إِنَّهُ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيدُ

Sesungguhnya Dialah yang memulai dan mengembalikan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّهُ هُوَ يُبْدِئُ وَيُعِيدُinnahu huwa yubdi'u wa-yu'iidusesungguhnya Dialah yang memulai dan mengembalikan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. إِنَّهُinnahusesungguhnya
  2. هُوَhuwaDialah
  3. يُبْدِئُyubdi'umemulai
  4. وَيُعِيدُwa-yu'iidudan Dia mengulangi

Inti bacaan

Argumen kebangkitan dari kemampuan penciptaan awal: 'sesungguhnya Dialah yang memulai dan mengembalikan', pengakuan bahwa kemampuan menciptakan pertama kali menjadi dasar logis kemampuan menciptakan kembali, konsistensi kekuasaan yang berkelanjutan.

Penjelasan pilihan kata

Rangkaian (يُبْدِئُ وَيُعِيدُ, yubdi-u wa yu'iid) muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Kata pertamanya muncul 3 kali di 3 surah, yaitu di 29:19, 34:49, dan 85:13, sedangkan kata keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.

Di 29:19 dan 34:49 kata yang sama dipakai di dalam kalimat tanya atau pernyataan tentang penciptaan yang diulang. Jadi tiga tempat memakai kata yang sama untuk memulai dan mengembalikan, dan cuma di sini keduanya berdiri berdampingan tanpa kata lain di antaranya. Kata (يُبْدِئُ, yubdi-u) di sini berbentuk sekarang, bukan bentuk lampau.

Rangkaian (إِنَّهُ هُوَ, innahu huwa) muncul 19 kali di 14 surah, antara lain di 2:37, 12:98, 39:53, 44:6, dan 85:13. Di sebagian besar tempat itu rangkaian ini mendahului gelar yang menyatakan pengampunan atau kasih.

Jadi rangkaian yang di tempat lain mendahului gelar pengampunan, di sini mendahului dua kata kerja tentang penciptaan. Al-Qur'an tidak menerangkan perbedaan itu dengan satu kalimat pun.

Kata (هُوَ, huwa) di ayat ini kata ganti pemisah yang menegaskan, bukan pokok kalimat kedua. Jadi ayat ini memuat dua penegas sekaligus, sama seperti susunan di 85:12, dan dua ayat berturut-turut sama-sama dipadatkan dengan cara itu.

Kedua kata kerja di ayat ini berbentuk sekarang, sehingga perbuatannya dinyatakan sebagai yang berlangsung terus. Jadi memulai dan mengembalikan tidak disebut sebagai dua peristiwa yang sudah selesai, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya. Kata (وَيُعِيدُ, wa yu'iid) menyusulnya, dan keduanya berpola yang sama persis.

Kedua kata kerja itu berdiri tanpa objek, sehingga apa yang dimulai dan apa yang dikembalikan tidak disebutkan. Jadi cakupannya dibiarkan seluas mungkin, dan menyisipkan objeknya akan mempersempit apa yang tertulis. Kata (هُوَ, huwa) mendahului keduanya, dan ia kata ganti pemisah yang menegaskan.

Susunan ayat ini menaruh dua kata kerja yang berlawanan arah berdampingan, dan susunan semacam itu dipakai juga di 85:3 pada dua kata benda. Jadi surah ini memuat dua pasangan yang berlawanan di dalam dua ayat pendek. Kata (إِنَّهُ, innahu) membuka ayatnya, dan ia memuat huruf penegas di depannya.

Bentuk (يُبْدِئُ, yubdi-u) berpola keempat, sehingga artinya membuat sesuatu bermula. Jadi perbuatannya menuntut pihak lain yang dimulai, dan pihak itu tidak disebutkan di dalam ayatnya. Perbedaan pola itu terbawa di dalam huruf tambahannya sendiri tanpa satu kata keterangan pun.

Bentuk (وَيُعِيدُ, wa yu'iid) juga berpola keempat, sehingga dua kata kerja di ayat ini sejajar polanya. Jadi memulai dan mengembalikan dinyatakan dengan bangunan kata yang sama persis, dan kesejajaran itu membuat keduanya terbaca sebagai satu pasangan tanpa kata penghubung. Susunan itu membuat pembacanya membaca dua penegas lebih dulu dan dua kata kerja belakangan, sehingga beratnya jatuh pada pasangan di ujungnya. Al-Qur'an tidak menyebut apa yang dimulai maupun apa yang dikembalikan, dan yang tersedia bagi pembacanya cuma empat kata yang seluruhnya tidak menyebut satu benda pun.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa Allah yang memulai penciptaan dan yang membangkitkan kembali, dan rangkaian dua kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an.

Kata kerja pertamanya muncul 3 kali di 3 surah, yaitu di 29:19, 34:49, dan 85:13, sedangkan kata kerja keduanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an. Di 29:19 dan 34:49 kata yang sama dipakai di dalam kalimat tentang penciptaan yang diulang.

Jadi tiga tempat memakai kata yang sama untuk memulai dan mengembalikan, dan cuma di sini keduanya berdiri berdampingan tanpa kata lain di antaranya.

Rangkaian dua kata pertamanya muncul 19 kali di 14 surah, antara lain di 2:37, 12:98, 39:53, 44:6, dan 85:13. Di sebagian besar tempat itu rangkaian ini mendahului gelar yang menyatakan pengampunan atau kasih.

Kedua kata kerja di ayat ini berdiri tanpa objek, sehingga apa yang dimulai dan apa yang dikembalikan tidak disebutkan. Bentuk kedua kata kerjanya berpola keempat, sehingga artinya membuat sesuatu bermula dan membuatnya kembali. Jadi keduanya menuntut pihak lain yang dikenai perbuatannya, dan pihak itu tidak disebutkan. Kesejajaran polanya membuat keduanya terbaca sebagai satu pasangan tanpa kata penghubung. Susunan itu menaruh dua penegas lebih dulu dan dua kata kerja belakangan, sehingga beratnya jatuh pada pasangan di ujung ayatnya.

Renungan dan Hikmah

  • Rangkaian dua kata kerjanya muncul 1 kali di seluruh Al-Qur'an, dan kata kerja pertamanya muncul 3 kali di 3 surah, yaitu di 29:19, 34:49, dan 85:13. Jadi cuma di sini Allah menaruh keduanya berdampingan tanpa satu kata lain di antaranya, dan pembacanya membaca keduanya dalam satu tarikan. Angka itu bisa diperiksa siapa pun dengan menghitung tempatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan mengapa cuma di sini keduanya berdampingan.
  • Rangkaian dua kata pertamanya muncul 19 kali di 14 surah, antara lain di 2:37, 12:98, 39:53, 44:6, dan 85:13. Di sebagian besar tempat itu rangkaian ini mendahului gelar Allah yang menyatakan pengampunan atau kasih, sedangkan di sini ia mendahului dua kata kerja tentang penciptaan. Yang menyambungkan tempat-tempat itu cuma bentuk katanya, dan Al-Qur'an tidak menyatakan hubungannya dengan satu kalimat penjelas pun di antaranya. Memulai dan mengembalikan disebut berdampingan tanpa menyebut apa yang dimulai.
  • Kedua kata kerja di ayat ini berdiri tanpa objek, sehingga apa yang dimulai dan apa yang dikembalikan tidak disebutkan Allah. Jadi cakupannya dibiarkan seluas mungkin, dan menyisipkan objeknya akan mempersempit apa yang tertulis di dalam ayatnya. Ketiadaan objek itu perlu dijaga di dalam terjemahannya, sebab menyisipkannya akan mempersempit apa yang sengaja dibiarkan terbuka susunannya. Memulai dan mengembalikan disebut berdampingan tanpa menyebut apa yang dimulai.
  • Kedua kata kerja di ayat ini berbentuk sekarang, sehingga perbuatannya dinyatakan sebagai yang berlangsung terus. Jadi memulai dan mengembalikan tidak disebut Allah sebagai dua peristiwa yang sudah selesai, dan perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya sendiri. Perbedaan itu terbawa di dalam bentuk katanya sendiri, dan terjemahan yang memakai bentuk lampau akan mengubah keadaan yang berlangsung menjadi peristiwa yang selesai. Dua kata kerja tanpa objek membiarkan cakupannya seluas apa pun yang bisa dibayangkan.
  • Kata ketiganya kata ganti pemisah yang menegaskan, bukan pokok kalimat kedua. Jadi ayat ini memuat dua penegas sekaligus, sama seperti susunan di 85:12, dan dua ayat berturut-turut sama-sama dipadatkan Allah dengan cara yang sama. Susunan sepadat itu bisa diperiksa siapa pun dengan membandingkan dua ayatnya, dan yang tidak bisa diperiksa adalah alasan pemadatan di dua tempat berturut-turut. Dua kata kerja tanpa objek membiarkan cakupannya seluas apa pun yang bisa dibayangkan.
  • Susunan ayat ini menaruh dua kata kerja yang berlawanan arah berdampingan, dan susunan semacam itu dipakai Allah juga di 85:3 pada dua kata benda. Apa yang dikerjakan sebuah pasangan berlawanan pada pembacanya ketika ia diletakkan tanpa kata penghubung yang menerangkan hubungannya? Kesejajaran itu tidak ditandai satu kata pun, dan pembacanya sendiri yang harus melihat bahwa dua pasangan berlawanan berdiri di dalam satu surah pendek. Memulai dan mengembalikan disebut berdampingan tanpa menyebut apa yang dimulai.