وَالْيَوْمِ الْمَوْعُودِ

Dan demi hari yang dijanjikan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَالْيَوْمِ الْمَوْعُودِwa-l-yawmi l-maw'uudidan demi hari yang dijanjikan

Terjemahan per kata (2 kata)

  1. وَالْيَوْمِwa-l-yawmidan hari
  2. الْمَوْعُودِl-maw'uudiyang dijanjikan

Inti bacaan

Sumpah demi hari yang pasti: 'dan demi hari yang dijanjikan', penegasan kepastian momen pertanggungjawaban sebagai bagian dari rangkaian bukti yang mendukung argumen surah.

Penjelasan pilihan kata

Kata (الْمَوْعُودِ, al-mau'uud) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya berarti menjanjikan. Ia dipakai di 130 ayat, antara lain 3:194, 10:4, 14:22, 21:104, dan 39:20, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul.

Jadi akar yang tersebar di ratusan ayat memberi satu bentuk yang cuma dipakai sekali, dan bentuk itu berdiri di ayat ini. Kelangkaan bentuk dan keseringan akar bertemu di dalam satu kata, dan Al-Qur'an tidak menerangkan hal itu. Kata (الْمَوْعُودِ, al-mau'uud) di sini bertakrif, sama seperti kata yang diterangkannya.

Bentuk (الْمَوْعُودِ, al-mau'uud) berbentuk penderita, sehingga yang dinyatakan hari yang dijanjikan, bukan hari yang menjanjikan. Jadi ada pihak yang menjanjikan di balik kata itu, dan pihaknya tidak disebutkan di dalam ayatnya.

Kata (وَالْيَوْمِ, wa-l-yaum) berbaris kasrah karena berada sesudah huruf sumpah, sama seperti kata pokok di 85:1. Jadi dua ayat sumpah yang berturut-turut memakai baris yang sama, dan kesejajaran itu mengikat keduanya menjadi satu rangkaian.

Susunan ayat ini menaruh keterangan di belakang bendanya, sama seperti susunan di 85:1. Jadi dua ayat pertama dibangun dengan rangka yang sama: benda yang disumpahi lalu keterangan yang membatasinya.

Kata (وَالْيَوْمِ, wa-l-yaum) bertakrif, sehingga yang disebut hari yang sudah tertentu, bukan sembarang hari. Jadi Al-Qur'an menunjuk satu hari yang dikenali dari janjinya, dan hari itu tidak dinamai dengan nama lain di dalam surah ini.

Ayat ini yang paling pendek di antara tiga ayat sumpah pembuka, sebab ia cuma dua kata. Jadi rangkaian sumpahnya bergerak dari tiga kata di 85:1 ke dua kata di sini lalu ke tiga kata di 85:3, dan Al-Qur'an tidak menerangkan urutan itu.

Susunan ayat ini tidak memuat jawaban bagi sumpahnya, sama seperti susunan di 85:1 dan 85:3. Jadi ketiganya menggantung bersama, dan pembacanya harus menunggu sampai 85:4 untuk menemukan kalimat yang berdiri sendiri.

Bentuk (الْمَوْعُودِ, al-mau'uud) berbaris kasrah karena mengikuti kata yang diterangkannya, dan keduanya sama-sama bertakrif. Jadi keterangan dan bendanya terikat rapat, dan susunan semacam itu dipakai lagi di 85:5 pada dua kata yang lain. Kesejajaran itu tidak ditandai satu kata penghubung pun di antara dua ayatnya.

Kata (وَالْيَوْمِ, wa-l-yaum) berasal dari akar yang berarti hari. Akar itu dipakai di 393 ayat, antara lain 2:8, 6:12, 22:17, 45:26, dan 82:15, dan itu salah satu akar yang paling sering muncul di seluruh Al-Qur'an. Jadi akar yang tersebar di ratusan ayat dipakai di sini untuk satu hari yang dibatasi dengan janji. Susunan itu membuat pembacanya membaca hari dan janjinya sebagai satu satuan, dan melepaskan keterangan itu akan meninggalkan hari yang tidak bisa dikenali. Al-Qur'an tidak menyebut siapa yang berjanji maupun kapan janjinya diucapkan, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma dua kata di dalam ayat ini beserta ayat yang mengapitnya.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan rangkaian sumpah dengan hari yang dijanjikan, dan kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Akarnya dipakai di 130 ayat, antara lain 3:194, 10:4, 14:22, 21:104, dan 39:20.

Jadi akar yang tersebar di ratusan ayat memberi satu bentuk yang cuma dipakai sekali, dan bentuk itu berdiri di ayat ini. Kelangkaan bentuk dan keseringan akar bertemu di dalam satu kata.

Bentuk kata terakhirnya berbentuk penderita, sehingga yang dinyatakan hari yang dijanjikan, bukan hari yang menjanjikan. Jadi ada pihak yang menjanjikan di balik kata itu, dan pihaknya tidak disebutkan di dalam ayatnya.

Kata pertamanya berbaris kasrah karena berada sesudah huruf sumpah, sama seperti kata pokok di 85:1. Jadi dua ayat sumpah yang berturut-turut memakai baris yang sama.

Ayat ini yang paling pendek di antara tiga ayat sumpah pembuka, sebab ia cuma dua kata. Kata terakhirnya berbaris kasrah karena mengikuti kata yang diterangkannya, dan keduanya sama-sama bertakrif. Jadi keterangan dan bendanya terikat rapat, dan susunan semacam itu dipakai lagi di 85:5 pada dua kata yang lain. Akar kata pertamanya dipakai di 393 ayat, antara lain 2:8, 6:12, 22:17, 45:26, dan 82:15. Susunan itu membuat hari dan janjinya terbaca sebagai satu satuan yang tidak bisa dipisah.

Renungan dan Hikmah

  • Bentuk kata terakhirnya berbentuk penderita, sehingga yang dinyatakan hari yang dijanjikan, bukan hari yang menjanjikan. Jadi ada pihak yang menjanjikan di balik kata itu, dan Allah tidak menyebutkan pihaknya di dalam ayatnya. Pembacanya sendiri yang harus melengkapi siapa yang berjanji. Ketiadaan nama itu perlu dijaga di dalam terjemahannya, sebab menyisipkannya akan menutup apa yang sengaja dibiarkan terbuka oleh susunan katanya sendiri.
  • Kata terakhirnya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, sedangkan akarnya dipakai Allah di 130 ayat, antara lain 3:194, 10:4, 14:22, 21:104, dan 39:20. Jadi akar yang tersebar di ratusan ayat memberi satu bentuk yang cuma dipakai sekali, dan bentuk itu berdiri di ayat ini. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan mengapa bentuk yang cuma sekali dipakai justru ditaruh di sini. Hari yang dikenali cuma dari janjinya menaruh seluruh beratnya pada yang berjanji.
  • Kata pertamanya bertakrif, sehingga yang disebut hari yang sudah tertentu, bukan sembarang hari. Jadi Allah menunjuk satu hari yang dikenali dari janjinya, dan hari itu tidak dinamai dengan nama lain di dalam surah ini. Yang mengenalkannya cuma janji yang melekat padanya. Yang mengenalkan hari itu cuma janji yang melekat padanya. Apa yang tersisa dari sebuah hari ketika satu-satunya keterangan tentangnya adalah bahwa ia sudah dijanjikan? Bentuk penderita menyembunyikan pelakunya dan justru membuat pembacanya mencarinya.
  • Susunan ayat ini menaruh keterangan di belakang bendanya, sama seperti susunan di 85:1. Jadi dua ayat pertama dibangun Allah dengan rangka yang sama: benda yang disumpahi lalu keterangan yang membatasinya. Kesejajaran itu tidak ditandai satu kata penghubung pun. Kesejajaran itu berlaku sampai ke barisnya, dan yang bisa dicatat cuma bahwa dua ayat memakai susunan yang sama tanpa satu kalimat penghubung. Bentuk penderita menyembunyikan pelakunya dan justru membuat pembacanya mencarinya.
  • Ayat ini yang paling pendek di antara tiga ayat sumpah pembuka, sebab ia cuma dua kata. Jadi rangkaian sumpahnya bergerak dari tiga kata di 85:1 ke dua kata di sini lalu ke tiga kata di 85:3, dan Al-Qur'an tidak menerangkan urutan panjangnya itu. Perbedaan panjang itu tidak diterangkan Al-Qur'an, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma jumlah katanya yang bisa dihitung sendiri. Hari yang dikenali cuma dari janjinya menaruh seluruh beratnya pada yang berjanji.
  • Susunan ayat ini tidak memuat jawaban bagi sumpahnya, sama seperti susunan di 85:1 dan 85:3. Jadi ketiganya menggantung bersama, dan pembacanya harus menunggu sampai 85:4 untuk menemukan kalimat yang berdiri sendiri. Allah tidak menandai peralihan itu dengan satu kata pun. Yang bisa dicatat cuma apa yang tertulis, dan menambahkan jawaban bagi sumpahnya berarti menaruh kesimpulan yang tidak disediakan susunannya. Hari yang dikenali cuma dari janjinya menaruh seluruh beratnya pada yang berjanji.