فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ
Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kufar,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَfa-l-yawma lladziina aamanuu mina l-kuffaari yadhakuunamaka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kufar
Terjemahan per kata (6 kata)
- فَالْيَوْمَfa-l-yawmamaka pada hari ini
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- مِنَminadari
- الْكُفَّارِl-kuffaariorang-orang kufar
- يَضْحَكُونَyadhakuunamereka menertawakan
Inti bacaan
Pembalikan sempurna keadaan: 'maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kufar', keadilan retributif yang membalikkan situasi secara total, mereka yang dahulu diejek kini menyaksikan pembalikan nasib.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (يَضْحَكُونَ, yadhhakuun) diulang persis dari 83:29, sehingga kata itu muncul dua kali di dalam surah ini. Di 83:29 yang tertawa orang berdosa, dan di sini yang tertawa orang beriman.
Kata kerja (آمَنُوا, aamanuu) juga diulang persis dari 83:29. Jadi dua kata sekaligus diulang di dua ayat itu, dan yang berbeda cuma kedudukan mereka di dalam kalimatnya.
Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Di 83:29 orang beriman menjadi sasaran tertawa, dan di sini mereka yang tertawa. Jadi pembalikannya dinyatakan bukan dengan kata baru melainkan dengan menukar kedudukan dua kata yang sama.
Kata (الْكُفَّارِ, al-kuffaar) berasal dari akar yang berarti menutupi dan menolak. Akar itu dipakai di 464 ayat, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul di seluruh Al-Qur'an. Di dalam surah ini akar itu muncul di dua ayat, yaitu ayat ini dan 83:36, sehingga golongan itu disebut dua kali di dalam tiga ayat penutupnya.
Kata (فَالْيَوْمَ, fa-l-yauma) berasal dari akar yang berarti hari. Akar itu berdiri di empat ayat di dalam surah ini, yaitu 83:5, 83:6, 83:11, dan ayat ini. Jadi akar itu mengikat empat bagian surahnya.
Huruf fa di awal ayat menyambungkannya kepada komentar di 83:33, sehingga pembalikan itu datang sebagai akibat. Jadi dua ayat itu satu rangkaian, dan Al-Qur'an tidak menandai hubungan keduanya dengan satu kata lain.
Kata (فَالْيَوْمَ, fa-l-yauma) bertakrif, sehingga yang disebut hari yang sudah tertentu. Jadi ia menunjuk hari yang disebut di 83:5, 83:6, dan 83:11 tanpa mengulang sebutannya.
Ayat ini membuka tiga ayat penutup surah, dan ketiganya berjalan sampai 83:36. Jadi pembalikan keadaan diberi tiga ayat, sedangkan ejekan yang dibalikkannya diberi lima ayat.
Kata (مِنَ, mina) menyatakan sasaran tertawanya, sama seperti huruf yang dipakai di 83:29. Jadi dua ayat yang saling membalikkan memakai huruf yang sama untuk menyatakan siapa yang ditertawakan, dan yang berbeda cuma pihak yang berdiri di kedua sisinya.
Kata (الْكُفَّارِ, al-kuffaar) bertakrif dan berbentuk jamak, sehingga yang disebut golongan yang sudah dikenali. Jadi Al-Qur'an menyebut mereka dengan sebutan yang berbeda dari sebutan di 83:29, dan pergantian sebutan itu tidak diterangkan dengan satu kalimat pun. Susunan itu membalikkan keadaan dengan menukar kedudukan dua kata yang sudah dipakai di 83:29. Al-Qur'an tidak menyebut apa yang membuat mereka tertawa maupun bagaimana, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma satu kalimat yang bahannya sudah dikenal dari ayat sebelumnya. Pembacanya harus mengingat hari itu dari bagian awal surahnya, sebab namanya tidak disebut lagi di dalam ayat ini maupun di dua ayat penutupnya.
Tafsiran
Ayat ini membalikkan keadaan: pada Hari Kiamat, orang beriman yang menertawakan orang kafir, dan kata terakhirnya diulang persis dari 83:29.
Jadi kata itu muncul dua kali di dalam surah ini, dan di 83:29 yang tertawa orang berdosa sedangkan di sini yang tertawa orang beriman. Kata ketiganya juga diulang persis dari 83:29.
Jadi dua kata sekaligus diulang di dua ayat itu, dan yang berbeda cuma kedudukan mereka di dalam kalimatnya. Pembalikannya dinyatakan bukan dengan kata baru melainkan dengan menukar kedudukan dua kata yang sama.
Kata kelimanya berasal dari akar yang muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini dan 83:36. Kata pertamanya berasal dari akar yang berdiri di empat ayat di dalam surah ini.
Ayat ini membuka tiga ayat penutup surah, dan ketiganya berjalan sampai 83:36. Kata keempatnya menyatakan sasaran tertawanya, sama seperti huruf yang dipakai di 83:29. Kata kelimanya bertakrif dan berbentuk jamak, sehingga yang disebut golongan yang sudah dikenali, dan sebutan itu berbeda dari sebutan yang dipakai di 83:29 untuk pihak yang sama. Jadi pembalikan keadaan diberi tiga ayat, sedangkan ejekan yang dibalikkannya diberi lima ayat di 83:29 sampai 83:33. Pembacanya dibiarkan tanpa keterangan tentang apa yang membuat mereka tertawa.
Renungan dan Hikmah
- Kata terakhirnya dan kata ketiganya diulang persis dari 83:29. Di 83:29 orang beriman menjadi sasaran tertawa, dan di sini mereka yang tertawa. Jadi Allah menyatakan pembalikannya bukan dengan kata baru melainkan dengan menukar kedudukan dua kata yang sama. Kesejajaran itu berlaku sampai ke bahan katanya, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa pembalikannya dibangun dari kata yang sudah dipakai. Hari yang tidak disebut namanya lagi menuntut pembacanya mengingat bagian awal surahnya.
- Kata kelimanya berasal dari akar yang muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 83:34 dan 83:36. Jadi golongan itu disebut Allah dua kali di dalam tiga ayat penutup surahnya, dan di 83:36 mereka disebut sebagai yang menerima balasan. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan penyebutan golongan itu dua kali di tiga ayat. Pembalikan dinyatakan dengan menukar kedudukan dua kata yang sudah dipakai.
- Kata pertamanya berasal dari akar yang berdiri di empat ayat di dalam surah ini, yaitu 83:5, 83:6, 83:11, dan 83:34. Jadi akar itu mengikat empat bagian surah Allah ini, dari kebangkitan sampai pembalikan keadaan di ayat penutupnya. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan penyebaran satu akar di empat bagian surahnya. Hari yang tidak disebut namanya lagi menuntut pembacanya mengingat bagian awal surahnya.
- Huruf di awal ayat menyambungkannya kepada komentar di 83:33, sehingga pembalikan itu datang sebagai akibat. Jadi dua ayat itu satu rangkaian, dan Allah tidak menandai hubungan keduanya dengan satu kata lain di antaranya. Hubungan itu terbawa di dalam satu huruf saja, dan terjemahan yang menghilangkannya akan memutus pembalikan ini dari komentar yang mendahuluinya. Pembalikan dinyatakan dengan menukar kedudukan dua kata yang sudah dipakai. Pembalikan dinyatakan dengan menukar kedudukan dua kata yang sudah dipakai.
- Kata pertamanya bertakrif, sehingga yang disebut hari yang sudah tertentu. Jadi ia menunjuk hari yang disebut Allah di 83:5, 83:6, dan 83:11 tanpa mengulang sebutannya, dan pembacanya harus mengingatnya dari bagian yang jauh sebelumnya. Ketiadaan pengulangan itu perlu dijaga di dalam terjemahannya, sebab menyisipkan nama harinya akan menutup rujukan yang dibangun susunan surahnya. Pembalikan dinyatakan dengan menukar kedudukan dua kata yang sudah dipakai.
- Ayat ini membuka tiga ayat penutup surah, dan ketiganya berjalan sampai 83:36. Apa yang dinyatakan Allah dengan memberi pembalikan keadaan tiga ayat, sedangkan ejekan yang dibalikkannya diberi lima ayat di 83:29 sampai 83:33? Pembagian itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa nomornya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemberian tiga ayat kepada pembalikannya. Hari yang tidak disebut namanya lagi menuntut pembacanya mengingat bagian awal surahnya.