وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَ

Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَwa-llaahu a'lamu bi-maa yuu'uunaAllah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  2. أَعْلَمُa'lamulebih mengetahui
  3. بِمَاbi-maaapa yang
  4. يُوعُونَyuu'uunamereka sembunyikan

Inti bacaan

Jaminan pengetahuan menyeluruh: 'Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka)', pengingat bahwa penyembunyian niat buruk tidak efektif di hadapan pengetahuan yang menembus batas lahiriah.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan kurung "(dalam hati mereka)" tidak dipakai. "A'lamu" (elatif komparatif) diterjemahkan "lebih mengetahui", tidak kena disiplin larangan superlatif terlarang karena berbeda kategori gramatikal (komparatif, bukan intensif-superlatif).

Kata kerja (يُوعُونَ, yuu'uun) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti menyimpan dan mengingat. Ia cuma dipakai di 4 ayat, yaitu 12:76, 69:12, 70:18, dan 84:23.

Di 69:12 akar itu dipakai untuk telinga yang menyimpan apa yang didengarnya, dan di 70:18 ia dipakai untuk orang yang mengumpulkan harta lalu menyimpannya. Jadi satu akar menamai menyimpan di telinga dan menyimpan harta. Kata (يُوعُونَ, yuu'uun) di sini berdiri tanpa objek, dan bentuknya jamak.

Di 12:76 akar yang sama dipakai untuk wadah tempat barang disimpan. Jadi keempat pemakaiannya berkisar pada gagasan menyimpan, dan di sini yang disimpan tidak disebutkan sama sekali. Kata (أَعْلَمُ, a'lamu) mendahuluinya, dan ia bentuk perbandingan, bukan yang tertinggi.

Rangkaian (أَعْلَمُ بِمَا, a'lamu bi-maa) muncul 19 kali di 16 surah, antara lain di 3:36, 17:47, 23:96, 50:45, dan 84:23. Jadi rangkaian itu tersebar luas, dan di sini ia menutup penyebutan sikap mereka.

Nama (وَاللَّهُ, wa-llaah) disebut di ayat ini, dan itu satu-satunya penyebutan nama-Nya di sepanjang surah ini. Jadi dua puluh empat ayat lainnya menyebut Dia sebagai Tuhan, lewat kata ganti, atau lewat bentuk kata kerja.

Kesejajaran dengan 96:14 patut dicatat, sebab di sana nama-Nya juga cuma disebut sekali dan ayat itu juga menyatakan Dia melihat. Jadi dua surah menahan nama-Nya sampai satu ayat, dan keduanya memakai ayat itu untuk menyatakan pengetahuan-Nya.

Kata kerja (يُوعُونَ, yuu'uun) berdiri tanpa objek, sehingga apa yang mereka simpan tidak disebutkan. Jadi cakupannya dibiarkan seluas mungkin, dan menyisipkan objeknya akan mempersempit apa yang tertulis.

Kata (بِمَا, bi-maa) tersusun dari huruf ba dan kata sambung, sehingga yang dinyatakan sasaran pengetahuan-Nya. Jadi yang diketahui-Nya perkaranya, bukan orangnya, dan perbedaan itu terbawa di dalam susunan hurufnya sendiri tanpa satu kata keterangan pun.

Bentuk (يُوعُونَ, yuu'uun) berbentuk sekarang dan berbentuk jamak, sehingga perbuatan menyimpan itu dinyatakan sebagai yang masih berlangsung pada banyak orang. Jadi ia sejajar dengan bentuk kata kerja di 84:20 dan 84:22, dan tiga ayat itu sama-sama menyebut perbuatan yang berjalan. Susunan itu membuat pengetahuan-Nya terbaca sebagai jawaban atas penyembunyian mereka. Al-Qur'an tidak menyebut apa yang mereka simpan maupun di mana mereka menyimpannya, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma empat kata yang memuat satu-satunya penyebutan nama-Nya di surah ini.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa Allah mengetahui seluruh kebusukan hati yang mereka sembunyikan, dan kata kerja terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.

Akarnya cuma dipakai di 4 ayat, yaitu 12:76, 69:12, 70:18, dan 84:23. Di 69:12 akar itu dipakai untuk telinga yang menyimpan apa yang didengarnya, dan di 70:18 ia dipakai untuk orang yang mengumpulkan harta lalu menyimpannya.

Di 12:76 akar yang sama dipakai untuk wadah tempat barang disimpan. Jadi keempat pemakaiannya berkisar pada gagasan menyimpan, dan di sini yang disimpan tidak disebutkan sama sekali.

Nama Allah disebut di ayat ini, dan itu satu-satunya penyebutan nama-Nya di sepanjang surah ini. Kesejajaran dengan 96:14 patut dicatat, sebab di sana nama-Nya juga cuma disebut sekali dan ayat itu juga menyatakan Dia melihat.

Jadi dua surah menahan nama-Nya sampai satu ayat, dan keduanya memakai ayat itu untuk menyatakan pengetahuan-Nya. Kata ketiganya tersusun dari huruf dan kata sambung, sehingga yang dinyatakan sasaran pengetahuan-Nya. Jadi yang diketahui-Nya perkaranya, bukan orangnya. Bentuk kata terakhirnya berbentuk sekarang dan berbentuk jamak, sehingga perbuatan menyimpan itu dinyatakan sebagai yang masih berlangsung pada banyak orang.

Renungan dan Hikmah

  • Akar kata kerja terakhirnya cuma dipakai di 4 ayat, yaitu 12:76, 69:12, 70:18, dan 84:23. Di 69:12 akar itu dipakai Allah untuk telinga yang menyimpan apa yang didengarnya, dan di 70:18 untuk orang yang mengumpulkan harta lalu menyimpannya. Angka itu bisa dihitung ulang siapa pun dengan memeriksa daftarnya, dan yang tidak bisa dihitung adalah alasan pemilihan akar yang cuma dipakai di empat ayat. Nama-Nya yang ditahan sampai ayat ketiga dari akhir jatuh tepat pada pengetahuan.
  • Nama Allah disebut di ayat ini, dan itu satu-satunya penyebutan nama-Nya di sepanjang surah ini. Kesejajaran dengan 96:14 patut dicatat, sebab di sana nama-Nya juga cuma disebut sekali. Jadi dua surah menahan nama-Nya sampai satu ayat yang menyatakan pengetahuan-Nya. Penyebutan itu bisa diperiksa siapa pun dengan memeriksa seluruh ayatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan penahanan nama-Nya sampai ayat ini. Nama-Nya yang ditahan sampai ayat ketiga dari akhir jatuh tepat pada pengetahuan.
  • Di 12:76 akar kata kerja terakhirnya dipakai untuk wadah tempat barang disimpan. Jadi keempat pemakaiannya berkisar pada gagasan menyimpan, dan di sini Allah memakainya untuk apa yang mereka simpan tanpa menyebut wadahnya maupun isinya. Yang menyambungkan keempatnya cuma huruf-huruf akarnya, dan Al-Qur'an tidak menyatakan hubungan antara tempat-tempat itu dengan satu kalimat pun. Yang disimpan tanpa disebut namanya lebih menakutkan daripada yang disebutkan. Yang disimpan tanpa disebut namanya lebih menakutkan daripada yang disebutkan.
  • Kata kerja terakhirnya berdiri tanpa objek, sehingga apa yang mereka simpan tidak disebutkan Allah. Apa yang lebih menakutkan bagi seseorang: disebutkan apa yang disembunyikannya, atau dinyatakan bahwa Dia lebih mengetahuinya tanpa disebut apa? Ketiadaan objek itu perlu dijaga di dalam terjemahannya, sebab menyisipkannya akan mempersempit apa yang sengaja dibiarkan seluas mungkin oleh susunannya. Yang disimpan tanpa disebut namanya lebih menakutkan daripada yang disebutkan.
  • Rangkaian dua kata di tengahnya muncul 19 kali di 16 surah, antara lain di 3:36, 17:47, 23:96, 50:45, dan 84:23. Jadi rangkaian itu tersebar luas di dalam Al-Qur'an, dan di sini Allah memakainya untuk menutup penyebutan sikap mereka. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemilihan rangkaian yang tersebar begitu luas. Nama-Nya yang ditahan sampai ayat ketiga dari akhir jatuh tepat pada pengetahuan.
  • Kata keduanya bentuk perbandingan, sehingga ia diterjemahkan lebih mengetahui, bukan paling mengetahui. Jadi Allah dinyatakan mengetahui lebih daripada mereka yang menyimpannya, dan perbedaan kategori itu dijaga di dalam terjemahannya. Perbedaan kategori itu perlu dijaga di dalam terjemahannya, sebab menyamakannya dengan bentuk yang paling tinggi akan mengubah apa yang dinyatakan katanya. Yang disimpan tanpa disebut namanya lebih menakutkan daripada yang disebutkan.