فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Maka mengapa mereka tidak beriman,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَfa-maa lahum laa yu'minuunamaka mengapa mereka tidak beriman

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَمَاfa-maamaka mengapa
  2. لَهُمْlahumbagi mereka
  3. لَاlaatidak
  4. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman

Inti bacaan

Pertanyaan konfrontatif tentang penolakan: 'maka mengapa mereka tidak beriman', teguran langsung yang menyoroti inkonsistensi antara bukti yang jelas dan respons penolakan.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (يُؤْمِنُونَ, yu'minuun) berasal dari akar yang berarti aman dan percaya. Akar itu muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini dan 84:25. Jadi akar itu dipakai sekali untuk yang tidak beriman dan sekali untuk yang beriman.

Kesejajaran itu yang paling perlu diperhatikan. Ayat ini menegur yang tidak beriman dan 84:25 mengecualikan yang beriman. Jadi satu akar mengikat teguran di awal bagian penutup dan pengecualian di ujungnya, dan keduanya berjarak lima ayat.

Rangkaian (فَمَا لَهُمْ, fa-maa lahum) berbentuk pertanyaan yang mengandung keheranan, bukan permintaan keterangan. Jadi yang dinyatakan bukan pencarian sebab melainkan penolakan atas sikap itu.

Kata (فَمَا, fa-maa) di ayat ini huruf tanya, bukan huruf pengingkaran maupun kata sambung. Jadi satu kata yang sama bisa berdiri dengan tiga kedudukan yang berbeda, dan yang di 84:17 justru kata sambung.

Kesejajaran itu patut dicatat. Di 84:17 kata yang berbunyi sama berarti apa yang, dan di sini ia bertanya. Jadi pembacanya harus menimbang kedudukannya dari susunan kalimatnya, bukan dari bunyinya. Kata (يُؤْمِنُونَ, yu'minuun) di sini berbentuk jamak, bukan bentuk tunggal.

Ayat ini membuka bagian penutup surah ini, dan bagian itu berjalan sampai 84:25. Jadi enam ayat terakhir seluruhnya tentang sikap menolak dan akibatnya, dan rangkaian sumpah tidak disebut lagi.

Kata (لَهُمْ, lahum) berorang ketiga jamak, sedangkan kata kerja di 84:19 berorang kedua jamak. Jadi surah ini berpindah dari menyapa mereka kepada membicarakan mereka, dan pergantian itu terjadi tanpa satu kata penanda.

Bentuk (يُؤْمِنُونَ, yu'minuun) berbentuk sekarang, sehingga penolakan itu dinyatakan sebagai yang masih berlangsung. Jadi ia tidak disebut sebagai satu keputusan yang sudah selesai, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya.

Akar (يُؤْمِنُونَ, yu'minuun) berarti aman dan percaya. Akar itu dipakai di 723 ayat, antara lain 2:3, 7:158, 24:2, 49:15, dan 103:3, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul di seluruh Al-Qur'an. Bentuknya berbentuk jamak, sehingga yang ditegur banyak orang, bukan satu orang. Jadi teguran ini sejajar dengan sapaan jamak di 84:19, dan keduanya berdiri berdampingan. Al-Qur'an tidak menyebut satu nama pun di antara mereka yang ditegur di dalam ayat ini.

Kata (لَا, laa) huruf pengingkaran yang menyertai kata kerja bentuk sekarang, sehingga yang diingkari perbuatan yang sedang berlangsung. Jadi susunannya menyatakan penolakan yang masih berjalan, bukan penolakan yang sudah selesai, dan perbedaan itu terbawa di dalam hurufnya. Susunan itu membuat teguran terbaca sebagai keheranan, bukan sebagai pertanyaan yang menunggu jawaban. Al-Qur'an tidak menyebut siapa mereka maupun apa alasan yang mereka kemukakan, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma empat kata yang membuka bagian penutup surahnya.

Tafsiran

Ayat ini menegur mereka yang tetap tidak beriman meski bukti telah jelas, dan kata kerja terakhirnya berasal dari akar yang muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu ayat ini dan 84:25.

Jadi akar itu dipakai sekali untuk yang tidak beriman dan sekali untuk yang beriman. Ayat ini menegur yang tidak beriman dan 84:25 mengecualikan yang beriman, sehingga satu akar mengikat teguran di awal bagian penutup dan pengecualian di ujungnya.

Rangkaian dua kata pertamanya berbentuk pertanyaan yang mengandung keheranan, bukan permintaan keterangan. Jadi yang dinyatakan bukan pencarian sebab melainkan penolakan atas sikap itu.

Kata pertamanya huruf tanya, bukan huruf pengingkaran maupun kata sambung, sedangkan kata yang berbunyi sama di 84:17 justru kata sambung. Jadi pembacanya harus menimbang kedudukannya dari susunan kalimatnya, bukan dari bunyinya.

Ayat ini membuka bagian penutup surah ini, dan bagian itu berjalan sampai 84:25. Akar kata terakhirnya dipakai di 723 ayat, antara lain 2:3, 7:158, 24:2, 49:15, dan 103:3, dan bentuknya berbentuk jamak sehingga yang ditegur banyak orang, bukan satu orang. Jadi teguran ini sejajar dengan sapaan jamak di 84:19, dan keduanya berdiri berdampingan. Kata ketiganya huruf pengingkaran yang menyertai kata kerja bentuk sekarang, sehingga yang diingkari perbuatan yang sedang berlangsung.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja terakhirnya berasal dari akar yang muncul di dua ayat di dalam surah ini, yaitu 84:20 dan 84:25. Ayat ini menegur yang tidak beriman dan 84:25 mengecualikan yang beriman. Jadi satu akar mengikat teguran Allah di awal bagian penutup dan pengecualian di ujungnya. Kesejajaran itu tidak ditandai satu kalimat pun, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa satu akar mengikat dua ujung bagian penutup surahnya. Pertanyaan yang tidak menunggu jawaban meninggalkan bebannya pada yang ditanya.
  • Rangkaian dua kata pertamanya berbentuk pertanyaan yang mengandung keheranan, bukan permintaan keterangan. Jadi yang dinyatakan Allah bukan pencarian sebab melainkan penolakan atas sikap itu, dan bentuk itu tidak menunggu jawaban dari siapa pun. Bentuk itu tidak diterangkan Al-Qur'an, dan yang bisa dicatat cuma bahwa pertanyaannya tidak disusul satu jawaban pun di ayat mana pun sesudahnya. Pertanyaan yang tidak menunggu jawaban meninggalkan bebannya pada yang ditanya.
  • Kata pertamanya huruf tanya, bukan huruf pengingkaran maupun kata sambung, sedangkan kata yang berbunyi sama di 84:17 justru kata sambung. Jadi pembacanya harus menimbang kedudukannya dari susunan kalimatnya, bukan dari bunyinya, dan Allah tidak menandai perbedaan itu. Perbedaan kedudukan itu bisa diperiksa siapa pun dengan membandingkan dua ayatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemakaian bunyi yang sama. Satu akar mengikat teguran di awal penutup dan pengecualian di ujungnya.
  • Kata keduanya berorang ketiga jamak, sedangkan kata kerja di 84:19 berorang kedua jamak. Jadi surah ini berpindah dari menyapa mereka kepada membicarakan mereka, dan pergantian itu terjadi tanpa satu kata penanda pun dari Allah. Peralihan itu tidak ditandai satu kata pun, dan pembacanya sendiri yang harus menyadari bahwa pihaknya sekarang dibicarakan, bukan disapa langsung. Pertanyaan yang tidak menunggu jawaban meninggalkan bebannya pada yang ditanya. Pertanyaan yang tidak menunggu jawaban meninggalkan bebannya pada yang ditanya.
  • Bentuk kata kerja terakhirnya berbentuk sekarang, sehingga penolakan itu dinyatakan sebagai yang masih berlangsung. Jadi Allah tidak menyebutnya sebagai satu keputusan yang sudah selesai, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya sendiri. Perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya sendiri, dan terjemahan yang memakai bentuk lampau akan menutup kemungkinan mereka masih bisa berubah. Satu akar mengikat teguran di awal penutup dan pengecualian di ujungnya.
  • Ayat ini membuka bagian penutup surah ini, dan bagian itu berjalan sampai 84:25. Apa yang dinyatakan sebuah surah ketika enam ayat terakhirnya dipakai Allah untuk menegur sikap menolak, sesudah tiga ayat sumpah yang baru saja dijawab? Pembagian itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa nomornya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemilihan panjang bagian penutupnya. Satu akar mengikat teguran di awal penutup dan pengecualian di ujungnya.