إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ
Sesungguhnya orang-orang yang menimpakan cobaan terhadap mukmin laki-laki dan perempuan, lalu mereka tidak bertobat, mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab yang membakar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُواinna lladziina fatanuu l-mu'miniina wa-l-mu'minaati tsumma lam yatuubuusesungguhnya orang-orang yang menimpakan cobaan terhadap mukmin laki-laki dan perempuan, lalu mereka tidak bertobat
- فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِfa-lahum adzaabu jahannama wa-lahum adzaabu l-hariiqimereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab yang membakar
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bertobat'); perubahan terjemahan ini hanya /perapian bila ada. Konvensi twb: hamba diterjemahkan 'bertobat', Allah diterjemahkan 'menyambut tobat', at-Tawwaab takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Pembeda akar q-b-l ('menerima' sungguhan) di 9:104/42:25/40:3. Lih..
Aplikasi
Konsekuensi bagi pelaku persekusi yang tidak bertobat: 'orang-orang yang menimpakan cobaan (siksa) terhadap mukmin laki-laki dan perempuan, lalu mereka tidak bertobat, mereka akan mendapat azab Jahanam', penegasan bahwa keadilan akan ditegakkan bagi korban persekusi agama, dengan pintu tobat yang tetap terbuka bagi pelaku sebelum terlambat.