هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ
Bukankah orang-orang kufar telah dibalas atas apa yang mereka perbuat?
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَhal tsuwwiba l-kuffaaru maa kaanuu yaf'aluunabukankah orang-orang kufar telah dibalas atas apa yang mereka perbuat
Terjemahan per kata (6 kata)
- هَلْhalapakah
- ثُوِّبَtsuwwibadiberi balasan
- الْكُفَّارُl-kuffaaruorang-orang kufar
- مَاmaaapa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَفْعَلُونَyaf'aluunamelakukan
Inti bacaan
Pertanyaan retoris penutup yang menegaskan keadilan: 'bukankah orang-orang kufar telah dibalas atas apa yang mereka perbuat?', konfirmasi final bahwa konsekuensi yang diterima sepenuhnya proporsional dengan tindakan yang telah dilakukan.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (ثُوِّبَ, tsuwwiba) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti kembali dan balasan. Ia dipakai di 23 ayat, antara lain 2:103, 3:195, 18:31, 18:46, dan 76:21. Di sebagian besar pemakaiannya akar itu menamai pahala bagi orang beriman.
Jadi akar yang di puluhan ayat menamai pahala, di sini menamai balasan bagi orang kufur. Al-Qur'an tidak menerangkan pemakaian itu dengan satu kalimat pun, dan yang bisa dicatat cuma bahwa katanya dipinjam dari sisi yang berlawanan. Kata (ثُوِّبَ, tsuwwiba) di sini berbentuk penderita dan berpola kedua.
Kata (الْكُفَّارُ, al-kuffaar) berasal dari akar yang berarti menutupi dan menolak. Akar itu muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 83:34 dan ayat ini. Jadi golongan itu disebut dua kali di dalam tiga ayat penutup surahnya.
Kata kerja (يَفْعَلُونَ, yaf'aluun) berasal dari akar yang berarti berbuat. Akar itu dipakai di 102 ayat, antara lain 2:24, 5:79, 21:23, 26:226, dan 85:16. Kesejajaran dengan 85:16 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama dipakai untuk perbuatan Allah sendiri.
Kata kerja (كَانُوا, kaanuu) berasal dari akar yang berarti ada dan menjadi. Akar itu berdiri di empat ayat di dalam surah ini, yaitu 83:14, 83:17, 83:29, dan ayat ini. Jadi akar itu mengikat empat bagian surahnya.
Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Akar itu menamai apa yang mereka kerjakan di 83:14, apa yang mereka dustakan di 83:17, kebiasaan mereka menertawakan di 83:29, dan apa yang mereka perbuat di sini. Jadi satu akar mengikat seluruh perbuatan mereka. Kata (الْكُفَّارُ, al-kuffaar) menyusulnya, dan ia berbaris damah sebagai pokok kalimat.
Kata (هَلْ, hal) huruf tanya, dan itu satu-satunya pertanyaan di dalam surah ini. Jadi surah yang dibuka dengan kutukan ditutup dengan pertanyaan, dan Al-Qur'an tidak menyebut jawabannya.
Bentuk (ثُوِّبَ, tsuwwiba) berbentuk penderita dan berpola kedua, sehingga yang membalas tidak disebutkan. Jadi ayat penutup ini tidak menyebut satu pelaku pun, dan pembacanya melengkapinya sendiri dari seluruh surahnya.
Kata (مَا, maa) di ayat ini kata sambung yang berarti apa yang, bukan huruf pengingkaran maupun huruf tanya. Jadi satu bunyi berdiri dengan tiga kedudukan yang berbeda di dalam surah ini, dan pembacanya harus menimbangnya dari susunan kalimatnya sendiri tanpa satu penanda pun.
Bentuk (يَفْعَلُونَ, yaf'aluun) berbentuk sekarang dan didahului kata kerja yang menyatakan kebiasaan, sehingga perbuatan itu dinyatakan berulang-ulang. Jadi yang dibalas bukan satu perbuatan melainkan kebiasaan yang berlangsung lama, dan perbedaan itu terbawa di dalam susunan katanya. Susunan itu menutup surahnya dengan satu pertanyaan, sesudah dibuka dengan satu kutukan. Al-Qur'an tidak menyebut jawabannya maupun siapa yang harus menjawabnya, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma lima kata yang mengakhiri tiga puluh enam ayat dengan pertanyaan terbuka.
Tafsiran
Ayat penutup surah ini menegaskan keadilan pembalasan: orang kafir menerima setimpal dengan perbuatan mereka, dan kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.
Akarnya dipakai di 23 ayat, antara lain 2:103, 3:195, 18:31, 18:46, dan 76:21. Di sebagian besar pemakaiannya akar itu menamai pahala bagi orang beriman, sedangkan di sini ia menamai balasan bagi orang kufur.
Kata ketiganya berasal dari akar yang muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 83:34 dan ayat ini. Kata kelimanya berasal dari akar yang berdiri di empat ayat di dalam surah ini, yaitu 83:14, 83:17, 83:29, dan ayat ini.
Akar itu menamai apa yang mereka kerjakan di 83:14, apa yang mereka dustakan di 83:17, kebiasaan mereka menertawakan di 83:29, dan apa yang mereka perbuat di sini.
Kata pertamanya huruf tanya, dan itu satu-satunya pertanyaan di dalam surah ini. Kata keempatnya kata sambung yang berarti apa yang, bukan huruf pengingkaran maupun huruf tanya. Bentuk kata terakhirnya berbentuk sekarang dan didahului kata kerja yang menyatakan kebiasaan, sehingga perbuatan itu dinyatakan berulang-ulang, bukan sekali saja. Jadi surah yang dibuka dengan kutukan di 83:1 ditutup dengan pertanyaan, dan Al-Qur'an tidak menyebut jawabannya di ayat mana pun.
Renungan dan Hikmah
- Kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan akarnya dipakai Allah di 23 ayat, antara lain 2:103, 3:195, 18:31, 18:46, dan 76:21. Di sebagian besar pemakaiannya akar itu menamai pahala bagi orang beriman, sedangkan di sini ia menamai balasan bagi orang kufur. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian kata pahala untuk balasan orang kufur. Kata yang biasanya menamai pahala dipakai untuk balasan bagi orang kufur.
- Kata kelimanya berasal dari akar yang berdiri di empat ayat di dalam surah ini, yaitu 83:14, 83:17, 83:29, dan 83:36. Akar itu menamai apa yang mereka kerjakan, apa yang mereka dustakan, kebiasaan mereka menertawakan, dan apa yang mereka perbuat. Jadi satu akar mengikat seluruhnya. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan penyebaran satu akar di empat bagian surahnya. Surah yang dibuka dengan kutukan ditutup dengan pertanyaan yang dibiarkan terbuka.
- Kata pertamanya huruf tanya, dan itu satu-satunya pertanyaan di dalam surah ini. Jadi surah yang dibuka Allah dengan kutukan ditutup dengan pertanyaan, dan Al-Qur'an tidak menyebut jawabannya di dalam ayat ini maupun di ayat mana pun. Bentuk itu tidak diterangkan Al-Qur'an, dan yang bisa dicatat cuma bahwa pertanyaannya tidak disusul satu jawaban pun sampai surahnya selesai. Kata yang biasanya menamai pahala dipakai untuk balasan bagi orang kufur.
- Bentuk kata keduanya berbentuk penderita dan berpola kedua, sehingga yang membalas tidak disebutkan. Jadi ayat penutup ini tidak menyebut satu pelaku pun, dan pembacanya melengkapinya sendiri dari seluruh surah yang mendahuluinya. Ketiadaan pelaku itu perlu dijaga di dalam terjemahannya, sebab menyisipkannya akan menutup apa yang sengaja dibiarkan terbuka oleh bentuk penderitanya. Surah yang dibuka dengan kutukan ditutup dengan pertanyaan yang dibiarkan terbuka.
- Kata terakhirnya berasal dari akar yang dipakai Allah di 102 ayat, antara lain 2:24, 5:79, 21:23, 26:226, dan 85:16. Kesejajaran dengan 85:16 patut dicatat, sebab di sana akar yang sama dipakai untuk perbuatan-Nya sendiri yang tidak terbatas. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian satu akar untuk dua pelaku yang berjauhan. Kata yang biasanya menamai pahala dipakai untuk balasan bagi orang kufur.
- Surah ini dibuka Allah dengan satu kata kutukan di 83:1 dan ditutup dengan satu pertanyaan di ayat ini. Apa yang dikerjakan susunan itu pada pembacanya ketika kecaman yang paling keras berakhir bukan dengan penegasan, melainkan dengan pertanyaan yang dibiarkan terbuka? Kesejajaran itu bisa diperiksa siapa pun dengan membandingkan ayat pembuka dan penutupnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan penyusunan itu. Surah yang dibuka dengan kutukan ditutup dengan pertanyaan yang dibiarkan terbuka.