بَلَىٰ إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ بَصِيرًا

Tidak demikian. Sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. بَلَىٰ إِنَّ رَبَّهُ كَانَ بِهِ بَصِيرًاbalaa inna rabbahu kaana bihi basiirantidak demikian, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya
Catatan pilihan kata (ringkas)

sebutan diterjemahkan 'melihat' per takrif corpus; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (probe 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = passthrough (cabang mata-hati didokumentasi). ⚠ Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. Lih.. of dariir'; glos ilahi: 'He who sees all things, both what are apparent and what are occult, WITHOUT ANY ORGAN'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.

Aplikasi

'tidak demikian. Sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya', pembantahan langsung terhadap keyakinan bahwa tidak ada pengawasan atau konsekuensi, pengingat bahwa observasi berlangsung terus-menerus terlepas dari kesadaran atau ketidaksadaran subjek yang diawasi.