وَيَنْقَلِبُ إِلَىٰ أَهْلِهِ مَسْرُورًا
Dan dia kembali kepada keluarganya dengan gembira.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَيَنْقَلِبُ إِلَىٰ أَهْلِهِ مَسْرُورًاwa-yanqalibu ilaa ahlihi masruurandan dia kembali kepada keluarganya dengan gembira
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَيَنْقَلِبُwa-yanqalibudan ia kembali
- إِلَىٰilaakepada
- أَهْلِهِahlihikeluarganya
- مَسْرُورًاmasruuranyang gembira
Inti bacaan
Kepulangan penuh sukacita: 'dan dia kembali kepada keluarganya dengan gembira', hasil akhir yang membahagiakan, kontras dengan kegembiraan salah arah para pengejek sebelumnya (83:31) yang kini terbalik maknanya.
Penjelasan pilihan kata
Kata (مَسْرُورًا, masruuran) muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 84:9 dan 84:13. Jadi kedua kemunculannya berada di dalam surah ini, dan tidak ada satu surah lain pun yang memakainya.
Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Di ayat ini kata itu menutup gambaran golongan yang selamat, dan di 84:13 ia menutup gambaran sebab kebinasaan golongan yang lain. Jadi satu kata dipakai untuk dua keadaan yang berlawanan arah. Kata (مَسْرُورًا, masruuran) di sini menutup ayatnya, dan ia diulang di 84:13.
Kata (أَهْلِهِ, ahlihi) berasal dari akar yang berarti keluarga dan penghuni. Akar itu muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini dan 84:13. Jadi dua kata sekaligus diulang di dua ayat itu, dan pasangan yang sama muncul di dua tempat yang berlawanan.
Jadi kalimat "gembira di tengah keluarganya" dipakai untuk pahala di ayat ini dan untuk sebab hukuman di 84:13. Al-Qur'an tidak menerangkan pertentangan itu dengan satu kalimat pun, dan yang menyambungkannya cuma dua kata yang berulang.
Kata kerja (وَيَنْقَلِبُ, wa yanqalibu) muncul 4 kali di 4 surah, yaitu di 2:143, 3:127, 26:227, dan 84:9. Di 26:227 kata yang sama dipakai untuk tempat kembali orang yang berbuat zalim.
Jadi kata yang di 26:227 menamai kepulangan orang zalim, di sini menamai kepulangan orang yang selamat. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun. Kata (أَهْلِهِ, ahlihi) mendahuluinya, dan ia juga diulang di ayat yang sama.
Bentuk (وَيَنْقَلِبُ, wa yanqalibu) berpola ketujuh, sehingga artinya berbalik dengan sendirinya. Jadi kepulangannya disandarkan kepada dirinya sendiri, bukan kepada pihak yang memulangkannya.
Ayat ini menutup gambaran golongan pertama, dan sesudahnya 84:10 membuka golongan kedua dengan huruf pasangan. Jadi tiga ayat untuk golongan pertama dan tiga ayat untuk golongan kedua, dan pembagiannya sama besar.
Kata (إِلَىٰ, ilaa) menyatakan arah tujuan, sama seperti huruf yang dipakai di 84:6. Jadi dua ayat di surah ini melukiskan perjalanan yang punya ujung, dan yang satu berujung pada Tuhannya sedangkan yang lain berujung pada keluarganya. Al-Qur'an tidak menghubungkan keduanya dengan satu kalimat pun.
Kata (أَهْلِهِ, ahlihi) memakai kata ganti kepemilikan, sehingga yang disebut keluarganya sendiri. Jadi kepulangannya diarahkan kepada orang-orang yang memang miliknya, dan kata yang sama dipakai lagi di 84:13 dengan arah yang berlawanan maksudnya. Susunan itu membuat kepulangan dan kegembiraan terbaca sebagai satu keadaan, dan memisahkan keduanya akan memutus gambarannya. Al-Qur'an tidak menyebut siapa keluarganya maupun di mana mereka berada, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma empat kata yang diulang sebagiannya empat ayat kemudian.
Tafsiran
Ayat ini menutup gambaran golongan pertama dengan kebahagiaan mereka, dan kata terakhirnya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 84:9 dan 84:13.
Jadi kedua kemunculannya berada di dalam surah ini, dan tidak ada satu surah lain pun yang memakainya. Di ayat ini kata itu menutup gambaran golongan yang selamat, dan di 84:13 ia menutup gambaran sebab kebinasaan golongan yang lain.
Kata ketiganya berasal dari akar yang juga muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini dan 84:13. Jadi dua kata sekaligus diulang di dua ayat itu, dan pasangan yang sama muncul di dua tempat yang berlawanan.
Kata kerja pertamanya muncul 4 kali di 4 surah, yaitu di 2:143, 3:127, 26:227, dan 84:9. Di 26:227 kata yang sama dipakai untuk tempat kembali orang yang berbuat zalim.
Ayat ini menutup gambaran golongan pertama, dan sesudahnya 84:10 membuka golongan kedua dengan huruf pasangan. Kata keduanya menyatakan arah tujuan, sama seperti huruf yang dipakai di 84:6. Jadi dua ayat di surah ini melukiskan perjalanan yang punya ujung, dan yang satu berujung pada Tuhannya sedangkan yang lain berujung pada keluarganya. Kata ketiganya memakai kata ganti kepemilikan, sehingga yang disebut keluarganya sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Kata terakhirnya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 84:9 dan 84:13, dan kata ketiganya juga diulang di dua ayat yang sama. Jadi kalimat tentang gembira di tengah keluarga dipakai Allah untuk pahala di sini dan untuk sebab hukuman di 84:13. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan mengapa dua kemunculan satu kata ditaruh di dalam satu surah. Kata yang menutup ayat ini muncul lagi empat baris kemudian dengan arah terbalik.
- Kata kerja pertamanya muncul 4 kali di 4 surah, yaitu di 2:143, 3:127, 26:227, dan 84:9. Di 26:227 kata yang sama dipakai untuk tempat kembali orang yang berbuat zalim, sedangkan di sini ia menamai kepulangan orang yang selamat dari perhitungan Allah. Yang menyambungkan keduanya cuma bentuk katanya, dan Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan antara dua tempat itu dengan satu kalimat penjelas pun di keduanya. Kata yang menutup ayat ini muncul lagi empat baris kemudian dengan arah terbalik.
- Bentuk kata kerja pertamanya berpola ketujuh, sehingga artinya berbalik dengan sendirinya. Jadi kepulangannya disandarkan kepada dirinya sendiri, bukan kepada pihak yang memulangkannya, dan Allah tidak menyebut satu pengantar pun di dalam ayatnya. Perbedaan pola itu terbawa di dalam susunan hurufnya, dan menggantinya dengan pola lain akan menghadirkan pihak lain yang tidak disebutkan di dalam ayatnya. Kata yang menutup ayat ini muncul lagi empat baris kemudian dengan arah terbalik.
- Ayat ini menutup gambaran golongan pertama, dan sesudahnya 84:10 membuka golongan kedua dengan huruf pasangan. Jadi Allah memberi tiga ayat untuk golongan pertama dan tiga ayat untuk golongan kedua, dan pembagiannya sama besar tanpa satu ayat pun berlebih. Pembagian itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa nomornya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemilihan panjang yang sama bagi keduanya. Kepulangan kepada keluarga disebut sebagai puncak kebahagiaan, bukan tempat tinggalnya.
- Kata ketiganya menyebut keluarganya, bukan tempat tinggalnya maupun hartanya. Jadi yang disebut Allah sebagai tujuan kepulangan orang yang selamat justru orang-orangnya. Apa yang dinyatakan sebuah kebahagiaan yang diukur dari kepada siapa seseorang kembali? Yang bisa dicatat cuma apa yang tertulis, dan menambahkan keterangan tentang keluarganya berarti menaruh apa yang tidak disediakan susunan ayatnya. Kepulangan kepada keluarga disebut sebagai puncak kebahagiaan, bukan tempat tinggalnya.
- Kata terakhirnya muncul 2 kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 84:9 dan 84:13. Jadi tidak ada satu surah lain pun yang memakainya, dan Allah menaruh keduanya berjarak empat ayat di dalam dua gambaran yang berlawanan arah. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah maksud di balik jarak empat ayat di antara keduanya. Kepulangan kepada keluarga disebut sebagai puncak kebahagiaan, bukan tempat tinggalnya.