai, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya sendiri tanpa satu kata keterangan pun di dalam ayatnya. Susunan itu menutup empat ayat tentang minuman dengan menyebut sumbernya. Al-Qur'an tidak menyebut di mana mata air itu berada maupun berapa banyak yang meminumnya, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma empat kata yang mengakhiri bagian terpanjang surahnya.

Tafsiran

Ayat ini menutup rincian minuman dengan sumbernya: mata air yang diminum mereka yang didekatkan, dan kata terakhirnya diulang persis dari 83:21.

Jadi kata itu muncul dua kali di dalam surah ini, dan di 83:21 mereka menyaksikan catatan sedangkan di sini mereka meminum dari mata air. Al-Qur'an mengikat dua bagian itu lewat satu golongan yang sama.

Kata pertamanya berasal dari akar yang dipakai di 63 ayat, antara lain 11:37, 18:86, 26:57, 76:6, dan 88:12. Kesejajaran dengan 76:6 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama dipakai untuk mata air yang diminum hamba-hamba Allah.

Kata keduanya berasal dari akar yang cuma dipakai di 34 ayat, antara lain 2:60, 7:31, 26:155, 56:55, dan 76:5.

Ayat ini menutup empat ayat tentang minuman mereka, dan sesudahnya 83:29 berpindah kepada kisah orang berdosa. Kata pertamanya tidak bertakrif, sehingga yang disebut mata air sebagai jenis, bukan satu mata air tertentu. Kata keduanya berbentuk sekarang, sehingga minumnya dinyatakan sebagai yang berlangsung terus, bukan sebagai satu peristiwa yang sudah selesai. Jadi bagian tentang orang berbakti berhenti di sini sesudah sebelas ayat, dan 83:29 berpindah kepada kisah ejekan di dunia. Pembacanya dibiarkan tanpa keterangan tentang di mana mata air itu berada.

Renungan dan Hikmah

  • Kata terakhirnya diulang persis dari 83:21, sehingga kata itu muncul dua kali di dalam surah ini. Di 83:21 mereka menyaksikan catatan, dan di sini mereka meminum dari mata air. Jadi Allah mengikat dua bagian surahnya lewat satu golongan yang sama. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan penyebutan satu golongan di dua bagian berjauhan. Bentuk tunggal untuk pelaku jamak menyatakan perbuatan yang dikerjakan masing-masing.
  • Kata pertamanya berasal dari akar yang dipakai Allah di 63 ayat, antara lain 11:37, 18:86, 26:57, 76:6, dan 88:12. Kesejajaran dengan 76:6 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama dipakai untuk mata air yang diminum hamba-hamba-Nya. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemakaian akar itu untuk mata air di dua surah. Bentuk tunggal untuk pelaku jamak menyatakan perbuatan yang dikerjakan masing-masing.
  • Huruf di depan kata ketiganya menyatakan minum dari mata air itu, bukan meminum mata airnya. Jadi susunan Allah menyebut sumbernya, bukan bendanya, dan perbedaan itu terbawa di dalam satu huruf saja tanpa kata keterangan. Perbedaan itu terbawa di dalam satu huruf saja, dan terjemahan yang menghilangkannya akan mengubah sumbernya menjadi bendanya di dalam ayat ini. Golongan yang menyaksikan catatan adalah golongan yang meminum dari mata air itu. Golongan yang menyaksikan catatan adalah golongan yang meminum dari mata air itu.
  • Bentuk kata keduanya berbentuk tunggal, sedangkan pelakunya berbentuk jamak. Jadi susunan Allah menyatakan perbuatan yang dikerjakan masing-masing, bukan bersama-sama, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya sendiri. Perbedaan bilangan itu terbawa di dalam bentuk katanya sendiri, dan terjemahan yang meratakannya akan mengubah perbuatan masing-masing menjadi perbuatan bersama. Golongan yang menyaksikan catatan adalah golongan yang meminum dari mata air itu.
  • Kata pertamanya berbaris fathah karena menerangkan nama di 83:27, sehingga ayat ini bergantung pada ayat sebelumnya. Jadi membaca ayat ini sendirian meninggalkan pembacanya tanpa benda yang diterangkan Allah di dalamnya. Pemisahan itu tidak ditandai satu kata pun, dan membaca ayat ini sendirian meninggalkan pembacanya tanpa nama yang sedang diterangkan susunannya. Bentuk tunggal untuk pelaku jamak menyatakan perbuatan yang dikerjakan masing-masing.
  • Ayat ini menutup empat ayat tentang minuman mereka, dan sesudahnya 83:29 berpindah kepada kisah orang berdosa. Apa yang berubah pada pembacanya ketika Allah menutup sebelas ayat tentang orang berbakti, lalu langsung membuka kisah ejekan di dunia? Pembagian itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa nomornya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemberian sebelas ayat kepada bagian ini. Golongan yang menyaksikan catatan adalah golongan yang meminum dari mata air itu.