عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ
Di atas dipan-dipan, memandang.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ'alaa l-araa'iki yanzhuruunadi atas dipan-dipan, memandang
Terjemahan per kata (3 kata)
- عَلَى'alaaatas
- الْأَرَائِكِl-araa'ikidipan-dipan
- يَنْظُرُونَyanzhuruunamemandang
Inti bacaan
Posisi mengamati yang nyaman: 'di atas dipan-dipan, memandang', kelanjutan gambaran kenyamanan yang kini disertai kepuasan menyaksikan keadilan tertegakkan.
Penjelasan pilihan kata
Frasa identik dengan 83:23, menegaskan pembalikan nasib antara dua golongan.
Rangkaian (عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ, 'ala l-araa-iki yanzhuruun) diulang persis dari 83:23, sehingga dua ayat di dalam surah ini sama bunyinya. Jadi satu ayat penuh diulang tanpa satu huruf pun berbeda.
Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Di 83:23 ayat itu melukiskan orang berbakti di dalam bagian tentang balasan, dan di sini ia melukiskan orang beriman sesudah keadaan dibalikkan. Jadi satu kalimat melayani dua saat yang berbeda.
Kata (الْأَرَائِكِ, al-araa-ik) berasal dari akar yang berarti dipan berkelambu. Akar itu cuma dipakai di 5 ayat, yaitu 18:31, 36:56, 76:13, 83:23, dan ayat ini. Jadi dua dari lima pemakaiannya berada di dalam surah ini, dan keduanya di dalam ayat yang sama bunyinya.
Kata kerja (يَنْظُرُونَ, yanzhuruun) berdiri tanpa objek, sama seperti di 83:23. Jadi apa yang mereka pandang tidak disebutkan di kedua tempatnya, dan Al-Qur'an tidak melengkapinya di ayat mana pun sesudahnya.
Kesejajaran itu patut dicatat pula. Orang berdosa memandang orang beriman dengan ejekan di 83:32, dan di sini orang beriman yang memandang tanpa disebut apa yang dipandangnya. Jadi satu akar mengikat dua pandangan yang berlawanan.
Ayat ini bagian kedua dari tiga ayat penutup surah, dan ia berdiri di antara pembalikan di 83:34 dan pertanyaan di 83:36. Jadi gambaran itu disisipkan di tengah dua kalimat yang berbicara tentang balasan.
Susunan ayat ini cuma tiga kata, sedangkan ayat yang mengapitnya lebih panjang. Jadi gambaran ketenangan dinyatakan dengan kalimat yang paling ringkas di antara ketiganya, dan Al-Qur'an tidak menerangkan pilihan itu. Kata (يَنْظُرُونَ, yanzhuruun) di sini berdiri tanpa objek, sama seperti di 83:23.
Kata (عَلَى, 'alaa) menyatakan berada di atas sesuatu, sama seperti huruf yang dipakai di 83:23. Jadi dua ayat yang sama bunyinya memakai huruf yang sama pada kedudukan yang sama, dan kesejajarannya berlaku sampai ke hurufnya tanpa satu perbedaan pun.
Kata (يَنْظُرُونَ, yanzhuruun) berbentuk sekarang, sehingga pandangan itu dinyatakan sebagai yang berlangsung terus. Jadi ia sejajar dengan bentuk yang dipakai di 83:23, dan dua ayat itu melukiskan keadaan yang sama dengan bentuk waktu yang sama pula. Susunan itu mengulang satu ayat penuh dari 83:23 tanpa satu huruf pun berbeda. Al-Qur'an tidak menyebut mengapa ayat itu diulang maupun apa yang ditambahkan pengulangannya, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma letaknya yang berbeda di dalam surahnya. Pembacanya dibiarkan tanpa satu keterangan tambahan pun tentang pengulangan itu.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan orang beriman kini berada dalam kenyamanan yang sama seperti yang digambarkan sebelumnya, dan rangkaian tiga katanya diulang persis dari 83:23.
Jadi dua ayat di dalam surah ini sama bunyinya, dan satu ayat penuh diulang tanpa satu huruf pun berbeda. Di 83:23 ayat itu melukiskan orang berbakti di dalam bagian tentang balasan, dan di sini ia melukiskan orang beriman sesudah keadaan dibalikkan.
Kata keduanya berasal dari akar yang cuma dipakai di 5 ayat, yaitu 18:31, 36:56, 76:13, 83:23, dan ayat ini. Jadi dua dari lima pemakaiannya berada di dalam surah ini, dan keduanya di dalam ayat yang sama bunyinya.
Kata terakhirnya berdiri tanpa objek, sama seperti di 83:23. Jadi apa yang mereka pandang tidak disebutkan di kedua tempatnya.
Ayat ini bagian kedua dari tiga ayat penutup surah, dan ia berdiri di antara pembalikan di 83:34 dan pertanyaan di 83:36. Kata pertamanya menyatakan berada di atas sesuatu, sama seperti huruf yang dipakai di 83:23. Kata terakhirnya berbentuk sekarang, sehingga pandangan itu dinyatakan sebagai yang berlangsung terus, dan dua ayat itu melukiskan keadaan yang sama dengan bentuk waktu yang sama pula. Jadi gambaran itu disisipkan di tengah dua kalimat yang berbicara tentang balasan, bukan sesudah keduanya selesai disebutkan.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian tiga katanya diulang persis dari 83:23, sehingga dua ayat di dalam surah ini sama bunyinya. Jadi Allah mengulang satu ayat penuh tanpa satu huruf pun berbeda, dan pengulangan sepersis itu tidak terjadi lagi di dalam surahnya. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pengulangan satu ayat penuh di dalam satu surah. Pandangan yang mengejek di ayat sebelumnya berganti menjadi pandangan yang tenang.
- Di 83:23 ayat itu melukiskan orang berbakti di dalam bagian tentang balasan, dan di sini ia melukiskan orang beriman sesudah keadaan dibalikkan Allah. Jadi satu kalimat melayani dua saat yang berbeda tanpa satu kata pembeda di antaranya. Perbedaan letak itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa nomornya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemilihan dua letak yang berjauhan. Pandangan yang mengejek di ayat sebelumnya berganti menjadi pandangan yang tenang.
- Kata terakhirnya berdiri tanpa objek, sama seperti di 83:23. Orang berdosa memandang orang beriman dengan ejekan di 83:32, dan di sini orang beriman yang memandang tanpa disebut apa yang dipandangnya. Jadi Allah mengikat dua pandangan yang berlawanan. Kesejajaran itu tidak ditandai satu kalimat pun, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa satu akar mengikat dua pandangan yang berlawanan. Pandangan yang mengejek di ayat sebelumnya berganti menjadi pandangan yang tenang.
- Kata keduanya berasal dari akar yang cuma dipakai di 5 ayat, yaitu 18:31, 36:56, 76:13, 83:23, dan 83:35. Jadi dua dari lima pemakaiannya berada di dalam surah ini, dan keduanya di dalam ayat yang sama bunyinya tanpa satu huruf pembeda. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemusatan dua dari lima pemakaiannya di satu surah. Satu ayat yang diulang penuh menyamakan keadaan orang beriman dengan orang berbakti.
- Ayat ini bagian kedua dari tiga ayat penutup surah, dan ia berdiri di antara pembalikan di 83:34 dan pertanyaan di 83:36. Jadi Allah menyisipkan gambaran itu di tengah dua kalimat yang berbicara tentang balasan, bukan sesudah keduanya. Bentuk itu bisa diperiksa siapa pun dengan membandingkan tiga ayat penutupnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan penyisipan gambaran di tengahnya. Satu ayat yang diulang penuh menyamakan keadaan orang beriman dengan orang berbakti.
- Susunan ayat ini cuma tiga kata, sedangkan ayat yang mengapitnya lebih panjang. Apa yang ditambahkan sebuah gambaran ketenangan ketika Allah menyatakannya dengan kalimat yang paling ringkas di antara tiga ayat penutupnya? Panjangnya bisa dihitung ulang siapa pun dengan menghitung katanya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemilihan kalimat terpendek di antara ketiganya. Satu ayat yang diulang penuh menyamakan keadaan orang beriman dengan orang berbakti. Satu ayat yang diulang penuh menyamakan keadaan orang beriman dengan orang berbakti.